BORGMAN (2013)

1 komentar
Film kedelapan dari sutradara asal Belanda Alex van Warmerdam ini juga merupakan perwakilan Belanda untuk ajang Oscar tahun 2014 ini meski pada akhirnya gagal mendapat nominasi Best Foreign Language Film. Seperti judulnya, Borgman akan bercerita tentang sosok pria misterius bernama Camiel Borgman (Jan Bijvoet). Diawal film kita akan melihat Camiel Borgman sebagai sosok pria tua penuh jenggot yang nampak seperti seorang gelandangan. Camiel tinggal di bawah tanah sendirian dimana beberapa orang temannya juga tinggal di bawah tanah tidak jauh dari Camiel. Saat itulah terlihat tiga orang termasuk seorang pendeta yang membawa beberapa senjata yang kemudian digunakan untuk memburu Camiel, meski pada akhirnya ia berhasil melarikan diri setelah memperingatkan teman-temannya. Setelah itu, dia mulai mendatangi rumah demi rumah untuk menumpang mandi meski selalu mendapat penolakan. Sampai akhirnya ia sampai di rumah milik orang kaya bernama Richard (Jeroen Perceval). Tapi lagi-lagi Camiel tidak mendapat sambutan yang hangat, apalagi setelah ia mengaku mengenal istri Richard, Marina (Hadewych Minis) yang membuat Richard memukulinya habis-habisan.

Tapi Marina nyatanya tidak tega melihat kondisi Camiel, apalagi setelah mendapat perlakuan kasar dari sang suami. Hal itulah yang mendorongnya untuk memberikan tempat tinggal sementara dan merawat Camiel secara diam-diam. Semakin lama Camiel tinggal di rumah itu, semakin muncul perasaan aneh dan terikat dalam diri Marina, apalagi setelah Richard sering memperlakukan dirinya dengan kasar. Camiel sendiri nampaknya memiliki agenda tersembunyi yang ia rencanakan. Borgman yang diawal nampak akan menjadi sebuah komedi hitam tentang seorang gelandangan yang tinggal di rumah mewah milik keluarga kaya berubah menjadi thriller misterius yang penuh kesan sureal plus sentuhan religius. Ya, film ini memang membuat saya terhenyak disaat semuanya perlahan bergerak makin jauh dari apa yang saya kira dan semakin lama semakin rumit untuk dipecahkan. Film ini tidak hanya sureal akibat berbagai momen aneh seperti Camiel yang tiba-tiba duduk dalam kondisi telanjang diatas Marina yang sedang tidur, tapi juga penuh teka-teki. Film ini pun tidak hanya penuh teka-teki, karena segala pertanyaan itu akan dibiarkan tidak memiliki jawaban oleh Alex van Wamerdam hingga akhir, atau setidaknya tanpa jawaban yang gamblang meski secara tersirat jawaban itu ada.
Sebagai sebuah thriller, Borgman jelas merupakan slow burning thriller yang punya tempo lambat, tanpa ada gedoran-gedoran mengejutkan, tapi tanpa kita sadari sudah mencengkeram kuat dan memberikan ketegangan yang tidak hanya meletup sesekali tapi terus menerus dan mengikat. Tidak hanya itu, film ini juga punya beberapa momen disturbing yang sekali lagi dikemas dengan aneh. Borgman memang penuh dengan keanehan entah itu pengemasan adegannya, ceritanya, sampai karakter-karakternya. Dari segala keanehan itu muncul pertanyaan, "tentang apa film ini?", "siapa Camie dan teman-temannya?", "apa motivasi mereka melakukan semua itu?" dan masih banya lagi pertanyaan tentang adegan-adegan sureal yang penuh metafora. Bagi saya sendiri film ini bercerita tentang setan yang bersemayam di Bumi. Camiel dan teman-temannya adalah para setan, dan tujuan mereka adalah menggoda umat manusia, menghancurkan mereka, memecah belah mereka, sampai mencari "pengikut" diantara manusia-manusia itu. Hal itu cukup dijelaskan oleh adegan pembukanya yang memperlihatkan pastur tengan memburu Camiel.
Modus operandi yang dilakukan oleh Camiel dan rekan-rekannya adalah masuk dalam kehidupan para manusia dengan cara "menyerupai" sosok lain, mengambil kepercayaan mereka, mengiming-imingi mereka dengan kenikmatan, sebelum akhirnya tanpa disadari menghancurkan orang-orang itu dari dalam, dan terungkaplah bahwa segala iming-iming yang ada diawal hanya tipu muslihat dan kebohongan belaka. Karena itulah Camiel dan kawan-kawannya mesti repot-repot menyamar sebagai dokter dulu sebelum melakukan eksekusi terhadap istri sang tukang kebun dan harus membawa "pelamar" palsu sebagai tukang kebun, karena modus mereka tidaklah "asal serang" tapi mempermainkan dan merebut kepercayaan target mereka dulu. Tapi sebenarnya Borgman membuka lebar-lebar akan interpretasi apapun yang dimiliki oleh penontonnya. Karena itulah Alex van Warmerdam memilih untuk menciptakan kesan ambigu terhadap konklusi filmnya meski banyak petunjuk yang ia sebar. Berbagai keping puzzle sudah ia sebar, terserah masing-masing penonton bagaimana menyusunnya.

Kunci untuk bisa menikmati Borgman adalah bebaskan pikiran anda untuk membuat interpretasi. Jika segala keanhean yang ada membuat anda berpikir film ini tidak masuk akal, maka sulit untuk bisa menikmatinya. Bersenang-senanglah merangkai puzzle yang disebar Warmerdam disini, dan pengalaman menonton yang mengasyikkan bakal anda dapatkan. Ditambah lagi dengan akting memikat dari Jan Bijvoet yang setelah memotong rambut dan berewoknya terasa mirip Christoph Waltz lengkap dengan aura penjahat berdarah dingin yang hanya lewat tatapan saja sudah mampu memberikan kesan ngeri. Bedanya, sosok Borgman tidak seperti Hans Landa yang terkadang masih punya selera humor. Iblis yang satu ini "tidak sempat" membuat anda tersenyum dengan tingkah lakunya. Yang tersisa dari Camiel Borgman dan filmnya secara keseluruhan adalah kesan tragis dan tentunya perasaan tertipu yang sama dengan yang dirasakan Marina, entah itu berasal dari perbuatan Camiel beserta rekan-rekannya, atau rasa dari filmnya sendiri.

1 komentar :