THE EVIL DEAD TRILOGY

6 komentar
Trilogi Evil Dead garapan Sam Raimi tentunya sudah tidak asing lagi bagi para pecinta film. Bahkan bagi para penyuka horror, franchise ini sangat diagung-agungkan sebagai sebuah maha karya. Film pertama Evil Dead sendiri adalah debut penyutradaraan Sam Raimi dimana saat itu dia hanya bermodalkan bujet super minim yaitu hanya sekitar $350,000 saja atau 1/10 dari bujet film "Di Bawah Lindungan Ka'bah" hehehe. Tapi dengan keterbatasan bujet yang tentunya mempengaruhi efek-efek dan berbagai macam hal teknis lainnya, Raimi tetap bisa membuat sebuah tontonan horror yang bagus dan kini sudah mendapat status cult. Selain itu trilogi ini juga membuat nama Bruc Campbell meroket sebagai salah satu ikon hero dalam film horror lewat perannya sebagai Ash Williams. Saya sendiri sebelum ini baru menonton Evil Dead II dan akhirnya berniat untuk menonton keseluruhan trilogi ini secara berurutan.

THE EVIL DEAD (1981)
Film pertamanya ini berkisah tentang lima orang remaja yang berlibur di sebuah kabin terpencil di tengah hutan. Jalan yang mengerikan dan suasana di kabin yang tidak kalah creepy ternyata tidak membuat mood mereka untuk bersenang-senang surut. Tapi kesenangan itu perlahan hilang saat mereka memutar sebuah rekaman yang isinya adalah mantera untuk membangkitkan setan-setan yang bersemayam disana yang kemudian mulai meneror mereka. Hutan disana seolah hidup, bahkan tidak tanggung-tanggung tanaman yang ada disana mulai memperkosa salah satu dari mereka. Pada akhirnya para remaja itu satu persatu tewas dan tubuhnya diambil alih oleh para setan yang mencoba menarik mereka yang masih hidup untuk "bergabung" dengan mereka untuk kemudian dirubah menjadi zombie (atau monster? atau setan?) Evil Dead adalah tipikal B-movie dengan segala kesederhanaan dan kejelekannya. 

Tapi entah bagaimana Sam Raimi bisa mengakali segala kesederhanaan tersebut dan menjadikan film ini jadi sebuah horror yang keren. Suasananya dari awal sudah cukup mencekam dengan pengambilan gambar yang mengerikan, lokasi yang creepy dan scoring dari Joseph LoDuca yang sangat berhasil membangun suasana seram. Akting pemainnya sih termasuk kurang bagus, ceritanya juga biasa saja dan malahan terasa bodoh. Tapi premis sederhana dan konyol itu berhasil dieksekusi oleh Raimi menjadi sebuah tontonan yang fun dan cukup mengerikan. Make-up untuk para zombie sebenarnya termasuk buruk, tapi entah kenapa justru saya merasa zombie-zombie itu jauh lebih mengerikan daripada yang saya lihat sekarang. Lebih seperti setan sih sebenarnya dan agak mengingatkan pada muka Linda Blair di The Exorcist. Selain itu unsur gore dan banjir darah sekaligus potongan tubuh yang berhamburan juga menghiasi film ini. Adegan perkosaan yang absurd itu cukup memorable. Efek yang dipakai sangat sederhana tapi efektif, termasuk pada bagian akhir saat para zombie hancur dengan teknik stop motion. Terasa murahan tapi nuansa gore sangat terasa. Karakter Ash Williams sudah cukup keren disini tapi masih belum dimaksimalkan dan baru akan tampil pol di Evil Dead II.





EVIL DEAD II (1987)
Mengatakan ini adalah sekuel nampaknya kurang tepat, karena yang dilakukan oleh Sam Raimi dalam film ini adalah seperti sebuah reboot bagi film pertama Evil Dead. Jika di film pertama Ash datang ke kabin bersama empat orang temannya, kali ini dia hanya datang berdua bersama kekasihnya, Linda. Dalam film kedua ini Raimi juga menjelaskan asal muasal Book of the Dead yang juga mempunyai nama Necronomicon Ex-Mortis. Meskipun begitu Raimi juga melanjutkan even yang terjadi pada ending film pertamanya. Harus diakui ada kelebihan dan kekurangan dalam keputusan tersebut. Kekurangannya adalah plot hole makin banyak bertebaran dan awal baru yang dibuat untuk film keduanya ini terasa kurang penting. Tapi kelebihannya adalah karakter Ash Williams makin besar porsinya dan lewat film ini dia menjadi ikon hero dalam dunia film horror. Sosok Ash disini begitu keren dengan gergaji mesin di tangan kanan dan senapan di tangan kirinya dia mengahbisi orang-orang yang telah dirasuki setan. 
Bujet film ini memang 10x film pertamanya, tapi Raimi masih setia memakai efek dan make-up sederhana dan harus diakui itu adalah keputusan tepat yang membuat atmosfir khas film pertamanya tetap terjaga. Bedanya, film keduanya ini lebih kental unsur komedi hitamnya. Banyak lelucon yang diselipkan dan buat saya lelucon tersebut cukup berhasil setidaknya menghadirkan tawa kecil. Memang hal itu pada akhirnya membuat film ini tidak seseram film pertamanya, tapi unsur fun yang ada tidak kalah menyenangkan. Nuansa horror yang masih cukup menyeramkan, lelucon yang efektif dan tokoh Ash Williams yang makin keren membuat Evil Dead II menjadi sebuah sekuel yang solid dan tidak kalah dari film pertamanya.





ARMY OF DARKNESS (1993)
Dalam film ketiga ini ceritanya melanjutkan akhir cerita film keduanya dimana Ash terlempar ke tahun 1300. Tapi lagi-lagi Raimi sedikit merombak kontinuitas ceritanya. Jika di akhir film kedua Ash langsung dianggap pahlawan setelah membunuh seekor deadite terbang, di awal film ketiga ini dia masih dianggap musuh dan dijadikan tawanan. Tapi tidak butuh waktu lama bagi Ash untuk unjuk kebolehan dan akhirnya dianggap pahlawan oleh rakyat kerajaan tersebut. Untuk kembali pulang, Ash harus berhasil mengambil buku Necronomicon melalui sebuah perjalanan yang tentunya tidak akan mudah karena para setan akan menjadi rintangan yang amat berat. Begitulah Sam Raimi membuat Army of Darkness menjadi sebuah sekuel yang less horror but more humor and adventure. Nuansa horror di film ini jauh berkurang dan diganti nuansa petualangan dan aksi. Peperangan antara manusia dengan para prajurit kegelapan menjadi klimaks yang penuh ledakan. Jujur penggarapan Raimi cukup menghibur tapi jelas membuat film ketiga ini tidak sebagus dua film pertamanya.

 Sedangkan komedi hitamnya makin banyak dan untungnya tetap lucu. Jadi disaat saya agak kecewa karena film ketiga ini kurang seram, komedinya yang cukup lucu masih jadi hiburan yang mengasyikkan. Begitu pula dengan karakter Ash yang makin dipertegas kesan pahlawannya. Ash masih sosok yang keren tapi jauh dari kesan kalem. Pada akhirnya film ketiga ini memang tidak sebaik dua film pertamanya dengan suasana yang jauh beda pula, tapi bukan berarti jelek karena film ini masihlah menjadi hiburan yang mengasyikkan. Oya, film ini punya dua buah ending yang satu adalah ending asli yang muncul di rilisan DVD dan yang satu lagi adalah versi bioskop. Saya sendiri lebih suka versi bioskopnya yang lebih happy ending dan menonjolkan sisi keren Ash Williams.
 

6 komentar :

  1. baru nntn yg pertama sama yg kedua, paling suka yg kedua hahaha gila bgt tuh!

    BalasHapus
  2. Yeaah yang kedua si Ash lagi gila-gilanya tuh, filmnya juga masih keren

    BalasHapus
  3. Evil Dead sukses mengoyak abis tradisi 'final girl' di film horror. Rata2 yg selamat di akhir itu cewek, tapi Evil Dead dengan gagahnya membuat Ash jadi salah satu jagoan horror terkeren.

    BalasHapus
  4. Anonim10:37 PM

    film evil dead lebih bgus yang pertama....
    tapi kekurangannya cuma make-up setannya yg jelek dn brlebihan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tahun 1981. So wajar.. Kecuali di abad 20..

      Hapus
  5. nonton dengan ledakan masa kini ash vs evil dead bro tv series

    BalasHapus