ABRAHAM LINCOLN: VAMPIRE HUNTER (2012)

3 komentar
Sebuah kisah fiksi yang asalnya adalah dari sebuah kisah nyata yang diberi twist selalu menarik untuk diikuti. Jelas menarik mengikuti bagaimana sebuah kejadian nyata atau sebuah sejarah yang nyata kemudian diadaptasi menjadi sebuah kisah fiksi penuh dramatisasi yang menarik. Asalkan tidak terlalu dipaksakan untuk nyambung saya yakin kisah-kisah semacam itu akan selalu menarik dan punya berbagai macam kejutan menyenangkan. Dalam media film salah satu yang terbaru adalah X-Men: First Class. Tidak semua momennya merupakan sebuah pelintiran kisah nyata memang, tapi film tersebut mengambil kejadian pada masa perang dingin untuk kemudian diadaptasi kedalam salah satu momen terpenting dan terkeren dari reboot pasukan mutant tersebut. Dalam dunia novel, pelintiran atau yang dikenal sebagai mashup ini nampaknya lebih sering muncul dan sudah sangat populer, apalagi setelah kesuksesan Pride and Prejudice and Zombies yang ditulis oleh Jean Austen dan Seth Grahame-Smith. Pasca kesuksesan novel nyeleneh tersebut, Seth Grahame-Smith kembali menulis sebuah mashup yang kali ini mengambil dari kisah hidup Abraham Lincoln yang dibuat menjadi seorang pemburu vampir. 

Tidak butuh waktu lama bagi novel ini untuk diadaptasi menjadi film karena di bulan yang sama dengan perilisan novelnya, Tim Burton dan Timur Bekmambetov mengumumkan telah mendapat hak untuk mengadaptasi novel tersebut menjadi film. Abraham Lincoln: Vampire Hunter mengambil kisah sedari Abe (sapaan Abraham Lincoln) masih kecil dan mendapati sang ibu dibunuh oleh Jack Barts (Marton Csokas). Upayanya balas dendam gagal karena ternyata Jack adalah vampir dan justru Abe yang terancam dibunuh sebelum akhirnya diselamatkan oleh Henry (Dominic Cooper). Henry kemudian menawari Abe untuk menjadi seorang pemburu vampir. Diselimuti dendam atas kematian ibunya, Abe menerima tawaran itu dan mulai berlatih sebagai pemburu vampir. Bertahun-tahun kemudian Abe (Benjamin Walker) telah menjadi pemburu vampir yang handal dan telah membunuh cukup banyak vampir yang saat itu di Amerika dipimpin oleh Adam (Rufus Sewell). Perjalanan Abe sebagai pemburu vampir diselingi sebagai penjaga toko terus berlanjut sampai ia bertemu dengan Mary Todd (Mary Elizabeth Winstead) yang menjadi pujaan hatinya dan membuat Abe harus memilih antara Mary atau kehidupannya sebagai seorang vampire hunter. 
Sebelum menonton film ini saya sempat membaca review negatif yang mengatakan bahwa dalam penyajiannya, Timur Bekmambetov terlalu berfokus pada adegan aksi dan mengabaikan ceritanya dimana dia melewati beberapa poin penting yang ada dalam novelnya dan seringkali melompat terlalu jauh dalam timeline ceritanya. Saya sendiri sudah mengantisipasi hal tersebut, toh ini adalah sebuah film musim panas yang tentunya lebih menitikberatkan pada hiburan. Tapi alangkah terkejutnya saya saat mendapati bahwa lompatan yang dilakukan terhadap kisahnya amat sangat jauh dan berkesan tidak rapih sekaligus terburu-buru. Beberapa kali film ini begitu saja melompat dari sebuah kejadian ke kejadian lainnya. Jadi jika ada sebuah adegan A tiba-tiba saja ceritanya langsung melompat ke bagian F tanpa ada tanda-tanda akan menuju kesana dan itu dilakukan secara tiba-tiba. Hal ini akan membuat penonton seringkali bertanya "kok tiba-tiba jadi gini?" Saya disini tidak mempermasalahkan apabila kisahnya melompat untuk memadatkan intinya dan mengejar momen aksi, tapi yang saya kritisi adalah bagaimana lompatan plot-nya yang terlalu jauh dan amat sangat tidak rapih.
Sangat disayangkan versi filmnya ini mengambil pendekatan yang murni berfokus pada aksinya karena dari beberapa orang yang sudah membaca novelnya, saya mendengar bahwa versi novel dari Abaham Lincoln: Vampire Hunter lebih kearah satir yang benar-benar pas dalam memasukkan unsur fiktif kedalam kejadian nyata dalam kehidupan Abraham Lincoln. Dikatakan novelnya juga penuh dengan metafora dan sindiran-sindiran. Saya sendiri baru mendengar berbagai penjelasan tersebut setelah selesai menonton filmnya dan merasa nyaris tidak ada bagian-bagian cerdas semacam itu dalam adaptasi filmnya. Ironis memang karena yang menulis naskah dari film ini adalah sang penulis novelnya. Nampaknya Seth Grahame-Smith hanya dipesan utnu kmembuat naskah yang lebih condong kearah aksinya dan dia sendiri tidak tahu bagaimana membuat naskah film aksi yang tidak kehilangan bobot ceritanya, dan nampaknya ia tidak tahu juga bahwa sebuah naskah juga masih harus diinterpretasikan oleh sutradara, dan parahnya lagi Timur sebagai sutradara nampaknya terlalu malas untuk mendalami kisahnya dan tetap teguh membawa film ini sebagai sebuah film aksi yang brainless.

Tapi jika melihat adegan aksinya harus diakui film ini punya adegan aksi yang cukup keren dan stylish dengan balutan slow motion dan banyak cipratan darah meski tidak terlalu vulgar sebenarnya. Penanganan TImur Bekmambetov untuk porsi adegan aksinya memang bagus dan terlihat keren. Belum lagi Benjamin Walker yang terlihat pas memerankan Abraham Lincoln baik saat muda maupun saat sudah menjadi Presiden yang tua. Akting dramanya tidaklah buruk, tapi dia paling bagus saat sudah harus beraksi memainkan kapaknya. Jika Daniel Day-Lewis adalah pilihan sempurna bagi Lincoln versi Spielberg di akhir tahun ini, maka Benjamin Walker adalah pilihan sempurna untuk memerankan Lincoln versi Vampire Hunter dimana dia terlihat begitu luwes dan keren saat beraksi dengan kapaknya. Adegan aksi yang cukup keren dan Benjamin Walker yang bagus sebagai Abe Lincoln adalah dua sisi positif film ini, tapi hal tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan Abraham Lincoln: Vampire Hunter dari status sebagai salah satu film terburuk di 2012 dengan segala aspek lainnya yang buruk baik itu segi cerita sampai efek CGI-nya yang murahan tapi terlalu diumbar sehingga terlihat konyol seperti saat adegan pertarungan diatas kuda. Yah, setidaknya sosok vampir di film ini tidaklah menyedihkan bahkan cukup menyeramkan.

RATING:

3 komentar :

  1. Gw suka banget bro sama si Bekmambetov!!!! Dahsyat! Ni orang mesti dikasih proyek adaptasi komik dambaan gw nich biar kemampuannya terexpose semua!!!

    Hehe... Oh ya, Spider-Man belom nonton nich bro? XD

    BalasHapus
  2. Kalo buat gw sih ini karya dia yang paling busuk hehe
    Belom malesin banget antrinya gila-gilaan

    BalasHapus
    Balasan
    1. What????? Antrian gila2an??? Oh, setelah baca lagi ternyata yg Spider-Man toh ternyata... Haha, kirain si Lincoln yg antri gila2an!!! LOL

      Iya bro mank si Spidey laku banget disini udah kaya kopi panas ditengah padang gurun, eh salju maksudnya... hehe... setiap cabang 21 bisa ngasih 2-3 layar buat TASM ini...

      And gw baca dari Box Office Mojo klo TASM buat rekor opening terbesar di Indonesia ngalahin Avengers... $4.5 juta bro.. ckckckc... ;D

      Hapus