LOGAN (2017)

57 komentar
Setelah bencana bernama "X-Men Origins: Wolverine" serta hiburan standar yang masih dianggap mengecewakan dalam bentuk "The Wolverine", James Howlett alias Logan alias Wolverine butuh film stand alone layak secepat mungkin. Apalagi pasca memerankan tokoh itu selama 17 tahun, Hugh Jackman memutuskan segera pensiun. Salah satu keputusan paling penting yang dilakukan oleh sutradara James Mangold dan timnya dalam "Logan" adalah penggunaan R-rating, sebab anda takkan mampu membuat sajian jinak nihil darah bagi ikon X-Men tersebut. Aspek menarik lain berasal dari sumber inspirasi utama filmnya, yaitu "Old Man Logan".

Patut dicatat, ini merupakan adaptasi lepas, karena mustahil bagi 20th Century Fox menampilkan Hulk, Doctor Doom, Red Skull dan Hawkeye selaku sosok-sosok penting komiknya. Poin yang diambil berupa fakta apabila filmnya ber-setting di masa depan tatkala X-Men tak lagi ada, dan Logan (Hugh Jackman) telah dimakan usia, lelah, depresif, hidup terasing di tengah padang gurun. Logan mengisi waktu bekerja sebagai supir limousine, sembari bersama Caliban (Stephen Merchant) merawat Charles Xavier (Patrick Stewart) yang menderita alzheimer. Harapan hidup tenang nyatanya sulit ia dapat, terlebih ketika mesti menjaga Laura (Dafne Keen), mutan cilik berkemampuan serupa dirinya.
Saat ekspektasi publik cenderung (hanya) mengharapkan sentuhan kekerasan lewat rating R yang mana penting bagi si titular character film ini menawarkan pemanfaatan lebih substansial akan kebebasan mengumbar darah plus sumpah serapah. Logan tak ragu menebas lawan, mencincang hingga anggota tubuh berhamburan. Dia dan Xavier pun gemar melontarkan F-word. Semuanya bukan saja memfasilitasi Mangold bersenang-senang, pula menguatkan karakterisasi. Xavier kini semakin tua, tak stabil, dan rewel, sementara Logan diliputi trauma. Wajar jika penokohan keduanya bergerak ke arah tersebut. 

Mangold bersama Scott Frank dan Michael Green sebagai penulis naskah merajut nuansa gritty di mana sang pemilik otak terkuat sekaligus mantan pimpinan X-Men menderita alzheimer sedangkan Logan makin individual, egois, bahkan suicidal. Pergerakan tone dunianya menjadi kelam pula lebih realistis terasa alamiah, dampak peristiwa signifikan ketimbang pemaksaan macam "Man of Steel" atau reboot "Fantastic Four". Peristiwa yang dimaksud sekedar disiratkan melalui beberapa baris kalimat tanpa flashback gamblang, tapi tiap unsur dalam bangunan dunianya terhampar rapi, lengkap, yang bila disusun dapat membentuk satu gambaran utuh. Alhasil gelapnya suasana pada dunia di mana mutan nyaris punah dan tragedi bertempat sungguh kuat, terasa mencekik. 
Mangold sabar menggiring tempo penceritaan, menyisihkan waktu untuk eksplorasi drama mengenai makhluk superior yang kini rapuh, berkontemplasi mencoba memahami eksistensi sambil seiring perjalanan belajar lagi apa artinya kebersamaan dan kekeluargaan. Di satu momen tatkala bertemu sebuah keluarga, Logan mengarang cerita bahwa Xavier dan Laura adalah ayah dan puterinya. Mungkin itu sekedar cerita palsu, namun sejatinya hubungan itu sungguh terjadi di antara mereka. Logan merawat mantan mentornya, di sisi lain Xavier tak bosan berpetuah bagi sang murid. Demikian pula jalinan antara Logan dengan Laura. Saling menjaga, saling mengasihi. 

Jangan khawatir cenderung lambatnya pace drama bakal melelahkan, sebab Mangold paham betul kapan mesti berjalan pelan, kapan waktunya menginjak gas sekuatnya, menggelontorkan aksi brutal dipadu koreografi dinamis. Sewaktu Logan mengayunkan cakar adamantium begitu liar, Laura bergerak lincah memotong musuh tanpa ampun. Melihat gadis cilik badass dengan entengnya memutilasi pria-pria dewasa dan menenteng kepala bak bola basket sudah cukup memancing sorak sorai penonton. Belum lagi ketika anak-anak hasil eksperimen X-23 lain memamerkan kekuatan mereka. Hebatnya, Mangold masih sempat menyelipkan segelintir momen komedik sederhana namun efektif memancing tawa (Laura menunggangi kuda mainan jadi favorit saya), sesekali menyegarkan suasana setelah disuguhi kesadisan. 
Dafnee Keen sempurna sebagai Laura, bersenjatakan ekspresi datar berhiaskan mata tajam yang seolah sanggup membunuh lewat tatapan. Patrick Stewart memerankan Xavier versi tua renta seperti grumpy old man yang kerap merepotkan tetapi mudah dicintai dalam berbagai road movie. Hugh Jackman masih kokoh memainkan sosok anti-hero buas, bedanya kini dia juga pria paruh baya yang digeregoti rasa sakit baik secara fisik maupun mental. Sorot matanya memancarkan kepedihan mendalam, dan beberapa kesempatan menuturkan kalimat bernada dramatik pun dilakoninya penuh penghayatan. Jika Oscar tahun depan berniat melirik film superhero, performa Hugh Jackman layak diganjar nominasi.

Bukan saja lokasi di gurun gersang serta sejumlah easter eggs pula pernak-pernik (kuda, baju koboi, cuplikan film "Shane"), jalinan cerita filmnya sendiri kental bernuansa western. Seorang pria tua mantan jagoan legendaris, berusaha hidup damai di tengah keterasingan sebelum dipaksa (susah payah) melaksanakan misi demi orang lain. "Logan" bagai "Unforgiven" (1992) milik Clint Eastwood yang mengganti senapan dengan cakar adamantium. Akhirnya di akhir masanya sebagai Wolverine, Hugh Jackman memperoleh film yang pantas. Karakternya pun demikian berkat konklusi sempurna berupa pemberian tongkat estafet kepada generasi berikutnya (komiknya telah melakukan hal ini). 

57 komentar :

  1. Sansanonymous8:41 AM

    Ngerasa gak sih bro selesai nonton ini badan berasa pegel.
    Berasa masuk ke film jd karakter Logan hehehe

    Berasa nyata banget kerapuhan seorang Wolverine

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ikut ngerasa encok gitu? hahaha

      Hapus
    2. Anonim12:59 AM

      bang ak minta pencerahanya nih. bukanya Xavier mati di X-Men: The Last Stand?

      Hapus
    3. Di post-credit scene The Last Stand diceritain Xavier belum mati. Kesadarannya pindah ke tubuh orang lain. Tapi gimana di Days of Future Past dia balik ke tubuh aslinya nggak tahu. Lagian timeline X-Men emang udah terlalu kacau sih

      Hapus
  2. setuju om,
    Menurut ane cuma Robert Downey (iron man), Ryan Reynold (Deadpol) dan si wolverine ini yang sulit mencari pengganti nya :)

    seandainya mereka semua tergabung dalam MCU (which is good).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Marvel (MCU or not) memang casting-nya top notch. Mau akting atau perawakan sempurna buat meranin karakternya

      Hapus
  3. Wah, Bang Rasyid udah sesumbar aja nih tentang prediksi Oscar taun depan.

    Btw apa nasib film Wolverine nantinya bakalan kayak film reboot Spiderman ya ? Semoga aja pihak 20th Century Fox bisa nyari suksesor yang sepadan sama Hugh Jackman.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha bukan sesumbar. Tepatnya berharap sih itu.

      Jangan sampai begitu. Lagipula dari rencana Fox kelihatan kok kalau mereka niat maju untuk beberapa waktu tanpa Wolverine (kecuali turn out film-filmnya ancur)

      Hapus
    2. Karena film tentang superhero jarang ada yang menang di Oscar gitu ya ?

      Setelah X-Men: Apocalypse berharap X-Force juga diangkat ke layar lebar.

      Hapus
    3. Suicide Squad menang Oscar, The Dark Knight juga menang Oscar.
      http://www.imdb.com/list/ls078254853/
      Anehnya, justru DC yg dihina-dina bisa menang Oscar sedang MCU yg dipuja-puja malah gak pernah menang Oscar.

      Hapus
    4. Jangan samakan SS dengan TDK haha
      Bukan DC kok yang dihina. Sebagai komik, mereka jauh lebih powerful dari Marvel. DCEU saja yang kacrut :D

      Hapus
    5. Suicide Squad blunder banget pilih PG-13

      Hapus
    6. Yg saya samakan antara SS dan TDK itu bukan kualitas filmnya, tapi kesamaan kedua film yg berhasil meraih Piala Oscar.

      Hapus
    7. Jatah Oscar Star Trek Beyond diembat SS haha

      Hapus
  4. Mirip Joel & Ellie di The Last of Us ya bang, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waw haha baru nyadar. Mirip juga

      Hapus
    2. Waow, gak kepikiran, pantes pas liat Wolverine kayak ingat seseorang, Joel rupanya

      Hapus
  5. Terlepas dari apakah film ini lebih baik dari 2 film pendahulunya, saya pikir ada "ciri" superhero yg hilang dari film ini.
    Ditambah dengan ketiadaan konflik global (perang antar negara, ancaman internasional, dsb.) dan ketiadaan prajurit militer atau tentara keamanan wara wiri sepanjang film.
    Saya spt sedang menonton film bertema country di kota antah berantah atau bolehlah dikatakan mid town.
    Mungkin sang sutradara ingin menyuguhkan film superhero dgn taste yg berbeda.
    Benar kata bang Rasyid, andai saja film ini tidak ada embel-embel wolverine atau kaitan dengan superhero, Hugh Jackman sepertinya memang layak dapat Oscar..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Film superhero kan nggak harus berskala besar & epic begitu. Kembali lagi ke root-nya yaitu komik which is nggak melulu soal perang global. Logan ini sukses memvisualisasikan sumbernya (Old Man Logan) yang memang kental unsur western :)

      Hapus
  6. penutup yg sempurna sekaligus menutupi kekecawaan apocalpyse..
    di IMDb ratingnya 8.9 dan usernya (saat komen ini ditulis) butuh 4 ribu user lagi untuk menyentuh angka "minimal" agar bisa masuk top 250 (dgn catatan ratting 8.9 tidak berubah)... apakah akankah sanggup sejajar dengan the dark knight?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebagai film secara keseluruhan TDK lebih baik, tapi dari segi penggambaran protagonis, Logan lebih tepat.

      Hapus
    2. kayaknya ratingnya akan pas 8.1 deh, kayak Fury Road

      Hapus
  7. Kurang puas dengan tidak adanya penjelasan tentang bagaimana mutan lainya bisa sampai ke tempat perkumpulanya,

    Dan kenapa hanya Laura yg ditunjukan sangat superior yg lain hanya berlari dan sedikit aksi mungkin disimpan utk Film selanjutnya toh ini filmmya Wolverine bukan Film x menjadi atau new mutant

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya itu, kalau semua dijelaskan jadinya bukan film Wolverine :D

      Hapus
  8. apa cuman saya sendiri yang nangis tersedu sedu melihat ending nya? sumpah sampai keluar bioskop pun saya masih berlinang air mata memikirkan ending nya yang luar biasa sedih itu, karena saya terus berpikiran jikalau memang ini Film terakhir Hugh Jackman memerankan Logan, maka ending nya jelas akan berbekas terus di hati saya :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak kok yang nangis, tenang :D

      Hapus
  9. Anonim12:02 AM

    jadi menurut bang rasyid siapa nih yg cocok jd the next wolverine? ane sih kayanya lebih sreg ke Tom Hardy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah belum mikir itu. Biarkan Wolverine istirahat dulu supaya franchise X-Men bisa lebih variatif

      Hapus
  10. Kuat mana adamantium atau vibranium

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin Adamantium. Karena tameng Capt pernah beberapa kali hancur, tapi cakar Logan awet :D

      Hapus
    2. Beda bang dari segi fungsinya. Kalo vibranium itu besi terkuat untuk menyerap kekuatan sebesar apapun, kalo adamantium besi terkuat untuk serangan ..

      Hapus
    3. Beda bang dari segi fungsinya. Kalo vibranium itu besi terkuat untuk menyerap kekuatan sebesar apapun, kalo adamantium besi terkuat untuk serangan ..

      Hapus
    4. Ah, jadi basically lawan sempurna untuk satu sama lain. Wajar Logan nggak bisa hancurin tameng Capt

      Hapus
  11. A wonderful tribute for Hugh Jackman.. Bahwa si manusia buas bercakar adamantium bisa berkarat dimakan usia dan trauma,17 th menghidupkan karakter Wolverine, this chronicle truly deserve to be closed by an elegant end,reminds us who he want to be remembered... LOGAN,not The Wolverine

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tepatnya James Howlett, nama asli Logan :)

      Hapus
  12. Di X-Men day of future 2023 disini 2029 hanya senggang 7 tahun kenapa perbedaan usianya jauh banget , ada yg bisa jawab

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena timeline X-Men memang kacau hehe

      Hapus
    2. Hahahaha

      Ni film ad credit scene-nya ngak soalnya gak sempet abis
      Dan di XXI pas saya nnton bahasa latinnya ngak ada subtitle

      Hapus
    3. Nggak ada. Tapi kalau di US, sebelum film ada teaser Deadpool 2 yang sekarang udah rilis di youtubea

      Hapus
  13. Tanggalkan semua unsur superhero maka ini akan jadi drama road movie depresif right?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Road trip drama + western :)

      Hapus
  14. A wonderful tribute for Hugh Jackman.. Bahwa si manusia buas bercakar adamantium bisa berkarat dimakan usia dan trauma,17 th menghidupkan karakter Wolverine, this chronicle truly deserve to be closed by an elegant end,reminds us who he want to be remembered... LOGAN,not The Wolverine

    BalasHapus
  15. Mau tanya donk bang: apa hubungannya ending credit scene xmen appocalpyse dengan film logan ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di Apocalypse, DNA Logan diambil untuk cloning Laura

      Hapus
    2. Bukannya di Apocalypse settingnya tahun 70-80an Bang?
      Penjelasannya gimana sampai DNAnya baru dicloning beberapa dekade kemudian..

      Hapus
    3. Apocalypse akhir 80. Melihat timeline X-Men di film, saat itu belum ada teknologi cloning, jadi pasti butuh waktu lama di pengembangan. Apalagi Laura dkk adalah program X-23, yang berarti ada 22 program sebelumnya, jadi jangka puluhan tahun itu wajar

      Hapus
    4. Thanks gan.masuk akal penjelasannya 👍👍.cuman sedih aja generasi xmen ini berakhir. Smoga penerrusnya makin oke...artis yg jadi laura cukup menjanjikan

      Hapus
  16. Katanya juga ada klip teaser Deadpool 2 sebelum pemutaran Logan, tpi cuman USA yg dapet jatah.

    Di IMDB, katanya juga ada adegan cewek telanjang, tpi pas nonton gak ada. Di cut kali ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nunggu di YouTube aja

      h pasti disensor adegan pertama aja saat logan baru ditembak sekali lukanya ada 3 ..

      Hapus
    2. Teaser Deadpool 2 cuma nongol di US, itu sebelum film, bukan after credit. Sudah ada di yutub

      Hapus
  17. kira kira dafne keen bisa jadi best support actrees di oscar gak brooo ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah kalau Dafnee nggak sih. Bukan akting yang sekelas itu. Sunny Pawar yang luar biasa aja nggak masuk.

      Hapus
  18. Anonim10:13 PM

    Bang ditunggu review film Kong: Skull islandnya hehe

    BalasHapus
  19. Anonim1:12 AM

    bang, mau nanya bang, kalau disuruh milih, Logan atau The Dark Knight?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Logan. TDK is a great movie, but as a superhero movie is just good.

      Hapus