SINISTER (2012)

6 komentar
Horror ala Hollywood bisa menjadi sangat cerdas seperti The Cabin in the Woods atau bisa juga menjadi menyeramkan seperti Insidious. Tapi disisi lain juga bisa menjadi begitu buruk seperti Silent HouseAkhir-akhir ini memang rasanya sulit menemukan suguhan horror Hollywood yang berkualitas di tengah banjir remake dan sekuel yang seperti tiada akhir. Kemudian muncul Sinister yang disutradarai oleh Scott Derrickson (The Exorcism of Emily Rose, The Day the Earth Stood Still) yang menjual kata-kata From the Producer of Insidious and Paranormal Activity. Tentunya hal seperti itu jelas merupakan strategi pemasaran yang jamak dipakai, namun saya sudah pasti tergoda melihat sebuah film horror yang digadang-gadang sebagai "Insidious-nya 2012". Apalagi Sinister sama sekali bukan remake, spin-off ataupun sekuel. Ceritanya memang mempunyai berbagai elemen standar film horror, tapi pengembangan ceritanya original dan ditulis oleh Scott Derrickson dan C. Robert Cargill. Harapan saya tentunya Sinister sanggup memberikan sensasi kengerian yang setidaknya menyamai apa yang sudah diberikan oleh Insidious. Harapan itu seolah menjadi kenyataan setelah melihat adegan pembuka Sinister yang memperlihatkan empat orang tengah digantung di pohon. Totally Creepy!

Ellison Oswalt (Ethan Hawke) adalah seorang penulis novel kriminal non-fiksi yang tengah berusaha menulis buku baru yang akan mengembalikan popularitasnya. Untuk mencari ide cerita, Ellison beserta istirnya, Tracy (Juliet Rylance) dan kedua anak mereka Ashley (Clare Foley) dan Trevor (Michael Hall D'Addario) pindah ke sebuah rumah yang baru. Tanpa diketahui oleh Tracy dan kedua anaknya, Ellison memilih rumah tersebut bukan hanya karena harganya yang murah tapi karena cerita yang ada di rumah tersebut. Beberapa bulan sebelumnya, terjadi kasus kematian misterius yang menimpa satu keluarga penghuni rumah itu sebelumnya (empat orang yang digantung di awal film). Ellison mencoba menyelidik misteri tersebut sebagai bahan novel terbaru yang tengah ia tulis. Ditengah penyelidikan, Ellison menemukan sebuah kotak yang berisi rekaman video dari kamera Super 8 yang berisi rangkaian pembunuhan yang terjadi pada suatu keluarga di tempat dan waktu yang terpisah jauh. Semua menjadi bertambah mengerikan saat kejadian-kejadian aneh mulai menimpa Ellison dan keluarganya. Nyawa mereka kini mulai berada dalam bahaya.
Bicara soal cerita, apa yang disajikan di film ini jelas tidak memberikan hal yang baru. Kisah tentang satu keluarga yang tinggal di rumah angker lalu kemudian mengalami kejadian-kejadian horror sudah menjadi salah satu formula basi dalam dunia film horror. Namun se-klise apapun cerita sebuah film horror asalkan bisa memberikan kengerian bagi penontonnya maka film itu adalah film yang bagus. Sinister sendiri punya semua yang dibutuhkan oleh sebuah film horror untuk menjadi menyeramkan. Lokasi yang gelap? Ada. Penampakan diiringi efek suara yang mengejutkan? Ada. Adegan disturbing? Ada. Desain hantu/monster yang menyeramkan? Ada (walaupun di Sinister hantunya mirip vokalis band black metal). Dibuka dengan creepy, Sinister memulai kisahnya dengan tidak terlalu cepat. Namun paruh pertama Sinister sangat menarik bagi saya dimana film ini dengan begitu baik menggabungkan unsur horror yang cukup menyeramkan dengan unsur misteri tentang penyelidikan kasus pembunuhan yang menarik untuk diikuti. Apa sebenarnya hubungan berbagai kasus pembunuhan dalam video tersebut? Dimanakah gadis cilik yang dikabarkan menghilang itu? Lalu apa atau siapa sebenarnya sosok mengerikan yang muncul di video tersebut? Hal-hal tersebut adalah beberapa misteri yang coba diungkap oleh Ellison.

Memasuki paruh kedua, tingkat keseraman mulai meningkat. Alur semakin cepat dan penampakan seram mulai lebih sering muncul. Jika paruh pertama lebih mengandalkan misteri untuk membangun tensi dengan balutan horror, maka paruh kedua ini lebih menekankan nuansa horror-nya sedangkan unsur misteri menjadi pelengkap yang sesekali muncul. Harus diakui hal ini efektif meningkatkan keseraman, namun disisi lain filmnya menjadi lebih kosong. Sinister di paruh kedua seolah hanya menjadi sebuah gabungan adegan untuk memberi tempat pada penampakan-penampakan dan teror yang menimpa Ellison dan keluarganya. Namun sekali lagi saya tidak masalah akan kekosongan cerita di sebuah film horror andaikan film itu sanggup membuat saya ketakutan, dan Sinister cukup berhasil melakukan itu. Dibandingkan Insidious, penampakan yang muncul di Sinister memang kalah seram dan kemunculannya jauh lebih predictable tapi untungnya masih bisa dikemas dengan cukup menyeramkan. Saya menyukai kemunculan hantu anak-anak yang secara bergantian keluar dengan slo-mo.

Satu lagi kelebihan Sinister terletak pada motivasi karakternya untuk tetap berada di rumah angker meski mendapat berbagai teror. Seringkali film horror mempunyai kebodohan dimana karakternya tetap ngotot berada di tempat angker tanpa alasan jelas meski sudah mendapat berbagai teror. Disini Ellsion Oswalt punya alasan yang kuat. Dia adalah gambaran seseorang yang benar-benar sedang haus akan meraih kembali ketenaran dan keberhasilan yang 10 tahun lalu sempat ia raih. Ditengah suasana gelap filmnya, Sinister juga masih sempat mengeksplorasi sisi gelap manusia dalam sosok Ellison. Meski tidak terlalu mendalam tapi hal ini sudah cukup untuk memberikan motif kuat bagi tindakan karakternya. Meski begitu masih ada beberapa kebodohan yang cukup mengganggu di film ini, seperti mengapa kotak berisi video itu muncul lagi di rumah Ellison yang baru dan sempat-sempatnya menambahkan extended version dari video-nya. Apakah natu (baca: dewa pagan) di film ini seniat itu sampai ingin memberi fakta lengkapnya pada Ellison? Tapi sekali lagi saya menerima itu semua karena Sinister masih tampil cukup menakutkan dan punya twist yang cukup cerdas. Sebuah film yang sanggup menyegarkan dunia perfilman horror milik Hollywood.


6 komentar :

  1. Anonim9:46 PM

    ending nya kurang ajar banget gan...menyeramkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iya endingnya emang lumayan gila dan gory

      Hapus
  2. Jadi ngebet pengen nonton film ini :D

    BalasHapus
  3. Waahhhhhhh.......kemarin udh sempet ngambil ini film.......tapi kok ndak jadi yaahhhh hehehehehe.....
    Besok ke toko dvd ah.......

    Nb salam kenal sob!^_^

    BalasHapus
  4. yang pengen nonton film ini monggo :D

    http://indomovie.us/blog/sinister-2012.html

    BalasHapus
  5. Sereman mana dibanding Sinister 2 min? Soalnya ane belum pernah nonton dua-duanya ..

    BalasHapus