Tiga tahun berselang setelah Psycho yang fenomenal, Alfred Hitchcock merilis sebuah film horror/suspense yang punya tema unik, yakni teror serangan burung. Film ini sendiri terinspirasi dari dua sumber. Yang pertama adalah sebuah short story berjudul The Birds yang ditulis oleh Daphne du Maurier pada 1952. Sedangkan inspirasi lainnya berasal dari kejadian nyata yang terjadi di California pada 1961 dimana para penduduk disana mendapati banyak bangkai burung di atap rumah mereka. Hitchcock yang tertarik kemudian meminta kopian berita mengenai peristiwa tersebut sebagai bahan penelitian untuk filmnya ini. Sekilas mungkin terdengar seperti ide yang konyol untuk sebuah film. Anakonda, buaya ganas sampai hiu putih jelas masih logis untuk dimasukkan dalam daftar hewan yang bisa memberikan teror mematikan, tapi burung? Tapi tunggu dulu, karena ini adalah film Alfred Hitchcock yang dikenal sebagai master of suspense. Dia adalah seseorang yang bisa membuat sebuah hal yang sederhana menjadi begitu menegangkan. Jadi bukan mustahil di tangan Hitchcock burung bisa lebih menyeramkan dari hiu putih sekalipun.
Melanie Daniels (Tippi Hedren) suatu hari bertemu dengan Mitch Brenner (Rod Taylor) saat sedang berada di sebuah toko burung di San Francisco. Merasa tertarik dengan tingkah laku Mitch yang misterius dan sempat "menipunya", Melanie lalu mencari tahu dimana Mitch tinggal. Sampai akhirnya ia tahu bahwa setiap weekend Mitch pergi ke Bodega Bay untuk mengunjungi ibunya, Lydia (Jessica Tandi) dan adik perempuannya yang berumur 11 tahun, Cathy (Veronica Cartwright). Dengan modus memberi kejutan sepasang lovebirds kepada Cathy yang akan berulang tahun, Melanie mendatangi rumah Mitch. Disana Melanie juga bertemu dengan Annie (Suzanne Pleshette) yang menjadi guru di sekolah Cathy. Di rumah Annie jugalah Melanie tinggal saat di Bodega Bay. Awalnya kunjungan Melanie terasa seperti sebuah liburan yang menyenangkan dimana hubungannya dengan Mitch juga makin dekat. Tapi lama kelamaan teror mulai terjadi, dimana sekumpulan burung mulai menyerang. Awalnya hanya satu dua ekor, tapi lama-lama ratusan burung menyerang warga kota termasuk Melanie.












