PSYCHO (1960)

2 komentar

Setelah sekian lama akhirnya saya berkesempatan menonton film klasik arahan Alfred Hitchcock ini. Dan saya sangat menyesal. Menyesal karena sebelum menonton film ini saya sudah sempat mengetahui baik secara sengaja maupun tidak sengaja beberapa fakta yang akhirnya menjadi spoiler dalam saya menonton film ini. Saya sudah menonton "Shower Scene" yang terkenal itu sebelumnya. Bahkan satu lagi adegan pembunuhan yang terjadi di film ini sudah saya tonton di YouTube. Dan yang paling membuat saya menyesal adalah ketidaksengajaan saya membaca sebuah artikel yang kurang lebih membeberkan konklusi dan ending film ini.

Marion Crane (Janet Leigh) membawa lari uang sejumlah $40,000 yang dia dapat dari salah satu klien perusahaan tempat dia bekerja. Marion sebenarnya diminta membawa uang itu ke bank. Tapi akhirnya dia malah membawa kabur uang tersebut yang rencananya akan dia gunakan untuk menikahi kekasihnya, Sam Loomis (John Gavin). Marion lalu melakukan perjalanan menuju California untuk menemui Sam. Hingga seminggu lamanya Marion tidak terdengar kabarnya.
Kakaknya, Lila Crane (Vera Miles) mulai kahwatir dan mencarinya hingga ketempat Sam hanya untuk mengetahui Marion tidak berada disana. Ternyata, perusahaan tempat Marion bekerja juga mengirim detektif swasta untuk mencari marion, bernama Arbogast (Martin Balsam). Penyelidikan mereka mengarah ke sebuah motel milik Norman Bates (Anthony Perkins) yang diduga sempat disinggahi Marion. Dan ternyata sebuah misteri juga tersimpan di tempat itu.

Sungguh, jika saya menyaksikan film ini tanpa modal apapun mengenai isinya film ini akan sangat mengejutkan khususnya di akhir film. Hitchcock dengan sangat cerdas mampu merajut jalan cerita dan menyembunyikan fakta yang sebenarnya terjadi. Hal itu dilakukan dengan sangat rapi. Bagaimana misteri disusun, dan pembawaannya sampai ke ending yang mengejutkan. Disamping itu, Hitchcock juga mampu menampilkan ketegangan hanya dari adegan-adegan sederhana. Diluar adegan yang sudah saya ketahui, saya masih mampu dibuat tegang oleh adegan - adegan lain yang sebenarnya sangat sederhana. Saya tidak akan menuliskan adegan apa itu guna menjaga rapat-rapat ketegangan film ini bagi yang sama sekali belum menonton ataupun melihat cuplikan-cuplikan adegan yang ada.

Tapi tentunya "Shower Scene" yang terkenal itu sudah hampir semua orang pernah melihatnya entah yang sudah menonton keseluruhan film ataupun yang belum. Scene yang berdurasi sekitar 3 menit ini ternyata memakan 50 kali pengambilan gambar. Sebuah hal yang menunjukkan bahwa Alfred Hitchcock memang seorang perfeksionis. Dan hasil dari perfksionis itu adalah karya-karya cemerlang yang tidak diragukan lagi kualitasnya. Bahkan kritikus macam Roger Ebert menjadikan Alfren Hitchcock menjadi idolanya sejak dulu. Dalam film inipun Hitchcock tidak ketinggalan memberi saya sebuah pelajaran berharga, dimana jika orang melakukan perbuatan buruk dan menyembunyikannya hidupnya tidak akan tenang dan dia akan mendapat balasannya. Pesan sederhana tapi cukup mengena.

OVERALL: Bagi yang belum menonton film ini, jauhkan diri anda dari spoiler sekecil apapun, karena makin sedikit spoiler yang anda dapat, makin luar biasa pula kesan yang akan didapat setelah menonton film ini.

RATING:

2 komentar :

  1. Ending pyscho itu sebenernya udah jadi rahasia umum, hampir seluruh moviegoer (baik yang sudah maupun yg blm nntn) udah tau hahaha tapi walaupun sudah tau endingnya, gw masih sangat kagum dengan film ini yang bener2 bisa disebut klasik dan pioneer. pengen bikin reviewnya juga nih, tapi nunggu nntn film hitchcock yang lain dulu aja :p

    BalasHapus
  2. Iya juga sih. Tapi adegan pembunuhan si detektif itu sebenernya bisa shocking banget kalo belum pernah liat :(
    Tapi overall tetep menegangkan

    BalasHapus