Dua pengalaman terakhir saya dalam menonton film Kim Ki-duk yaitu Time dan Arirang tidak se-amazing pengalaman-pengalaman sebelumnya saat menonton film buatan sutradara Korea ini. Bagi saya Time terasa terlalu cerewet untuk ukuran film Kim Ki-duk dan alurnya yang berputar-putar terasa membosankan. Suasana magis seolah menyatu dengan alam yang jadi ciri Ki-duk juga tidak terasa karena Time punya set yang lebih realistis, yaitu sebuah perkotaan di Korea dan dalam dunia yang bisa dibilang "lebih modern". Sedangkan Arirang memang masih merupakan film yang lumayan bagus, setidaknya bagi saya yang merupakan penggemar Kim Ki-duk. Tapi film itu adalah sebuah dokumenter yang tentunya tidak akan memberikan sensasi yang sama jika dibanding film-film Ki-duk lainnya. Apalagi Arirang juga dibuat dengan kesederhanaan tingkat tinggi karena memang film itu dibuat nyaris tanpa biaya. Sampai akhirnya saya menonton The Bow atau yang punya judul Korea Hwal. Ya, disinilah saya akhirnya kembali merasakan perasaan unik yang hanya bisa ditemui jika menonton film buatan Kim Ki-duk.
Kim Ki-duk kembali menampilkan karakter "bisu" dalam filmnya. Di sebuah kapal yang mengapung di tengah laut tinggal pria tua berumur kira-kira 60-an (Jeon Seong-hwang). Tapi pria itu tidak tinggal sendirian, disana juga ada seorang gadis muda yang baru 16 tahun (Han Yeo-reum). Keduanya sama-sama tidak pernah mengucapkan satu katapun. Sang pria tua menjadikan kapal tempat ia tinggal itu sebagai tempat pemancingan. Tiap harinya dengan kapal motor ia menjemput beberapa orang yang akan memancing disana. Diantara para pemancng tersebut sering beredar banyak gosip tentang hubungan antara pria tua dan gadis tersebut. Ada yang bilang bahwa gadis itu sudah tinggal di kapal semenjak usia 6 tahun setelah ditemukan oleh pria tua itu dan selama 10 tahun tidak pernah meninggalkan kapal. Ada juga kabar yang mengatakan bahwa pria tua itu berniat untuk menikahi sang gadis saat usianya menginjak 17 tahun. Entah benar atau tidak, sang pria tua yang juga jago panah itu memang sangat protektif khususnya jika ada pemancing yang mencoba menggoda sang gadis. Sampai suatu hari datang seorang laki-laki yang seumuran dengan gadis itu (Seo Si-jeok). Tidak butuh waktu lama sampai akhirnya dua orang ini saling mencintai.













