Translator

31 Jan 2012

TOKYO GORE POLICE (2008)

Seperti judulnya yang begitu sederhana dan tidak coba untuk rumit ataupun sok pintar, isi filmnya juga tidaklah rumit bahkan cenderung "bodoh" seperti judulnya. Judul Tokyo Gore Police memang sudah menggambarkan apa yang akan penonton saksikan dalam 110 menit kedepan. Ceritanya tidak menentukan setting waktunya secara pasti, yang penting dan yang jelas adalah film ini berada di masa depan. Tokyo di masa depan itu benar-benar jadi sebuah kota yang boleh dibilang hancur lebur. Hancur lebur disini bukan karena kotanya yang hancur karena perang atau bencana, tapi warga dan segala kultur mereka itu yang hancur. Bayangkan saja, di kalangan remaja putri saat itu, mengiris pergelangan tangan dengan cutter adalah hal yang gaul dan keren. Bahkan iklan tentang produk cutter khusus untuk potong tangan bertebaran. Ada juga iklan-iklan gila lainnya seperti game yang bisa membuat pemainnya melakukan eksekusi mati terhadap penjahat dan berbagai hal gila lainnya.

Para penjahat pada saat itu juga makin gila. Penjahat paling edan adalah mereka yang disebut engineer. Para enggineer ini punya kelebihan yang aneh tapi juga mengerikan. Apabila mereka terluka, maka bagian tubuh yang terluka itu akan berubah jadi senjata mematikan, Sebagai contoh ada penjahat yang tangannya putus, lalu dari luka itu muncul gergaji mesin, AWESOME! Kelebihan itu tidak lain adalah berkat penemuan seorang ilmuwan gila bernama "Key Man" yang bisa merekayasa gen seseorang dan membuatnya punya kelebihan seperti itu. Tapi polisi Tokyo juga tidak tinggal diam. Pada zaman itu juga polisi bukan lagi dari pihak pemerintah tapi adalah sebuah perusahaan swasta. Atas nama pelayanan yang lebih baik hal itu dilakukan. Tapi yang terlihat mereka justru terlihat makin sadis saja. Diantara polisi itu ada Ruka (Eihi Shiina) yang dikenal sebagai "enggineer hunter" dimana dia telah berhasil membunuh banyak sekali enggineer dengan pedangnya. Ruka sendiri menjadi polisi karena ingin mengikuti jejak ayahnya yang dulu juga polisi dan meninggal karena kepalanya hancur tertembak. Ruka selain menjalankan tugasnya juga berusaha mencari pembunuh ayahnya.

29 Jan 2012

IN TIME (2011)

"Waktu adalah uang". Begitulah ungkapan yang sering kita dengar tentang bagaimana setiap orang harus menghargai waktu yang mereka miliki. Tapi bagaimana jika ungkapan itu menjadi kenyataan? Bagaimana jika waktu memang menjadi sebuah uang yang harus digunakan untuk menyambung hidup manusia setiap harinya? Bagaimana jika suatu saat untuk membeli secangkir kopi kita tidak lagi harus mengeluarkan uang tapi kita harus menyerahkan beberapa menit dari sisa umur kita untuk membayarnya? Begitulah konsep yang ditawarkan oleh Andrew Niccol dalam film terbarunya ini. Yang patut dicatat naskah In Time adalah hasil tulisan Niccol sendiri dan bukan adaptasi ataupun remake sehingga jelas ini jadi sebuah nilai plus dan daya tarik tersendiri, apalagi untuk menciptakan sebuah konsep baru dalam dunia sci-fi butuh kreativitas yang ekstra.

Pada tahun 2161, semua manusia diceritakan akan berhenti bertambah tua setelah mencapai usia 25 tahun. Setelah mencapai 25 tahun, mereka harus berusaha untuk bisa mendapatkan perpanjangan usia. Dalam hal ini konsepnya sama saja dengan orang bekerja lalu dia dibayar. Bedanya mereka bukan dibayar dengan uang tapi dengan tambahan usia. Jadi dengan kata lain orang kaya akan bisa hidup lama hingga ratusan tahun bahkan mungkin ribuan tahun, sedangkan orang miskin harus menyambung hidup hari demi hari. Will Salas (Justin Timberlake) yang berusia 28 tahun adalah salah satu dari orang-orang yang harus berusaha menyambung hidup per-hari. Suatu malam Will bertemu dengan orang kaya bernama Henry Hamilton (Matt Bomer) yang mempunyai sisa umur lebih dari 100 tahun. Henry menjadi sasaran para pencuri waktu yang berusaha mengambil sisa umurnya. Tapi sebelum itu terjadi Will berhasil menyelamatkan Henry. Merasa berhutang budi dan merasa juga telah terlalu lama menjalani hidup, Henry memberikan sisa umurnya pada Will. Namun ternyata Will justru harus berurusan dengan timekeeper bernama Leon (Cillian Murphy) setelah dia dituduh mencuri sisa umur Henry.

THE DESCENDANTS (2011)

Alexander Payne itu jagonya membuat sebuah tontonan drama yang menyentuh dan punya kedalaman emosi tapi juga dibalut dengan unsur komedi yang ikut menambah warna filmnya. About Schmidt yang menampilkan Jack Nicholson sebagai seorang lansia yang coba menghadapi masa tuanya yang sepi adalah sebuah drama yang amat menyentuh tapi juga punya beberapa momen yang lucu. Lewat film ini jugalah saya menjadi tertarik mencari film-film Jack Nicholson. Dua tahun kemudian Payne membuat sajian bromance dalam Sideways yang menurut saya meskipun masih kalah jauh dibanding About Schmidt tapi lewat film itulah Payne mendapat Oscar pertamanya setelah memenangkan "Best Adapted Screenplay". Tujuh tahun kemudian barulah dia membuat film kelimanya yang sama seperti Sideways, film ini juga diangkat dari sebuah novel berjudul sama.

Kisahnya tidaklah rumit untuk ditonton tapi rumit jika kita sendiri yang mengalami permasalahan tersebut. Matt King (George Clooney) adalah pengacara yang tinggal di Honolulu, Hawaii. Matt dan kelaurganya juga mempunyai sebuah tanah seluas 25.000 hektar di Pulau Kaua'i yang saat ini sedang dalam proses negosiasi untuk dijual. Tapi karena kesibukannya itulah Matt jadi tidak punya waktu untuk keluarganya. Sampai suatu hari sang istri mengalami kecelakaan yang membuatnya koma. Matt kini mau tidak mau harus lebih mendekatkan diri kepada kedua putrinya, Scottie (Amara Miller) yang baru 10 tahun dan Alex (Shailane Woodley) yang berusia 17 tahun. Karena kurangnya perhatian, kedua putri Matt tersebut punya masalah masing-masing. Scottie sangat nakal dan sering bicara tidak sopan. Alex juga punya mulut yang tidak bisa dijaga ditambah lagi dia sering mabuk dan mengkonsumsi narkoba. Tapi kini Matt harus berusaha memperbaiki hubungannya dengan kedua putrinya sambil terus berharap istrinya akan sembuh. Tapi ternyata ada beberapa fakta mengejutkan yang nantinya akan Matt ketahui.

28 Jan 2012

DAWN OF THE DEAD (2004)

Saya belum pernah menonton versi original film ini. Bahkan sejujurnya saya belum pernah menonton satupun seri "Living Dead" karya George Romero yang sekarang sudah berjumlah enam film. Biasanya saya juga tidak terlalu berhasrat menonton sebuah remake apalagi yang ditujukan untuk film horror klasik karena sudah bukan rahasia lagi biasanya hal itu akan berujung pada kebusukan. Tapi Dawn of the Dead ini berbeda. Tanggapan yang diberikan pada film ini cenderung positif. Dan lagi ini adalah debut penyutradaraan dari seorang Zack Snyder yang tiga tahun setelah film ini akan menyuguhkan sajian epic tentang para pria berbody six pack saling bunuh di medan perang dan disusul menampilkan gerombolan superhero yang amat manusiawi dan punya permasalahan kompleks 2 tahun setelahnya. Walaupun bukan film pertama yang menampilkan zombie yang bisa bergerak cepat, tapi Dawn of the Dead versi remake ini boleh dikatakan makin mempopulerkan hal tersebut.

Kisah dalam film ini sederhana saja dimana awalnya kita akan diajak berkenalan dengan seorang suster bernama Ana (Sarah Polley) yang setelah pulang bekerja justru dikejutkan dengan kemunculan anak tetangganya yang menyerang sang suami. Ternyata anak itu telah berubah menjadi zombie dan itu juga yang menyebabkan suami Ana berubah menjadi zombie. Diluar ternyata kondisi sudah sangat parah dimana zombie-zombie mulai menyerang kota. Ana yang berusaha melarikan diri bertemu dengan para survivor lainnya seperti Sersan Kenneth (Ving Rhames), Michael (Jake Weber), lalu ada Andre (Mekhi Phifer) yang bersama istrinya yang tengah hamil tua, Luda (Inna Korobkina). Mereka berlima lalu memutuskan untuk bersembunyi dalam sebuah mall sambil menunggu suasana mereda atau syukur-syukur ada bantuan datang. Disana mereka mulai bertemu para survivor lain. Tapi tentu saja mall itu tidak akan aman selamanya karena ratusan zombie ganas terus berusaha mendobrak masuk.

27 Jan 2012

HOT FUZZ (2007)

Tanpa arahan dari Edgar Wright, duo Simon Pegg dan Nick Frost tahun lalu menghasilkan Paul yang meskipun lumayan menghibur tapi buat saya bukanlah sebuah komedi yang spesial layaknya Shaun of the Dead. Sedangkan Edwar Wright karya terakhirnya adalah Scott Pillgrim vs the World yang keren itu tapi sayangnya jeblok di pasaran. Hal itu membuktikan bahwa sebenarnya mereka saling membutuhkan satu sama lain. Pegg dan Frost butuh arahan seorang Edgar Wright untuk mengeksekusi naskah cerdas yang dibuat Simon Pegg supaya tidak berakhir biasa saja seperti komedi Hollywood kebanyakan. Sedangkan Edgar Wright butuh nama Pegg dan Frost untuk membuat filmnya laku di pasaran. Karena itu kolaborasi kedua mereka ini pada akhirnya sukses besar dimana pendapatannya melebihi Shaun of the Dead dan kualitasnya juga memuaskan.

Hot Fuzz adalah bagian kedua dari "three flavours cornetto trilogy" dimana Shaun of the Dead adalah perlambang dari "red strawberry cornetto" dan film kedua ini adalah perlambang dari "classic blue cornetto". Ceritanya adalah mengenai Nicholas Angel (Simon Pegg) yang merupakan seorang polisi London yang sangat taat hukum, disiplin dan mempunyai catatan kerja yang amat memuaskan. Tapi karena prestasinya yang luar biasa itulah Angel malah harus dipindah tugaskan ke sebuah desa yang tenang bernama Sandford. Angel yang naik pangkat menjadi Sersan dipindah tugaskan karena akibat performanya itu rekan-rekannya yang lain terlihat buruk kinerjanya dan dianggap mempengaruhi stabilitas dalam tim. Di Sandford dia bertemu dengan Danny Butterman (Nick Frost) yang menajdi partner Angel. Sangat berlawanan dengan Angel, Danny yang juga anak dari kepala polisi di sana adalah sosok yang polos dan sangat terobsesi dengan film polisi macam Bad Boys II dan Point Break. Pada awalnya Angel terus menerus diejek oleh rekan-rekannya karena terlalu serius bekerja padahal Sandford adalah kota kecil yang sangat tenang dengan tingkat kriminalitas sangat rendah. Tapi kemudian beberapa orang penduduk ditemukan mati satu persatu. Apa benar itu hanya kecelakaan ataukah pembunuhan seperti yang diutarakan oleh Angel?

THE SKIN I LIVE IN (2011)

Karya terbaru Pedro Almodovar ini mencampurkan berbagai sub-genre khususnya dalam genre horror dan thriller. Ada sedikit nuansa creature horror meskipun tidak ada monster apapun yang muncul atau mungkin lebih pas disebut body horror. Kemudian ada juga unsur thriller balas dendam yang mulai muncul sejak pertengahan durasi. Jika dibuat lebih sadis lagi, maka film ini juga bisa masuk kategori torture porn. Tapi kesemua genre tersebut bisa dicampur adukkan dengan baik oleh Pedro Almodovar dimana dia memilah-milah unsur mana saja dari tiap sub-genre tersebut yang pas untuk dimasukkan dalam film yang terinspirasi dari sebuah novel berjudul "Tarantula" ini. Dengan rating "R" yang diberikan, The Skin I Live In sangat berpotensi menyuguhkan berbagai sajian yang cukup vulgar dan gila.

Pertama kita akan diperlihatkan seorang wanita bernama Vera (Elena Anaya) yang berada dalam sebuah kamar dengan memakai sebuah setelan ketat mengingatkan saya pada karakter macam Selene-nya Kate Beckinsale (sungguh Elena Anaya agak mirip Kate). Kemudian kita akan tahu bahwa Vera tinggal dirumah Robert (Antonio Banderas) yang merupakan seorang ahli bedah. Lalu kita akan tahu bahwa Robert sedang melakukan eksperimen untuk menciptakan kulit jenis baru yang akan bisa bertahan dari berbagai macam hal seperti api sampai penyakit sekalipun. Dan eksperimen itu menjadikan Vera sebagai subyeknya. Banyak pertanyaan yang akan muncul selama menonton film ini. Siapakah sebenarnya Vera? Bagaimana dia bisa menjadi subyek percobaan Robert? Lalu ada hubungan apakah eksperimen ini dengan masa lalu Robert?

26 Jan 2012

THE ARTIST (2011)

Disaat banyak sineas berlomba membuat film dengan balutan teknologi canggih seperti CGI dan tentunya 3D, sutradara asal Prancis Michel Hazanavicius justru membuat film hitam putih dan tanpa suara alias film bisu. Masa kejayaarn Silent Movie memang sudah lewat sekitar 80 tahun yang lalu, tapi tentunya kenangan dan nostalgia saat menonton film bisu masih terngiang di ingatan para penggemarnya. Michel Hazanavicius sendiri memang sudah berhasrat sejak lama membuat film bisu karena banyak sineas yang dia kagumi berasal dari era film bisu masih berjaya. Maka dengan bujet $12 juta dan menjadikan sang istri, Berenice Bejo sebagai aktrisnya dan aktor asal Prancis, Jean Dujardin sebagai aktornya, proyek yang mungkin bisa dibilang nekat ini akhirnya dibuat dan diluar dugaan kini The Artist adalah kandidat kuat peraih "Best Picture" yang terakhir dimenangkan oleh film bisu adalah saat pertama kali Oscar digelar pada tahun 1929 yang dimenangkan oleh Wings.

Pada tahun 1927, George Valentin (Jean Dujardin) adalah aktor silent movie papan atas dimana film-filmnya selalu sukes dan namanya melambung tinggi. Tapi saat pemilik studio tempatnya bernaung, Al Zimmer (John Goodman) mempunyai ide untuk membuat film yang memiliki suara, George menentang keras ide tersebut dan menganggap bahwa ide mengenai film dengan suara adalah ide yang menggelikan dan konyol. George tetap ngotot membuat film bisu yang dia produseri dengan uangnya sendiri dan dia sutradarai sendiri. Disaat bersamaan aktris pendatang baru bernama Peppy Miller (Berenice Bejo) mulai menjadi bintang baru disaat dia membintangi film bersuara yang membuatnya beralih dari sekedar mendapat perang pembantu menjadi aktris nomer satu dan mendapat predikat "American Sweetheart", padahal dulu Peppy hanyalah seorang gadis yang mengidolakan George.

25 Jan 2012

THE BLOB (1958)

Ada kalanya sebuah film yang sudah berumur diatas 50 tahun akan terlihat murahan ataupun norak jika ditonton pada zaman sekarang, dan itu biasanya adalah film dengan genre science-fiction. Tentunya bujet murah dan efek sederhana sampai akting yang sangat kaku jadi faktor utamanya. Tapi terkadang hal-hal norak itulah yang membuat kita terhibur dengan film itu. Menonton film seperti itu tentu saja tidak akan membuat kita mengatakan filmnya jelek karena efeknya murahan. Kita tahu bahwa pada jaman itu efek masih sangat terbatas. Mungkin kita akan merasa efeknya murahan dan norak, tapi setidaknya kita tidak akan mengatakan itu jelek. The Blob adalah salah satu contoh bagaimana sebuah film yang sudah rilis 54 tahun ternyata masih bisa dinikmati walaupun saya sendiri merasa The Blob adalah sajian yang nanggung.

Suatu malam Steve Andrews (Steve McQueen) dan kekasihnya, Jane (Aneta Corsaut) sedang mencoba melewatkan malam mereka secara romantis dengan memandangi bintang jatuh. Tapi yang mereka temukan justru sebuah benda bersinar seperti meteor yang jatuh didekat mereka. Ditengah perjalanan setelah memeriksa bangkai meteor itu, mereka dikejutkan dengan kemunculan pria tua yang menjerit mengatakan tangannya sakit. Ternyata tangan pria tua itu telah terbungkus oleh sebuah lendir yang terus menerus tumbuh dan perlahan memakan tangan pria tersebut. Lendir itu ternyata makin tumbuh dan makin ganas dan mulai memakan banyak orang. Makin banyak mangsa yang dia makan, makin besar pula gumpalan lendir berwarna merah tersebut. Hanya Steve dan kawan-kawannya yang mampu menghentikan makhluk itu karena semua warga kota termasuk polisi tidak percaya dengan cerita Steve tentang monster lendir itu.

84TH ACADEMY AWARDS NOMINATIONS

Ternyata nominasi Oscar tahun ini cukup banyak memunculkan kejutan! Ada beberapa nama atau film yang tidak diperkirakan ternyata mendapat nominasi. Sebaliknya ada juga yang tiba-tiba mendapat snub alias tidak dapat nominasi walaupun sudah sangat dijagokan. Kejutan terbesar tentu saja datang dari Extremely Loud & Incredibly Close yang sukses mendapat dua nominasi termasuk untuk "Best Picture" dan satunya lagi adalah "Best Supporting Actor"  untuk Max von Sydow. Cukup mengejutkan mengingat review untuk film ini termasuk tidak terlalu bagus. Sedangkan snub yang paling menghebohkan tentu datang dari Tilda Swinton yang dengan ini sudah tiga kali secara beruntun tidak mendapat nominasi Oscar yang sebenarnya sangat pantas dia dapatkan! Sedangkan untuk jumlah nominasi terbanyak diperoleh Hugo dengan 11 nominasi disusul The Artist dengan 10 nominasi. Berikut ini daftar lengkap nominasinya beserta komentar saya mengenai beberapa kejutan yang terjadi:

THE LORD OF THE RINGS TRILOGY

 Kali ini saya kembali akan menulis review lebih dari satu film dalam sekalin posting. Saya akan menulis tentang sebuah trilogi yang tentunya sudah diketahui oleh semua orang baik yang memang pecinta film atau bukan. Yak, trilogi The Lord of the Rings yang disutradarai Peter Jackson ini memang fenomenal. Trilogi ini sukses baik secara finansial maupun dari segi kualitas. Total ketiga filmnya berhasil meraup pendapatan hampir $3 Miliar untuk peredarannya di seluruh dunia. Di ajang Oscar juga ketiga film ini sangat berhasil dimana dari total 30 nominasi yang didapat 17 piala berhasil dibawa pulang dimana 11 diantaranya didapatkan oleh film ketiganya, The Return of the King yang berhasil melakukan sapu bersih. Menjelang perilisan The Hobbit: An Unexpected Journey akhir tahun nanti saya kembali menonton trilogi luar biasa ini. Bedanya, jika sebelumnya saya menonton versi biasa, kali ini saya menonton versi extended-nya yang masing-masing filmnya berdurasi 200an menit. Bahkan film ketiganya menyentuh durasi 240 menit alias 4 jam!

23 Jan 2012

BATTLE ROYALE (2000) & BATTLE ROYALE II: REQUIEM (2003)

Untuk pertama kalinya saya akan menulis review untuk dua film sekaligus dalam satu postingan. Hal ini karena kedua film itu adalah film yang saling bersambungan dan saya tonton secara berurutan jadi tidak ada salahnya saya menjadikan postingan kali ini sebagai "2 in 1 review". Battle Royale sendiri diangkat dari sebuah novel yang berjudul sama karangan Koushun Takami yang terbit setahun sebelum film pertamanya. Kesuksesan film pertamanya memang cukup fenomenal dan dianggap sebagai salah satu film horror terbaik sekaligus paling kontroversial dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan sutradara Quentin Tarantino sangat menyukai film itu sampai mengajak salah satu aktrisnya yaitu Chiaki Kuriyama untuk ambil bagian dalam film Kill Bill. Jadi mari saya mulai saja review untuk kedua film ini.

22 Jan 2012

WAR HORSE (2011)

Seperti yang sudah sering dilakukan olehnya, tahun 2011 lalu seperti yang kita tahu Steven Spielberg langsung memberikan kita 2 film dalam jangka waktu yang amat berdekatan setelah sempat 3 tahun absen merilis film. Kedua filmnya bisa dibilang adalah hal baru dalam catatan karir Spielberg. Yang pertama adalah The Adventures of Tintin dimana film itu adalah untuk pertama kalinya Spielberg menyutradarai film animasi dan langsung sukses membawa pulang piala Golden Globe untuk film animasi terbaik. Sedangkan untuk film satunya adalah War Horse ini. Spielberg memang sudah terbiasa mengangkat film bertemakan perang, tapi baru kali ini dia mengangkat Perang Dunia I dalam filmnya. Spielberg juga terlihat cukup berhemat dalam membuat film ini dimana bujetnya "hanya" $66 juta, yang mana itu termasuk kecil untuk ukuran film seorang Spielberg. Jajaran pemainnya juga minim nama besar. Yang paling tenar mungkin Tom Hiddlestone yang angkat nama sebagai Loki. Lalu ada juga Emily Watson dan Benedict Cumberbacth. Bahkan Jeremy Irvine yang jadi aktor utama baru memulai debutnya lewat film ini.

Disebuah kota kecil bernama Devon yang terletak di Inggris, seorang petani tua bernama Ted Narracott (Peter Mullan) baru saja menghabiskan banyak uangnya untuk membeli seekor kuda. Padahal kuda tersebut sama sekali bukanlah kuda yang cocok dipakai membajak lahan. Hal itu tentunya membuat sang istri, Rose (Emily Watson) sangat marah. Berbeda dengan ibunya, Albert (Jeremy Irvine) justru sangat antusias dengan kuda baru tersebut dan mencoba melatihnya. Kuda yang diberi nama Joey itu ternyata seperti punya keajaiban, dimana dia pada akhirnya berhasil membajak lahan tersebut dan menyelamatkan Albert dan kedua orangtuanya dari kehilangan rumah dan lahan mereka karena tidak mampu membayar uang sewa. Tapi persahabatan Albert dan Joey yang mulai terjalin itu harus terpisah saat sang ayah menjual Joey kepada Kapten Nicholls (Tom Hiddlestone) untuk menjadi kuda perang. Albert dan Joey akhirnya dipisahkan oleh peperangan. Tapi ternyata keajaiban yang dimiliki oleh Joey banyak dirasakan oleh orang-orang yang bertemu dengannya selama perjalanannya di Perang Dunia I tersebut. Tapi apakah Albert dan Joey akan bertemu kembali?

20 Jan 2012

THE IRON LADY (2011)

Film biopic tentang Margaret Thatcer yang diperankan oleh Meryl Streep tampak seperti sebuah tontonan yang menggiurkan dan sangat berpotensi berbicara banyak di berbagai ajang penghargaan termasuk Oscar. Mery Streep sendiri lewat perannya di film ini baru saja memenangkan Golden Globe untuk kategori "Best Actress-Drama" dan membuat Streep saat ini jadi kandidat terkuat meraih "Best Actress" di Oscar 2012. Selain itu masih banyak penghargaan lainnya yang membuatnya lebih diunggulkan ketimbang pesaing-pesaingnya macam Viola Davis ataupun Michelle Williams. Kemudian pagi ini saya agak kaget melihat The Iron Lady sudah tayang di bioskop mengingat selama ini film yang sudah lama mendapat status coming soon adalah The Muppets. Mungkin ini karena faktor kemenangan Meryl Streep di Golden Globe.

Film ini dimulai dengan menceritakan masa tua Margaret Thatcher yang telah ditinggal mati oleh sang suami. Thatcher sendiri terlihat belum merelakan kepergian cintanya itu dimana bayangan sang suami masih saja mengisi kesehariannya. Margaret Thatcher memang mengidap penyakit "dementia" dan itu sangat berdampak pada kehidupannya sehari-hari yang selalu merasa sang suami masih tinggal bersamanya meskipun Thatcher sendiri sadar bahwa suaminya telah meninggal dunia tapi suara dan wujud nyata suaminya masih selalu ada. Kemudian kita akan dibawa melihat juga masa lalu Margaret Thatcher yang disaat muda hanyalah seorang gadis yang membantu ayahnya berjualan di sebuah toko lalu kemudian mulai merintis karirnya didunia politik sebagai anggota partai konservatif dan kemudian menjadi pemimpin partai tersebut. Dan tentunya puncak karir Margaret Thatcher adalah saat dia terpilih sebagai Perdana Menteri wanita pertama di Inggris sekaligus terlama dimana dia menjabat selama 11 tahun dari 1979 - 1990. Tapi posisi yang ditempatinya amat berat saat M.T. harus berurusan dengan berbagai masalah mulai dari krisis ekonomi sampai perang memperebutkan Falklands dengan pihak Argentina. 

12 ANGRY MEN (1957)

Apakah menarik menonton 12 orang berdebat selama lebih dari 90 menit dalam satu ruangan? Jawabannya adalah sangat menarik! Dikisahkan dalam sebuah persidangan argumen terkahir telah dibacakan dan hakim meminta 12 orang juri untuk berdiskusi mengenai keputusan final apakah tersangka bersalah atau tidak. Kasusnya sendiri adalah mengenai remaja 18 tahun yang dituduh membunuh ayahnya sendiri dengan cara menusukkan pisau ke dada sang ayah. Apabila dinyatakan bersalah maka dia akan dihukum mati. Untuk menentukannya maka kedua belas juri tersebut semuanya harus sepakat dengan satu suara. Jika ada satu juri saja yang berbeda suara maka diskusi harus terus dilanjutkan hingga mencapai satu kesepakatan.

Kedua belas juri itu memasuki ruangan dengan suasana santai meskipun ruangan tersebut sangatlah panas. Mereka sepertinya sudah tidak kebingungan lagi menentukan keputusan. Kemudian diskusi dibuka dengan dipimpin oleh juri #1 (Martin Balsam) yang meminta sebelas juri lainnya melakukan vote dengan cara mengangkat tangan apabila mereka setuju remaja itu bersalah. Dari segala bukti dan kesaksian yang ada memang tersangka sangat diberatkan dan nampaknya tidak perlu berpikir keras guna memutuskan bahwa dia bersalah. Tapi apa yang terjadi adalah hanya 11 juri yang mengangkat tangan. Juri #8 (Henry Fonda) berbeda pendapat. Tapi dia sendiri tidak mengatakan bahwa remaja itu tidak bersalah, tapi menurutnya alangkah baiknya jika diskusi yang menyangkut nyawa orang lain tidak hanya berjalan 5 menit saja. Juri #8 ingin membicarakannya lebih jauh lagi. Lagi pula dia masih mempunyai keraguan atau reasonable doubt yang membuatnya tidak berani memutuskan tersangka bersalah. Sebuah pernyataan yang membuat 11 juri lainnya geram karena mengatakan hal itu akan buang-buang waktu karena tersangka sudah jelas bersalah. Tapi apa yang terjadi berikutnya adalah sebuah diskusi luar biasa yang berjalan diluar dugaan.

19 Jan 2012

TINKER TAILOR SOLDIER SPY (2011)

Seorang Gary Oldman yang sudah berusia diatas 50 tahun berperan sebagai seorang agen rahasia di film yang disutradarai oleh Tomas Alfredson (Let the Right One In)? Tentu saja dari situ sudah bisa sedikit ditebak bahwa filmnya tidak akan seperti film espionage lain yang penuh dengan adegan aksi yang bombastis dan memacu adrenaline layaknya The Bourne Trilogy atau mungkin James Bond. Gary Oldman sebagai George Smiley akan lebih banyak beraksi dengan otak daripada otot. Selain Gary Oldman masih banyak lagi aktor kelas atas yang meramaikan film ini seperti Colin Firths, Tom Hardy, Mark Strong dan Benedict Cumberbatch yang dikenal lewat serial TV Sherlock Holmes. Layaknya Let the Right One In yang dingin dan berjalan perlahan tapi bisa tiba-tiba "menusuk" dengan adegan gore, Tinker Tailor Soldier Spy juga berjalan dengan perlahan tapi lalu menusuk kita dengan berbagai twist dan suguhan akting berkelas para pemainnya.

George Smiley adalah seorang agen veteran dari MI6 yang baru saja diberhentikan bersama atasannya, Control (John Hurt) setelah terjadi insiden tertembaknya Jim Prideaux (Mark Strong) yang diutus oleh Control mencari informan di Hungaria. Tapi kemudian Smiley kembali diminta bertugas untuk membongkar kedok mata-mata dari Soviet yang menyusup kedalam MI6. Dalam misinya itu Smiley juga dibantu oleh agen intelegen bernama Peter Guillam (Benedict Cumberbatch). Kita akan melihat Smiley secara perlahan memecahkan siapa sebenarnya agen rahasia yang disusupkan Soviet. Hebatnya, film ini bisa membuat semua orang jadi pantas dicurigai termasuk para petinggi MI6 seperti Bill Haydon (Colin Firth), Roy Bland (Ciaran Hinds), Toby Esterhase (David Dencik) dan sang pimpinan Percy Alleline (Toby Jones). Selain itu ada juga seorang agen yang sedang dalam pelarian, Ricki Tarr (Tom Hardy). Maka lengkaplah bidak catur dalam film ini.

18 Jan 2012

PARANORMAL ACTIVITY 3 (2011)

Yap, Paranormal Activity telah sampai pada installment ketiganya dan kali ini mengambil kisah sebelum dua film pertamanya tepatnya sekitar tahun 1988 pada saat Katie dan Kristi yang jadi sorotan utama di dua film sebelumnya masih kecil. Saya tidaklah antusias menyambut film ketiganya walaupun saya adalah satu dari sedikit orang yang menganggap Paranormal Activity 2 lebih baik dari film pertamanya yang membosankan dan hanya menang di orisinalitas cerita. Ide menjadikan film ketiganya sebagai prekuel sendiri bagi saya awalnya tidak lebih dari usaha memperpanjang nafas franchise ini yang mulai kehabisan ide. Karena memang sudah jadi ciri khas Hollywood jika ide untuk sekuel sudah mentok maka dibuatlah prekuel atau remake. Tapi ternyata saya terlalu berprasangka buruk, karena ternyata film ketiga ini membuat universe di Paranormal Activity jadi jauh lebih menarik.

Sekarang mari kita kembali ke tahun 1988 saat dua bersaudara Katie masih berumur 9 tahun dan Kristi baru 5 tahun. Mereka tinggal bersama sang ibu dan Dennis yang merupakan kekasih baru ibu mereka. Dennis yang kesehariannya bekerja sebagai kameramen acara pernikahan memang punya hobi merekam keseharian mereka. Tapi setelah suatu hari terjadi gempa bumi, kamera Dennis secara tidak sengaja merekam hal aneh yang membuatnya berinisiatif memasang 2 kamera yaitu di kamar tidurnya dan di kamar tempat Katie dan Kristi tidur. Merasa masih kurang, Dennis menambahkan 1 kamera lagi di dapur dimana teknik penempatan kamera ini adalah sebuah inovasi baru dan sangat brilian bagi saya (menggabungkan kipas angin dan kamera). Tentu saja ketiga kamera itu menangkap berbagai kejadian aneh. Disamping itu, Kristi sendiri dalam kesehariannya menunjukkan tingkah lagu yang janggal dimana dia sering berkomunikasi dengan seorang bernama Tobi yang sosoknya tidak terlihat. Belum lagi dengan kelakuan Katie yang sangat ingin melakukan pemanggilan hantu Bloody marry.

2nd IMBLOG CHOICE AWARDS: NOMINATIONS (FILM ASING)

Berbarengan dengan awards season yang sekarang sedang berlangsung, "Indonesian Movie Bloggers Community" juga kembali mengadakan ajang penghargaan untuk kedua kalinya setelah tahun lalu juga sukses mengadakan "IMBlog Choice Awards" yang pertama. Sekedar mengingatkan, "IMBlog Choice Awards" tahun lalu menjadikan Inception sebagai yang terbaik dimana dari 13 nominasi yang didapat, film arahan Christopher Nolan ini berhasil menang di 5 kategori untuk bagian "Jawara" dan 9 kategori di bagian "Tersohor". Masih sama seperti tahun lalu, "2nd IMBlog Choice Awards" dibagi menjadi pemenang "Jawara" yang dipilih oleh para anggota IMBlog Community, serta "Tersohor" dimana publik non-member dapat dengan bebas memilih pilihannya sendiri. Film-film yang di-seleksi adalah film-film yang tayang di bioskop Indonesia di tahun 2011 serta film-film 2010-2011 yang hadir dalam format DVD original. Kalau tahun lalu IMBlog versi Film Internasional dan Indonesia diadakan berbarengan, tahun ini untuk kategori film Indonesia akan diumumkan dan dibacakan mendekati Hari Perfilman Nasional, Maret nanti. Jika tahun lalu Inception, maka untuk nominasi tahun ini dipimpin oleh The Tree of Life yang juga memperoleh 13 nominasi. 

Untuk membaca review film yang masuk nominasi tinggal klik judul filmnya. Bagi yang ingin memilih untuk kategori "Tersohor" silahkan buka link ini. Dan inilah daftar lengkap "2nd IMBlog Choice Awards" :

17 Jan 2012

THE INBETWEENERS MOVIE (2011)

Diangkat dari sebuah sitkom sukses asal British yang ditayangkan dari tahun 2008 - 2010, The Inbetweeners Movie menyodorkan sebuah kisah yang sudah sering muncul dalam sebuah film komedi, yaitu mengenai sekumpulan remaja yang boleh dibilang looser dimana mereka berusaha mendapatkan liburan yang menyenangkan setelah lulus dari SMA. Liburan menyenangkan menurut mereka berempat adalah sebuah liburan untuk bisa sebanyak mungkin berhubungan seks dengan gadis-gadis cantik yang seksi dan mabuk sepuas-puasnya. Saya sendiri sama sekali belum pernah mendengar apalagi menonton sitkomnya, jadi apakah saya akan terpuaskan dengan filmnya?

Pertma amari kita berkenalan dengan keempat jagoan utama kita. Will (Simon Bird) adalah remaja nerd yang selalu diganggu oleh teman-temannya dan dia selalu kesulitan berkomunikasi dengan wanita apalagi sampai berpacaran dan berhubungan seks. Sebelum kelulusan Will dikejutkan oleh sang ayah saat dia memberitahu anaknya bahwa dia telah menikah lagi dengan seorang wanita yang jauh lebih muda. Lalu ada Simon (Joe Thomas) yang baru saja diputuskan oleh Carli (Emily Head). Simon yang masih mencintai Carli jelas sangat sedih dan depresi akan hal tersebut. Lalu ada  Jay (James Buckley) yang selama ini belum pernah sekalipun melihat gadis telanjang secara langsung dan hanya bermasturbasi didepan laptopnya. Merasa harus bersenang-senang, mereka lalu merencanakan liburan ke Malia. Neil (Blake Harrison) menjadi orang yang mengurus tempat mereka menginap dan sebagainya. Lalu dimulailah acara liburan mereka berempat yang tentunya tidak berjalan sesenang dan segila yang mereka bayangkan, karena jangankan mengajak kencan, berbicara dengan para gadis saja mereka kesulitan. Dan masih banyak hal-hal konyol lainnya.

16 Jan 2012

69th GOLDEN GLOBE AWARDS WINNERS

Meskipun secara keseluruhan tidak ada kejutan besar, tapi bukan berarti Golden Globe tahun ini semuanya berjalan sesuai prediksi. Setidaknya ada 2 kemenangan yang diluar prediksi saya yakni untuk kategori "Best Director" yang dimenangkan Martin Scorsese (Hugo) dan "Best Screenplay" yang direbut oleh Woody Allen (Midnight in Paris). Meski begitu kemenangan mereka juga sudah diprediksi sebelumnya meski hanya ditempatkan sebagai kandidat nomer dua dibawah para frontrunner macam The Descendants atau The Artist. Kedua film itu sendiri merajai perolehan piala kali ini dimana The Artist memenangi 3 piala sedangkan The Descendants 2 piala. Hal itu membuat keduanya menjadi calon kuat peraih "Best Picture" untuk Oscar. Sedangkan Hugo sepertinya juga siap memberikan kejutan sebagai kuda hitam untuk Oscar nanti. Untuk kategori "Best Supporting Actress" saya agak kecewa karena saya menjagokan Jessica Chastain (The Help) dimana kategori itu akhirnya dimenangkan oleh Octavia Spencer yang juga bermain di film yang sama. Tapi setidaknya itu memang pantas melihat aktingnya yang memang bagus. Golden Globe tahun ini juga memberikan piala ketiga bagi George Clooney dan juga yang ketujuh bagi seorang Meryl Streep. Kedua orang ini memang legenda hidup.Lalu penghargaan "Cecil B. DeMille" tahun ini diberikan pada Morgan Freeman yang memang sangat pantas mendapatkannya setelah kontribusinya yang amat besar dalam dunia perfilman. Freeman pernah menjajal banyak peran mulai dari seorang narapidana sampai Tuhan pernah dia perankan. Jadi inilah daftar lengkap pemenang Golden Globe 2012:

15 Jan 2012

DARK WATER (2002)

Disutradarai oleh Hideo Nakata yang dulu menyuguhkan pada kita teror Sadako dalam Ring yang kini telah melegenda sebagai salah satu film horror terbaik dari Jepang. Selain 3 film Ring yang dibuatnya (1 film original, 1 sekuel dan 1 sekuel dari remake Hollywood), Hideo Nakata juga cukup dikenal lewat Dark Water yang juga seringkali disebut sebagai salah satu film horror Jepang terbaik. Saya sendiri sangat menunggu untuk ditakut-takuti oleh film ini mengingat Ring dengan Sadako dan hantu-hantunya berhasil membuat saya ketakutan. Tapi yang saya dapat ternyata justru suguhan medioker yang jangankan dibandingkan dengan karya klasik Hideo Nakata tersebut, bahkan jika harus dibandingkan dengan film horror Jepang lainnya menurut saya Dark Water masih kalah seram.

Yoshimi Matsubara (Hitomi Kuroki) sedang dalam proses perceraian dan berusaha mendapatkan hak asuh terhadap anaknya yang baru berusia 6 tahun, Ikuko (Rio Kanno). Mereka berdua pindah ke sebuah apartemen yang tidak terlalu besar. Awalnya kehidupan mereka tenang-tenang saja meski ada satu hal yang mengganggu yaitu air yang menetes dari atap apartemen mereka. Tapi tentunya tidak ada yang mencurigakan dari langit yang bocor saat musim hujan bukan? Tapi lama kelamaan beberapa hal aneh mulai terjadi. Yoshimi sempat melihat sosok gadis kecil yang misterius. Selain itu Ikuko juga menemukan sebuah tas berwarna merah yang anehnya meski sudah dibuang selalu muncul kembali. Dan yang tidak kalah meresahkan adalah air yang menetes dari atap rumah makin lama makin banyak dan tempat yang bocor makin luas saja. Tanpa mereka ketahui sebenarnya apartemen tersebut pernah menyimpan misteri dan tragedi.

DON'T BE AFRAID OF THE DARK (2011)

Saya hanya pernah mendengar sekilas saja mengenai film televisi berjudul Don't Be Afraid of the Dark yang rilis tahun 1973. Remake terhadap film tersebut juga tidaklah terlalu spesial karena remake film horor klasik Hollywood seperti yang kita tahu lebih sering merusak versi aslinya. Saya juga tidak begitu tertarik dengan cast film ini mulai dari Guy Pearce, Katie Holmes sampai aktris cilik Bailee Madison. Sutradara Troy Nixey yang baru menjalani debutnya lewat film ini setelah sebelumnya adalah seorang "comic book artist" juga jelas bukan jadi magnet yang kuat dari film ini. Jadi apa yang membuat saya tertarik menonton remake ini? Jelas nama Guillermo del Toro alasannya. Saya termasuk orang yang terkesan dengan visi del Toro dalam menciptakan dunia dalam film-filmnya termasuk Pan's Labyrinth yang gothic dan unik tersebut. Jadi meskipun hanya sebagai produser, saya berharap pengaruh del Toro akan terasa kuat seperti pada film-film yang diproduseri Spielberg yang selalu terasa kental ciri khas dari sang produser.

Sally (Bailee Madison) kini harus tinggal bersama sang ayah, Alex (Guy Pearce) setelah sang ibu mengirimnya untuk pindah dan tinggal bersama ayahnya tersebut. Selain bersama sang ayah, Sally juga harus tinggal bersama pacar baru ayahnya, Kim (Katie Holmes) yang tidak terlalu dia sukai. Mereka bertiga lalu tinggal disebuah mansion tua yang cukup megah dimana mansion tersebut sedang direnovasi oleh Alex dan Kim. Pada awalnya, rasa ingin tahu Sally membawanya menemukan sebuah ruang bawah tanah di mansion tersebut. Lalu sejak penemuan ruang tersebut Sally sering mendengar bisikan-bisikan aneh yang memanggil namanya. Awalnya bisikan-bisikan tersebut terasa seperti ajakan pertemanan, tapi sebenarnya itu adalah bisikan mematikan dari para makhluk kecil ganas dan mengerikan yang dahulu pernah meninggalkan kisah horror bagi pemiliknya.

13 Jan 2012

KALA (2007)

Bukan, ini bukanlah review lama yang baru sempat saya publish. Saya memang baru sekarang ini menonton film kedua Joko Anwar ini. Saya sendiri baru sejak tahun 2011 lalu mulai rutin menonton film Indonesia yang saya anggap layak tonton di bioskop. Baru di 2011 jugalah saya mencoba mencari-cari film Indonesia berkualitas yang sebelumnya telah saya lewatkan seperti Quickie Express, Under the Tree dan beberapa film lain. Untuk film yang disutradarai Joko Anwar sendiri saya belum menyaksikan Janji Joni tapi sudah menonton Pintu Terlarang itupun sudah 2 tahun yang lalu dan saat itu saya masih melihat film sebagai hiburan semata dan kurang menikmati Pintu Terlarang yang buat saya saat itu terasa berat, jadi saya tidak akan membandingkan kedua film karya Joko Anwar ini.

Eros (Ario Bayu) adalah seorang polisi yang tengah menyelidiki kasus pembakaran terhadap 5 orang yang menewaskan kelimanya secara mengenaskan. Diluar kehidupannya sebagai polisi, Eros adalah seorang homoseksual. Sementara itu seorang wartawan bernama Janus (Fachri Albar) juga tengah menyelidiki kasus tersebut. Janus sendiri menderita penyakit narkolepsi yang membuatnya mudah sekali tiba-tiba tertidur apabila emosinya sedang memuncak misal terlalu panik, antusias ataupun marah. Hal itu jugalah yang membuat sang istri, Sari (Shanty) menggugat cerai Janus karena dia merasa sang suami tidak bisa memenuhi nafkah batinnya karena setiap akan berhubungan Janus selalu tiba-tiba tertidur. Janus yang masih menyelidiki kasus kematian 5 orang tersebut secara diam-diam meletakkan tape recorder dalam pot di kamar mayat dimana salah seorang istri korban ada disitu dan menolak diwawancara.

12 Jan 2012

TOP 10 MOVIES OF 2011

Setelah lewat setengah bulan dari 2011, akhirnya saya putuskan untuk merilis daftar film 2011 FAVORIT saya. Ya, saya lebih suka menyebutnya favorit daripada terbaik karena penyusunan list ini juga sangatlah subjektif. Belum tentu film yang lebih berkualitas akan mendapat urutan yang lebih tinggi. Beberapa film diluar list yang saya buat ini banyak yang menurut saya lebih berkualitas seperti Contagion, Marta Marcy May Marlene, The Kid WIth A Bike dan masih banyak lagi. Tapi favorit memang bagi saya tidak harus lebih baik. Pada tahun ini juga saya untuk pertama kalinya mulai menonton film Indonesia di bioskop, tentunya dengan penyeleksian terlebih dahulu. Alhasil saya sangat terpuaskan dimana ada 3 film yang sempat masuk kedalam daftar saya, yaitu Catatan Harian Si Boy, ? (Tanda Tanya) dan The Mirror Never Lies. Sedang untuk film luar, masih banyak film yang belum saya tonton. Film calon nominasi Oscar macam The Artist, War Horse, Hugo sampai remake The Girl With the Dragon Tattoo dari David Fincher harus saya lewatkan. Oya, saya sendiri cukup sedih dengan kualitas film animasi tahun ini yang menurun dimana tidak ada film yang masuk 10 besar untuk tahun ini, padahal tahun lalu ada How to Train Your Dragon, bahkan Toy Story 3 jadi film terfavorit saya tahun 2010. Dan inilah 10 film terfavorit saya untuk tahun 2011 plus 10 honorable mentions:

ANOTHER EARTH (2011)

Jangan tertipu dengan judul ataupun materi promosi yang diberikan film ini, karena debut penyuteradaraan Mike Cahill ini tidaklah berfokus pada eksplorasi dan penelusuran mengenai "Bumi yang lain" tapi lebih condong kearah drama daripada science fiction. Memang film ini menampilkan kembaran Bumi, tapi sama seperti Melancholia yang lebih terfokus pada psikologis karakternya dibandingkan mengenai akhir dunia, Another Earth juga lebih berfokus pada penebusan dosa dan penerimaan diri serta berbagai hal lain yang menyangkut dramanya dibandingkan fokus pada keberadaan kembaran Bumi yang apabil diterapkan untuk film Roland Emerich bisa menghasilkan sebuah plot mengenai kesalah pahaman antara 2 dunia (baca: 2 Amerika) yang akhirnya menimbulkan perang besar antara kedua planet.

Rhoda Williams (Brit Marling) adalah seorang siswi SMU yang cerdas. Hal itu dia buktikan saat berhasil diterima di MIT. Sepulang dari pesta untuk merayakan keberhasilannya tersebut, Rhoda yang menyetir sendirian dalam keadaan mabuk mendengarkan sebuah berita di radio tentang kemunculan sebuah planet berwarna biru yang katanya sangat mirip dengan Bumi. Rhoda yang penasaran terus meperhatikan planet tersebut tanpa sadar bahwa mobilnya sedang melaju kencang tepat kearah mobil yang dinaiki seorang komposer, John Burroughs (William Mapother) bersama istri dan anaknya. Akhirnya tabrakan tak bisa dihindari dan merenggut nyawa istir dan anak John. John sendiri mengalami koma untuk beberapa waktu, sedangkan Rhoda harus mendekam dalam penjara selama 4 tahun. Kejadian itu akhirnya menghancurkan hidup Rhoda dan John, sementara kembaran Bumi yang dijuluki "Earth Two" makin nampak jelas. Bagaimana keduanya bisa menghadapi kehidupan masing-masing pasca tragedi tersebut dan apa hubungannya dengan "Earth Two"?

9 Jan 2012

KILL LIST (2011)

Dari judulnya film ini terlihat akan menjadi sebuah sajian yang brutal dan penuh unsur sadisme. Kemudian saya membaca review film ini di majalah Total Film Indonesia yang memberikan nilai 5 bintang alias nilai sempurna. Lalu saya teringat akan film I Saw the Devil yang brutal, sadis dan saya pastikan akan masuk daftar film terbaik saya untuk tahun 2011. Harapan saya untuk film ini menjadi tinggi. Saya mengharapkan sebuah sajian yang brutal, sadis sekaligus pintar dan terlihat keren tapi juga punya emosi didalamnya seperti I Saw the Devil. Film yang disutradarai Ben Wheatley ini berkisah mengenai Jay (Neil Maskell) mantan tentara yang sekarang telah menganggur selama 8 bulan lamanya dan hal tersebut mempengaruhi hubungannya dengan sang istri, Shel (MyAnna Buring).

Shel sangat terganggu dengan kondisi sang suami yang tidak juga bekerja padahal sudah 8 bulang menganggur. Shel bertambah marah setelah Jay menghabiskan sisa simpanan uang mereka untuk membeli sebuah jacuzzi. Jay sendiri mempunyai kepribadian yang mudah meledak sehingga itu makin sering memancing keributan dengan istrinya. Hal itu juga sedikit banyak mengganggu putera mereka yang baru berusia 7 tahun. Kemudian kawan lamanya, Gal (Michael Smiley) datang dengan sebuah tawaran pekerjaan sebagai pembunuh bayaran. Sempat menolak pada awalnya, Jay akhirnya menerima tawaran tersebut karena kebutuhannya akan uang untuk keluarganya. Tapi misi itu ternyata bukan pekerjaan biasa saat Jay seringkali kehilangan kendali dalam menjalankan misi dan saat mereka mengetahui ada yang tidak beres dalam misi tersebut.

NORWEGIAN WOOD (2010)

"Norwegian Wood" adalah judul dari salah satu lagu milik The Beatles yang akhirnya menginspirasi Haruki Murakami menulis sebuah novel dengan judul sama yang rilis tahun 1987. 23 tahun kemudian sutradara asal Vietnam, Tran Anh Hung mengangkat novel tersebut ke layar lebar. Tran Anh Hung sendiri mulai angkat nama sejak film debutnya, The Scent of Green Papaya yang rilis tahun 1993 berhasil menjadi nominasi Oscar untuk Best Foreign Film. Norwegian Wood  sedniri mempunyai 2 nama besar lain didalamnya, yaitu aktor Kenichi Matsuyama yang terkenal lewat perannya sebagai L dalam 2 film Death Note dan 1 spin-off. Satu lagi nama besar adalah Rinko Kikuchi yang sempat meraih nominasi Oscar untuk Best Supporting Actress lewat perannya sebagai gadis bisu dalam Babel.

Berkisah di Tokyo pada tahun 60-an, diceritakan Toru Watanabe (Kenichi Matsuyama) masih merasakan kehilangan setelah teman baiknya, Kizuki (Kengo Kora) meninggal setelah bunuh diri. Toru yang coba melarikan diri dari hal itu akhirnya berkuliah di Universitas Tokyo. Suatu hari saat sedang berjalan-jalan Toru bertemu secarar tidak sengaja dengan Naoko (Rinko Kikuchi) yang tidak lain adalah mantan pacar Kizuki. Mereka akhirnya mulai menjalin hubungan yang lebih dekat. Naoko sendiri saat itu masih mengalami teknan dan depresi akibat meninggalnya Kizuki. Hubungan Toru dan Naoko akhirnya semakin intim dan mulai jatuh cinta satu sama lain. Tapi setelah ulang tahunnya yang ke-20 Naoko menghilang.

7 Jan 2012

MONEYBALL (2011)

Sutradara Bennett Miller yang pada tahun 2005 lalu berhasil meraih nominasi Oscar melalui filmnya Capote kali ini kembali lagi setelah 6 tahun absen membuat film. Kali ini dia mengangkat kisah hidup Billy Beane yang merupakan seorang GM (General Manager) dari Oakland Athletic, sebuah klub baseball kecil yang prestasinya juga jauh dari kata mengesankan. Sama seperti Capote, nama Philip Seymour Hoffman juga jadi salah satu pemain dalam film ini, bedanya kali ini dia tidak menjadi aktor utama. Peran aktor utama jatuh pada Brad Pitt. Selain mereka berdua nama komedian Jonah Hill juga turut mengisi jajaran pemain di Moneyball. Yang menarik, naskah film ini ditulis oleh dua Steven Zailian dan Aaron Sorkin. Zailian pernah mendapat 3 nominasi Oscar untuk naskahnya dan berhasil memenangkan satu. Sedangkan Aaron Sorkin seperti yang kita tahu tahun lalu baru saja memenangi Oscar untuk Best Adapted Screenplay lewat The Social Network. Yang menarik adalah film ini juga merupakan adaptasi dari sebuah buku. Jadi tentunya naskahnya akan sangat menjanjikan.

Setelah menderita kekalahan di postseason 2001, tim Oakland Athletic tengah mempersiapkan diri menghadapi musim 2002. Tapi persiapan mereka terganggu saat 3 orang pemain bintangnya pindah ke tim lain. Hal itu tentu saja memusingkan sang GM, Billy Beane (Brad Pitt) yang harus menemukan pemain baru untuk menggantikan mereka. Masalahnya adalah Oakland Athletic termasuk tim dengan bujet belanja yang minim sehingga sulit bagi mereka menemukan pemain berkualitas. Sampai kemudian dia bertemu dengan Peter Brand (Jonah Hill) yang menarik perhatian Billy karena Peter melakukan penghitungan kemampuan pemain dan hal-hal lain dalam tim lewat statistik dan angka-angka. Hal itulah yang membuat Billy akhirnya merekrut Peter untuk menjadi asistennya dan menerapkan teori tersebut di timnya.

6 Jan 2012

THE KID WITH A BIKE (2011)

Ada banyak sekali karakter dalam film yang terasa menyebalkan khususnya karakter anak-anak, tapi menurut saya hanya ada 2 jenis karakter bocah menyebalkan dalam film. Yang pertama adalah yang sangat menyebalkan tapi dia menyebalkan tanpa dasar yang kuat kenapa dia menyebalkan. Jadi seolah karakter itu memang hanya harus terlihat menyebalkan. Contohnya adalah Dakota Fanning di War of the Worlds dan Jaden Smith di The Day the Earth Stood Still. Tapi ada juga tipe yang menyebalkan tapi sifat menyebalkannya itu punya latar belakang kenapa bisa terbentuk pada diri anak itu. Nah, karakter Cyril yang diperankan Thomas Doret dalam film ini masuk tipe yang kedua.

Cyril yang baru berusia 11 tahun ditinggalkan oleh sang ayah di sebuah panti asuhan. Cyril yang hanya diberitahu akan tinggal sementara waktu disana merasa tidak percaya saat mendapati fakta bahwa ayahnya telah pergi meninggalkannya. Bahkan sang ayah juga telah meninggalkan apartemennya. Tapi yang membuat Cyril paling tidak percaya adalah saat sang ayah menjual sepeda kesayangan Cyril. Padahal selama ini Cyril selalu menghabiskan waktunya mengendarai sepeda tersebut. Lalu Cyril tanpa sengaja bertemu dengan seorang penata rambut bernama Samantha (Cécile de France). Samantha ternyata menaruh simpati pada Cyril bahkan dia juga berhasil menemukan sepeda Cyril. Semenjak itu tiap akhir pekan Cyril selalu tinggal bersama Samantha. Tentu bukan hal mudah bagi Samantha menghadapi Cyril yang perilakunya tidak mau diatur dan terkadang "liar". 

4 Jan 2012

APOLLO 18 (2011)

Mengatakan ide awal film ini cerdas saya rasa agak berlebihan mengingat sebenarnya sangat banyak lubang dalam premise awalnya. Jadi kata-kata yang tepat mungkin adalah menarik. Yak, ide awal atau premis film ini sangat menarik. Idenya adalah mengapa manusia tidak pernah kembali lagi ke Bulan? Padahal setelah pendaratan pertama Neil Amstrong dalam Apollo 11 ada 6 misi lagi yang berangkat hingga Apollo 17. Setelah itu sebenarnya Apollo 18, 19 dan 20 akan diberangkatkan tapi karena beberapa faktor termasuk kendala teknis dan biaya maka misi tersebut dibatalkan. Tapi anehnya kenapa berpuluh tahun setelahnya tidak ada lagi pendaratan manusia di bulan? Nah, dalam film ini diceritakan bahwa sebenarnya Apollo 18 telah diluncurkan secara diam-diam.

Peluncuran diam-diam tersebut berlangsung pada Desember 1974 dan menyertakan 3 orang astronot, yaitu Benjamin, Nate dan John. Untuk memantau jalannya misi beberapa kamera ditempatkan mulai dari didalam pesawat sampai kamera yang dibawa oleh para astronot tersebut untuk merekam jalannya misi. Dalam misi itu Nathan dan Benjamin mendarat di bulan untuk mengambil beberapa sampel dan melakukan eksplorasi di permukaan bulan sedangkan John menunggu di orbit. Setelah misi berjalan beberapa hari, Nate dan Benjamin mulai menemukan berbagai keanehan seperti frekuensi yang sering terganggu sampai akhirnya penemuan pesawat antariksa milik Uni Soviet yang anehnya tidak terdapat satupun awak dan hanya bercak-bercak darah saja yang tersisa. Apakah yang sebenarnya ada diatas sana?

3 Jan 2012

CRAZY, STUPID, LOVE (2011)

Sebuah rom-com yang disutradarai oleh duo Glenn Ficarra dan John Requa yang pernah memberikan suguhan bagus dalam I Love You Phillip Morris jelas cukup menjanjikan. Apalagi didalamnya terdapat banyak sekali bintang mulai dari Steve Carell, Ryan Gosling, Julianne Moore, Emma Stone, Marisa Tomei, Kevin Bacon sampai penyanyi Josh Groban turut meramaikan film ini. Ya, ini adalah sebuah ensemble cast yang sangat menggiurkan. Kisahnya sendiri memiliki beberapa subplot meskipun bukan film dengan plot super banyak macam Love Actually atau Valentine' s Day. Jadi apakah film ini segila dan seromantis judulnya?

Cal (Steve Carell) mendapatkan sebuah makan malam yang menyedihkan dimana saat itu istrinya, Emily (Julianne Moore) meminta untuk cerai. Padahal keduanya telah menikah selama 25 tahun dan pernikahan itu terancam berakhir dimana saat itu Emily juga mengaku bahwa dia telah berselingkuh dengan David Lindhagen (Kevin Bacon) yang tidak lain adalah rekan kerjanya. Meskipun berat menerima hal itu Cal coba berbesar hati dan akhirnya meninggalkan rumah. Dalam kondisi yang masih sakit hati, Cal bertemu dengan seorang womanizer bernama Jacob (Ryan Gosling) di sebuah bar. Merasa kasihan dengan Cal, Jacob akhirnya mencoba membantu Cal keluar dari sakit hatinya dengan cara mengajarkan pada Cal cara untuk bisa menjadi seorang womanizer. 

DOLPHIN TALE (2011)

Embel-embel "Inspired by a true story" adalah salah satu faktor yang bisa membuat sebuah film laris manis dipasaran, apalagi jika kisah yang dijadikan acuan adalah kisah yang luar biasa, unik ataupun menggugah dan memberikan pelajaran-pelajaran bagi yang menonton. Dolphin Tale sendiri menggunakan formula serupa. Kisahnya diangkat dari kisah nyata tentang seekor lumba-lumba bernama Winter yang harus hidup tanpa ekornya setelah pada Desember 2005 dia ditemukan dalam kondisi penuh luka di bibir pantai. Setelah sempat diadaptasi dalam bentuk buku, kisah tentang Winter itu diangkat dalam film ini dan disutradarai oleh Charles Martin Smith yang 15 tahun lalu  memperkenalkan kita pada Buddy seekor anjing jago basket dalam film Air Bud. 

Kisahnya sendiri jelas mendapat dramatisasi. Dalam filmnya setelah ditemukan oleh seorang pemancing, Winter lalu mendapatkan pertolongan dari bocah 11 tahun bernama Sawyer (Nathan Gamble). Sawyer adalah bocah penyendiri yang menghabiskan harinya dengan menyendiri dalam bengkelnya. Saat sepupunya, Kyle (Austin Stowell) harus menjalankan tugas militer di Iraq Sawyer makin sendirian dan kesepian. Sampai akhirnya kemunculan Winter membuat Sawyer menemukan kembali kebahagiaan yang telah lama tidak dia rasakan. Tapi saat itu juga timbul masalah saat ekor Winter harus diamputasi. Memang setelah itu dia masih bisa berenang dengan cara lain, tapi hal itu malah menimbulkan cedera lain yang bisa mengancam nyawa lumba-lumba tersebut.

2 Jan 2012

MARGIN CALL (2011)

Ada kalanya sebuah film berisikan tema dan pokok bahasan yang berbobot dan berpotensi membuat orang yang awam dalam pokok bahasan tersebut tidak menyukai film itu. Tapi cara pembawaan yang menarik bisa membuat penonton awam menikmati film tersebut bahkan juga bisa belajar mengenai pokok bahasan yang awalnya dia tidak mengerti itu. Contoh film yang berhasil melakukan itu adalah Contagion dan Wall Street dimana kedua film tersebut tidak hanya bisa membuat saya yang awam dengan pokok bahasan yang dituturkan menjadi tertarik tapi juga bisa memberikan beberapa pengetahuan kepada saya. Margin Call sama seperti Wall Street dalam urusan tema yakni mengangkat seputar perekonomian. Lebih tepanya krisis yang menimpa sebuah perusahaan dimana hal itu terjadi tepat sebelum krisis ekonomi 2008 terjadi.

Pengurangan karyawan besar-besaran sedang terjadi di sebuah perusahaan. Eric Dale (Stanley Tucci) adalah salah satu karyawan yang dipecat. Sebelum meninggalkan kantor, Eric menyerahkan sebuah flashdisk berisi pekerjaan yang dia selesaikan kepada bawahannya, Peter Sullivan (Zachary Quinto) sambil menyuruh Peter untuk berhati-hati. Penasran akan kata-kata yang diucapkan Eric, Peter membuka isi flashdisk tersebut dan coba melanjutkan pekerjaan yang tengah diekrjakan mantan bosnya tersebut. Peter kemudian berhasil menemukan fakta dari perhitungan yang dilakukan Eric. Berdasarkan perhitungan yang Peter lakukan, perusahaan tersebut sedang terancam mengalami kerugian. Peter lalu melaporkan hal itu pada seniornya, Will (Paul Bettany) yang kemudian melaporkan itu pada atasan mereka Sam Rogers (Kevin Spacey). Sampai akhirnya dimulailah rapat dengan Jared Cohen (Simon Baker) sang pimpinan yang masih muda. Tidak menghasilkan keputusan yang tepat, akhirnya CEO perusahaan, John Tuld (Jeremy Irons) turun tangan langsung. Keadaan makin sulit saat Eric tidak bisa lagi dihubungi.

WARRIOR (2011)

Menampilkan Tom Hardy yang tengah mendaki puncak popularitas, Warrior sebenarnya tidak pernah saya perhitungkan pada awalnya. Premisnya sederhana dan sudah sering dipakai pada film bertema turnamen pertarungan yang lain. Bahkan formula mencampurkan konflik yang terjadi dalam keluarga dengan film bertema olahraga juga baru saja dipakai oleh The Fighter yang sukses tahun lalu meskipun saya sendiri tidak terlalu menyukai film itu meskipun harus diakui akting keempat pemeran utamanya sangat bagus. Berbeda dengan The Fighter, film arahan sutradara Gavin O'Connor ini hanya mengetengahkan konflik antara tiga tokohnya dimana kesemuanya adalah laki-laki. Hal itu seolah ingin menunjukkan walaupun film ini memasukkan unsur drama keluarga tapi tetap menjadi film yang jantan.

Tommy (Tom Hardy) dan Brendan (Joel Edgerton) adalah kakak beradik yang telah lama berpisah dan tidak pernah berjumpa selama belasan tahun. Hal itu terjadi setelah Tommy dan ibunya pergi meninggalkan sang ayah (Nick Nolte) yang pemabuk sedangkan Brendan memilih menikahi gadis yang dia cintai, Tess (Jennifer Morrison). Tahun demi tahun berlalu, kini Paddy bukan lagi seorang pemabuk dan menjadi seorang pengantu Kristen dan Tommy kembali datang padanya. Meskipun masih belum bisa memaafkan sang ayah, Tommy meminta supaya dirinya dilatih guna mempersiapkan diri menghadapi sebuah turnamen Mixed Martial Arts bernama "Sparta" yang memberikan hadiah $5 juta bagi juaranya. Tommy sendiri ternyata menyimpan sebuah cerita dari masa lalunya termasuk alasan kenapa dia mengikuti turnamen tersebut. Disisi lain Brendan yang tengah dililit hutang terpaksa kembali bertarung diatas ring dan akhirnya malah turut serta dalam "Sparta". Kini keduanya bertanding dalam sebuah turnamen bersama tapi dalam sisi yang berbeda dan tujuannya masing-masing.

1 Jan 2012

50/50 (2011)

Film yang bercerita tentang penyakit parah yang diderita sang tokoh utama biasanya akan dibuat untuk menguras air mata penonton aliase tearjerker. Caranya adalah dengan mendramatisasi ceritanya atau mungkin membuat karakternya seolah menjadi orang paling sial di muka Bumi dan akan membuatnya sangat loyal dalam menangis. Tapi dalam film yang ceritanya berbasis dari kisah hidup Will Reiser yang juga bertindak selaku penulis naskah ini tidak ada yang namanya dramatisasi berlebihan dan eksploitasi mengenai nasib sang penderita penyakit dalam menghadapi fase dimana dia kemungkinan akan meninggal dunia. Tapi dalam 50/50 kita bukannya diajak menangisi hal-hal tersebut tapi justru mengajak kita untuk memandang segala hal positif yang sebenarnya selalu muncul dalam tiap cobaan hidup.

Adam Learner (Joseph Gordon-Levitt) baru saja didiagnosa menderita kanker sumsum tulang belakang. Tentu saja hal tersebut sangat memukul Adam yang baru berusia 27 tahun. Tentu saja sangat berat bagi orang semuda itu menghadapi kenyataan bahwa kemungkinannya bertahan hidup hanyalah 50%. Tapi Adam tidak serta merta langsung menangisi nasibnya dan putus asa untuk melanjutkan hidup. Dia masih menjalani kemo dengan semangat. Di sekeliling Adam juga ada kerabat yang selalu mendukungnya seperti Kyle (Seth Rogen) yang merupakan sahabat Adam. Adam juga memiliki seorang pacar yang cantik dan bekerja sebagai pelukis bernama Rachael (Bryce Dallas Howard). Dukungan juga tentunya datang dari sang ibu (Anjelica Huston) yang selama ini juga harus mengurus sang suami yang menderita alzheimer.. Dukungan juga datang dari seorang therapist pemula bernama Katie (Anna Kendrick) yang meskipun sangat terlihat kurang berpengalaman tapi tidak pernah menyerah memberikan dukungan pada Adam meski kadang dukungan itu tidak ditanggapi dengan baik oleh sang klien.