15 FILM INDONESIA TERBAIK 2016

37 komentar
Ketika artikel ini ditulis, ada sembilan film Indonesia tahun ini meraih satu juta penonton yang mana mungkin bertambah melihat perolehan meyakinkan "Cek Toko Sebelah" di hari pertama pemutaran. Rekor ini turut dilengkapi kesuksesan "Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1" mengumpulkan 6.858.616 penonton, terbanyak sepanjang masa. Perfilman tanah air memang tengah bergerak ke arah positif termasuk dari sisi kualitas. Total saya menonton 91 film Indonesia sepanjang tahun. Berikut adalah 15 film lokal rilisan tahun 2016 (penayangan reguler dan festival) yang saya anggap terbaik. Beberapa judul macam "A Copy of My Mind", "Aach...Aku Jatuh Cinta" hingga "Siti" takkan anda temui karena sudah saya sertakan dalam daftar tahun lalu (bisa dilihat di sini). 

15. AISYAH: BIARKAN KAMI BERSAUDARA
Film garapan Herwin Novianto ini mungkin bukan yang terbaik namun kandungan pesan toleransinya begitu penting, bahkan mungkin paling penting mengingat carut marut intoleransi tanah air dewasa ini. Mengingatkan kita akan indahnya kebersamaan di tengah perbedaan. 
14. IBU MAAFKAN AKU
Penggambaran tepat sasaran soal hubungan ibu-anak serta begitu besarnya kasih sayang seorang ibu. Menjadi spesial berkat ketiadaan usaha dramatisasi kelewat batas ditambah akting powerful sang legenda hidup, Christine Hakim.
13. MY STUPID BOSS
Komedi yang hit-and-miss jadi penyebab film ini urung saya tempatkan di posisi lebih tinggi, namun detail artistik (set, properti, tata rias dan kostum) yang sangat diperhatikan sungguh memikat mata. Transformasi Reza Rahadian pun mengundang kejenakaan adiktif.
12. WARKOP DKI REBORN: JANGKRIK BOSS! PART 1
Say what you want, but I had a very good time watching this movie. Anggy Umbara menemukan formulasi tepat bagi gayanya, menciptakan tawa tanpa henti berbalut keseruan aksi. Abimana sebagai Dono memamerkan salah satu akting terbaik di perfilman Indonesia. 
11. JUARA
Salah satu kejutan paling menyenangkan tahun ini adalah sewaktu debut Bisma Karisma sebagai lead actor ini tak hanya sukses menghibur melalui tawa, romantika remaja manis plus aksi memukau, pula drama keluarga emosional dan tentunya performa solid sang aktor utama.
10. SALAWAKU
Keindahan alam eksotis, akting luar biasa jajaran cast, dirangkum oleh debut Pritagita Arianegara yang piawai mengatur tempo penceritaan, membuktikan potensinya sebagai sutradara dengan kemampuan visual storytelling
9. CEK TOKO SEBELAH
Menyeimbangkan gelak tawa dan haru bukan perkara mudah, sehingga siapa sangka tatkala banyak nama besar gagal, Ernest Prakasa mencuat sebagai yang paling berhasil melakukannya. What an amazing surprise that filled with laughs and tears.
8. 3 SRIKANDI
Mengesankan secara tampilan, tapi lebih penting yakni perhatian teruntuk penceritaan solid daripada eksploitasi kisah inspiratif nan dramatis. Berkat cast-nya, dinamika dimiliki oleh narasi, bukan semata-mata reka ulang sejarah. Such an amazing entertainment.
7. WONDERFUL LIFE
Satu lagi pembawa pesan penting. Tidak berusaha memusuhi disleksia, namun mengajak memahami bahwa perbedaan itu tak membuat si penderita lebih buruk dari orang “normal”, bahwa prestasi akademis di sekolah bukan satu-satunya hal penting. This is one of the most important movie of the year for all of us (especially parents and teachers) to see.
6. ADA APA DENGAN CINTA? 2
Bukan saja nostalgia, alurnya memperhatikan eksposisi cerita serta karakter daripada sekedar fan service. Mengambil pendekatan bak "Before Sunset", "Ada Apa dengan Cinta? 2" adalah perayaan manis untuk kisah cinta legendaris. Salah satu sekuel terbaik di perfilman Indonesia. 
5. TURAH
Pemahaman mendalam soal kultur setempat (Kampung Tirang, Tegal) dari sang sutradara menghasilkan realisme tinggi bermodal kedekatan plus kecintaan sineas akan objek penceritaan. Menggelitik sekaligus mengguncang.
4. ATHIRAH
Cut Mini memberi performa solid yang bersinergi dengan kesubtilan tutur film. Tanpa sadar saya turut merasakan cinta dan respect pada Athirah. Begitu senyumnya menutup cerita, ada kepuasaan telah mengarungi 80 menit, mengamati perjuangan berskala kecil namun bermakna besar seorang wanita tegar. 
3. SUNYA
Bentuk surealisme yang memperhatikan substansi. Sederet metafora estetis pula pace lambat (namun cermat) esensial bagi cerita dan suasana, bukan bentuk kepongahan “sok artsy.” Harry Dagoe Suharyadi kembali ke hakikatnya sebagai salah satu sutradara terdepan tanah air. 
2. SURAT DARI PRAHA
Ditemani iringan lagu yang tak hanya terdengar indah, namun bersatu padu mencipta keselarasan, "Surat dari Praha" bagai balada yang mengalun perlahan menyentuh rasa, memunculkan haru dan cinta dengan begitu indah.
1. ISTIRAHATLAH KATA-KATA
Sebuah bentuk cinta yang pula membuktikan kelihaian dan kematangan Yosep Anggi Noen. Saya terpana. Hati teriris-iris, air mata mengalir deras mendapati ending terkuat yang dimiliki sinema negeri ini. Bukan saja yang terbaik tahun ini, "Istirahatlah Kata-Kata" merupakan salah satu film Indonesia terbaik yang pernah saya tonton. Jangan lewatkan penayangannya di bioskop mulai 19 Januari 2017!

Sampai jumpa di daftar film terbaik tahun 2016 secara menyeluruh (lokal dan asing) yang mungkin baru akan dipublikasikan bulan depan. Mari dukung perfilman Indonesia dengan menontonnya di bioskop. 

37 komentar :

  1. Film2 yg kelas festival belom ada yg nonton hehe... Yaah talak 3 gwk masuk list ya bang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Talak 3 bagus, tapi ngerasa masih kurang buat masuk jajaran terbaik :)

      Hapus
  2. Makin tahun makin ngerasa nggak buang-buang uang buat nonton film lokal, terutama dua tahun terakhir ini. Semoga tahun depan semakin semangat menuju bioskop untuk nonton film lokal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes, semoga terus tumbuh ke arah lebih baik :)

      Hapus
  3. Dari 15 daftar film di atas, 4 film yang sudah saya tonton. Dan 31 film yang sudah saya tonton (baik Indonesia maupun Hollywood) sepanjang tahun 2016. Sementara Bang Rasyid 91 film, itupun baru film Indonesia.

    Mungkin beliau bisa dijuluki The King of Moviefreak in Indonesa, hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha ada beberapa reviewer yang jumlah tontonannya berkali-kali lipat dari saya loh

      Hapus
    2. Ahh Bang Rasyid reviewer yang rendah hati. Ditunggu bang list film Hollywood terbaiknya.

      Hapus
  4. Bagus banget buat dijadiin referensi tugas kuliah.

    BalasHapus
  5. Kemarin malem saya ketemu dan ngobrol banyak tentang film bersama sutradara Turah, Wicaksono Wisnu Legowo. Sempet ngomongin review Turah versi Mas Rasyid juga. Beruntung Mas-nya sudah nonton, saya orang Tegal malah belum.. 😁😁😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah jadi penasaran sama isi obrolannya :D

      Hapus
  6. waah gak nyangka Ibu Maafkan Aku masuk di sini. dilihat dari trailer dan posternya seperti kurang gitu.. menyesal tak nonton.. :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan salah penonton kok. Perfilman kita yang harus belajar bikin poster, trailer & semua media promo lebih oke

      Hapus
  7. Bang bikin list film yg hype ny tinggi nd menjanjikan.. Tp berakhir mengecewakan sepanjang 2016 dong... Kaya suicide squad atau pesantren impian yg hasilnya gak sesuai ekspektasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh kalau bikin list itu pelm DC semua isinya *eh*

      Hapus
    2. Hahaha...moga aja wonder woman ga bikin kecewa kita y bang...

      Hapus
  8. Turah kapan ya mas di bioskop, kemaren pas di jaff ga sempet nonton karena kehabisan tiket, cuma sempet istirahatlah kata-kata, ziara, sama sihung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum ada info, tapi kalau ngeliat track record "Siti" dulu, ada kemungkinan akhir 2017 atau awal 2018

      Hapus
  9. Kok gak ada Headshot mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sederhana saja, film-film di atas lebih meninggalkan kesan :)

      Hapus
  10. saya baca disalah satu wen,sunya yang masuk 5 besar film terbaik,juga masuk 10 besar dngn jumlah penonton tersedikit di indonesia.kok bs gt ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena kualitas nggak berbanding lurus dengan pendapatan. Mayoritas dari 15 judul di atas termasuk flop alias rugi. Dari 15 film dengan jumlah penonton paling sedikit pun, ada beberapa judul yang tergolong bagus.

      Untuk kasus "Sunya", filmnya memang segmented, materi promosi kurang mengena di penonton awam dan jatah layarnya sangat sedikit

      Hapus
    2. Di dunia film, emang biasa ada kejadian gitu. Film bagus eh malah flop. Kebanyakan yg begitu film drama.

      Hapus
  11. Rudy habibie gak masuk?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Well-made, akting bagus, tapi agak mengkultuskan sosoknya, beda sama "Athirah" atau "Istirahatlah Kata-Kata"

      Hapus
  12. Koq CTS masuk 15 terbaik,,
    Hang out ga ya,,
    Se7 bang,, tp yg nonton banyak hang out nya y bang?!! Itulah penonton kita,, banyak yg cuma ikut2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wajar kok, karena target pasar Hangout ABG dan fanbase Radit jauh lebih gede daripada Ernest. Tapi CTS juga sukses kok, pasti tembus sejuta minggu depan

      Hapus
  13. Tiga dara by Nia Dinata ga masuk bang? Saya belum sempet nonton karena di bioskop Bandung ternyata hanya tayang beberapa hari :( Padahal ekspetasi saya tinggi dengan 3 Dara, mengingat karya Nia Dinata sebelumnya yg menurut saya sangat bagus seperti arisan dan berbagi suami

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya termasuk (sedikit orang) yang suka "Ini Kisah Tiga Dara", tapi tetap aja, sebagai musikal filmnya tergolong kurang berhasil. Karya terburuk Teh Nia sejauh ini

      Hapus
    2. Ya, menurut saya Nia Dinata memang bagus jika mengangkat isu sosial yg ada di tengah-tengah masyarakat secara jujur. Seperti topik yg berkaitan dengan isu gender dan poligami. Mungkin untuk film musikal masih banyak yg perlu digali lagi ya.

      Hapus
    3. Nah, untung masalah pengangkatan isunya kuat, menolong filmnya banget

      Hapus
    4. Yap, bener bgt bang. Btw saya ngikutin blog ini udah lama, meski baru muncul di komen ini. Tiap mau ke bioskop atau donlot film pasti liat dulu movreak, karena ulasannya mayoritas sesuai dengan isi otak saya. Thanks bang rasyid, keep it up :)

      Hapus
  14. bagus semua film nya, tapi belum sempet nonton semua

    BalasHapus
  15. Cuma nonton 9 dari 15 film di atas. Maklum di kota saya film "genre" Sunya dkk belum atau malah tidak diputar sama sekali.Dari 36 Film Indonesia yang saya tonton favorit saya Surat Dari Praha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sunya memang terbatas banget sih dan sebentar. Kalau beruntung mungkin suatu hari bakal disinggahi kotanya buat screening :)

      Hapus