ACT OF VALOR (2012)

5 komentar
Cukup menjanjikan juga apa yang ditawarkan oleh film ini. Dibintangi oleh para anggota aktif U.S. Navy Seals, Act of Valor menjanjikan adegan-adegan aksi di medang peperangan yang realistis. Baca saja tagline-nya yang berbunyi "Real Heroes, Real Tactics, Real Action. This is no game". Dengan berbekal orang-orang yang memang militer asli dan menggunakan senjata-senjata yang memang mereka pakai saat bertugas bahkan taktik dan strategi nyata, boleh dibilang film ini berusaha mengumbar sisi realistis dan tidak hanya asal memberikan ledakan atau desing peluru belaka. Apakah film ini memang film aksi yang hebat? Atau sekali lagi hanya janji manis ala film-film Hollywood? Yang jelas saya sudah menurunkan ekspektasi saya melihat banyaknya review yang menilai negatif film arahan duo sutradara Mike McCoy dan Scott Waugh ini.

Filmnya mengisahkan tentang dua orang anggota Navy Seals yang saling bersahabat, yaitu Liutenant Rorke dan Chief Dave. Keduanya baru saja mendapat panggilan tugas untuk sebuah misi penyelamatan terhadap Morales (Roselyn Sanchez), seorang anggota CIA yang diculik oleh seorang penyelundup dari bernama Christo (Alex Veadov). Masalahnya, Christo ditengarai mempunyai hubungan dengan seorang teroris bernama Abu Shabal (Jason Cottle) yang saat ini tengah gencar melakukan teror bom bunuh diri dan mengancam keamanan Amerika Serikat. Sebagai bumbu drama, dikisahkan Rorke bertugas dengan meninggalkan istirnya yang tengah hamil anak pertama mereka. Sebuah bumbu yang sebenarnya bisa efektif namun terasa begitu hambar di film ini.
Entah bagaimana nasib film ini jika tidak mempunyai kelebihan dalam hal keakuratan. Saya suka dengan momen misi penyelamatan terhadap Morales di bagian pertama film. Memberikan saya berbagai pengetahuan tentang bagaimana sebuah misi berjalan dan taktik-taktik apa saja yang dipakai. Momen tersebut bagi saya cukup seru dan enak diikuti dan menghilangkan rasa kantuk yang saya rasakan dari awal karena porsi drama yang diberikan sama sekali tidak menggigit. Saat itu benar terlihat kerja sama yang cukup keren dan taktik-taktik serta strategi yang tidak kalah keren dipakai oleh para Navy Seals. Tapi setelah misi tersebut tidak ada lagi adegan aksi keren nan menghibur yang berhasil dimunculkan. Aspek keakuratan masih terjaga dan terasa realistis tapi jauh dari kata bagus. Yang cukup unik mungkin pengambilan gambar ala first person shooter yang makin mengindikasikan bahwa film ini juga terinspirasi dari game-game fps macam Call of Duty.

Yang makin menjerumuskan film ini adalah karakterisasi para tokohnya yang nyaris nol besar. Saya tahu Rorke digambarkan tengah menghadapi dilema meninggalkan istri dan calon anaknya, tapi penggambarannya tetap kurang dalam. Bahkan hingga film nyaris usai saya masih tidak hapal siapa-siapa saja anggota Navy Seals yang turun dalam misi. Ending ceritanya juga bisa ditebak dan tidak membuat penonton terhanyut dalam drama yang coba diselipkan. Act of Valor gagal membuat saya bersimpati dan terenyuh dengan perjuangan para marinir ini. Tidak banyak yang bisa dibahas dari film ini karena yang ditawarkan juga tidak banyak. Sebuah film yang hanya unggul dari segi realitstis dan keotentikan belaka tapi tensinya membosankan. Aksi biasa saja, dramanya juga super melempem. Saya malah merasa film ini sebagai sebuah rekrutmen terselubung dan kampanye tentang Navy Seals sekaligus permusuhan terhadap para pelaku bom bunuh diri yang sayangnya di film ini terlihat terlalu menyudutkan Muslim.

Mungkin Act of Valor akan menjadi film yang memuaskan bagi mereka yang tergila-gila dengan berbagai pernak pernik kemiliteran, tapi bagi saya dan mungkin penonton kebanyakan film ini akan jadi sebuah action yang hambar dimana untuk bisa "mendeteksi" sedang dimana sang tokoh utama saja akan menajadi sebuah hal yang tidak mudah karena sangat miskinnya karakterisasi tokoh-tokoh yang ada dan akting mereka juga tidak bagus. Segala kekurangan yang "berhasil" menutupi sedikit kelebihan dalam segi keotentikan membuat Act of Valor sementara ini menjadi film (atau rekrutmen?) yang saya anggap paling buruk dan membosankan di 2012.

5 komentar :

Comment Page:
FANBOY mengatakan...

Emank, gw salah besar gw kira tadinya ini action-packed, beh...

:( porsi aksinya 50/50, padahal gw maunya kan 70/30... hehe...

Anonim mengatakan...

that right Mr.FANBOY, gw kira full packaed tyt ga asyik sama seklai malah ky maen game perang2xan

FANBOY mengatakan...

^^Soalnya film ini lebih ke pesan moralnya sich bro... Jadi porsi dramanya juga banyak... =(

Rasyidharry mengatakan...

Emang kayanya nih film terinspirasi sama game macam Call of Duty etc.
Daripada pesan moral lebih berasa kayak kampanye terselubung sih dari navy seals. Malah dramanya kerasa terlalu jadi selipan doang

rendy putranto mengatakan...

Tom clansy juga turut membantu membuat film ini beliau yang membuat game Ghost Of Recon , Rainbow Six dll... Mungkin karena itu lah di masukkan style First Person Shooting,biar kayak game2 yang dia buat mungkin,tapi dengan mengambil sudut FPS menarik juga,film ini seperti punya gaya sendiri, film ini enggak bagus2 amat,tapi juga gak terlalu buruk sih