RED RIDING HOOD (2011)

5 komentar
Diawal 2011 ini ada 2 film yang merupakan adaptasi lepas dari dongeng ternama. Yang pertama adalah "Beastly" yang premisnya mengambil dari "Beauty and the Beast" dan yang kedua adalah "Red Riding Hood" ini yangdari judulnya sudah kelihatan kalau film ini mengadaptasi kisah dongeng gadis berkerudung merah. Dan film-film tersebut mempunyai kesamaan, yaitu berusaha mendompleng kesuksesan "Twilight Saga" dengan memasang bintang muda untuk bermain didalamnya dan berusaha membuat ceritanya lebih kearah romansa ala Twilight. Beda dengan "Beastly" yang sangat saya ragukan kualitasnya, "Red Riding Hood" cukup menjanjikan. Adanya nama Amanda Seyfired sebagai pemeran si gadis berkerudung merah seperti menjadi jaminan. Kemudian ada nama Leonardo di Caprio di kursi produser yang kabarnya dia terlibat cukup jauh dalam casting pemain. Dan yang terakhir, untuk mendapatkan tipikal dan nafas "Twilight" cara terbaik tentunya adalah menggaet sutradara yang membuat film itu. Ya, Catherine Hardwicke sutradara "Twilight" menjadi pembesut film ini. Jujur saya cukup menikmati film pertama besutan Catherine dibanding 2 sekuelnya.
Valerie (Amanda Seyfried) tinggal di sebuah desa bernama Daggerhorn dimana sudah selama 2 generasi desa ini mendapat teror dari werewolf. Teror tersebut berhenti sampai suatu hari werewolf kembali memakan korban yang ternyata itu adalah Lucy, kakak dari Valerie. Lucy ternyata melanggar perjanjian yang sudah diadakan penduduk desa dengan werewolf dimana dia memasuki hutan tempat werewolf tinggal. Hal itu dia lakukan setelah mengetahui bahwa adiknya akan dinikahkan dengan Henry (Max Irons) pria yang dia cintai selama ini. Valerie sendiri tidak mencintai Henry. Dia lebih mencintai Peter (Shiloh Fernandez) yang merupakan temannya sejak kecil.

Saat itu penduduk desa yang murka karena kematian Lucy berusaha memburu serigala. Mereka berhasil membunuh dan membawa pulang kepala serigala dimana perburuan itu meamakankorban yakni ayah Henry. Merasa sudah berhasil melenyapkan sang werewolf, warga desa mengadakan pesta untuk merayakannya. Tapi menurut seorang pemburu serigala bernama Solomon (Gary Oldman) serigala yang mereka bunuh hanya serigala biasa sedangkan werewolf yang asli belum mati. Benar saja, saat malam perayaan berlangsung werewolf yang asli muncul dan membantai warga desa. Saat itulah Valerie bertatapan dengan werewolf itu dan mengetahui fakta bahwa sesungguhnya werewolf itu adalah salah satu dari orang terdekatnya.
Dari adegan opening saja sudah terlihat jelas Cathrine mencoba membuat film ini semirip mungkin dengan "Twilight". Mulai dari adegan pengambilan pemandangan sampai narasi oleh tokoh Valerie semuanya mengingatkan saya akan "Twilight". Tidak hanya sampai situ, Catherine juga mengumbar adegan percintaan yang cheesy antara Valerie dan Peter walaupun tidak sebanyak adegan cheesy Bella dan Edward. Bukan itu saja usaha membuat film ini menjadi "Twilight. Tokoh Peter menurut saya benar-benar coba dibuat semirip mungkin dengan Edward Cullen hanya minus kulit pucat dan berkilau. Tapi jelas sekali usaha tersebut bagi saya sangatlah mengganggu. Mana ada sih jaman tahun 1300an model rambut macam yang dimiliki Peter. Apa jaman itu sudah ada gel dan sebagainya? Bahkan untuk urusan busana yang dipakai walaupun coba dibuat ke jaman medieval tetap saja mengingatkan saya pada baju yang dipakai Robert Pattinson saat menjadi Edward.

Cukup membahas usaha film ini menjadi "Twilight". Bagaimana dengan alur cerita? Seperti yang sudah saya bilang, film "Twilight" besutan Catherine adalah yang terbaik bagi saya dibanding 2 sekuelnya. Saya bisa merasa terhibur dan kalau boleh jujur cukup terikat dengan kisah cinta Edward dan Bella saat itu dan membuat saya penasaran akan sekuelnya walaupun akhirnya mendapat kekecewaan berat. "Red Riding Hood" tidak, sebanyak itu memberikan adegan romansa nan cheesy. Tapi untuk urusan adegan klise dan membosankan film ini justru jauh lebih banyak. Hubungan Valerie dan Peter jauh lebih membosankan dibanding Edward dan Bella. Tokoh Henry yang dibuat untuk mengisahkan cinta segitiga seakan tidak memberikan perlawanan yang akhirnya akan memberi efek dramatis lebay ala kisah cinta segitiga manusia-vampir-werewolf. Singkat kata romance di film ini sangat membosankan. Apa ini efek dari ketidaksukaan Amanda Seyfried kepada Shiloh Fernandez secara pribadi yang sempat membuat Seyfried berargumen dengan sang sutaradara sebelum memulai syuting film?

Janji menampilkan film ini sebagai versi gothic dan horror dari dongen aslinya juga tidak sepenuhnya dipenuhi. Memang terasa lebih dark tapi unsur horor benar-benar tidak terasa. Bisa saya katakan inilah salah satu efek dari membuat film semirip mungkin dengan "Twilight" yang "sukses" menghilangkan efek horor dari vampir. Merubah serigala menjadi werewolf tentunya menjadi indikasi kesekian film ini berusaha menjadi "Twilight". Layaknya "Twilight", "Red Riding Hood" juga "sukses" menghilangkan efek horor dari werewolf yang bahkan porsi kemunculannya sangat pelit dan tidak seram ataupun mengintimidasi. Kalaupun ada penolong dan sisi positif dari film ini adalah misteri siapakah werewolf yang sebenarnya cukup membuat penasaran. Dan akhirnya saya cukup dibuat terkejut dengan fakta yang muncul di akhir film. Sayangnya setelah kejutan itu, film ini diakhiri dengan begitu biasa,klise, dan membosankan. menurunkan tensi yang sudah sedikit terbangun.

OVERALL: Usaha membuat "Twilight" versi gadis kerudung merah berujung kegagalan. Sebuah film yang menyia-nyiakan segala potensi yang ada dan nyaris mengancurkan semuanya.

5 komentar :

Comment Page:
Anonim mengatakan...

Bingung deh sm akhir dari ceritanya itu. bikin penasaran bgt. kalo di bilang kayak film gakjadi tau. bikin gregetan , masa akhir filmnya cm kayak gt aja? serigalanya aja belum dikasih tau udh main abis abis aja.... gak seru ah

Anonim mengatakan...

aku aja nih yah udh baca bukunya seharian.... eh akhir dari ceritanya kayak gitu gak dikasih tau siapa sebenernya serigala itu. cape deeeeeh-_-" kalo ditebak tebakkan gak seru ya hfff apakah ada red riding hood ke 2? semoga aja yaa....

Anonim mengatakan...

FYI ada bonus chapternya loooooch ternyataaaa............ nih kesini nih www.redridinghoodbook.com disini niih ada bagian akhirnya yaitu chapter ke 30... silahkan melihat lihatt :) :) :)

Movfreak mengatakan...

Kalo di film kan dikasih tahu siapa serigalanya (bapaknya Valerie) btw makasih link-nya :)

Azau Azhari mengatakan...

Nonton Online Film Red Riding Hood 2011 Subtitle Indonesia disini kk
http://cinema69indo.blogspot.com/2014/05/nonton-film-red-riding-hood-2011.html