THE SHINING (1980)

1 komentar

Bagaimana cara menciptakan sosok pembunuh menyeramkan dalam film yang bisa membuat penonton ngeri ketakutan? Membuat sosok tinggi besar bertopeng pucat dengan pisau gede? Sosok tinggi besar juga tapi bertopeng hoki bersenjatakan kapak atau golok? Atau mungkin pria dengan luka bakar dimuka? Semuanya bisa jadi jawaban yang tepat, tapi sebenernya yang paling bisa bikin penonton ngeri adalah apabila melihat sosok pembunuh dengan tampilan normal layaknya orang biasa. Hal itu dikarenakan sosoknya akan lebih manusiawi. Sayangnya susah membuat sosok pembunuh seram tanpa merombak wajah aktornya menjadi seram. Tapi susah bukannya gak mungkin. Cukup dengan menempatkan aktor yang tepat, maka kita bisa mendapatkan sosok psikopat berpenampilan bapak-bapak biasa saja tapi justru bisa menebar teror yang gak kalah seram. Dan The Shining yang memakai aktor kawakan Jack Nicholson mampu memberikan teror unik tersebut pada saya.

Jack Torrance (Jack Nicholson) mendapatkan pekerjaan sebagai pengurus hotel bernama Overlook selama musim dingin. Saat musim dingin tiba, hotel akan kososng dan yang tinggal disana hanyalah sang penjaga saja. Sebelum menyetujui pekerjaan itu, Jack sebenernya sudah diperingatkan oleh pemilik hotel, kalau pada tahun 1970 seorang penjaga musim dingin bernama Grady pernah membantai keluarganya saat tinggal dihotel selama musim dingin dikarenakan stress akibat terisolasi dari dunia luar. Jack tidak peduli dan menerima pekerjaan itu sambil membawa istrinya, Wendy dan anak laki-lakinya Danny untuk tinggal disana.
Awalnya semua berjalan lancar hingga Jack mulai merasa tertekan akibat musim dingin yang membuat mereka terisolir. Disisi lain sang anak, Danny malah melihat beberapa penampakan misterius disana. Lama kelamaan Jack juga mulai melihat hal-hal tersebut. Apa sebenarnya yang terjadi dihotel itu? Apakah Jack Torrance akan mengikuti jejak Grady yang membantai keluarganya?

Dan seorang bapak-bapak berpenampilan biasa dapat membuat saya deg-degan dengan bersenjatakan kapak plus gangguan mental. Melihat tampangnya aja beneran udah bikin ngeri. Ekspresinya, sampai cara bicaranya. Superduperpsikopat dah. Kengerian itu makin ditambah dengan banyaknya scene yang menurut saya sangat memorable dan bikin ngeri. Padahal scene-scene tersebut termasuk sederhana. Yang paling diingat jelas adegan muka Jack Torrance yang nampang dilobang pintu bekas dikapak. Terus ada juga adegan banjir darah di lift, sampe adegan macam Danny si bocah cilik naik sepeda roda tiga muterin hotel aja bisa bikin merinding.

Dan jangan bilang kalo kamu gak kaget ngeliat adegan Jack Nicholson duduk di salju diakhir film. Anehnya sang sutradara Stanley Kubrick malah dapet nominasi Worst Director lewat film ini. Oya, kalo ada yang bisa ngejelasin ending film ini, saya bakal terbantu. Soalnya endingnya emang jadi kontroversi, dan baca di wikipedia tetep gak puas.

Yak, film ini pada awalnya emang dapet tnaggepan negatif dari kritikus. Pendapatannya juga agak lambat diawal. Tapi lambat laun predikat "cult" mulai nempel di film ini. The Shining sekarang dianggap jadi salah satu film thriller terbaik. Tapi bukankah film Kubrick lainnya yaitu 2001: A Space Odyssey juga awalnya dapet kritikan tapi lambat laun malah masuk nominasi Oscar dan dianggep sebagai salah satu sci fi movie terbaik? Kalo ada yang saya akui buruk emang akting dari Shelley Duvall sebagai Wendy, istri Jack yang emang rasanya agak lebay dan didukung tampangnya yang kurang catchy (hehe).

OVERALL: Film horror yang tidak mengumbar gore, tapi bisa menebar kengerian nyaris disemua scene dari awal sampai akhir.

RATING: 

1 komentar :

Comment Page:
mazeseven mengatakan...

Film ini emang meninggalkan kesan creepy tersendiri bagi saya hingga saat ini, dan memang itu yang saya harapkan untuk film2 horror yg saya tonton yang baiknya tidak hanyaa bisa ditonton sekali tp tetap bagus dan tidak membosankan untuk ditonton beberapa kali. Saya setuju dengan akting wendy sang istri yang selain lebay juga bagi saya terlihat sedikit konyol dan terkesan ketakutan yang dibuat-buat. Sempat kepikiran jg bahwa kalau aktris pemeran wendy di film ini diganti yg lebih mumpuni mungkin filmnya akan lebih keren lagi. thanks for review btw! singkat namun padat