FORREST GUMP (1994)

6 komentar
Tentu saja hampir semua orang mengenal sosok Forrest Gump sekarang ini. Film garapan sutradara Robert Zemeckis dan dibintangi Tom Hanks ini sudah sangat melekat di kehidupan sehari-hari orang termasuk masyarakat Indonesia sekalipun. Sering sekali saya menjumpai hal-hal yang bersangkutan dengan Forrest Gump dipakai dalam berbagai kesempatan. Jika ada sebuah acara pemutaran film di kampus-kampus atau sekolah yang bertujuanuntuk membahas isu-isu sosial maka yang diputar seringkali film ini. Jika dalam hal apapun seseorang perlu menuliskan sebuah kalimat mutiara maka quote dari film ini yang berbunyi "Life is Like a Box of Chocolate. You Never Know What You’re Gonna Get" sangat sering dipakai. Pada masa perilisannya sendiri film ini sukses luar biasa dengan meraih pendapatan diatas $670 juta untuk pemutarannya di seluruh dunia. Dalam ajang Oscar film inipun sukses besar dengan meraih 13 nominasi dan membawa pulang enam piala termasuk Best Picture mengalahkan dua film legendaris Pulp Fiction dan The Shawshank Redemption, Best Director dan Best Actor untuk Tom Hanks. Sehebat apakah Forrest Gump sampai bisa mengalahkan masterpiece seorang Quentin Tarantino?

Diangkat dari novel berjudul sama karangan Winston Groom, ceritanya adalah mengenai seorang pria bernama Forrest Gump (Tom Hanks) yang diawal film terlihat duduk di sebuah bangku taman tempat orang-orang menunggu bus lewat. Dari situ kita sudah bisa melihat bahwa Gump adalah pria yang memiliki keterbelakangan mental. Kemudian disaat datang seorang wanita duduk disebelahnya mulailah Gump berceloteh mengenai kisah hidupnya yang kemudian akan membawa kita flashback sampai ke masa saat Forrest Gump masih kecil dan menggunakan penopang kaki untuk berjalan. Hal itu masih ditambah kondisi kepintarannya yang terbelakang dengan IQ 75 yang membuatnya selalu diolok-olok teman-temannya. Forrest yang susah mendapat teman akhirnya bertemu dengan Geany. Geany adalah gadis yang baik hati dan selalu menghabiskan waktu bersama Forrest tanpa peduli dengan kekurangannya tersebut. Sampai akhirnya keduanya beranjak dewasa dan mulai menjalani hidup mereka masing-masing. Namun Forrest tidak pernah melupakan Geany dan selalu mencintai gadis tersebut walaupun selama hidupnya telah melewati berbagai kejadian bersejarah mulai dari perang Vietnam sampai hal-hal unik lain yang membuatnya bisa bertemu dengan para ikon-ikon dunia seperti Elvis, John Lennon sampai banya Presiden Amerika Serikat. Selama itulah Forrest terus berusaha bertemu kembali dengan Geany.
Forrest Gump adalah formula sempurna bagi para penggemar film-film melodrama dan penguras air mata. Dari gambaran tokohnya saja sudah bisa nampak bahwa sosok Forrest Gump memang dibuat supaya bisa menarik simpat penonton baik itu dari kondisi internal dirinya sampai berbagai kejadian yang menimpanya. Forrest seperti yang sudah saya jelaskan diawal adalah pria dengan IQ yang termasuk rendah. Tapi dia adalah anak yang baik, tidak pernah menyerah dalam apapun termasuk dalam mengejar cintanya dan juga penuh dengan kepolosan. Dengan hal itu saja penonton sepertinya sudah bisa merasakan simpati padda tokoh ini, tapi ternyata itu masih belum cukup karena Forrest juga "diharuskan" mengalami berbagai kejadian besar yang diharapkan makin bisa menggugah simpati dan mengalirkan air mata penontonnya. Hal tersebut membuat filmnya benar-benar terasa overdramatic dan terlalu berusaha menjadi melodramatic. Saya sendiri sebenarnya merasa menikmati menonton film ini meskipun terkadang terasa terlalu berlebihan dalam upayanya mengambil simpati penonton. Memasukkan berbagai unsur sejarah dengan baik juga salah satu keunggulan cerita dalam film ini. Dibantu dengan efek visual yang bagus sehingga Tom Hanks seolah benar-benar berada bersama John Lennon dsb, penempatannya juga sesuai dengan sejarah yang ada dan tidak terasa dipaksakan.
Bicara soal berlebihan, Forrest Gump memang penuh dengan hal tersebut tapi tidak semuanya berdampak buruk. Ada yang akhirnya menjadi berlebihan yang buruk namun ada juga yang pada akhirnya membuat film ini jadi tambah menarik. Dibalik semua hal yang berlebihan disini, harus diakui Forrest Gump memang mengandung berbagai pesan yang sayangnya terkadang disampaikan secara berlebihan juga. Pesan-pesan tentang "jangan pernah menyerah", "semua orang itu sama", dan lain-lain yang pada intinya bisa dirangkum menjadi satu kata yaitu "kehidupan" memang bertebaran disana-sini dan ditampilkan dengan seringkali berlebihan. Tapi berlebihan juga punya sisi positif yaitu pesan yang coba disampaikan akan bisa dengan mudah sampai pada penontonnya. Negatifnya adalah tidak semua penonton bisa menerima cara penyampaian yang berlebihan meskipun untuk mayoritas penonton khususnya penonton awam pasti akan menyukainya dan lebih dari sekedar terpuaskan namun sampai membuat film ini benar-benar tertancap dalam hati mereka. Ada juga kisah cinta dalam film ini yang sayangnya hanya akan membuat kita bersimpati pada sosok Forrest Gump namun tidak pada Geany. Kisah cinta yang dibuat dramatis untuk makin menguatkan simapti penonton pada Gump namun agak terasa dipaksakan.

Dibalik sosok Forrest Gump yang mengundang simpati ada Tom Hanks yang tampil begitu baik dan berhasil mendapat Oscar untuk Best Actor dua tahun beruntun setelah tahun sebelumnya menang saat berakting di Philadelphia sebagai pengidap AIDS. Hanks membuktikan dia mampu menghidupkan karakter yang tidak hany disukai penonton tapi juga punya karakterisasi yang kuat. Jangan kira sosok Gump yang dihidupkan oleh Hanks hanyalah pria bodoh nan lugu yang beruntung saja. Di berbagai kesempatan Hanks mampu menampilkan momen yang cukup emosional dengan baik. Gary Sinise sebagai Letnan Dan juga tidak kalah dalam mencuri perhatian. Sebagai sosok yang merasa hidupnya telah hancur, Letnan Dan tidak kalah dalam mencuri simpati penonton. Nominasi Best Supporting Actor juga berhasil didapat Sinise meski akhirnya kalah oleh Martin Landau. Pada akhirnya Forrest Gump memang berhasil memberikan cultural impact yang luar biasa di seluruh dunia, dan saya sendiri merasa menikmati saat menontonnya. Tapi bagi saya film ini tetaplah overrated akibat terlalu banyaknya momen yang terasa berlebihan. Apalagi akhirnya film ini mampu mengalahkan Pulp Fiction yang luar biasa itu. Forrest Gump adalah dunia mimpi yang indah sebenarnya jika saja mau tampil lebih membumi tapi secara keseluruhan cukup menyentuh.

RATING:

6 komentar :

  1. Anonim1:10 PM

    film ini terlalu sempurna utk dikategorikan "lumayan" min :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Forrest Gump emang menyentuh, tapi buat saya berasa terlalu overly dramatic & sentimental, padahal pesannya bagus banget dan bisa ditampilkan lebih down to earth :)

      Hapus
  2. review film Tom Hanks yang The Terminal dong,bro

    BalasHapus
  3. Yang sedihnya ketika ibunya meninggal meningalkan pesan itu sama ketemu kekasihnya baru nikah sudah meninggal padahal baru ketemu,kasihan ane ngeliat forest ditinggal jenny

    BalasHapus
  4. Yang sedihnya ketika ibunya meninggal meningalkan pesan itu sama ketemu kekasihnya baru nikah sudah meninggal padahal baru ketemu,kasihan ane ngeliat forest ditinggal jenny

    BalasHapus
  5. Scene yg bener2 bikin menguras air mata waktu di akhir2nya, dua jempol buat nih film

    BalasHapus