KILLING THEM SOFTLY (2012)

Tidak ada komentar
Setelah bekerja sama di The Assassination of Jesse James by the Coward Robert Ford, sutradara Andrew Dominik dan Brad Pitt kembali berduet dalam adaptasi dari novel Cogans' Trade karangan George V. Higgins yang terbit tahun 1974. Perbedaan yang cukup mendasar antara novel dan filmnya tentu saja setting waktu, karena Killing Them Softly mengambil masa pada tahun 2008 dimana Amerika Serikat sedang mengalami krisis finansial. Masa itu juga bersamaan dengan masa kampanye yang melibatkan Barrack Obama dan John McCain. Film ini juga dibuka dengan sebuah adegan unik yang menampilkan potongan adegan yang diselingi oleh pidato dari Obama sendiri. Kemudian kita akan melihat Frankie (Scoot McNairy) dan temannya yang seorang heroin addict bernama Russell (Ben Mendelsohn) dimana keduanya tengah bertemu untuk membicarakan sebuah pekerjaan yang ditawarkan oleh Johnny "Squirrel" Amato (Vincent Curatola). Pekerjaan tersebut tidak lain adalah untuk merampok sebuah tempat bermain poker para mafia yang dimiliki Markie (Ray Liotta). Sebelumnya Markie pernah merampok tempat miliknya itu sendiri untuk mendapatkan uang berlebih. Harapannya adalah jika terjadi perampokan lagi maka Markie yang akan dicurigai.

Namun akan mudah untuk ditebak bahwa rencana itu tidak akan berjalan seperti yang diharapkan. Akibat sebuah kecerobohan, kejahatan tersebut terungkap dan dikirimlah Jackie Cogan (Brad Pitt), seorang pembunuh bayaran untuk membunuh Frankie, Russell dan Squirrel. Killing Them Softly seolah menjadi sebuah judul yang menggambarkan keseluruhan isi filmnya. Film ini memang berkisah tentang berbagai macam pembunuhan dan punya beberapa karakter pembunuh bayaran. Namun disisi lain, film ini tidak berjalan dengan cepat, melainkan punya alur yang mengalir perlahan. Layaknya pembunuhan, film ini bukanlah seperti seorang pembunuh yang melakukan aksinya dengan brutal dan keras, namun lebih kearah pembunuh yang menghabisi korbannya dengan perlahan-lahan (walaupun memang pada kenyataannya karakter Jackie Cogan adalah pembunuh yang punya modus operandi seperti itu). Killing Them Softly lebih banyak mengisi kisahnya dengan dialog panjang yang cukup rumit antara tokohnya. Terasa lambat dan cukup membosankan, namun lewat dialog-dialog itulah film ini coba menyampaikan segala pesannya.
Killing Them Softly terasa sebagai sebuah kritikan terhadap sebuah konsep mengenai persatuan bangsa yang akan berujung pada kesejahteraan dan kebahagiaan rakyat-rakyatnya. Film ini terdengar berusaha mencibir mengenai orang-orang yang tidak akan merasakan perubahan apapun walaupun dipimpin oleh sosok yang menjanjikan perubahan. Disini para pembunuh dan kriminal merasa bahwa yang penting adalah mencari uang untuk mereka sendiri, persetan dengan konsep persatuan bangsa. Seperti yang disampaikan oleh Jackie Cogan bahwa pada akhirnya di Amerika mereka bukanlah satu dan tetap hidup untuk diri masing-masing. Killing Them Softly adalah sebuah film dengan plot kriminalitas yang dibalut dengan dialog yang menyindir hal tersebut. Namun sayangnya kedua hal itu tidak menyatu. Plot tentang kriminalitasnya berjalan sendiri, begitu pula dengan rangkaian dialognya, tidak terasa adanya saling mendukung antara kedua aspek tersebut. Dengan alurnya yang berjalan lambat dan tidak menyajikan rasa yang baru mengenai kejahatan yang tidak berjalan lancar lalu diutuslah pembunuh untuk "membersihkan" semua kekacauan, dialog panjang yang ada juga makin membuat film ini terasa membosankan.

Bicara tentang para aktornya, Killing Them Softly tidaklah mengecewakan, namun saya juga tidak merasakan adanya kualitas akting yang patut dipuja disini. Brad Pitt mungkin adalah yang paling menonjol. Karismanya tidak perlu diragukan lagi. Sosok Jackie Cogan yang dingin, tidak peduli akan hal atau orang selain dirinya mampu dibawakan dengan begitu baik meski karakter ini tidak dieksplorasi lebih dalam latar belakangnya. Namun kemunculan Cogan di film ini selalu membuat saya terbangun dari rasa kantuk. Semua momen yang menampilkan Cogan menarik, baik itu adegan pembunuhan yang ia lakukan dengan brutal dan dirangkum dengan indah sampai momen saat dia berdialog dimana meski seperti yang sudah saya tuliskan bahwa dialognya kurang terhubung baik dengan ceritanya, namun pembawaan Brad Pitt dalam menghantarkan baris kata-katanya membuat dialog dari Jackie Cogan tidak terasa kosong.

Killing Them Softly punya potensi menjadi sebuah crime movie yang brutal, stylish, cerdas dan menyimpan banyak kritikan didalamnya. Namun sayang film ini berakhir cukup membosankan akibat eksekusi yang kurang maksimal dan terasa adanya kebingungan untuk mengemas film ini. Alur dan dialognya terasa berjalan sendiri-sendiri akibat penyatuan yang kurang baik antara kedua aspek tersebut ditambah alurnya yang lambat menjadi mengurangi daya tarik film ini. Belum lagi beberapa subplot seperti sebuah kisah yang membawa pesan tentang bagaimana sesuatu/seseorang yang begitu superior tetap bisa terjatuh dan mengalami kehancuran ditampilkan dengan kurang maksimal dan lagi-lagi terasa kurang terjalin baik dengan plot utamanya membuat Killing Them Softly makin menjadi sebuah kekecewaan bagi saya.


Tidak ada komentar :

Comment Page: