"ALIEN" FILM FRANCHISE: RANKED FROM WORST TO BEST

22 komentar
Rabu 10 Mei besok, Alien: Covenant bakal tayang di bioskop Indonesia, menjadikannya installment keenam franchise (di luar dua crossover dengan Predator) yang memulai petualangan sejak tahun 1979 ini. Berusia hampir empat dekade, naik turun kualitas dan bongkar pasang personel tentu jamak terjadi. Selain Scott, tercatat nama-nama tersohor mulai James Cameron, David Fincher, Jean-Pierre Jeunet pernah mengisi kursi sutradara. Begitu pula di jajaran cast meski Sigourney Weaver sebagai Ellen Ripley adalah tokoh paling ikonik. Menyambut perilisan Covenant, saya tertarik menyusun daftar urutan film Alien dari terburuk hingga terbaik. Daftar ini tidak menyertakan dua judul Alien vs. Predator karena: (a) Predator lebih dominan, (b) keduanya buruk luar biasa. 
(Artikel ini mengandung SPOILER)

5. ALIEN 3 (1992)
The only real bad movie in this franchise. Dalam debut penyutradaraannya, gaya Fincher yang mengawali karir sebagai pembuat video klip lebih kentara ketimbang jagoan storytelling sebagaimana ia kini dikenal. Konsep prison movie plus balutan post-apocalyptic serta alegori agama sempat menarik di awal, sebelum tenggelam di tengah kucing-kucingan medioker tak mencekam akibat deretan karakter pendukung membosankan, juga CGI buruk Xenomorph yang bak mutasi kucing liar. Tapi dosa terbesar film ini adalah membunuh tiga tokoh likeable (off-screen) film sebelumnya semata demi membuka jalan melanjutkan cerita. 
4. ALIEN: RESURRECTION (1997)
Jean-Pierre Jeunet (The City of Lost Children, Amelie) membawa keanehan visual dan selera humornya, menjadikan Resurrection rilisan paling ringan, sepenuhnya menghilangkan sentuhan horor. Keputusan kontroversial namun terbukti menghindarkan repetisi, toh selera absurd Jeunet masih mampu menghasilkan momen disturbing, sebutlah kala Ripley menemukan salah satu hasil kloningnya yang gagal. Ripley dalam wujud clone adalah sosok baru, lebih kuat, lebih dingin, lebih badass, meski naskah Joss Whedon lemah soal logika pengembangan karakter. Hiburan penuh histeria dalam balutan close-up serta monster hybrid manusia dengan Xenomorph yang, well, aneh.
3. PROMETHEUS (2012)
Prekuel yang lebih banyak mengumbar pertanyaan baru ketimbang menjawab atau membuat koneksi dengan film sebelumnya. Namun segala tanya itu ampuh melebarkan skala penceritaan franchise-nya, membawa ke arah baru yang menyimpan setumpuk potensi hingga bukan lagi sekedar sci-fi/horror klaustrofobik. Naskah garapan Jon Spaihts dan Damon Lindelof kuat mengusung filosofi soal Tuhan walau lemah dalam penokohan ketika sekelompok ilmuwan hadir begitu bodoh. Muncul pula lubang terkait teknologi yang lebih maju dibanding empat film lain (Prometheus ber-setting ratusan tahun sebelumnya). Bujet besar, desain produksi nomor wahid, plus Ridley Scott yang makin berpengalaman menangani blockbuster menghadirkan kemegahan memukau. 
2. ALIENS (1986)
Meninggalkan konsep horor atmosferik, James Cameron menyulap sekuel Alien menjadi suguhan aksi dengan machismo tingkat tinggi beserta metafora Perang Vietnam. Mengganti sexual innuendo dalam Alien dengan artileri militer kelas berat, deretan adegan aksi brutal dilakoni tokoh-tokoh memorable termasuk Ripley yang ketika third act, sepenuhnya bertrasnformasi dari final girl horror menjadi legitimate action heroine. Sambut pula Newt (Carrie Henn), salah satu karakter bocah terbaik Hollywood yang secara kurang ajar dimatikan oleh sekuelnya. 
1. ALIEN (1979)
Ridley Scott piawai menggabungkan teror atmosferik di mana adegan pembuka kala para kru terbangun dari kondisi stasis pun nampak creepy dengan jump scare efektif. Scott sanggup memancing kesan mencekam tak manipulatif bersenjatakan gambar menyeramkan (adegan Xenomorph diam bergelantungan di langit-langit jadi salah satu poin terbaik). Pace yang tak terburu-buru memberi penonton waktu mengenali tiap-tiap karakter. Murni film ensemble. Bahkan awalnya Ripley bak sekedar karakter pendukung ketimbang lead protagonist. Seperti telah disebut pula, sexual imagery bertebaran, entah pada pengadeganan, desain pesawat, pun Xenomorph sendiri. Menegaskan jika film Alien selalu mengusung alegori akan satu hal tertentu. 

22 komentar :

  1. sangat disayangkan Alien 3 merusak segalanya om.. #missHICKS

    BalasHapus
  2. sependapat kalo Alien lebih superior dibanding Aliens. kebanyakan karna karakter di dalamnya, termasuk Ripley bahkan, yg beda dengan ego nya masing2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dua film pertama karakternya memang lebih kuat & berwarna, beda sama film ketiga yang....

      Hapus
  3. Saat itu kan Fincher masih anak bawang kan. Lihat film-filmnya sekarang hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua sutadara Alien mah anak bawang pas bikin, kecuali Jeunet yang udah film keempat :D

      Hapus
  4. Gak sekalian dikasih bintangnya nih Bang :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaudah nih hehe
      Alien (4.5), Aliens (4.5), Alien 3 (2.5), Resurrection (3.5), Prometheus (4)

      Hapus
  5. Dari ke-5 list diatas, Alien Resurrection yg belum saya tonton. Prometheus film pertama yg saya tonton sebelum tau kalo Prometheus ini akarnya dari Alien'nya Ridley Scott. Alien, Aliens, Alien 3, baru aja kelar ditonton minggu kemarin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Resurrection paling ringan, bahkan rada komedik. Tapi masih entertaining :)

      Hapus
  6. Ada rumor katanya pas nyutradarain Alien 3, David Fincher kayak gk punya kuasa penuh gitu. Emang bener ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, dan itu biasa di film blockbuster apalagi dari franchise besar. Fincher belum pengalaman jadi pasti kaget & kerepotan hadapin cara kerja begitu

      Hapus
  7. dan untungnya berkat Seven, Fincher bangkit dari flopnya Alien 3.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, bukti kalau Fincher lebih jago di thriller skala kecil. Semoga World War Z 2 waras :)

      Hapus
  8. Bang, unlocked belum direview? Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh maapkan kalo yang itu nggak tertarik ::D

      Hapus
  9. Bang, unlocked belum direview? Hehe

    BalasHapus
  10. Mas Rasyid, mau nanya film apa aja bertema Futuristik Cyberpunk selain yang sudah gua tonton seperti Blade Runner, Total Recall, Dredd dan Ghost In The Cell gitu apa aja?
    Habis nonton trailer Blade Runner 2049, njir keren gila.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah di-reply ya e-mail nya :)

      Hapus
  11. saya suka review nya bang , bisa minta tolong review film sam was here

    BalasHapus
  12. Mungkin film fight club jd penebusan dosa bagi si david

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah dari jaman Seven dosa itu ditebus kok :D

      Hapus

Related Posts with Thumbnails