TOY STORY 3 (2010)

1 komentar
14 tahun lalu pas saya umur 4 tahun dan masih di Semarang, untuk pertama kalinya saya diajak orang tua saya menonton di bioskop. Jelaslah seneng banget. Nonton VCD aja jarang banget, eh diajak ke bioskop. Dan film pertama yang saya tonton adalah Toy Story. Kagum banget ngeliat mainan bisa bicara & bergerak sendiri, sampe pulangnya minta dibeliin mainan Toy Story. Untungnya di McD lagi ada paketnya. Jadi sekalian makan, saya juga dapet mainan Toy Story. Waktu itu yang saya dapet adalah tokoh Rex, si tyranosaurus ijo. Selang 6 tahunan saya dah di Gombong yang gak ada bioskop. Suatu hari ayah saya ngajak ke rentalan VCD untuk eprtama kalinya, dan film pilihan saya adalah Toy Story 2. Sudah jelask Toy Story merupakan kenangan indah masa kecil saya. Dan pas denger Film ketiganya rilis & kabarnya adalah yang terakhir, jelas saya berniat nonton.

Andy sekarang udah 17 tahun. Waktunya dia berkuliah & gak mungkin dia bermain dengan mainannya lagi. Udah bertahun-tahun para mainan teronggok di kotak tua kamar Andy. Mereka sendiri paham kalo Andy udah beranjak dewasa. Tapi Andy yang menyayangi mainannya gak berniat membuang mereka. Andy berniat menyimpan mereka di loteng kecuali Woody yang akan dia bawa ke tempat kuliah. Para mainan tidak merasa keberatan, karena yang penting mereka tetap bisa bersama. Tapi karena sebuah kesalahpahaman, para mainan itu terbuang oleh ibu Andy & terbawa ke tempat penitipan anak, Sunnydale.
Woody yang melihat itu coba menyelamatkan teman2nya & ngebawa mereka balik kerumah Andy. Tetapi mainan yang lain gak sependapat. Mereka beranggapan Sunnydale adalah tempat menyenangkan dimana anak kecil memainkan mereka. Apalagi para mainan yang udah berada di Sunnydale sebelumnya menyambut mereka dengan ramah. Mereka merasa saatnya memulai hidup baru. Tapi mereka tidak tahu kalo dibalik keramahan & keceriaan Sunnydale hanya kedok dari penguasa tempat itu, si beruang Lotso. Dimulailah petualangan Woody menyelamatkan teman-temannya.

Sebelum ngebahas film, FYI seperti biasa Pixar ngasih film pendek sebagai pembuka yang sederhana tapi punya pesan moral yang luarbiasa dalam. Lanjut ke film. Melihat kenangan masalalu saya kembali tampil di layar lebar jelas memberi kebahagiaan tersendiri. Apalagi film ini emang bagaikan rollercoaster. Di suatu bagian kita bakal tertawa ngakak melihat aksi para mainan (khususnya trio Mr.Potato, Rex, & Buzz oya, dan Barbie :P ). Tapi di satu adegan yang menyentuh, kita bisa sampe menangis ngeliatnya. Melihat betapa para mainan yang menyayangi pemiliknya walopun dah lama gak dimainkan juga amat menyentuh. Apalagi mendekati endingnya dimana saya (dan para penonton lain di studio) mulai gak kuat nahan gengsi buat nangis. Untuk grafis teteplah kelas wahid. Emang efek 3D disini gak ditonjolkan, tapi bukan berarti grafiknya gak spesial. Tetap, mainan di film ini terasa begitu luar biasa penggambarannya. Tontonlah film ini dan rasakan bagaimana Pixar emang studio yang gak tetandingi dalam hal animasi. Pixar berhasil membuktikan tiap tahunnya mereka selalu bikin film animasi laurbiasa. Khusus buat Toy Story, jarang ada franchise yang selalu mempertahankan kualitas luarbiasa di tiap filmnya. Dan untuk Hiccup beserta para naga, bersiaplah karena Oscar 2011 tidak akan mudah didapat. Karena para mainan telah kembali. Mungkin ini emang film terakhir, tapi kenangan akan franchise ini akan selalu ada dihati penggemarnya termasuk saya. LONG LIVE WOODY, LONG LIVE ANDY, LONG LIVE TOYS and LONG LIVE TOY STORY!!!

1 komentar :

Comment Page:
Angga Saputra mengatakan...

Mungkin terlalu telat saya krkrn baru menonton ini movie tapi saya sependapat kalo animasi ini termasuk animasi terbaik yg pernah di buat.bukan hanya animasi semata tapi memiliki hati yg membuat saya sekali lagi dibuat terharu pada animasi bikinan pixar yg sebelumnya dibikin seperti ini juga di inside out...