DINNER FOR SCHMUCKS (2010)

Tidak ada komentar
Dari judul dan cast yang ada di film ini tentunya kita sudah bisa menebak akan seperti apa isi filmnya.Steve Carell berperan sebagai orang idiot? Saya tidak akan mengharapkan sebuah tontonan komedi yang "cerdas". Bagus tidaknya film ini akan saya lihat dari sanggup tidaknya kekonyolan yang pastinya akan banyak terjadi bisa menghibur saya dengan membuat tertawa lepas atau malah akan menjadi garing dan terlewat begitu saja.

Tim Conrad (Paul Rudd) adalah seorang pebisnis yang termasuk golongan lumayan berhasil tetapi belum mencapai puncak. Dia masih ingin menjadi lebih sukses lagi supaya kekasihnya, Julie (Stephanie Szostak) yang merupakan seorang kurator makin cinta dan mau menikahinya. Kesempatan datang saat seorang karyawan di perusahaan tempatnya bekerja dipecat. Posisi lowong itu menjadi incaran Tim. Diluar dugaan presentasi yang dilakukan oleh Tim mampu memukau banyak orang termasuk sang bos. Tim dijanjikan mendapat promosi dengan satu syarat, dia harus menghadiri acara makan malam spesial yang diselanggarakan dengan membawa seorang temannya yang bodoh dan idiot supaya bisa ditertawakan bersama. Karyawan yang temannya paling bodoh dan idiot akan mendapatkan promosi.
Ditengah kebingungannya, Tim secara tidak sengaja menabarak seorang pria bernama Barry (Steve Carell) yang menyeberang jalan tanpa melihat dikarenakan dia mencoba menyelamatkan tikus mati yang akan terlindas mobil Tim. Tim merasa inilah orang bodoh yang dia cari. Tim lalu menawari Barry ikut makan malam bersamanya. Semua berjalan lancar sampai Julie meninggalkan Tim karena Tim menerima ajakan makan malam untuk menertawakan orang lain yang Julie anggap sebagai hal yang amat buruk. Disisi lain Tim juga cemburu pada seorang seniman unik bernama Kieran (Jermaine Clement" yang menurut Tim mencoba merebut Julie darinya. Masalah Tim juga makin bertambah akibat kekonyolan yang diperbuat oleh Barry.

Segala hal klise terpampang jelas di film ini. Mulai dari segala masalah yang timbul akibat kekonyolan Barry yang terlihat kalau boleh dibilang terlalu dipaksa bodoh dan idiot supaya terlihat lucu. Lalu permasalahan dengan wanita yang tentunya sudah dapat ditebak berakhir happy ending. Lalu bagaimana sang tokoh utama akan sadar di akhir cerita tentang segala kesalahannya. Jalinan kisah ini dihadirkan di "Dinner For Schmucks".

Tapi untungnya film ini tidak terlalu "pasrah" menjadi klise. Kalau mau lebih teliti sebenarnya film ini disisipi beberapa hal yang sanggup dipetik sebagai pelajaran. Yang paling mudah dilihat tentu saja "Jangan menilai orang dari kelemahannya saja" dan "Jangan pernah berhenti mengejar mimpi". Tapi ada satu lagi, yaitu "Siapa sebenarnya yang idiot?" Apakah orang dikategorikan idiot jika dia berperilaku konyol dan bodoh atau jika dia terlalu berpikiran sempit dan kurang pikir panjang?" Sayangnya semua itu tertutup oleh kekonyolan berlebih film ini.

Saya paham filmnya mencoba konyol. Dan saya akui Steve Carell sanggup menghidupkan karakter idiot. Tapi alangkah baiknya kalau segi logika agak diperhatikan. Padahal film ini sudah dibuka dengan sangat baik dan unik dengan menampilkan diorama yang dibuat dari tikus yang sudah mati. Tapi kemudian film ini berjalan biasa saja dengan menampilkan lelucon konyol yang kurang berhasil membuat saya tertawa. Mungkin lelucon tentang Nelson Mandela menjadi salah satu yang paling lucu. Dan segala tingkah laku dan kejadian tidak logis yang dipaksa konyol adalah yang paling mengganggu. Khususnya penyelesaian saat tokoh Tim mulai sadar akan kesalahannya yang terlalu dipaksakan. Tapi untungnya tidak semuanya berjalan garing dan masih sanggup membuat bibir saya setidaknya beberapa kali tersenyum walaupun hanya senyum simpul. Di luar dugaan film ini tidak terlalu dangkal tapi sayangnya kekonyolan berlebihan masih sangat mengganggu

Tidak ada komentar :

Comment Page: