THE SILENCE OF THE LAMBS (1991)

2 komentar
Saya bukanlah tipe orang yang senang "mengobrak abrik" film lawas untuk ditonton. Walopun film itu dapet pujian sekalipun. Tapi entah kenapa akhir-akhir ini saya mulai tertarik. Dan salah satu yang bikin saya tertarik adalah Silence of the Lambs ini. Film ini memenangkan Oscar tahun 1992 di 5 kategori. Best Picture, Best Actor, Best Actress, Best Director, dan Best Adapted Screenplay. Wow! Berarti mayoritas penghargaan utama dimenangkan oleh film ini. Yang bikin saya penasaran adalah genrenya. Thriller cenderung kearah Horror. Itu yang sya tangkep waktu baca sinopsisnya. Secra film bertema begini jarang banget menang Oscar. Mungkin cuma No Country for Old Men aja. So, apa benar nih film segitu bagusnya?

Clarice Starling (Jodie Foster) adalah calon anggota FBI. Suatu ahri dia ditugaskan oleh atasannya untuk menginterogasi seorang tahanan di rumah sakit jiwa yang bernama Hannibal Lecter (Anthony Hopkins). Hannibal sendiri adalah seorang psikiater ulung. Dia ditangkap karena melakukan pembunuhan sekaligus tindakan kanibalisme. Clarice sendiri ditugaskan untuk menginterogasi Hannibal adalah untuk mendapatkan informasi tentang Buffalo Bill. Seorang pembunuh berantai yang sedang buron. Tidak hanya membunuh, Bill juga doyan menguliti korbannya. Tapi ternyata mengorek info dari Hannibal tidaklah mudah. Clarice harus berhati-hati terhadap tindak tanduk Hannibal yang sangat misterius.
Wow, saya salah menilai film ini. Saya kira ini adalah film berisi gore dan darah dimana-mana. Ternyata film ini adalah thriller yang sangat cerdas. Ketegangan dibangun di setiap waktu dan ditempat manapun. Bahkan di tempat yang di film lain tidak menegangkan, disini ajdi sangat menegangkan. Sangat pantas film ini menjadi film terbaik (walopun saya belum lihat kompetitornya selain beauty & the Beast ) Dari segi pemain juga luarbiasa. Anthony Hopkins sebagai Hannibal Lecter selalu menebar kengerian di setiap kemunculannya. Padahal adegannya cuma sebatas berbicara kepada Clarice aja, tapi kharisma dan kengeriannya selalu muncul. Entah lewat omongan atau sekedar lewat tatapan matanya. Dan sekalinya dia menunjukkan kesadisannya itu terasa sangat luarbiasa, serem, dan ngeri. Pantas dapat penghargaan aktor terbaik. Jodie Foster juga bermain baik sebagai agen FBI yang membuatnya mendapat penghargaan aktris terbaik. Selian itu kok rasanya Jodie mirip Kristen Stewarts ya? Saya jadi merasa duet keduanya sebagai ibu dan anak di film Panic Room emang cocok banget. Ted Levine sebagai Bufallo Bill sang penebar teror juga gak kalah bagus. Walopun gak sampe dapet oscar, kegilaan berhasil dia tunjukkan disini. Ini adalah salah satu film thriller terbaik yang pernah saya tonton. Gak terlalu mengumbar kesadisan, tapi berhasil untuk bikin ngeri.

2 komentar :

Comment Page:
Bonari Kun mengatakan...

film yang bikin gua nahan nafas

cerdas banger nih yang bikin filmnya

Hilman Manchunian mengatakan...

Baru nonton. Emang bagus bgt.. Gak ngumbar asal sadis. Btw, ane baru tau ada adegan yg ada tulisan "made in indonesia" di korban buffalo bill..