CITY OF GOD (2002)

1 komentar
Hollywood dikatakan sebagai kiblat perfilman mungkin ada benarnya. Tapi hal yang mendasari itu bukanlah sepenuhnya karena kualitas film disana adalah yang terbaik. Karena kalau bicara kualitas justru film bikinan Non-Holly lebih saya sukai dari segi art ataupun kualitas keseluruhan. Dan City of God ini adalah salah satu contohnya. Film ini gak berhasil masuk nominasi Best Foreign Language tapi justru menurut saya film ini malah pantas masuk ke jajaran Best Picture.

Film produksi Brazil yang diangkat dari novel terbitan tahun 1997 yang berjudul sama ini mengisahkan tentang kerasnya kehidupan di sebuah tempat di Rio de Janeiro yang bernama City of God (Cidade de Deus) mulai akhir 60an sampai awal 80an. Disana mulai dari anak-anak, remaja, dan orang dewasa banyak yang menjadi gangster. Disana ada seorang pimpinan gangster kejam bernama Ze. Dia adalah seorang penjual narkoba yang tidaks egan menghabisi nyawa orang yang gak dia suka.Selain dia masih ada beberapa gangster lagi, seperti Redhead yang jadi musuh besar Ze. Tapi tidak semua anak menjadi gangster. Rocket adalah salah satunya. Dia mempunyai cita-cita menjadi fotografer. Apakah Rocket mampu mewujudkan mimpinya ditengah kehidupan keras itu?

Saya masih terkagum dengan film ini khususnya dari segi jajaran cast. Semuanya adalah aktor dan aktris pemula, bahkan banyak cast yang diambil dari warga lokal. Tapi lihat bagaimana akting mereka yang birilian. Leandro Firmino da Hora sebagai Ze adalah salah satu yang terbaik. Kebengisan dan aura psikopat muncul dari tiap penampilannya. Tapi terkadang saya bisa menangkap kalo kebengisannya itu terjadi karena dia tidak memiliki orang dekat yang menyayanginya. Hanya Benny sahabatnya yang selalu didekatnya, yang akhirnya juga mempunyai kekasih. Akting dari para anak kecil di film ini juga bagus. Sebagai contoh lihat scene saat Ze menembak seorang bocah dikakinya. Tangisan dan ekspresi ketakutan bocah itu amat real sampai saya berpikir tuh bocah beneran ditembak.. Selain itu, para bocah di film ini membuat saya miris karena kalau film ini emang beneran kisah nyata (dan emmang nyata), sungguh sangat brutal dan kejam anak-anak itu. Bisa dibilang semua cast film ini menampilkan performa yang outstanding.

Film ini memang menampilkan sisi kelam dan keras yang brutal. Tapi juga tidak melupakan pesan moral. Lihat bagaimana sekejam apapun gangster, mereka tetap menyayangi kerabat dan temannya. Hal yang membuat saya cukup tertegun. Kekuatan lain film ini adalah bagaimana tiap karakter mendapat porsi yang pas untuk mendapat bagian yang bisa dibilang cukup besar. Bagi saya itu seperti sebuah twist. Saat saya mengira seorang karakter hanya sebagai karakter minor, ternyata di scene berikutnya dia memegang peranan yang cukup penting. Dan itu terjadi beberapa kali. Hubungan ya g ditampilkan anatr karakter, sebab akibat dari perbuatan tiap tokohnya juga menarik dan cerdas. Selama 2 jam lebih, film ini selalu menghadirkan cerita yang menarik. Salah satu film paling menarik dan kelam yang pernah saya saksikan, tapi juga salah satu yang terbaik.

1 komentar :

Comment Page:
Shendy Vegaziandra Arsandy mengatakan...

wkwkkw film ini gila, parahhh :v padahal buku dengan judul yang sama "The City of gods" juga sangat berpengaruh di sejarah, eh malah filmnya sama berpengaruh juga :v