TRACKS (2013)

2 komentar
Seorang wanita berjalan sendirian melintasi padang gurun selama sembilan bulan dengan hanya bermodalkan bekal seadanya dan "ditemani" empat ekor unta serta seekor anjing. Jika hal itu terdengar seperti sebuah dongeng atau kisah dramatis dalam film itu wajar saja, karena saat perjalanan tersebut dilakukan pun banyak yang meragukan bahkan mentertawakannya. Wanita nekat yang melakukannya adalah Robyn Davidson. Pada tahun 1977 Davidson melakukan perjalanan menyeberangi gurun Australia dengan tujuan Samudera Hindia. Perjalanan luar biasa yang diabadikan dalam sebuah artikel di National Geographic itu akhirnya berbuah buku berjudul Tracks yang ditulis sendiri oleh Davidson. Buku itu akhirnya menjadi sangat populer dan beberapa usaha untuk mengangkatnya menjadi sebuah film pun sempat beberapa kali dilakukan. Tercatat selama era 80 sampai 90-an ada lima kali usaha membuat film adaptasi dari buku itu termasuk yang menyertakan nama Julia Roberts sebagai pemeran utama yang kesemuanya gagal terwujud. Barulah pada tahun 2013 sutradara John Curran berhasil mengangkat Tracks menjadi sebuah film yang dibintangi Mia Wasikowska sebagai Robyn Davidson.

Film ini akan mengangkat kisah Robyn sedari ia mulai melakukan persiapan pada tahun 1975. Selama dua tahun ia berlatih bagaimana mengendalikan unta dan bertahan hidup di padang gurun yang gersang dan liar. Alasan Robyn melakukan perjalanan itu adalah karena rasa jengahnya terhadap kehidupan di kota yang selama ini ia jalani. Menurutnya kehidupan itu terasa monoton dan terus berulang. Singkatnya, Robyn ingin melakukan hal baru dalam hidupnya yang selama ini tidak pernah ia ketahui. Setelah mendapatkan empat ekor unta yang ia dapat lewat hasil bekerja keras selama dua tahun, ia pun tinggal memerlukan bekal uang. Karena itulah Robyn menyetujui tawaran National Geographic untuk menjadi sponsor dan meliput perjalanannya. Jadilah dikirim seorang fotografer bernama Rick Smolan (Adam Driver) yang akan datang setiap beberapa minggu sekali untuk mengabadikan kegiatan Robyn. Kehadiran Rick sendiri menjadi "cobaan" tambahan bagi Robyn karena ia tidak menyukai sosok sang fotografer yang terus mengambil gambar dan selalu mencoba "sok ramah" pada Robyn.
John Curran berusaha membuat filmnya ini serealistis dan sesederhana mungkin, berlawanan dengan kisahnya yang luar biasa itu. Hal itu dimaksudkan untuk membuat filmnya tidak overly dramatic atau dibuat-buat. Pilihan yang bijak sebenarnya, tapi kesederhanaan tersebut membuat Tracks beberapa kali terkesan datar bahkan membosankan. Pengemasan super sederhana itu justru membuat perjalanan Robyn Davidson yang begitu berat itu terkesan seperti tidak terjadi apapun. Seolah tidak ada hal yang spesial terjadi dalam sembilan bulan perjalanan Robyn melintasi gurun yang gersang. Disinilah perbedaan media buku dan film terasa. Mungkin memang dalam sembilan bulan itu jenis permasalahan yang dialami Robyn tidak banyak (bukan tidak berat). Permasalahan yang ia alami adalah rasa lelah, haus, dan beberapa kali stres, dimana ketiga hal itu bisa dideskripsikan dalam ribuan kata yang variatif, apalagi jika yang menulis adalah orang pertama yang langsung mengalaminya. Hal itu membuat bukunya tetap tidak terasa monoton. Tapi berbeda dengan film. Konflik yang minim akan membuat filmnya kosong. Menambahkan konflik akan membuatnya melenceng dari tujuan Curran, sedangkan memberikan voice over akan membuat adaptasi film ini percuma karena membuatnya tidak punya perbedaan signifikan dengan bukunya.
Ceritanya pun terasa tipis, bahkan tidak banyak eksplorasi terhadap karakter Robyn disini. Kenapa dia nekat melakukan perjalanan? Karena dia bosan dengan hidupnya. Bagi saya hal itu kurang bisa menjadi pemicu untuk penonton bisa bersimpati dan mendukung karakternya. Curran dan penulis naskah Marion Nelson bukannya tidak melakukan apapun untuk menambal kekurangan itu. Mereka sadar karakter Robyn butuh latar belakang yang lebih karena itu mereka menambahkan berbagai adegan flashback untuk memberikan kesan bahwa Robyn menyimpan trauma dan kesedihan pada masa lalu. Tapi dengan porsi yang minim, itu saja masih belum cukup. Dengan cerita yang tipis, Tracks mengingatkan saya pada All is Lost. Kedua film ini sama-sama berkisah tentang survival, tanpa eksplorasi karakter yang banyak, dan menitik beratkan esensi filmnya pada perjuangan bertahan hidup. Mungkin bagi banyak orang hal itu sah-sah saja, tapi saya pribadi kurang menyukainya. Bagi saya kekuatan utama dari road movie seperti ini adalah bagaimana karakter yang ada mendapat pelajaran hidup dan perubahan selama perjalanan berlangsung. Hal itu bukannya tidak muncul dalam Tracks tapi lagi-lagi terlalu minim. Robyn melakukan introspeksi dan akhirnya melangkah ke depan, tapi kita lebih banyak diperlihatkan hasil daripada proses yang menarik menuju perubahan itu.

Dibalik kisahnya yang sering terasa hampa, untungnya film ini punya Mia Wasikowska yang berakting dengan begitu meyakinkan sebagai seorang "gadis unta". Sosoknya meyakinkan sebagai seseorang yang jago menaklukkan unta. Selain itu totalitasnya saat harus memerankan Robyn dalam fase-fase terburuk dalam perjalanannya yang penuh tekanan, trauma dan kesedihan juga membuat penonton bisa ikut merasakan sisi depresif pada momen itu. Sisi positif lainnya ada pada sinematografi garapan Mandy Walker yang dengan sempurna menangkap keindahan padang gurun Australia lewat bantuan matahari yang bersinar terik dan pengambilan gambar secara wide. Pada akhirnya sangat disayangkan sebuah film yang digarap dengan begitu baik ini berakhir datar-datar saja. Padahal sebenarnya John Curran sudah berhasil mencapai tujuannya, yaitu membuat sebuah film road trip dengan unsur survival yang serealistis mungkin dimana segala aspek yang muncul di layar terasa meyakinkan. Tidak ada kejadian yang dipaksakan hadir demi memberikan motivasi pada karakternya untuk berubah, semuanya mengalir begitu saja. Hanya saja film seperti itu memang bukan sesuatu yang saya sukai.

2 komentar :

  1. fucking sik this is my inspiration movie lol

    BalasHapus
  2. fucking sik this is my inspiration movie lol

    BalasHapus