DAFTAR PEMENANG FESTIVAL FILM INDONESIA 2016

18 komentar
Ajang penghargaan paling bergengsi bagi perfilman Indonesia baru saja digelar pada hari Minggu (6/11) kemarin. Sayang, pembicaraan publik lebih banyak tertuju pada kekacauan siaran live delay (seriously?) di RCTI, di mana terjadi keterlambatan dari jadwal yang telah ditentukan (22.00 WIB). Akibatnya, nama-nama pemenang sudah banyak bertebaran di media sosial bahkan sebelum siaran dimulai (embargo pengumuman diangkat pukul 10 malam). Biarkan ini menjadi evaluasi, bahwa tidak semestinya penghargaan film tertinggi nasional tak sepantasnya diperlakukan seperti ini. 

Mengenai pemenangnya sendiri, "Athirah memboyong piala terbanyak (enam), disusul "Salawaku" dengan tiga piala. Di sisi lain, Reza Rahadian sukses meraih Piala Citra ketiga sepanjang karirnya untuk kategori "Pemeran Utama Pria Terbaik", menyamai prestasi Deddy Mizwar dan Sukarno M. Noor. Berikut adalah daftar lengkap pemenang beserta sedikit tanggapan saya.

Film Terbaik: "Athirah"     
Bagi saya "Surat dari Praha" masihlah film terbaik sejauh ini, tapi "Athirah" mengikuti tak jauh di belakang. Kemenangan ini sangat pantas.

Sutradara Terbaik: Riri Riza ("Athirah")
Baru menonton dua di antara nominee, tapi memang sudah saatnya Riri meraih Piala Citra perdana.

Penulis Skenario Asli Terbaik: Jujur Prananto ("Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara")
Di luar Yosep Anggi Noen ("Istirahatlah Kata-Kata") dan BW Purba Negara "Ziarah") yang belum saya tonton karyanya, naskah Jujur Prananto memang lebih baik dibanding dua nominee lain.

Penulis Skenario Adaptasi Terbaik: Salman Aristo, Riri Riza ("Athirah")
Sekali lagi, yang terbaiklah pemenangnya.

Pengarah Sinematografi Terbaik: Faozan Rizal ("Salawaku")
Semua judul di sini punya visual memikat, tapi dari melihat sekilas, hamparan alam di "Salawaku" nampak menawan.

Pengarah Artistik Terbaik: Eros Eflin ("Athirah")
Penataan artistik bak penuh obsesi perfeksionis dari Ade Gimbal dalam "My Stupid Boss" tetap paling memikat.

Penata Efek Visual Terbaik: Andi Novianto ("Headshot")
Belum menonton "Headshot" tapi kemenangan Andi Novianto membuktikan bahwa juri FFI tak mudah terlena oleh keramaian CGI dan memperhatikan efektifitas penggunaan.

Penyunting Gambar Terbaik: Wawan I. Wibowo ("My Stupid Boss")
Editing yang mendukung kejenakaan bukan hal mudah. Kemenangan ini pantas.

Penata Suara Terbaik: Fajar Yuskemal, Aria Prayogi, M. Ichsan Rachmaditta ("Headshot")
Kemenangan yang membuat desingan peluru "Headshot" makin menarik ditunggu.

Lagu Tema Film Terbaik: "Ratusan Purnama" - Musik: Anto Hoed, Melly Goeslaw ("Ada Apa dengan Cinta? 2")
One of the most romantic song of the year. Enough said.

Penata Musik Terbaik: Anto Hoed & Melly Goeslaw ("Ada Apa dengan Cinta? 2")
Musik elegan Thoersi Argeswara di "Surat dari Praha" merupakan favorit saya, tapi karya Anto dan Melly mampu menguatkan rasa.

Penata Busana Terbaik: Chitra Subyakto ("Athirah")
Anda lihat kecantikan Cut Mini berbalut kain bercorak nusantara dan bentangan indah sarung-sarung sepanjang film bukan?

Pemeran Utama Pria Terbaik: Reza Rahadian ("My Stupid Boss")
Kedalaman rasa Tyo Pakusadewo ("Surat dari Praha") juara, dan transformasi Abimana "Warkop DKI Reborn") sangat meyakinkan. Reza memikat tapi dua nama tersebut lebih layak menang. 

Pemeran Utama Wanita Terbaik: Cut Mini ("Athirah")
Well, no contest here

Pemeran Pendukung Pria Terbaik: Alex Abbad ("My Stupid Boss")
Walau pembawaan deadpan Alex Abbad menggelitik, Arie Kriting ("Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara") paling sukses mendukung berbagai sisi penceritaan.

Pemeran Pendukung Wanita Terbaik: Raihaanun ("Salawaku")
Semestinya Adinia Wirasti ("Ada Apa Dengan Cinta? 2") jadi penantang terkuat.

Pemeran Anak Terbaik: Elko Kastanya ("Salawaku")
Menarik menantikan bagaimana akting yang mampu mengalahkan Sinyo dalam "Wonderful Life".

Film Pendek Terbaik: "Prenjak"

Film Animasi Terbaik: "Surat untuk Jakarta"

Film Dokumenter Panjang Terbaik: "Gesang Sang Maestro Keroncong"

Film Dokumenter Pendek Terbaik: "Mama Amamapare"

18 komentar :

  1. Sinyo masih berperan natural dalam wonderfull life mungkin itu jadi pertimbangan
    Buat pemenang lain saya rasa sudah selayaknya setidaknya tak sekontroversi panasonic Gobel award.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jutru itu, karena kesan natural Sinyo yang membuatnya luar biasa. But yes, overall seluruh pemenangnya layak

      Hapus
    2. HAHAHA Panasonic Gobel Award.

      Hapus
    3. Berarti dia ngak full ngeluarin kemampuan aktingnya ,tapi ngak tau juga bagaimana penampilan Elko karena belum tayang

      Heru@ hahahaha iya sudah ditayangin live tiap tahun tapi ngak pernah belajar

      Hapus
    4. IMO simply karena Elko lebih kuat, dan itu yang bikin penasaran banget

      Hapus
    5. Ditunggu aja filmnya
      BTW masih ada ternyata Film Acha BTDA2 Tahun dia banget kayaknya

      Hapus
    6. Semoga lebih baik dari film pertamanya yang errr....

      Hapus
    7. Semoga aja .
      Perlu budget lebih di Desember

      Hapus
  2. Athirah memang layak menang tapi saya pribadi lebih suka sama surat dari praha dan pemenang lain nya memang layak tuk dapat penghargaan..

    BalasHapus
  3. Para pemenang peran pembantu baik pria maupun wanita..kurang bisa diterima dan tidak mninggalkan kesan..scra film salawaku belum dipublikasiakn

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak kok yang belum tayang (Headshot, Salawaku, Istirahatlah Kata-Kata, Ziarah), tapi tak apa, at least mekanismenya jelas (sudah rilis di festival internasional/pemutaran terbatas layar alternatif)

      Hapus
  4. Perenjak? Heh! Sinyal dewan juri eropasentris.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hemm belum bisa komentar lebih jauh, lainnya belum nonton :)

      Hapus
  5. Syid, tapi Adinia Wirasti tipe yang aktingnya gitu2 aja gak sih? Bagus sih, tapi masih sama kayak peran2 dia di film lain (mungkin kecuali di
    Kapan Kawin?' walaupun tetep kalau saat dialog Adinia ya tetap seperti itu di film apapun even di serial Halfworlds). Pengin liat dia dapet peran dengan karakter yang jauh beda. Gue lebih setuju sih si Sissy yang dapet nominasi untuk kategori ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beda kok, misal di "Selamat Pagi Malam" walau nggak ekstrim tapi jelas beda. Lagipula di AADC2 itu masih akting yang kuat & sesuai sama tugasnya, mendukung jalan cerita. But yes, Sissy pantas kok :)

      Hapus
  6. Surat dari praha?
    Menurut saya kok biasa Aja ceritanya.
    Hampir mirip sama film2 nya Nicholas sparks the longest ride

    BalasHapus