SUBMARINE (2011)

1 komentar
Film ini adalah film yang unik dimana keunikan itu membuatnya makin jauh dari ranah film komersil. Tidak semua orang bisa menikmati apa yang disajikan oleh sutradara Richard Ayoade dalam debut filmnya ini. Karakter-karakter yang punya sifat dan pribadi yang tidak biasa yang juga harus menjalani hidup yang penuh lika-liku yang cukup depresif dan semua itu dibalut dengan komedi yang satir, membuat film ini jelas bukan selera semua orang. Saya merasakan sebuah perasaan yang agak mirip dengan saat saya menyaksikan (500) Days of Summer, hanya saja nuansa di "Submarine" terasa lebih depresif dan komedinya lebih sulit diterima.

Oliver Tate (Craig Roberts) adalah remaja berusia 15 tahun yang seringkali membayangkan bahwa dirinya disukai dan dicintai teman-teman di sekolahnya termasuk para wanita. Tapi pada kenyataannya Oliver termasuk orang yang penyendiri dan sulit menjalin pergaulan walaupun belum termasuk taraf "parah" seperti yang biasa terjadi pada karakter remaja cupu khas film Hollywood. Oliver juga tengah jatuh cinta dengan Jordana (Yasmin Paige) teman sekelasnya yang abru saja putus dari pacarnya. Tapi tentu saja kesulitan Oliver dalam bersosialisasi menghambat proses pendekatan yang dia lakukan.

Disamping kehidupan sosial dan cintanya yang kurang, kehidupan keluarga Oliver juga tidak sedang baik-baik saja. Pernikahan ayah (Noah Taylor) dan ibunya (Sally Hawkins) terlihat dalam masa krisis dimana sudah tujuh bulan mereka tidak berhubungan seks. Keduanya juga terlihat kaku dalam bertegur sapa didalam rumah. Keadaan bertambah rumit saat Oliver mengetahui bahwa tetangga sebelah rumahnya yang baru, Graham (Paddy Considine) adalah mantan pacar sekaligus cinta pertama sang ibu. Kini Oliver tengah diserang kegundahan antara bagaimana dia bisa melancarkan hubungannya dengan Jordana sekaligus membuat pernikahan orang tuanya terhindar dari perceraian.
Saya memang kurang bisa menikmati segala komedi satir yang disuguhkan oleh film ini, tetapi diluar itu saya menyukai bagaimana segala konflik yang ada ditampilkan. Saya suka bagaimana sosok Oliver Tate tidak ditampilkan sebagai orang cupu dalam taraf keterlaluan layaknya film komedi pada umumnya. Memang Oliver terlihat sulit bersosialisasi, tapi setidaknya dia masih bisa bersosialisasi. Segala tindak tanduk Oliver mungkin akan menimbulkan pro dan kontra antara yang suka dan yang merasa sebal. Saya sendiri merasa menyukai tindakannya bukan karena mendukung tapi karena saya sendiri pernah melakukan beberapa hal tersebut semisal membayangkan dan berkhayal seperti yang dilakukan Oliver. Saya juga merasakan hal yang sama seperti Oliver yang ingin menjadi kapal selam (submarine) yang bisa menangkap gelombang suara yang tidak bisa ditangkap orang biasa yang artinya dia ingin bisa menangkap maksud dan isi hati orang-orang disekitarnya.

Kelakuan Oliver yang mencoba menguntit ibunya juga sama saja bisa menyebabkan pro dan kontra. Akan ada yang membenci tindakan Oliver yang terasa seperti pengungtit. Tapi disatu sisi ada juga (termasuk saya) yang memahami tindakan Oliver yang dengan tulus hati memang ingin menyelamatkan pernikahan orang tuanya. Belum cukup sampai disitu, dilema yang dialami Oliver juga bisa saya pahami dimana disatu sisi dia ingin membahagiakan Jordana, tapi disisi lain rasa tanggung jawab untuk mendamaikan ayah dan ibunya terus menyeruak dalam hati Oliver.

Diluar aspek cerita dan pemain, film ini punya kelebihan dari segi sinematografi dan editingnya. Editing film ini unik karena membagi filmnya dalam beberapa chapter termasuk prologue dan epilogue. Pokok bahasan tiap chapter yang seringkali mengarah pada salah satu tokoh juga menarik. Editing film yang unik ini juga berperan besar dalam menjalin komedi satir yang ditampilkan. Walaupun saya kurang bisa menikmati komedinya, tapi dalam penyajiannya saya mengakui kehebatan film ini. Sedangkan dari segi sinematografi jelas terlihat banyak sekali gambar-gambar indah yang terpampang sepanjang 90an menit durasi film ini berjalan.

Sekali lagi "Submarine" memang bukan film untuksemua orang. Saya sendiri kurang bisa menikmati sisi komedinya, tapi sangat menyukai aspek drama yang ditampilkan. Sebuah coming-of-age drama yang sangat menghibur walaupun tidak terasa spesial. Singkat kata saya lumayan menyukai film ini karena beberapa hal yang dilakukan oleh Oliver Tate cukup mirip dengan yang saya telah dan mungkin saya lakukan.

RATING:

1 komentar :

Comment Page:
Dimas A.T Permadi mengatakan...

saya sangat yakin bahwa anda belum pernah menonton 'Cashback'. sayang sekali