BINTANG DI LANGIT BELITONG (2016)

34 komentar
Karena saya adalah penulis yang buruk sekaligus seorang pemalas maka izinkan saya melakukan copy paste untuk sinopsis "Bintang di Langit Belitong" dari website Cinema XXI. Tolong dibaca dari awal hingga akhir.

Dendam masa lalu membuat keluarga sofyan serta kedua anak wanitanya Dinda (21 tahun) dan Bintang (8 tahun) harus mengalami petualangan yang berat dipulau belitung tepatnya ketika mereka hendak berlibur setelah menghadiri pemakaman sang kakek, seorang wanita dari masa lalu yang pernah bermasalah dengan pak sofyan ternyata tidak bisa melupakan dendam pribadinya dan melalui anaknya Leona (30 tahun) yang pada awalnya tidak terlihat jahat ternyata memiliki rencana untuk menyakiti pak Sofyan dengan menculik bintang agar pak Sofyan merasakan bagaimana sakitnya kehilangan orang yang di cintai. 

Dinda sebagai seorang kakak yang sehari harinya selalu bersama bintang sangat kehilangan dan sangat bersalah karena tidak bisa menjaga sang adik, ia pun bersikeras untuk mengejar si penculik. Ditemani oleh leo rizki dan fahrizal mereka mulai mencari bintang, dalam pencarian bintang banyak hal yang mewarnai petualangan mereka seperti masalah kecurigaan dinda terhadap fachrizal yang di anggapnya bersekongkol, hingga masalah emosi, kelelahan, bahkan asmara yang mulai timbul.
Sosok leona yang tidak terlihat sebagai otak penculikan bintang ternyata memiliki anak buah yang menjadi mata mata di kepolisian sehingga segala bentuk usaha dalam menyelamatkan bintang berhasil diketahuinya, namun naluri seorang kakaklah yang pada akhirnya berhasil menemukan dimana bintang disembunyikan, sementara leona dan ibunya yang memiliki dendam dengan pak sofyan berhasil menyembunyikan identitas mereka sebagai pelaku utama penculikan dan bahkan semua orang yang terlibat dalam usaha pencarian bintang pun tidak pernah tahu siapa sebenarnya otak penculikan Bintang dan apa maksud mereka menculik Bintang.

Seusai membaca sinopsis, saya bertanya-tanya mengapa sinopsis di atas tersaji begitu lengkap. Kita bisa menemukan twist sekaligus hal-hal yang sama sekali tidak dipaparkan oleh filmnya. Sulit memahami alasan di balik keputusan tersebut. Misterius memang, dan sejatinya "Bintang di Langit Belitong" diselimuti banyak misteri pada berbagai sisi. Kenapa di poster tertulis "dilangit" padahal menurut KBBI awalan di- sebagai penggambaran lokasi semestinya dipisah? Film dibuka oleh adegan persidangan yang membuat saya bertanya-tanya "kasus apa yang tengah disidangkan?" Kenapa pasca 20 tahun ibu dari Leona tidak bertambah tua? Apakah benar lompatan waktunya 20 tahun karena filmnya sendiri tak pernah menjabarkan hal tersebut. Misterius.
Naskah karya Rendra A turut menyuntikkan unsur investigasi tatkala tiga protagonis berusaha menyibak misteri mengenai siapa pemilik rental mobil innova hitam yang dipakai oleh para penculik. Kenapa saat mereka mendatangi lokasi, tempat rental itu sudah tak ada dan berubah menjadi gudang tua kosong? Sebegitu hebatkah para penjahat mampu menyulap rental mobil menjadi gudang dalam waktu sekejap? Ataukah itu semata-mata modus Fahrizal untuk mengajak Dinda mendatangi tempat sepi di malam hari? Kenapa masih sempat terjadi adegan perkenalan antara Fahrizal dan Dinda sesaat setelah penculikan? Kenapa usai menemukan lokasi para penculik, ketiganya tidak menghubungi polisi atau keluarga dan justru nekat datang sendiri? 

Konon katanya sebuah misteri dianggap bagus bila tidak gamblang memberi jawaban, supaya pertanyaan demi pertanyaan tetap hinggap lalu memancing perbincangan lebih lanjut. "Bintang di Langit Belitong" sukses melakukan itu, membiarkan penonton bertanya-tanya sembari menebar jawaban entah secara langsung, tersirat, atau dalam situs Cinema XXI. Jika banyak hal tak logis itu wajar, hidup memang tidak selalu masuk akal. Karakter menyebalkan penyulut emosi dengan kebodohan perilaku pun bisa dipahami, karena tidak ada manusia sempurna di dunia ini. Bagaimana dengan alur yang sejatinya nyaris tidak ada? Tengok film arthouse, banyak bukan yang tanpa alur? Kombinasi drama, misteri dan thriller film ini memang acapkali mengundang gelak tawa, tapi bisa jadi itu disengaja, agar penonton belajar memaknai bermacam situasi dengan pemikiran positif. Karena mentertawakan kesialan bukan kekeliruan, sama halnya mentertawakan produk buruk penuh kekacauan seperti film ini.


Ticket Sponsored by: Bookmyshow ID

34 komentar :

Comment Page:
Uda Isan mengatakan...

Karena blog ini, saya akhirnya tidak harus terjebak ke film2 macam ini. Terima kasih
Mas Rasyid umurnya berapa ya? Saya sudah ngikutin blog ini dari 2012 tapi gak pernah sekalipun komen. Baru di review "Suicide Squad" saya pertama kali komen karena kecewa sama filmnya.
Pengen sharing aja hhe

Rasyidharry mengatakan...

Haha senang bisa membantu.
Wah lumayan lama juga ya, saya juga terima kasih udah sempetin baca. Baru 24 kok umur.

Sharing sepuasnya saja di blog ini, saya suka diajak diskusi :)

Uda Isan mengatakan...

Oke fix, anda lebih tua dari saya, jadi saya panggil Mas Rasyid saja.
Mas, tinggalnya dimana? Kok kadang bisa ngereview film yang saya (di Bekasi) gak tau tempat nontonnya? Macam film pendek Prenjak kemarin?

Oh ya, saya senang review di blog ini akhirnya mulai kuat membahas tentang akting, karena review lama di blog ini kurang banget ngomentarin soal akting, padahal buat saya hal pertama yang bikin saya tetep melanjutkan menonton sebuah film setelah 10 menit pertama adalah akting para aktornya hehehe

Hendra Siswandi mengatakan...

Padahal nunggu review 3 Srikandi, Bang. Abang Rasyid lagi lagi nekad menyiksa diri nonton ini film. Di kota saya gak ada bioskop yang mutar film ini :D

Angga Saputra mengatakan...

sya jga nunggu review 3 srikandi...kemaren sdh nonton menurut sy tuh film lumayan ok..

Rasyidharry mengatakan...

Stay di Jogja. Beberapa film kayak Prenjak emang nonton di special screening atau festival. Kalau pengen tahu pemutaran-pemutaran di Bekasi bisa update ke Reino (ajirenji.blogspot.com), dia blogger Bekasi.

Duh, kalau review lama kurang banget di semuanya hehe

Rasyidharry mengatakan...

Ada pun nggak usah nonton :D

Teguh Yudha Gumelar mengatakan...

ngehe banget emang bang sinopsis film indo, banyak yg sejenis sama film ini
mereka mungkin memahami sinopsis sebagai ringkasan cerita
jatuhnya malah jadi versi cerpennya film
film indo di web xxi banyak yg begini

Rasyidharry mengatakan...

Mungkin Jumat malam baru sempat nonton

Rasyidharry mengatakan...

Waduh, kalau macam film ini bukan lagi ringkasan. Deskripsi detail :D

Furqon Marzuki mengatakan...

kok kuat to bro nonton film beginian, saya baca review nya saja udah berasa gimana gitu hehe
sekalian aja deh review film Chikung tapi hati-hati jangan sampai kena penyakit chikungunya setelah nonton filmnya

btw nice review bro.. saya sering mampir dimari buat refrensi sebelum nonton

Teguh Yudha Gumelar mengatakan...

hahaha, iya sih, sampe twist di ceritain kan ngehe banget

Rasyidharry mengatakan...

Sebenernya nggak kuat, tapi demi menyelamatkan para penonton budiman haha.
Chikung sayangnya nggak masuk Jogja jadi nggak nonton.

Thanks ya :)

Andika Daffa mengatakan...

Liat posternya yang kayak gitu aja udah.....gimana ya ngomonginnya?

Radira mengatakan...

.... Dan film ini ditonton dan direview di Movfreak.. sungguh misterius :D


Hmm.. sepertinya film ini bisa dicoba untuk ditonton, nih kalau lagi bosan nonton film-film bagus.
Tontonan seperti ini, tuh semacam guilty pleasure :D :D

Furqon Marzuki mengatakan...

orang jogja to.. lah sama bro saya juga jogja
setidaknya jogja terselamatkan dari virus chikung haha
posternya chikung bahkan lebih parah dari film Belitong ini

Uda Isan mengatakan...

Oh di Jogja toh.
Iya suka ngikutun blog ajirenji jg, cuma beliau suka telat ngereviewnya hha
Mas, saya request donk? Review film "Il Mare" dari Korea, sama film "Heat" tahun 1995.
Pengen liat penilaiannya soal film itu. Thank you

kesuma wijaya mengatakan...

Kok film gini ada peminatnya ya?

Rasyidharry mengatakan...

Haha dia rajin nge-review di Muvilla soalnya.
Ntar ya kalau film lama, masih banyak antrian film baru hehe

Rasyidharry mengatakan...

Padahal pengen nonton haha

Rasyidharry mengatakan...

"Artistik" itu kata yang tepat

Rasyidharry mengatakan...

Wah jangan salah, film model ginian tiap minggu muncul di blog ini kok :D

Rasyidharry mengatakan...

Dikit kok, hari pertama di Jogja total nggak sampai 10 orang :D

Hendra Siswandi mengatakan...

Chikung bisa dapat trash atau maksimal menyamai prestasi bintang di Belitong kalau direview di sini :D

Hendra Siswandi mengatakan...

Jadi penasaran kalau Bang Rasyid mereview Film Azraxnya Gatot Brajamusti

kesuma wijaya mengatakan...

Trus ngapain di review. Habisin energi, kesabaran, bikin pahala berkurang.

Rasyidharry mengatakan...

6 stars out of 5 for Azrax!

Rasyidharry mengatakan...

Ah enggak membuang waktu & energi kok, I love doing this

Andika Daffa mengatakan...

Kalo Garuda Superhero bang? :D

Rasyidharry mengatakan...

Garuda Superhero mah jelek, CGI-nya aja yang ngalahin Avatar

Kevin Costner mengatakan...

Hmmm, jadi penasaran sama filmnya...

Radira mengatakan...

This called guilty pleasure masbro Kesuma wijaya :D :D

Rasyidharry mengatakan...

Pleasure hasil nyinyir *eh*

TallyTheVote mengatakan...

Kenapa mau nonton film beginian? hahahaha

Btw, check my blog too movieluchaholic.wordpress.com thankyou!