A PROPHET (2009)

1 komentar
Dengan adanya kasus yang terjadi di Indonesia ini mengenai tahanan yang bisa bebas keluar masuk penjara, tahanan yang mendapat fasilitas mewah dan lain-lain, sering terdengar sentilan dan omongan yang kurang lebih intinya "Penjara di Indonesia payah, nggak kayak diluar negeri yang ketat". Jika bandingannya adalah kualitas pengamanan dan fasilitas pelayanan lainnya, saya yakin penjara-penjara di luar negeri khususnya Eropa atau Amerika pasti lebih canggih, tapi mengenai pernyataan kalau penjara disana lebih ketat sehingga membuat tahanan yang ada tidak bisa seenaknya sendiri dan mendapat pelayanan mewah? Jika anda sering melihat film yang menggambarkan kehidupan di penjara anda pasti tidak sependapat dengan pernyataan tersebut. Film yang memiliki judul asli "Un prophete" ini juga menggambarkan kondisi penjara yang sangat longgar bagi tahanan yang memiliki kekuasaan.

Awal film memperlihatkan Malik El Djebana (Tahar Rahim) pemuda Prancis keturunan Arab yang masuk penjara di usia yang masih sangat muda, 19 tahun akibat kasus pemukulan terhadap polisi. Disana, Malik yang dihukum 6 tahun mendapati penjara terbagi menjadi 2 kubu, yaitu blok yang berisi orang Muslim-Arab dan satu lagi berisi orang-orang Corsican. Malik yang awalnya memilih tidak memihak malah mendapat perlakuan kekerasan dari tahanan lain. Keseharian Malik dan keluguan yang terlihat pada dirinya membuat Cesar Luciani (Niels Arestrup) yang merupakan pimpinan geng mafia Corsica disana tertarik untuk memanfaatkan Malik dalam usahanya menghancurkan kelompok Muslim-Arab.

Malik sendiri tidak punya pilihan selain bergabung dan menjadi pesuruh kelompok tersebut. Tapi sebelum resmi bergabung, Malik harus menjalani sebuah tes yang mengharuskan dirinya membunuh seorang informan kelompok Muslim-Arab bernama Reyeb (Hichem Yacoubi), jika tidak dirinyalah yang akan dibunuh. Walaupun tidak berjalan selancar yang diharapkan, tapi Malik berhasil menjalankan misi sekaligus "pelajaran" pertamanya untuk bertahan hidup di penjara. Mulai saat itulah walaupun terus dihantui pengalaman membunuh Reyeb, Malik tetap melanjutkan hidupnya, bahkan sedikit demi sedikit "karirnya" mulai meningkat.
Film tentang penjara sudah banyak, tinggal apa yang menjadi fokus cerita. Apakah sekedar adaptasi kehidupan keras disana? Atau mengenai usaha melarikan diri? Sedangkan fokus untuk "A Prophet" adalah tentang bagaimana seorang tahanan baru yang tidak punya nama baik didalam maupun diluar penjara sedikit demi sedikit merangkak dari status hanya sebagai pesuruh rendahan yang menjalankan pekerjaan kotor menjadi orang kepercayaan dan mendapat pengakuan yang tinggi dari orang dalam maupun diluar penjara. Hal itulah yang membuat pada akhirnya fokus paling besar tentu akan jatuh pada sosok Malik El Djebana.

Pada akhirnya memang perubahan sosok Malik dari seorang tahanan baru yang lugu, polos dan mudah dimanfaatkan menjadi sosok yang punya nama bukan hanya menjadi fokus utama film ini tapi juga menjadi bagian terbaik film ini dan merupakan kekuatan utamanya. Hal itu bisa terjadi tentunya berkat akting memukau dari Tahar Rahim yang jika dilihat dari awal film dan dibandingkan dengan sosoknya saat film berakhir jelas aura yang terpancar berbeda. Dengan sendirinya kita akan merasa yakin bahwa seolah Tahar Rahim juga baru saja melewati serangkaian peristiwa yang membuat dirinya jauh lebih kuat luar dalam dibandingkan diawal film.

"A Prophet" diluar menyuguhkan perubahan kepribadian Malik juga menyuguhkan adegan-adegan yang menarik. Tidak ada memang adegan baku tempak dan kejar-kejaran memacu adrenalin, tapi sutradara Jacques Audriad tetap bisa membuat film ini menarik, termasuk memasukkan adegan-adegan yang menunjukkan bahwa sosok Reyeb masih menghantui kehidupan Malik. Jika dilihat sebenarnya "A Prophet" agak mirip "The Godfather" yang mengisahkan pemuda yang memulai karir didunia mafia mulai dari nol hingga akhirnya mendapat status yang tinggi dan diakui sekaligus dihormati. Perbedaannya, "A Prophet" tetaplah bukan "The Godfather" yang bisa tetap menarik walaupun durasinya hampir 3 jam. Dengan durasi hampir 2 setengah jam, film ini punya beberapa adegan yang hampir membuat mata ini lelah. Mungkin pemotongan 15 menit durasi akan membuat film yang sudah bagus ini jadi lebih baik setidaknya dimata saya.


RATING:

1 komentar :

Comment Page:
Fariz Razi mengatakan...

salah satu film paling powerful yg pernah gw tonton. sekarang jadi no1 di tahun 2009 buat gw haha