THE LAST AIRBENDER (2010)

4 komentar
Sebutlah judul Avatar: The Legend of Aang. Siapa yang gak tahu? Salah satu serial tv animasi terbaik dan paling epic yang pernah dibuat. Campuran pertarungan antar 4 elemen yang dibungkus komedi yang lucu sukses bikin serial ini digemari mulai dari anak kecil sampe orang dewasa. Hubungan antar tokoh yang menarik juga jadi kekuatan utama nih kartun. Lalu datanglah M Night Shyamalan dengan idenya mengadaptasi serial tv ini ke layar lebar. 3 Season serial tv ini bakal diangkat jadi sebuah trilogi layar lebar. Banyak yang antusias tapi banyak juga yang ragu. Apalagi dirunut dari sejarahnya, sejak kesuksesan The Sixth Sense kualitas film Shyamalan makin hari makin ancur aja. Dengan budget $150 juta apa dia bisa memuaskan para fans atau menghancurkan serial ini kayaknya Dragon Ball dihancurkan?

Seorang pengendali air bernama Katara dan kakaknya bernama Sokka secara tidak sengaja menemukan seorang bocah terkurung didalam es bersama seekor hewan aneh raksasa. Belakangan diketahui bocah bernama Aang itu adalah Avatar yang telah lama menghilang. Kehadiran Avatar dibutuhkan untuk menyeimbangkan keadaan dunia. Avatar sendiri adalah seorang yang mampu menguasai empat elemen, Udara, Air, Bumi dan Api. Aang sendiri adalah pengendali udara terakhir yang tersisa. Dan dilain pihak negara api sudah melancarkan ekspansi kenegara lain guna mencari avatar untuk ditangkap.
Aang dibantu Katara dan Sokka berusaha menghentikan negara api yang dipimpin oleh Pangeran Zukko sambil berusaha mempelajari pengendalian air.
Reaksi pertama saya adalah begitu rasisnya Shyamalan dalam pemilihan pemeran film ini. Saya sendiri tidak terlalu mempermasalahkan penggantian tokoh Asia dengan Kaukasia seperti yang terjadi di film ini mengingat film ini bikinan Hollywood. Tapi penggunaan orang-orang India di film ini jelas tidak bisa ditolerir. Dan apakah aktor Amerika dan India itu bisa menampilkan akting yang bagus? Akting mereka super duper datar khususnya dari sang pemeran Aang, Noah Ringer. Betapa bodohnya sosok Aang yang dia mainkan. Moody, konyol, bloon dan ancur! Buruknya penokohan film ini disebabkan oleh penghilangan sisi kelucuan yang dilakukan oleh si India bloon, eh sutradara Shyamalan. Dia berkata kelucuan di serial tv Avatar bisa menyebabkan filmnya konyol dan kekanak-kanakan. Tapi dia gak sadar kalo dia sendiri malah membuat film ini terlihat konyol dalam artian buruk dengan penokohan yang moody. Gak ada tingkah polah lucu dari Aang dan Sokka. yang ada keduanya jadi moody, murung dan bikin sebel. KONYOL, KONYOL, KONYOL!!!

Lanjut dari segi dialog. Dialog film ini juga amat buruk. Kata-kata yang dipake sangatklah bodoh. Kayak sebuah script yang ditulis anak SMP yang lagi teler dan menulisnya dalam kondisi setengah sadar. Dari bagian pertempuran lain lagi. Shyamalan berusaha membuat film ini menjadi film yang epic tapi dengan durasi sedikit. Padahal merangkum puluhan episode menjadi film berdurasi 100 menit adalah nyaris mustahil. Bagian pertarungan antar elemen yang seharusnya seru juga terlihat konyol. Sepertinya kalo saya disuruh bertarung dengan para pengendali bumi yang mengeluarkan jurus bumi mereka dengan begitu lambat, saya juga pasti bisa ngindarin itu. Cukup sudah keburukan yang disebabkan Shyamalan. Saya harap sekuelnya lebih baik walopun susah. Caranya mungkin dengan mengganti kursi sutradara dari tangan SI MASTER KEHANCURAN SHYAMALAN!

RATING: 


4 komentar :

Comment Page:
Anggita Mega Mentari mengatakan...

HAHHAHAHHA
sabar mas sabar
emosi banget ini nulisnya
ckckckkck...

^_^

Si Tukang Review mengatakan...

emang KONYOL GOBLOK BEGO SI SHYAMALAN. BEGO!
BEGOOOO!

Movfreak mengatakan...

@Mega Saya emosiiiii

@Tukang review Mari berdoa sekuelnya bisa selamet dari kehancuran (walau susah)

Muhammad Nur Hambali mengatakan...

ganti director nya...