INSOMNIA (2002)

1 komentar
Perjalanan saya menonton karya Nolan berlanjut lagi. Setelah kemaren The Prestige berhasil membuat saya terkagum dengn ilmu sulap yang ditampilkan walopun secara keseluruhan film "ajaib" itu amsih kalah dibandingkan karya Nolan lainnya. Tapi tetep aja film itu keren. Sekarang perjalanan saya berlanjut dari dunia sulap kedalam dunia kriminal. Kali ini Nolan meremake sebuah film Norwegia berjudul sama yang rilis tahun 97. Di film ini Nolan gak tanggung tanggung dalam menggaet pemain. 3 pemeran utama film ini semuanya adalah peraih Oscar. Mereka adalah Al Pacino, Robin Williams, dan Hillary Swank. 3 peraih Oscar bermain di film yang digarap oleh salah satu sutradara terbaik? Hmm....sajian yang sungguh menggiurkan.

Disebuah kota kecil bernama Nightmute di Alaska terjadi sebuah kasus pembunuhan. Korbannya adalah cewek 17 tahun bernama Kay Connell (Crystal Lowe). Untuk menyelidiki kasus tersebut, didatangkan 2 polisi Los Angeles, Will Dormer (Al Pacino) dan Hap Eckhart (Martin Donovan). Disana mereka berdua mendapat bantuan dari polisi lokal dan salah satunya adalah seorang rookie yang terampil bernama Ellie (Hillary Swank). Penyelidikan mereka mencapai titik terang saat mereka berhasil mengepung sang pelaku dan terlibat baku tembak yang terjadi dibawah kabut tebal. Karena kabut yang membatasi pandangan, Dormer secara gak sengaja menembak Hap sang partner yang mengakibatkan dia tewas. Walopun itu sebuah kecelakaan, Dormer ternyata gak mengaku dan bikin kesaksian palsu bahwa yang nembak Hap adalah si pembunuh yang lagi mereka kejar.

Sialnya, saat itu sang pembunuh yang dikejar justru ngeliat kalo Dormer nembak partnernya. Dia mulai ngancem Dormer dan berkata kalo dia gak akan melaporkan Dormer asalakan Dormer mau membantunya lolos dari penyelidikan polisi. Belakangan diketahui kalo sang pembunuh adalah seorang novelis lokal bernama Walter Frinch (Robin Williams) yang emang dekat dengan Kay. Bagaimana keputusan yang diambil Dormer? Apa dia akan tetep taat hukum dengan menjebloskan Frinch kepenjara? Atau dia akan membantu Frinch untuk melindungi rahasianya sendiri? Penyelidikan yang dilakukan Dormer sendiri terganggu oleh insomnia yang dia alami semenjak tiba disana dikarenakan tidak terbiasa dengan keadaan Nightmute Alaska yang saat itu tidak ada malam alias selalu ternag sepanjang hari.
Kali ini Nolan menawarkan sesuatu yang menurut saya tetep menarik dan menegangkan namun lebih mudah diikuti. Film ini menggunakan plot yang lurus dan tidak melompat-lompat seperti ciri khas Nolan biasanya. Hal itu bikin film ini akan dapat diikuti oleh semua penonton dengan mudah. Tapi kok rasanya jadi ada yang kurang meyaksikan film Nolan tanpa membuat kita tertipu akan jalan ceritanya ya? Di film ini misteri yang disajikan udah terbongkar sejak pertengahan film. Yang jadi sajian utama film ini adalah bagaimana tokoh utama film ini membongkar kasus yang dia tangani tapi juga menyembunyikan fakta kalo dirinyalah orang yang ngebunuh sang partner. Untungnya Nolan berhasil membungkusnya dengan kemasan yang menarik. Adegan pengejaran dan adegan menegangkan lain berhasil dikemas dengan baik dan membuat saya cukup tegang melihatnya.

Dari departemen akting, tidak ada yang salah dan buruk dari 3 pemeran utamanya. Al Pacino sebagai detektif cerdas yang insomnia berhasil memperlihatkan bagaimana kecerdasan seorang Will Dormer tapi disisi lain dia mulai merasa gangguan pada tubuhnya akibat Insomnia yang melanda. Sedangkan Robin Williams sang pembunuh juga sama. Dia terlihat dingin tapi juga sangat cerdik, gak kalah dibanding Dormer. Yang menurut saya agak kurang justru Hillary Swank. Tapi itu lebih diakibatkan dia dapet porsi yang gak begitu banyak dan bukan karena dia berkating buruk. Karya yang paling mudah dicerna dan sederhana dari Nolan tapi tetap menjadi sebuah film yang cerdas.

1 komentar :

Comment Page:
Admin Maha Guru mengatakan...

thanks ya