GOON (2012)

3 komentar
Pada awalnya Goon adalah sebuah film yang saya lewatkan. Saat berkunjung ke rental DVD saya hanya memandangi covernya namun ragu-ragu untuk meminjam filmnya karena takut dikecewakan. Walaupun banyak yang menilai positif film garapan sutradara Michael Dowse ini, tapi saya tetap ragu karena dua faktor. Pertama adalah ini sebuah komedi yang katanya menjurus kearah slapstick. Saya tidak terlalu suka dengan slapstick. Komedi biasa saja saya sudah susah tertawa apalagi slapstick yang saya tidak terlalu sreg. Yang kedua, karena Goon adalah film tentang olahraga, yaitu hoki. Sampai sekarang sangat jarang saya dipuaskan oleh film bertemakan olahraga apalagi yang dicampur dengan komedi. Setelah mendapatkan filmnya pun makan waktu berapa lama bagi saya untuk menontonnya dikarenakan rasa ragu tersebut. Tapi diluar dugaan ternyata film yang dibintangi oleh dua bintang American Pie yaitu Seann William Scott dan Eugen Levy ini adalah sajian komedi-olahraga yang bagus. Untuk ceritanya, film ini diadaptasi dari sebuah buku berjudul "Goon: The True Story of an Unlikely Journey into Minor League Hockey" yang menyajikan perjalanan karir seorang atlit hoki bernama Doug Smith.

Dalam film ini tokoh Doug Smith diganti menjadi Doug Glatt (Seann William Scott) yang bekerja sebagai seorang penjaga keamanan di sebuah bar. Doug memang punya kelebihan fisik yang luar biasa, tapi kemampuan otaknya berbanding terbalik. Dia bukanlah orang yang cerdas dan itu membuat kedua orang tuanya merasa kecewa karena mereka ingin kedua anaknya menjadi dokter. Doug yang merasa hidupnya tidak spesial dan tanpa kelebihan apapun suatu hari terlibat perkelahian dengan seorang atlit hoki lokal dalam sebuah pertandingan. Tanpa disangka kejadian itu justru membuat Doug dikontrak oleh sebuah klub hoki lokal. Tidak butuh waktu lama bagi Doug untuk menjadi bintang berkat kekuatannya yang selalu bisa menjatuhkan semua lawannya dan dikenal dengan sebutan The Thug. Karirnya lalu menanjak dengan cepat dimana Doug kemudian dikontrak  oleh sebuah timhoki yang berada di sebuah liga minor bernama "The Halifax Highlander". Disanalah Doug mulai berjuang tidak hanya untuk timnya tapi juga untuk dirinya sendiri dan kehidupan cintanya.
Menggunakan formula form zero to hero seperti layaknya film bertemakan olahraga lain, Goon berjalan cepat diawal dan tidak berlama-lama menyoroti kehidupan Doug sebelum bergabung dengan Halifax. Terasa agak terlalu cepat pengemasannya tapi toh memang saya rasa tidak ada gunanya berlama-lama tinggal di momen sebelum ia bergabung di liga minor. Cukup memperlihatkan Doug adalah orang yang punya fisik kuat tapi kurang di otak, merasa kecewa dengan hidupnya saat itu, lalu menjadi bintang lokal dan dijuluki The Thug lalu akhirnya bergabung dengan liga minor. Semua latar belakang yang penonton perlu tahu sudah dijabarkan dengan padat. Setelahnya, Goon tetap berjalan cepat dan tidak bertele-tele dan penuh dengan kekerasan sekaligus humor yang kasar sebagai jualan utamanya. Kekerasan yang begitu menghibur tanpa perlu berlebihan. Kesan macho dan brutal tergambar dari kekerasan yang ada dan bukan sekedar kekerasan kosong belaka. Terlihat keren terkadang menyakitkan pula. Momen pertandingan hoki yang ada juga hadir dengan sangat menarik dan realistis tanpa perlu dramatisasi berlebihan. Kita akan dibuat terhanyut dalam pertandingan, ikut terbawa ketegangan dan kesenangan yang ada.
Diluar dugaan komedinya cukup lucu dan mampu membuat saya tertawa. Memang kata-kata kasar yang keluar dari tokoh Pat yang diperankan Jay Baruchel (yang juga menulis naskah film ini bersama Evan Goldberg) lebih terasa berlebihan dan tidak lucu, tapi momen lain khususnya yang muncul dari sosok Doug cukup efektif. Momen Doug menghajar salah seorang pemain hoki di liga lokal yang ada diawal film adalah salah satu momen terlucu di film ini. Ada selipan kisah percintaan, persahabatan dan keluarga dalam film ini yang mana tidak semuanya muncul dengan maksimal. Percintaan antara Doug dan Eva (Alison Pill) cukup terasa manis meski terkesan terlalu cepat dalam pembangunannya. Momen persahabatan antara Doug dan rekan-rekan setim khususnya dengan Laflamme (MarcAndre Grondin) tidak terlalu menyentuh tapi tetap menarik. Menyenangkan melihat momen saat keduanya sudah bisa bekerja sama. Sedangkan untuk momen drama keluarganya terasa nihil dan sangat terasa hanya sebagai tempelan untuk menambah rumit konflik saja. 

Membicarakan Goon jelas tidak bisa lepas dari Doug Glatt. Karakter yang satu ini bagi saya terasa spesial. Tokohnya amat mudah disukai dengan segala kepolosan yang ia miliki. Melihat tingkah lakuknya saya bisa tertawa, tersenyum saat ia jatuh cinta, terpaku saat ia berjibaku dan tumbang, termenung saat ia sedih dan bersorak saat ia beraksi dengan begitu tangguh dan keren di lapanan. Doug bagaikan sebuah mesin yang punya hati. Dia rela berdarah-darah demi tim. Apapun akan ia lakukan karena itu sudah menjadi tugasnya dan ia tidak akan keluar jalur bagai mesin. Tapi disisi lain ia punya hati yang hangat dan baik apalagi saat ia jatuh cinta dan dengan polosnya berjuang mendapatkan sang pujaan hati. Atau saat ia mengamuk melihat rekan setimnya tumbang. Doug adalah sosok yang menyenangkan untuk diikuti perjuangannya seperti filmnya sendiri yang terasa spesial karena meski mengangkat komedi yang kasar dan adegan keras tapi film ini tidak kehilangan hati. 

RATING:

3 komentar :

Comment Page:
FANBOY mengatakan...

Aach, ngomong American Pie jadi inget American Reunion nich... :'( hiks hiks...


#pingin.nonton

MOVIE BLOGGER mengatakan...

eh.....Goon itu taun berapa? 2012 ya? atau 2011? soalnya di imdb 2012.

Rasyidharry mengatakan...

Tahun 2011 udah rilis di Toronto International Film Festival tapi baru rilis bioskop baru 2012 kayaknya