LIFE IN A DAY (2011)

Tidak ada komentar
Sebuah film dokumenter yang aslinya terdiri dari 4.500 jam footage yang dikirim oleh 80.000 orang dari 192 negara lewat YouTube. Semua video tersebut terdiri dari kegiatan yang dilakukan oleh para pengirim video tersebut pada tanggal 24 Juli 2010. Dalam film yang diproduseri oleh Ridley Scott ini kita akan bisa melihat segala kegiatan yang dilakukan oleh para pengirim video tersebut selama sehari pada tanggal tersebut mulai dari kegiatan biasa seperti bangun tidur, bekerja, berinteraksi dengan orang-orang lain dan sebagainya. Sebuah ide yang saya ingat pernah diungkapkan oleh tokoh yang dimainkan Ethan Hawke di film "Before Sunrise". Tapi bukankah kegiatan sehari-hari manusia akan membosankan untuk ditonton jika dibandingkan dengan keseharian hewan-hewan? Tapi ternyata tidak.

Berkat arahan dari sutradara Kevin Macdonald dan editing yang dilakukan dengan begitu rapi dan jeli oleh Joe Walker, kegiatan keseharian yang tampil dalam film ini jadi begitu menarik bahkan menyentuh. Ada pernyataan dan rasa cinta, ada juga rasa takut, rindu, sedih dan hal-hal lain yang dari kita sendiri sebagai penonton pasti sudah pernah mengalaminya tiap hari. Yang membuat dokumenter ini begitu dekat dengan penonton adalah karena semua emosi dan perasaan yang ada muncul karena berbagai kejadian yang sudah biasa terjadi dalam keseharian manusia. Rasa cinta yang muncul disaat berinteraksi dengan orang-orang terdekat, rasa sedih karena tidak bisa bertemu dengan mereka yang berharga dan lain-lain.
Untuk menggambarkan keseluruhan "Life in a Day" dalam sebuah review ini jelaslah sangat tidak mungkin karena begitu banyaknya hal yang disuguhkan. Hal ini seolah makin menegaskan bahwa hidup itu penuh warna walaupun hanya sehari saja. Bahkan kegiatan sederhana seperti mencukur kumis untuk pertama kali saja bisa jadi sebuah tontonan menarik disini. Karena pada dasarnya hidup juga sudah merupakan hal yang luar biasa sesederhana apapun hidup yang kita jalani, begitu kira-kira yang saya rasakan setelah menonton film ini. Selain berbagai kisah yang menarik, film ini juga mempunyai editing yang luar biasa, bayangkan saja ribuan video dengan durasi ribuan jam penuh dirangkum hanya menjadi 95 menit yang terdiri dari berbagai gambar-gaSelain itu musiknya juga sangat membantu membangun suasana dari berbagai emosi entah itu musik dari score ataupun yang muncul secara alamiah dari video-video tersebut.
Tapi disisi lain saya juga berpikir apakah segala rangkaian kejadian dalam keseharian kita ini adalah kepingan-kepingan puzzle yang harus dikumpulkan menjadi satu kesatuan dalam hidup kita ataukah hanya sebuah potongan yang akan terlewatkan dan kemduain terlupakan begitu saja berganti dengan hari-hari lainnya yang akan kita hadapi?  Pada akhirnya saya sendiri lebih suka menganggap bahwa hari-hari yang kita jalani dalam hidup adalah bagian yang selalu spesial dan punya keunikan tersendiri meskipun kita sendiri merasa hidup kita biasa saja, tapi sesungguhnya sekali lagi kehidupan dan menjalani hari adalah sudah menajdi hal yang luar biasa apapun yang terjadi.

Saya pernah membaca tulisan yang mengatakan film ini tidak memiliki poin dan tidak memiliki goal ataupun konklusi. Saya sendiri tidak setuju dengan pendapat tersebut karena poin dari film ini bagi saya justru sangat dalam yakin bagaimana berwarnanya hidup yang dijalani oleh manusia meskipun kita sendiri yang menjalaninya seringkali tidak menyadari bahwa hidup kita ini tiap harinya penuh warna dan campur aduk emosi yang amat spesial. Lalu apakah konklusi dari film ini? Tergantung sudut pandang tiap orang yang menontonnya tapi bagi saya konklusi dari film ini bahwa hidup kita itu indah bersama siapapun kita menjalaninya, apapun yang kita lakukan dalam hidup, jika kita rasakan sungguh-sungguh mempunyai keindahan tersendiri. Yang kita saksikan dalam film ini hanya kepingan sehari saja dari total puluhan ribu hari dalam hidup tiap manusia dan sudah terasa indah. Hidup memang indah.

RATING:

Tidak ada komentar :

Posting Komentar