MARY POPPINS (1964)

Tidak ada komentar
Walaupun selalu bisa menikmati, kalau disuruh memilih saya masih lebih menyukai film musikal modern seperti "Chicago" dan "Nine" daripada yang banyak dianggap klasik seperti "Gigi". Walaupun feel dari film-film musikal jaman dahulu lebih terasa ceria, tapi saya masih terasa kurang cocok dengan mereka. Hal yang tidak jauh beda sebenarnya bisa terjadi pada saat saya menonton "Mary Poppins" yang mengantarkan aktris legendaris Julie Andrews meraih Oscar untuk "Best Actress" dimana film ini adalah debutnya bermain di layar lebar. Tapi untungnya "Mary Poppins" menghadirkan lebih dari sekedar deretan lagu ceria nan catchy khas film-film musikal pada jaman itu.

George Banks (David Tomlinson) merasa kebingungan dengan tingkah kedua anaknya, Jane (Karen Dotrice) dan Michael (Matthew Garber) yang nakal dan membuat nanny mereka tidak pernah bertahan lama. Sebenarnya hal itu terjadi lebih karena mereka kurang mendapat perhatian dari kedua orang tua khususnya sang ayah yang terlalu mempentingkan pekerjaannya sebagai karyawan sebuah bank. Disaat Bank mencari pengasuh baru untuk kedua anaknya datanglah Mary Poppins (Julie Andrews) yang melamar untuk pekerjaan tersebut. Ternyata Mary Poppins berbeda dari pengasuh lain. Dengan segala hal magis yang dia miliki perlahan dia mulai membuat Jane dan Michael menjadi anak penurut sekaligus mencoba memperbaiki hubungan ayah-anak itu menjadi harmonis.


Menyaksikan film ini saya menjadi teringat dengan film "Nanny McPhee" yang sama-sama menceritakan seorang Nanny dengan kemampuan sihir yang bisa membuat anak-anak nakal menjadi penurut lewat segala aturan yang dia terapkan. Hal itulah yang membuat "Mary Poppins" lebih baik dibanding film musikal lain di jamannya. Cerita yang disuguhkan memang sangat ringan khas film keluarga. Plot yang ada juga bisa dibilang predictable. Tapi segala sihir yang dibawa oleh Mary Poppins nyatanya cukup berhasil menyihir saya. Visual Effect film ini adalah salah satu keunggulannya. Memang terlihat murahan jika dilihat sekarang, tapi saya tetap merasakannya sebagai sajian yang renyah dan menyenangkan. Menggabungkan live action dengan kartun pada sebuah film musikal untuk menambah kesan ajaib adalah ide cemerlang yang memang mampu menambah keajaiban film ini.
Tapi sekali lagi plot film ini sangat biasa dan memang ditujukan untuk film keluarga. Kalau tidak ada keajaiban-keajaibna dari efek visualnya, film ini akan jadi membosankan bagi saya karena ceritanya memang dibuat seringan mungkin dan cocok untuk anak-anak tapi kurang menghibur bagi saya. Bagaimana perubahan sikap yang terjadi pada karakter film ini yang diakibatkan "keajaiban" yang menimpa mereka buat saya sudahlah basi dan kurang menarik lagi. Lain memang kalu dilihat dari sudut pandang anak-anak yang akan menganggap itu sebagai hal yang menarik bagi mereka.

Untuk deretan lagu jelas tidak perlu diragukan lagi. Meski kalah dari "My Fair Lady" yang sesama film musikal untuk nominasi "Best Picture", "Mary Poppins" malah berhasil memenangkan "Best Original Score" dan "Best Original Song" untuk lagu"Chim Cim Cher-ee". Dan keseluruhan lagu yang ada di film ini memang ceria, catchy dan punya lirik yang unik. khas film-film musikal pada masa itu. Penyajian masing-masing lagu juga selalu menarik, entah dari setting lokasi yang sangat unik, sampai pembawaan dari para pemainnya yang selalu prima.

Bicara masalah pemain, duo Julie Andrews dan Dick Van Dyke jelas bintang yang paling bersinar di film ini. Memang hanya Julie Andrews yang mendapat nominasi Oscar dan memenangkannya, tetapi penampilan komikal Van Dyke tetaplah memorable dan sangat menarik. Bahkan menurut saya dialah yang terbaik di film ini. Entah itu dari akting biasa, sampai tiba waktunya dia bernyanyi sekaligus menari dengan segala gestur unik yang mampu dia tunjukkan. Sama juga dengan Julie Andrews yang dengan suara 4 oktafnya mampu menghadirkan performa klasik yang tidak akan terlupakan. Selain itu kecantikannya juga ikut mendukung karakter Mary Poppins yang bisa dibilang adalah orang yang sempurna.

OVERALL: "Mary Poppins" mampu menghadirkan imajinasi yang ajaib dari sebuah film musikal yang memang menurut saya adalah bagian terpenting dari film musikal itu sendiri didukung dengan visual efek yang menarik, lagu catchy dan penampilan luar biasa dari jajaran pemainnya, yang sayangnya dari segi cerita terasa basi untuk saya.

RATING:

Tidak ada komentar :

Posting Komentar