DOGTOOTH (2009)

5 komentar
Film karya Yorgos Lanthimos ini adalah film yang menjadi perwakilan Yunani dalam ajang Oscar tahun 2010 dan berhasil menjadi nominasi walaupun pada akhirnya kalah oleh In A Better World yang bagi saya sama sekali tidak spesial. Selain mendapat nominasi Oscar, Dogtooth juga berhasil meraih kemenangan di kateogir Un Certain Regard pada Cannes Film Festival tahun 2009. Meski punya judul yang berarti "gigi taring" film ini sama sekali tidak menceritakan tentang vampir ataupun monster buas, melainkan sebuah drama keluarga disfungsional yang disajikan dengan balutan komedi hitam gila dan disturbing. Mungkin sampai saat ini Dogtooth adalah film yang paling gila dalam menyajikan kisah disfungsi sebuah keluarga yang pernah saya tonton dengan komedi hitam yang juga sangat sinting. Premisnya memperlihatkan ketakutan yang dialami oleh sepasang orang tua terhadap pengaruh buruk dunia luar kepada ketiga anak mereka. Alih-alih memberikan pendidikan dan pembekalan bagi ketiganya, dua orang tua dalam film ini malah mengurung ketiga anak mereka di dalam rumah. Ketiga anak yang sudah menginjak usia remaja tersebut sama sekali tidak boleh melangkahkan kaki keluar rumah dengan alasan dunia luar adalah dunia berbahaya dimana nyawa mereka bisa terancam jika berani keluar dari rumah sebelum waktunya. Kapan waktunya tiba saat mereka boleh keluar rumah? Disaat gigi taring mereka sudah tanggal. WTF!

Tidak hanya itu, ayah dan ibu ini juga sangat membatasi kosa kata yang diajarkan, dimana tiap beberap waktu mereka akan memberikan kata-kata baru disertai artinya. Yang lebih gila, banyak kata yang diberikan dengan makna yang berbeda. Sebagai contoh "laut" diberi pengertian sebagai "kursi", dan "zombie" adalah bunga kecil berwarna kuning. Pelacur? Pelacur adalah lampu besar yang menyala terang. WTF! (lagi) Ketiga anak tersebut tidak boleh keluar rumah dan tidak diperkenalkan pada orang asing kecuali Christina, seorang wanita yang bekerja sebagai penjaga keamanan di pabrik tempat sang ayah bekerja. Christina rutin datang kerumah beberapa hari sekali untuk memuaskan hasrat seksual si putera tunggal dimana keduanya rutin berhubungan seks. Cara mendidik tersebut membuat ketiganya punya kepribadian yang kekanak-kanakan bahkan terasa seperti robot kadang -kadang. Tapi masalahnya mereka bertiga tetaplah manusia dan berada di masa remaja yang tentunya penuh rasa ingin tahu dan semakin mereka dikekang maka rasa keingin tahuan mereka akan semakin besar. Sulit untuk menuliskan sinopsis film ini. Bahkan dengan segala keganjilan dan kegilaan yang sudah saya tulis diatas masih belum mewakili keseluruhan kegilaan yang dipunyai film ini. Dengan durasi 97 menit, Dogtooth punya begitu banyak hal gila yang sulit untuk diceritakan. Bahkan saya yang merasa sudah banyak menonton film-film gila sekalipun dibuat bersumpah serapah menonton film ini.

Kita diajak melihat bagaimana dampak yang terjadi pada ketiga anak dalam keluarga ini. Seperti yang sudah saya singgung, ketiganya memang punya sifat yang agak kekanak-kanakan karena kedua orang tuanya seolah menitik beratkan permainan-permainan serta hiburan dalam "pembelajaran" yang mereka berikan. Seolah-olah ketiganya dijaga supaya tidak beranjak memasuki masa dewasa. Pada akhirnya saya merasa kengerian yang begitu besar saat melihat mereka bertiga. Mereka semua memang lebih sering memasang senyum, senyuman kebahagiaan yang polos dengan mata yang berbinar-binar. Tapi dari situlah kenapa mereka terasa mengerikan. Dari senyum dan tatapan matanya sangat terasa ada yang tidak beres pada ketiga anak ini. Mereka tersenyum dan tertawa pada hal yang bagi saya tidak membuat tersenyum. Akhirnya mereka malah terasa bagaikan robot daripada manusia. Belum lagi cara bicaranya yang kaku, bahkan terasa baku. Saya memang tidak mengerti bahasa Yunani, tapi dari mendengar cara mereka bicara saja akan terasa kekakuan yang amat sangat. Dogtooth memang adalah kisah tentang paranoid, bagaimana orang tua berusaha mengatur anaknya menjadi apa yang mereka mau tapi dengan menyembunyikan segala hal yang ada diluar sana. Tapi sebenarnya film ini bisa dimaknakan lebih dari itu.
Ya, bagi saya Dogtooth bukan sekedar interaksi antara orang tua dengan ketiga anaknya. Ini lebih kepada gambaran penguasa yang diktator dan mengurung rakyatnya, berusaha membentuk mereka menjadi apa yang dia mau, bahkan menghentikan aliran informasi dari dunia luar. Sang diktator takut rakyatnya menjadi memberontak jika diberi kebebasan, sehingga ia lebih memilih mengurung mereka, bahkan membohongi mereka dengan menjejalkan kebohongan demi kebohongan. Mungkin ceritanya sedikit mengingatkan pada bagaimana pemerintahan diktator Korea Utara memperlakukan rakyatnya. Ya, mirip seperti itu dimana rakyat negara tersebut sering menerima informasi bohong yang sesungguhnya menggelikan tapi mereka percaya dan menganggap sang pemimpin adalah yang paling benar. Karena apa? Karena mereka tidak tahu menahu mengenai hal lain diluar sang pemimpin dan negaranya. Bahkan mereka percaya bahwa Korea Utara adalah penemu burger dan punya astronot yang berhasil mendarat di matahari. Tapi pada akhirnya jika terus menerus menyimpan fakta pada akhirnya bukan hanya kepatuhan yang muncul tapi kebohongan dari mereka yang dikekang juga bisa terjadi. Akibat rasa ingin tahu yang besar, mereka bisa nekat untuk mencari tahu sendiri dan berbohong bahkan bukan tidak mungkin terjadi pemberontakan nantinya. 

Dogtooth sebenarnya mempunyai begitu banyak selipan komedi hitam yang mayoritas mentertawakan berbagai kebohongan yang diberikan pada ketiga anak tersebut yang pada akhirnya berujung pada behavior yang amat sangat aneh. Berbagai komedi hitam itu sukses membuat saya tertawa, tapi tawa yang disebabkan karena rasa shock yang luar biasa. Tawa yang selalu diiringi sumpah serapah sepanjang saya menonton film ini. Entah berapa kali kata "fuck" atau "anjing" terlontar dari mulut saya setiap kali ada kegilaan dan keganjilan yang dihadirkan oleh Yorgos Lanthimos dalam filmnya ini. Tapi itu belum seberapa sampai ada momen klimaks yang sebenarnya sudah bisa ditebak tapi tetap saja pengemasannya yang sinting dan disturbing berhasil membuat saya terpana. Bicara soal disturbing memang dalam film ini terdapat beberapa degan yang cukup sadis dan berdarah-darah. Bahkan beberapa adegan juga punya unsur seksual yang lumayan vulgar. Tapi rasa jijik dan kata-kata kotor yang muncul adalah bentuk kekaguman saya yang begitu tinggi pada film ini. Interaksi-interaksi yang terjadi antar karakternya pun terasa begitu menarik meskipun twisted sebagai akibat dari pengerian-pengertian aneh yang diberikan oleh orang tua pada ketiga anak mereka tersebut. 

Pada akhirnya Dogtooth memang menjadi sebuah film yang begitu gila bahkan sulit ditonton akibat kontennya yang cukup disturbing. Tapi alurnya selalu membuat saya menagih lebih dan lebih dan terus berharap akan kegilaan baru yang muncul dalam tiap menit berikutnya. Alurnya sendiri berjalan dengan tempo yang tidak terlalu cepat, bahkan filmnya terasa sunyi karena penggunaan musik yang begitu minimalis. Bahkan entah saya yang terlewat atau tidak tapi sepenangkapan saya tidak ada scoring dalam film ini kecuali piano dan gitar yang dimainkan oleh tokoh dalam filmnya. Filmnya memang gila, tapi penelusuran yang dilakukan oleh ceritanya terhadap pengekangan kedua orang tua terhadap anaknya serta dampak yang terjadi pada kepribadian masing-masing anak disajikan dengan begitu luar biasa, twisted dan sesungguhnya cukup masuk diakal. Dogtooth jauh lebih bagus daripada saingan-saingannya diajang Oscar seperti In A Better World maupun Biutiful. Komedi hitam yang benar-benar gila, sinting!

5 komentar :

Comment Page:
Diana Stephanie mengatakan...

Baru saja selesai menonton film ini...
habis selesai filmnya saya langsung mengeriyitkan dahi dan berkata
"dafuq did i just watch" hahahhahah

tapi dibalik itu smua saya sangat setuju dengan teori anda bahwa ini bukan hanya masalah paranoid orang tua kepada anaknya tentang dunia luar tetapi juga masalah diktator dan rakyatnya....
dimana semua informasi bahkan semua komunikasi diputus agar hanya melihat pada satu orang mahadewa dan mahatau segalanya...

entah dapat ide dari mana untuk membuat film ini tapi saya mengkategorikan film ini sebagai jenius dan orisinil...karena selalu saja ada scene dimana saya bertanya2..."bisa dapat ide darimana si empunya film ini?"

hahahhaha...
anyway nice review...saya suka review movfreak karen a tidal hanya mereview film2 baru tapi juga film2 unik dan ajaib kayak gini...

keep up the good work!

Rasyidharry mengatakan...

Makasih banyak ya :)
Dogtooth mungkin salah satu film yang paling banyak bikin kata-kata kotor keluar hehe

Detektif Enemy mengatakan...

Film unik sekali

Nugroho Suhartanto mengatakan...

Astaga! 4 1/2 bintang..?! Film ini jelas termasuk kategori 'Love it or Hate it'. Dan saya jelas memilih kategori 'Hate it'. Tapi saya penasaran, bagaimana film semacam ini bisa mendapatkan rating internasional yg lumayan tinggi. Saya penasaran, bagaimana pendapat atau pemikiran orang-orang yg menganggap film ini bagus. Dan membaca review anda, saya anggap mewakili pendapat orang-orang yg memberikan rating tinggi kepada film ini. Sesuatu yg membuka perspektif baru, dan jelas berada di luar logika dan pemahaman saya terhadap film ini. Nice review then!

adrunn mengatakan...

sedikit koreksi ada juga terdengar lagu fly me to the moon nya frank sinatra dan lagu yang didengarkan sang ayah dan ibu menggunakan headphone sambil berhubungan seks :D
komedi gelap nya sangat banyak sekali disini. saya teringat saat adegan pesawat jatuh yang anak2 itu mengira ketika jatuh pesawat itu tetap berukuran kecil dan mereka berebutan untuk mengambilnya :D