SOUTH PARK: BIGGER, LONGER & UNCUT (1999)

Tidak ada komentar
Saya bukanlah penggemar South Park yang rutin menonton serialnya baik lewat televisi ataupun DVD. Tapi saya sendiri cukup sering menikmati beberapa episodenya via YouTube dan cukup menikmati meskipun pada awalnya cukup kaget dengan berbagai konten yang jelas tidak layak ditonton anak kecil. Bisa dibilang South Park adalah versi lembut dari Happy Tree Friends. Beda dengan HTF, South Park tidak hanya mengandung konten kekerasan diatas rata-rata tapi juga berbagai sumpah serapah dan masih banyak lagi termasuk bermacam-macam sindiran yang cukup ekstrim. Tentu saja momen paling memorable dalam serial ini adalah momen yang menampilkan kematian karakter Kenny yang selalu disusul dengan dialog "Oh my God, they killed Kenny!" Tentu saja dengan kesuksesan luar biasa serial televisinya, tidak butuh waktu lama untuk film layar lebarnya yang rilis disaat season 3 sedang berjalan. Dirilis dengan judul Bigger, Longer & Uncut film ini memang menampilkan kisahnya dengan lingkup yang besarnya tidak tanggung-tanggung sampai dunia akhirat, durasi yang lebih panjang dan tentunya tidak ada batasan dalam sindiran dan leluconnya.

Kali ini empat sekawan tokoh utama film ini sedang berkeinginan untuk menonton film yang dibintangi duo komedian favorit mereka yaitu Terrance dan Phillip. Meskipun film tersebut mempunyai rating 'R' karena banyaknya kata-kata kasar didalamnya, mereka berempat tetap berusaha mencari cara untuk bisa menonton film tersebut. Tanpa disangka efek samping dari menonton film tersebut amat besar. Mereka berempat dan banyak anak lainnya yang telah menonton film tersebut menjadi selalu berbicara kata-kata kasar. Mereka tidak bisa mengontrol sumpah serapah tersebut keluar dari mulut mereka. Para guru dan orang tua beranggapan bahwa hal tersebut sudah melewati batas dan mulai menyalahkan Terrance dan Phillip karena film mereka dianggap sebagai awal dari semua itu. Bahkan lingkup permasalahn makin membesar saat rombongan orang tua yang dipimpin oleh ibu dari Kyle mulai menyalahkan Kanda, negara asal duo komedian tersebut. Konflik yang awalnya "hanya" soal anak-anak yang mengucapkan kata-kata kotor di kelas makin melebar menjadi konflik antar negara bahkan bisa memicu akhir dunia!

Memperpanjang durasi serialnya menjadi sebuah film berdurasi 81 menit jelas melipatgandakan semua kesintingan yang ada. Tentu saja tidak ada film animasi lain yang punya deretan kata-kata kotor seperti ini. Lihat saja rating-nya yang 'R'. Film inipin terhindar dari rating 'NC-17' hanya karena formatnya yang animasi. Hitung saja berapakali "four letter word" muncul dalam film ini. Mungkin ada ratusan kali kata tersebut muncul beserta berbagai kata-kata kasar lainnya. Hanya di film ini juga kita akan mendapati berbagai adegan kematian yang disajikan dengan cukup sadis, dimana tentu saja termasuk adegan kematian Kenny yang nantinya akan menjadi salah satu unsur penting dalam jalan cerita film ini. Bahkan di film ini pula Kenny untuk pertama kali menunjukkan wajah aslinya secara total. Bukan hanya sadis dan kasar, South Park: Bigger, Longer & Uncut juga memperlihatkan kepada kita salah satu penggambaran neraka paling menyeramkan dalam sejarah perfilman. Saya tidak terkejut dengan berbagai sumpah serapah, adegan kekerasan bahkan nudity yang muncul, tapi untuk nuansa neraka yang begitu horror adalah hal yang tidak saya antisipasi. Gantilah film ini menjadi live action makan kita akan mendapatkan sebuah film paling sinting yang pernah ada. Oh, mungkin adegan ranjang antara Sadam Hussein dengan setan juga punya level kegilaan dan efek kejut yang sama.
Tapi tentu saja South Park bukan hanya sebuah animasi tentang anak-anak bermulut kotor belaka, karena ada begitu banyak satir sosial yang muncul dengan sangat cerdas. Diluar berbagai komedi hitamya yang tidak selalu memancing tawa, saya selalu bisa dibuat tersenyum dengan berbagai sindiran yang sangat frontal. Film ini memang memuat begitu banyak sindiran tentang isu-isu dalam masyarakat bahkan isu politik didalamnya. Sungguh saya dibuat terpana akan begitu banyaknya sindiran frontal yang dimasukkan oleh duo Trey Parker dan Matt Stone dalam film ini. Dasar ceritanya adalah sindiran tentang rating yang sebenarnya sering menjadi kontroversi seri South Park sendiri. Saya sangat suka dengan sindiran tentang rating ini. Meski dasarnya ini adalah sindiran bagi MPAA dalam hal rating, tapi hal ini sangat mengena jika ditujukan bagi perfilman dan sistem rating Indonesia. Rating dalam film lokal kita bisa dibilang sangat tidak berguna, karena meskipun sudah dilabeli "Dewasa" tetap saja banyak anak dibawah umur yang menonton karena sistem penjualan tiket di bioskop yang tidak mendukung pembatasan umur tersebut. Sindiran tidak hanya diberikan pada pemberi rating tapi juga kepada pihak bioskop dan para penonton sendiri. 

Tapi kemudian seiring dengan makin meluasnya cerita, sindiran lain berdatangan satu demi satu. Mulai dari sindiran bagi para orang tua yang seringkali menyalahkan pihak lain saat sang anak berperilaku buruk tanpa mengintrospeksi diri mereka sampai sindiran tentang pemerintah Amerika dan arogansi mereka. Ah, tapi menuliskan satu per satu sindiran dalam film ini jelas tidak ada habisnya, karena ada begitu banyak sindiran yang ditujukan pada berbagai pihak dengan berbagai cara yang frontal namun sangat kreatif. Yang jelas, terkadang manusia bisa lebih buruk daripada setan yang menjadi simbol kejahatan itu sendiri. Semua sindiran tersebut dibalut dengan sangat kreatif bahkan juga dengan momen musikal yang diiringi lagu yang menarik termasuk tentu saja lagu Blame Canada yang mendapat nominasi Oscar untuk Best Original Song. Namun, meski dibalut dengan berbagai sajian menarik dan hanya berdurasi 81 menit, momen pertengahan dalam film ini terasa sedikit membosankan dan kepanjangan. Andaikan film ini dibalut dalam bentuk short movie berdurasi dibawah satu jam saya yakin akan jauh lebih luar biasa. Tapi toh saat masuk momen klimaks tensi kembali naik dan membuat saya tertawa mengingat segala kekacauan di klimaks itu berawal hanya dari masalah yang amat sangat sepele. Mungkin satu hal yang bisa dipetik setelah filmnya berakhir: Jangan Lebay!


Tidak ada komentar :

Posting Komentar