THIS IS THE END (2013)

Tidak ada komentar
 
Duo Seth Rogen dan Evan Goldberg sudah banyak menghasilkan film-film komedi yang menuai sukses besar sebut saja Knocked Up, Superbad hingga Pineapple Express. Semuanya mendapat tanggapan yang cukup baik dari kritikus dan tentunya sukses besar secara komersil dimana ketiganya meraup pendapatan diatas $100 juta (bahkan Knocked Up melebihi $200 juta). Tentu saja film-film itu diisi dengan berbagai lelucon jorok berbau seksual dan hal-hal lain yang penuh akan kegilaan seorang Seth Rogen. Saya sendiri tidak pernah menjadi penggemar Seth Rogen yang bagi saya selalu menampilkan karakter yang jauh dari kata simpatik apalagi lucu. Saya semakin tidak menyukai komedian satu ini setelah ia menghasilkan kegagalan besar bernama The Green Hornet yang tidak hanya merusak nama sang superhero tapi juga mencoreng reputasi Michael Gondry. Tapi saya tidak bisa untuk tidak tertarik pada This is the End yang disutradarai oleh Goldberg dan Rogen. This is the End yang menggabungkan kisah apocalypse dengan komedi mungkin bukan ide baru mengingat sudah ada beberapa komedi yang juga dicampur dengan genre yang jauh berbeda sebut saja Shaun of the Dead.

Dirilis sebelum karya Edgar Wright, The World's End yang juga menggabungkan komedi dengan kisah hari kiamat, daya tarik This is the End terletak pada begitu banyaknya bintang termasuk cameo yang bermain disini. Daftar nama besar yang menjadi cameo atau mendapat peran kecil dalam film ini sangat panjang mulai dari Michael Cera, Jason Segel, Paul Rudd, Christopher Mintz-Plasse, Channing Tatum, Emma Watson, Rihanna sampai Backstreet Boys pun turut digaet. Tapi masih ada satu hal lagi yang memberikan keunikan pada film ini, yaitu semua aktornya memerankan diri mereka sendiri. Jadi, mulai dari bintang-bintang utamanya seperti Seth Rogen, Jay Baruchel, James Franco, Craig Robinson, Jonah Hill dan Danny McBride hingga cameo-nya yang berjubel akan menjadi versi fiktif dari diri mereka sendiri. Diadaptasi dari film pendek Jay and Seth versus the Apocalypse, kisah yang dihadirkan sederhana, yakni tentang terjebaknya apra aktor tersebut di dalam rumah James Franco disaat secara tiba-tiba kiamat datang dan mulai menghancurkan segalanya. Disaat orang-orang baik telah ditarik ke surga, mereka masih harus berusaha bertahan hidup dari bencana alam hingga serbuan para setan yang ganas.

Masih ada lelucon jorok berbau seks, masih ada ganja dimana-mana, masih ada pesta liar, tapi This is the End punya kegilaan yang jauh diatas hal-hal tersebut. Yang menyenangkan dari film ini adalah kegilaannya berlipat ganda dari film-film Seth Rogen lain dan kelucuan humornya sedikit lebih baik dan kalau boleh dibilang lebih cerdas meski kata cerdas tetap kurang pas disematkan pada karya-karya Goldberg dan Rogen. Kegilaan dimulai perlahan saat kita diperkenalkan pada cameo yang ada dan itu sudah cukup memberikan hiburan tersendiri khususnya melihat penampilan Michael Cera yang menjadi scene stealer. Tapi semuanya semakin tak terkendali dalam artian positif saat kiamat mulai datang dan film ini dengan gilanya mulai "membantai" para selebritis yang muncul di pesta milik James Franco. Secara keseluruhan komedinya mungkin tidak bisa dibilang sangat lucu, tapi penampilan gemilng para aktornya termasuk para cameo pencuri perhatian macam Michael Cera dan Emma Watson, kegilaan hari kiamat sampai keberanian para bintangnya untuk mengolok-olok diri mereka sendiri jelas hiburan yang sulit ditolak.
Bicara soal mengolok-olok diri sendiri This is the End adalah ahlinya. Semua yang ada mendapat sindiran sama rata mulai dari akting Seth Rogen yang dianggap selalu sama hingga James Franco dengan segala film-filmnya mulai dari 127 Hours sampai Pineapple Express yang sampai dibuat versi sweded-nya disini. Film ini adalah gudangnya referensi entah itu referensi pada sosok pribadi hingga karir para aktornya sampai referensi tentang film-film horor lain macam The Exorcist. Jadi pada akhirnya meski secara keseluruhan komedinya tidak sampai sangat lucu dan jalinan ceritanya cukup klise khususnya di akhir yang makin klise, anda para penyuka film akan dipuaskan pada bagaimana film ini memberi penghormatan (baca: olok-olok) pada berbagai macam hal. Ini adalah pameran kegilaan yang meluncur cepat hingga akhir bahkan meski kegilaan itu mengharuskan film ini memakai banyak CGI murahan (bujetnya hanya $32 juta) yang terlihat palsu tapi toh tujuan utama film ini memang hanya mengumbar komedi gila dan bukan pamer CGI. Tapi siapa yabg tidak terbelalak dengan kemunculan setan raksasa lengkap dengan penis yang terpampang jelas di bagian klimaks?

Bermain sebagai diri mereka sendiri membuat para aktornya bermain lepas mulai dari Seth Rogen yang menyebalkan, Jonah Hill yang canggung tapi punya rahasia dalam hatinya, Jay Baruchel yang juga tidak kalah canggung, serta James Franco dan Danny McBride yang gila. Memang film ini bagaikan parodi berskala besar yang memparodikan film, aktornya sendiri hingga kisah kiamat dalam Alkitab, tapi diluar itu saya juga salut pada bagaimana tiap-tiap karakternya ditampilkan. Masing-masing dari mereka digambarkan memiliki sisi hitam dan putih masing-masing yang membuat tidak ada satupun tokoh yang nampak sempurna bahkan Jay Baruchel yang menjadi protagonis utama pun tidaklah sempurna. This is the End juga sanggup menggabungkan nuansa kiamat yang mengerikan dengan aspek komedinya yang jorok. Tidak terasa maksimal memang dan tentunya tidak sampai menandingi kehebatan Shaun of the Dead yang seram, seru dan lucu secara bersamaan tapi This is the End masihlah sebuah sajian gila yang sangat menghibur. Bahkan saya rasa Edgar Wright harus benar-benar maksimal dengan The World's End-nya untuk bisa mengalahkan This is the End dalam hal menggabungkan komedi dan kisah hari kiamat sekaligus memperebutkan tahta sebagai komedi terbaik tahun 2013.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar