SOLARIS (1972)

Tidak ada komentar
Film ini adalah sebuah karya Andrei Tarkovsky yang paling sering ditonton diluar Rusia sekaligus yang paling dikenal. Andrei Tarkovsky sendiri sering disebut sebagai salah satu sutradara terbaik yang pernah ada dan seringkali melahirkan kontroversi dari film-film yang ia buat. Kontroversi yang sering ia lahirkan itulah yang membuatnya justru sempat dimusuhi pihak pemerintah Soviet. Meskipun begitu karya-karyanya amat diakui, bahkan seorang Ingmar Bergman juga mengagumi karya Tarkovsky dan juga sebaliknya. Ciri khas Tarkovsky adalah filmnya punya tempo yang lambat khususnya diawal yang menurut dia sengaja membuat awal film yang lambat untuk memberikan waktu bagi penonton yang salah menonton film untuk sadar dan keluar dari ruangan. Selain tempo lambat dan durasi yang lama, Tarkovsky juga tidak terlalu menyukai penggunaan musik dalam filmnya sehingga seringkali muncul adegan lambat nan sunyi dalam karya-karyanya.

Kembali ke Solaris, film ini sering disebut sebagai "jawaban" dari Soviet atas film 2001: A Space Odyssey karya Stanley Kubrick yang rilis empat tahun sebelumnya. 30 tahun setelah rilisnya film ini, Steven Soderbergh membuat remake bagi film yang diangkat dari novel dengan judul sama karya Stainslaw Lem ini. Versi Soderbergh sendiri punya durasi 45 menit lebih pendek dari milik Tarkovsky ini dan dibintangi oleh George Clooney. Kisahnya sendiri adalah mengenai Kris Kelvin (Donatas Banionis), seorang psikolog yang mendapat misi di stasiun luar angkasa milik Soviet yang saat itu sedang mengorbit di sebuah planet misterius bernama Solaris. Disana dia diminta untuk meneliti berkenaan dengan beberapa kosmonot yang diduga mengalami halusinasi dan gangguan psikologis selama berada disana. Tetapi justru setelah sampai disana, Kris juga ikut mengalami hal yang sama dimana dia bertemu dengan istirnya, Hari (Natalya Bondarchuk) yang sudah meninggal 10 tahun lalu. Apakah itu halusinasi belaka ataukah ada hal lain yang belum mereka ketahui di Solaris?
Jika dibandingkan dengan 2001 milik Kubrick, Solaris memang sama-sama mempunyai durasi yang lama (Solaris 165 menit & 2001 142 menit) dan tempo yang amat lambat. Tapi pada dasarnya apa yang disajikan keduanya amatlah berbeda. 2001 lebih kearah penonjolan teknologi dan dituturkan secara lebih abstrak dan kalau boleh dibilang susah dimengerti. Sedangkan Solaris lebih kearah sisi psikologis dan perasaan manusia. Penggunaan teknologi dan efek dalam film ini juga lebih sederhana. Tetapi bagaimana film ini bertutur jauh lebih mudah dimengerti dan maknanya jauh lebih mudah diserap. Tapi memang sekali lagi Solaris adalah film yang amat mencirikan Tarkovsky. Banyaknya penggunaan take yang panjang tanpa dialog dan musik membuat film ini akan melelahkan bagi para pecinta sci-fi yang penuh teknologi dan balutan adegan aksi seru.
Tapi jika anda adalah penonton yang mengharapkan sebuah film yang penuh akan perasaan dan bahan renungan maka Solaris akan jadi sebuah film yang hebat dan tidak akan membosankan sama sekali. Saya yang merasa cukup bosan dan pusing melihat 2001 milik Kubrick merasa begitu betah membuka mata mengikuti adegan-adegan dalam film ini yang berjalan secara perlahan namun begitu menghanyutkan. Dibanding menunjukkan misteri yang menimpa para kosmonot, Tarkovsky lebih memilih membuat penontonnya merasakannya langsung. Kita akan merasakan misteri yang ada tentang keberadaan para "guest yang muncul disekitar orang-orang yang berada di stasiun luar angkasa tersebut. Kita akan dibuat sama bingunganya dengan mereka bertiga mengenai eksistensi dan kenyataan para guest sekaligus mengenai kondisi mental mereka apakah hal-hal itu kenyataan atau mereka mulai menjadi gila?

Begitu banyak pertanyaan dan hal-hal yang bisa diambil. Salah satunya adalah mengenai sifat manusia yang seringkali merasa sebagai yang paling hebat dan merendahkan makhluk lain. Dalam film ini hal itu terlihat saat para kosmonot merendahkan para guest yang mereka identifikasi bukan sebagai manusia. Mereka lalu merasa bahwa spesies selain manusia akan bisa dengan mudah direndahkan dan nyawanya tidak berharga di mata mereka. Tetapi tentu saja masih ada manusia yang tidak memiliki kesombongan macam itu yang dimunculkan pada karakter Kris. Tapi sekali lagi tidak ada manusia yang sempurna. Maka karakter Kris yang tidak menunjukkan kesombongan tersebut punya kelemhana juga dimana dia terlalu mudah dipengaruhi oleh perasaan dan cinta yang sedang ia rasakan dan seringkali melemahkan dirinya sendiri. Mudahnya, Solaris adalah sebuah kisah tentang manusia dan kemanusiaan, cinta dan eksistensi manusia didunia ini. Film ini sendiri sedikit mengingatkan saya akan konsep yang ditawarkan dalam Another Earth meski disini makna yang muncul lebih dalam. Dan bagi saya Solaris adalah sebuah film yang lebih baik dibandingkan 2001 milik Kubrick.

RATING:

Tidak ada komentar :

Posting Komentar