THOR: RAGNAROK (2017)

120 komentar
Plot-wise, Thor: Ragnarok punya cerita tipis. Ini bukan intrik politik layaknya The Winter Soldier, bukan drama transformasi karakter serupa Iron Man, bukan pula shakesperian soal perebutan tahta kerajaan macam Thor pertama meski hal itu memegang peranan penting dalam konflik utama. Ragnarok adalah komedi yang bersembunyi di balik spectacle seharga $180 juta. Kelompok oposisi MCU akan senang hati mencaci bersenjatakan pernyataan "tiada kesan mengancam di filmnya". Karena di Ragnarok yang sejatinya mengandung kisah kelam, canda tawa selalu dikedepankan.

Kali ini Thor (Chris Hemsworth) mesti menghentikan Ragnarok, yakni "akhir segalanya", serta menghadapi Hela (Cate Blanchett), Dewi Kematian yang berusaha merebut tahta Asgard. Tentu perjalanan sang Dewa Petir tak mudah. Selain Mjolnir-nya dihancurkan oleh Hela, dia juga terdampar di Planet Sakaar yang dikuasai The Grandmaster (Jeff Goldblum), dan terpaksa mengikuti kontes ala Gladiator melawan Hulk (Mark Ruffalo). Lagi-lagi tipu daya Loki (Tom Hiddleston) pun ikut menghalangi. Di antaranya, sutradara Taika Waititi masih sempat menghadirkan adegan Thor melihat penis Hulk sampai istilah "devil's anus" bagi suatu portal antar dimensi.
Fakta bahwa Thor: Ragnarok setia bercanda walau diisi hancurnya senjata si jagoan, tokoh Dewi Kematian yang melakukan pembantaian, dan kiamat, justru membuatnya spesial. Perlu disadari, dunia tempat kita tinggal sekarang tak lagi asing dengan semua itu, dan Waititi bersama Eric Pearson selaku penulis naskah seolah menyediakan penonton tempat berlindung berupa dunia fantasi di mana sederet masalah tadi bisa diselesaikan, bahkan ditertawakan. Meski sulit disangkal keputusan tersebut melucuti bobot Hela, sebatas menjadikannya villain menghibur berkat pesona Blanchett daripada sosok penebar ancaman dahsyat.

Komedinya memang pantas jadi menu utama. Alasan mengapa alumni sinema independen macam Waititi maupun James Gunn cocok menahkodai film Marvel tak lain kreativitas mereka melontarkan lelucon. Di tangan Waititi, nyaris segala situasi dan karakter punya kebodohan, tak terkecuali wanita setangguh Valkyrie (disokong penampilan gemilang Tessa Thompson) yang kegemaran mabuknya kerap menghasilkan tingkah jenaka. Sisanya adalah gelaran slapstick tepat waktu sampai anomali berupa sifat kekanakan Hulk, atau Korg (diperankan Waititi sendiri) dengan tubuh besar nan kokoh dari batu tetapi baik hati pula bersuara "lembut". Beberapa cameo pun dimanfaatkan sebaik mungkin, mulai Doctor Strange (Benedict Cumberbatch) yang ilmu sihirnya merepotkan Thor dan Loki, hingga sosok kejutan pada suatu drama panggung di Asgard.
Chris Hemsworth yang selama ini bagai terkekang, terkubur daya tarik Loki di dua film pertama kini terfasilitasi potensi komikalnya. Hemsworth akhirnya bersinar di filmnya sendiri, menghadirkan Thor yang di satu waktu perkasa menghantam ratusan anak buah Surtur, tapi di kesempatan lain memancing tawa saat memohon-mohon supaya rambutnya tak dipangkas. Hebatnya, Thor tidak berakhir sebagai produsen tawa saja, sebab Ragnarok sukses melakukan hal penting yang gagal dicapai pendahulunya termasuk dua installment Avengers, yaitu mematenkan Thor sebagai "Dewa Petir" alih-alih "Dewa Martil". Sesuai hakikat babak pamungkas sebuah trilogi, Ragnarok menyempurnakan perjalanan protagonisnya.

Terdapat kekhawatiran Ragnarok berusaha terlampau keras meniru Guardians of the Galaxy. Benar warna mencolok tampil dominan namun penggunaannya berbeda. Dibantu sinematografi Javier Aguirresarobe, warna vibrant plus tata artistik out-of-this-world Waititi pakai demi mengolah nuansa fantasi bercampur sci-fi 80-an ala Flash Gordon di mana pemandangan naga terbang di langit jingga (dan ungu) jadi hal biasa. Waititi bersenang-senang menggarap adegan berbalut musik synth catchy garapan Mark Mothersbaugh (sebenarnya bisa lebih ditonjolkan) juga Immigrant Song-nya Led Zeppelin yang tak ubahnya cue bagi aksi keren yang segera menghentak. Alangkah bijaknya, kita selaku penonton turut tenggelam dalam kesenangan serupa tanpa menagih keseriusan maupun kekelaman yang tidak wajib ada. 

120 komentar :

Comment Page:
Syamsuri Ahmad mengatakan...

Pertama kali ninggalin komentar, thanks bank untuk reviewnya. rencana mau nonton sabtu siang di CGV AEON Mall Cakung. Katanya studio 1 nya terbesar semana-mana.

Fauzan Gozali mengatakan...

Sepertinya rekor one-liners terbanyak dalam film MCU dipecahkan oleh film ini. Ini kurang cocok jika diberi nama Marvel's Thor Ragnarok, lebih cocok jika disebut Monty Python's Thor Ragnarok. Dalam kondisi senang, sedih, darurat, hingga tragis, selalu terselip jokes. Sebagian berhasil memancing tawa tapi tak sedikit pula yang gagal. Agak aneh ketika semua tokoh dalam film ini mendadak jadi suka bertingkah konyol. Dampaknya, tak ada kesan lain selain kesan lucu dalam film ini. Tak ada kesan sedih atau tragis, sebab setiap kematian pun rasanya terbawa atmosfer lucu yang sudah terbangun sejak detik awal. Tak ada pula kesan menggairahkan, sebab lagi-lagi momen-momen yang harusnya menggairahkan seperti kebangkitan Thor menjadi dewa petir dan Banner yang loncat dari pesawat utk menolong warga Asgard pun dibalut dengan kelucuan. Seolah-olah ini film memang candaan/lelucon. Sehingga ancaman Hela ataupun Sultur sama sekali tak terasa membahayakan atau menakutkan, melainkan: lucu. Overall, seperti film MCU lain, film ini menghibur, tidak lebih dan tidal istimewa. Tidak menggetarkan jiwa atau membuka pikiran. Hanya menghibur saja. Itu pun bukan salah satu hiburan yang berkesan.

Icha Hairunnisa mengatakan...

Sempat ragu mau nonton ini sih. Tapi pas baca review Bang Rasyid, aku yang bukan penggemar film-film MCU jadi kepancing buat nonton ini. Mungkin memang ya, komedi bisa menyatukan dan merangkul penonton yang bukan penggemar or pengikut MCU :D

SENTOT mengatakan...

ko gua nonton film ini kesannya mirip sama waktu gua nonton Spongebob The Movie dulu y... menghadapi ancaman berbahaya tp penuh kekonyolan... Jokes2nya pun mirip sekali... Apa penulis naskahnya emg sama ya?

oktabor mengatakan...

MCU ini emang konsepnya kaya kita dateng ke restoran all you can eat. Tiap film punya rasa dan tujuan yang berbeda beda dengan maksud untuk memuaskan selera film banyak pihak. Mau film bodor ,gue ada..film serius, gue ada..film mistik, gue ada..film full teknologi, gue ada..film segala superhero muncul di satu layar, gue juga ada..semua film ini pada intinya kasih kita pemanasan sebelum ketemu om thanos. Yang mungkin di film terakhir ini, kita akan dapet rasa yg selama ini belum ada.di film MCU lainnya..yaitu air mata. haha.. opini ngelantur sih.

Lou Parasite mengatakan...

satu kekurangan yang selalu aku lihat di film MCU itu adalah timing dan takaran jokes-nya yang ga pas, sepertinya Marvel Studio berpikir bahwa semakin banyak jokes, maka semakin menghibur filmnya

padahal kan ga selalu seperti itu, malahan itu justru berpotensi merusak logika ceritanya

selain itu apakah film komedi selalu lebih menghibur daripada thriller, drama, action, horor, dan lainnya? tidak juga kan? banyak juga film thriller atau horor yg lebih menghibur daripada komedi

ragnarok ini salah satu contoh bagaimana komedi merusak logika cerita filmnya, jatohnya malah awkward, bukan entertaining

IBU mengatakan...

kalo yg bilang thor terlalu banyak canda, menurut Ibu sih ini masih mending daripada pillow war di airport yang penuh canda macam training saja, jauh dari kata perang, itu kebodohan yg hakiki sih, kalau pertarungan lawan hela masih agak serius

Anonim mengatakan...

Bagusnya film MCU itu adalah sulit dibikin parodinya oleh youtuber, karena film aslinya saja sudah seperti parodi haha beda sama film DC yg serius gitu kan banyak versi parodinya di youtube

SENTOT mengatakan...

Setuju sih, komedi ini justru bikin musuh musuh marvel jadi less-dangerous, itu ga bikin terhibur, malah sebaliknya, lebih seru kalau waktunya serius ya serius, waktunya canda ya canda, liat aja film dark knight, porsi dan timing jokes nya pas, jadi ga merusak karakterisasi tokoh2nya atau logika ceritanya, alfred dan mr.fox di film dark knight itu salah satu mesin jokes yg patut dijadikan contoh

Anonim mengatakan...

Semoga Infinity War lebih serius, kalau jatohnya becanda macam Civil War atau Ultron, menurut saya kacau sih, ga menghibur, malah annoying. Menghibur itu ga harus selalu ketawa, dipacu oleh ketegangan juga bisa jadi hiburan yg lebih seru macam naik Roller Coaster.

Rasyidharry mengatakan...

Sama-sama, have a good movie time :)

Rasyidharry mengatakan...

Tujuannya memang ke situ kok, terkait efek positif/negatif yang dihasilkan, ini formula yang terbukti paten kasih banyak uang dan review positif, jadi pilihan yang bisa dipahami :)

Rasyidharry mengatakan...

Itu dia, di kondisi surem kayak sekarang, bisa ketawa bareng satu bioskop penuh itu menyenangkan

Rasyidharry mengatakan...

Air mata udah pernah sih di GotG 2, tapi Infinity War pasti lebih lagi :D

Rasyidharry mengatakan...

Jelas nggak harus komedi, tapi action+komedi itu formula yang paling universal, jadi tepat dipakai. Soal logika ya kurang tepat juga kalau di blockbuster superhero mentingin itu :)


Pasti, tetep ada komedi, tapi mau nggak mau Infinity War akan lebih kelam & serius

Rasyidharry mengatakan...

Makanya, paling utama jangan berharap hal-hal yang terlalu serius :)

Rasyidharry mengatakan...

Ada dong, HISHE tuh mau Marvel atau DC hajar semua haha

Rasyidharry mengatakan...

Ada dong, HISHE tuh mau Marvel atau DC hajar semua haha

Dena Santo mengatakan...

Ko lama lama bosen ya sama mcu, jadi lebih tertarik sama kelanjutan xmen universe

Fauzan Gozali mengatakan...

Ya sepertinya memang hanya main aman utk mengejar review positif kritikus tomat (dan raup uang), karena komedi adalah cara paling gampang untuk menutupi kekurangan dari segi karakterisasi atau cerita yg terlalu biasa

indra pratama mengatakan...

Betul xmen universe fox lebih menarik kayanya ,lebih dewasa juga dan formula mereka bervariasi walaupun timelinenya agak sedikit membingungkan dan tidak serapi MCU

Tri Fajar mengatakan...

Terima kasih Mas Rasyid udah menghindarkanku dari jebakan.
(Kapok kena jebakan Ultron)
Gak suka film cengengesan. Sukanya yg serius, kelam, kejam. Mungkin gara2 hidupku terlalu nyantai.

Tri Fajar mengatakan...

Betul banget. Apalagi film Logan. Seneng rasanya kalo superhero itu merasakan derita hidup.

Jackman mengatakan...

Pertanyaan saya cuma satu:
Kenapa sih kritikus RT seneng banget dan kasih review positif sama film MCU yang kental nuanasa komedinya?
Itu saja

Tri Fajar mengatakan...

Mungkin karena mereka penggemar komedi, Sharknado aja mereka kasih rating tinggi.

oktabor mengatakan...

taun ini kita dpt suguhan film superhero kelam-kejam-sadis-lelah di Logan. Lalu film superhero cerah-bodor-semangat-fun di Ragnarok. Pasti akan kebelah dua antara yang doyan atau ga doyan, namanya juga selera.. tapi yang bisa saya pahami adalah, kevin feige selaku bos MCU pasti akan memasukkan banyak rasa yang berbeda di belasan film di universe yang sama ini. Tujuannya apa? Ya biar semua tipe penonton bisa terakomodir dan yg pastinya biar ga bosen.. bayangin coba kalau tiap film MCU kaya film logan atau kaya dark knight semua. Pasti hamba lelah sekali nontonnya..haha. dan terbukti, tiap taun yang mau menikmati MCU kemungkinan akan berpikir 'whats next' . Kevin feige visinya luar biasa di MCU..dan yang namanya cinematic universe kekuatannya adalah di visi dan pondasi. Kita bisa lihat gimana Dark universe keteteran.. kita bisa lihat gimana DC msh berusaha merapikan visi universenya. Kevin feige menunjuk sutradara A untuk handle film A pasti karena maksud dan tujuan yang bisa menjaga visi dan pondasi MCU.

h3nQ mengatakan...

suara lengkingan si robert plant bikin keren adegan pertarungan, makin semangat dan enak ditonton..aaaa..a..aaaa..a ( damn,jd inget bapak di rmh :D )

Anonim mengatakan...

10 Soundtrack Terbaik Dalam Film Superhero

1. "Main Title" (Superman)
2. "The Batman Theme" (Batman)
3. "Main Title" (Spider-Man)
4. "An Ideal of Hope" (Man of Steel)
5. "This is My World" (Batman v Superman)
6. "Driving With the Top Down" (Iron Man)
7. "Is She With You?" (Batman v Superman)
8. "Aggressive Expansion" (The Dark Knight)
9. "The Avengers" (The Avengers)
10. "Immigrant Song" (Thor: Ragnarok)

Faisal Fais mengatakan...

saya rindu era dimana film2 superhero itu berdiri sendiri2 (standalone), sensasinya bener2 serasa nonton film, kalo sekarang kan dibuat utk jadi penopang suatu universe, jadi seperti nonton serial

Anonim mengatakan...

Menurut gua film ini terlalu banyak jokes sih kayak GOTG, padahal tema filmnya serius (Ragnarok/Kiamat).
Kalau GOTG jokes nya Sex dan Penis, Thor jokes nya Anal dan LGBT. Kayaknya Marvel ingin brainwash kita deh.
Kalau karakter macam Deadpool atau Spider-Man sih ga masalah, emang cocok pake Jokes.
Dan pace film nya terlalu cepat, adegannya loncat2.
Tapi overal enjoyable lah.

Semoga film MCU berikut nya lebih dikurangi Jokes nya, apalagi Black Panther tema Politik dan Infinity War tema nya Kiamat Skala Besar, secara ini Thanos loh.
Gue menaruh ekspektasi tinggi sama Russo Brothers.

VXVX mengatakan...

Ya, X-Men universe itu lebih terasa komiknya. Komik superhero Amerika kan memang gitu, bervariasi nuansanya dan maju mundur timeline-nya. Lebih seperti film2 standalone tapi tetap ada garis merah yg mempersatukannya.

Taufiq mengatakan...

ADA APA DENGAN KOTAK KOMENTAR MOVFREAK? KENAPA JADI JELEK GINI TAMPILANNYA? URUTANNYA PUN BERANTAKAN GA JELAS REPLY SIAPA. ADA MASALAH DENGAN CODING ATAU EROR TEMPLATE KAH? BANG RASYID TOLONG DIPERBAIKI TAMPILAN KOTAK KOMENTARNYA.

Tri Fajar mengatakan...

Kotak komentarnya baik2 saja di smartphone yg kupakai.
Aku pakai uc browser.

Maulana Pratama mengatakan...

setujuuu banget banget. film paling menghibur yg pernah gue tonton aja tuh shawshank redemption, lucunya ada, harunya ada, seremnya ada, tegangnya ada, sedihnya ada, motivasinya juga ada, dan semua itu porsi + timingnya pas banget, kapan harus ketawa, kapan harus nangis, kapan harus tegang, kapan harus senyum sambil nangis karena haru, itu contoh porsi dan timing yg pass!!! kalo semua dibikin lucu, humor dimana2, ga ada naik turun emosi, dari awal sampe akhir nuansa yg ditonjolkan itu kelucuan, ya justru kurang menghibur, film selesai langsung hampa, beda kalo film yg punya takaran yg pas utk setiap rasa, itu bakal meninggalkan bekas setelah film selesai

VXVX mengatakan...

Kalau buka di smartphone emang normal tampilannya seperti dulu, tapi kalau buka di PC emang tampilannya jadi aneh, entah sejak beberapa hari lalu... Kenapa ya...

Muhammad Faisal Aulia mengatakan...

Sebelumnya saya minta maaf nih para penggemar MCU semacam bang rasyid, dkk.

Honestly, film Thor Ragnarok film terburuk menurut saya, dgn skala Jones nya ga lucu bgt bahkan absurd. MCU biang keladi rusaknya tokoh dalam Marvel, Kevin Feige dan sekutu nya emang benali perusak bagi karakter tokoh Marvel. Dan bingung nya DCU pengen ikutin gaya Marvel? Wake up lah, Jokes kebanyakan di film serius is holyshit bgt, ga cocok dan ga entertaining. Dari Spiderman Homecoming udah kerasa bgt MCU makin ga jelas, konsep ceritanya jelek, minim chemistri. Ditutup dgn film Marvel Thor ini makin membuktikan bahwa film MCU cuma renyeh dan kualitas rendah.

Ditunggu tanggapan para fanatik MCU.

Tri Fajar mengatakan...

Betul banget. Aku cek di pc dan ternyata Komenku yg balas komentator lain malah gak sesuai tempatnya. Jadi kayak orang ngomong sendiri.

Tri Fajar mengatakan...

Setuju, walau ada yg bilang, cuma film komik, tapi kalau karakter yg harusnya serius trus dibikin bercanda ceria gembira ria, jadinya gak cocok aja.

Taofik Hidayat mengatakan...

Istimewanya MCU itu ngasih kebebasan ma sutradaranya buat bikin film, dan anehnya pilih sutradaranya bukan yg udah punya nama besar dan ini bikin MCU unik karena ngasih hiburan yang fresh yang bisa bkin bahagia kalo nonton sekeluarga

Dicky Rahadian mengatakan...

Saya suka tone warna MCU sejak GotG 2 dan Thor: Ragnarok, nuansa warnanya mengingatkan saya dgn game2 marvel di sega dan nintendo yg suka saya mainin dulu.

Tapi saya kurang suka dengan nuansa filmnya yg makin lama justru makin konyoool, selain merusak feel ceritanya, lama2 jadi garing juga

Raditya Cahya mengatakan...

The truth has been spoken LOL. Tapi utk Homecoming sih menurutku pas, sedihnya dapet, harunya dapet, porsi dan timing jokes nya pas. Ragnarok ini lebih mirip Civil War, jokes nya salah tempat. Apalagi Ragnarok, lebih parah sih, tema kiamat tapi dikemas konyol. Ibarat kopi kebanyakan gula, terlalu manis, ga enak.

Raditya Cahya mengatakan...

DAMN!!! Ini film MCU terburuk setelah cap civil war, komedinya bener2 kelewatan, serasa nonton film parodi bukan film beneran, makin lama MCU makin konyol, sejak ultron, gotg, civil war, dan sekarang ini, jangan2 ntar film infinity war mau menyaingi kungfu hustle kali, sekalian aja ntar avengers 4 rekrut stephen chow jd sutradara, dijamin dapet 100% di rotten tomatoes!!!

Fahri Aldi mengatakan...

Ketika ada orang mati atau dibantai di film ini gue bingung antara mau sedih ngeri atau ketawa XD

Bahkan di film kung fu hustle pun gue masih bisa merasakan sedih dan haru, sementara di film Ragnarok ini gue beneran bingung, feelnya kacau sama jokes yg salah tempat

RIKI mengatakan...

YES. Lelucon yang salah tempat bisa merusak feel cerita, ibaratnya nihhh lo ngelawak pas lagi tahlilan kematian kakek lo, kira2 orang2 bakal ketawa/terhibur atau bakal bakar lo idup2 ????

RIKI mengatakan...

Jujur deh film super hero yang bagus selama 2 tahun terakhir ini cuma LOGAN, sisanya adalah SAMPAH PENGHASIL UANG

RIKI mengatakan...

awalnya kukira kritikus itu emang bener-bener netral dan kredibel, tapi setelah Wonder Woman dan Thor Ragnarok dapet rating tinggi, menurutku ada yg janggal, coz Wonder Woman is sooo baaaad and Thor Ragnarok is too average

RIKI mengatakan...

Nope. MCU dari segi visual dan tema cerita emang menawarkan nuansa yang selalu berbeda antara Avengers, GotG, Dr.Strange, Homecoming, dan Thor Ragnarok, tapi dari segi pola cerita formulanya selalu sama apalagi kemasan jokes-nya.. makin lama itu justru makin membosankan, jokes-nya pun makin garing dan tertebak..

Kalau bicara soal variasi, X-Men Universe jauh lebih bervariasi, dari era awal X-Men, lalu First Class, Days of Future Past, Apocalypse, Logan, dan nanti ada pula New Mutants.. dari yang ceria, normal, kelam, sampai horor mereka ada, mereka yang menurutku cocok utk dijadikan contoh franchise yg ga ngebosenin, terlepas dari apa kata kritikus..

Sementara DCEU menurutku mereka berani melakukan eksperimen, terlepas dari sukses atau gagal tapi mereka memberikan sebuah tayangan yang baru dan menjangkau orang-orang minoritas dengan selera khusus. Sayang hanya karena komen kritikus, mereka seolah-olah ingin ikut ke arus utama..

netnot mengatakan...

Jangan lupa juga XMEN UNIVERSE punya Deadpool, beneran dah XMEN UNIVERSE itu bervariasi banget

netnot mengatakan...

Jujur aja sebagai penggemar MCU. Thor Ragnarok ini bikin gue bingung, asli, serius, entah kenapa, bingung aja, ketika lampu bioskop nyala, dalem ati gue bilang "wtf, apa itu barusan????", shit man, ini seriusan film MCU??? ya maksudnya, ini kaya candaan mennn, gue ngerasa dikerjain..

Zulfikar Knight mengatakan...

Btw, pillow war itu adegan mana yak?

Rasyidharry mengatakan...

@Fauzan Sekarang berasa aman, tapi dulu yang mulai formula superhero comedic ini juga Marvel, masa-masa mereka ambil resiko udah lewat karena udah paten

@Indra Semua berawal dari belajar kok. X-Men sejak Apocalypse gagal mulai ganti jalur. DC juga di Justice League pakai komedi karena BvS gagal. Someday Marvel pun mau nggak mau akan ganti kalau formula sekarang nggak laku

@Tri Hidup saya juga nyantai loh haha

@Jackman Beberapa faktor. 1) Mereka paham akan dapat komedi, jadi dinilai dari komedi. 2) Faktor kultural, sudah capek orang Amrik sana lihat yang depresif dan jagoan yang dark, butuh harapan & tawa.

@Oktabor Betul. Senang sekali hidup di masa sekarang, semua studio menawarkan superhero dengan gaya beda-beda. Betul juga kalau film MCU, walau dari luar serupa, ada sentuhan genre yang jadi sedikit pembeda (space opera di GoTG, fantasi di Ragnarok, political thriller di Winter Soldier, etc.)

@h3nQ True! Mengangkat adegannya berkali lipat

@Anonim Nah pilihannya mantap ini. 2 nomor teratas itu klasik yang nggak tertandingi

@Faisal Ada benarnya, at least, crossover jadi sesuatu yang spesial

@Anonim haha, sebenernya kalau berkaca di komik, mayoritas karakter Marvel cocok kok diajak becandaan. But yes, Infinity War jelas perlu "keseriusan"

@VXVX Urusan shared-universe justru MCU ini lebih dekat ke gaya komik lho, apalagi soal tie-ins dan main title di crossover

@Taufiq Haha sorry, ini faktor Pengabdi Setan yang komentarnya membludak. Jadi sementara pakai "@" dan nggak bisa reply

@Maulana lagi-lagi kembali ke ekspektasi (& referensi). Semua mestinya udah tahu harus berharap apa ke film Marvel :)

@Muhammad Hahaha no need to be sorry. Alasan DC jelas ikuti Marvel ya buat merangkul orang lebih banyak. Faktanya memang formula Feige lebih sukses. Sebagai pebisnis, ya wajar, ikuti definisi "bagus" yang dianut lebih banyak orang.

@Taofik Itu dia, lebih universal untuk senang-senang bareng

@RIKI Namanya juga bisnis kok, wajar. Soal kritikus ya kembali ke jawaban di atas. Khususnya di Amrik, mereka butuh harapan & keceriaan. Kultur & kondisi sosial berpengaruh

Reza Aditya Putra mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Reza Aditya Putra mengatakan...

well, yang bikin ngakak cuma tingkah Hulk, sementara Thor dan Valkrie yang berusaha bertingkah konyol malah garing abis

Reza Aditya Putra mengatakan...

cuma bisa nahan ketawa ketika di akhir mas rasyid bilang ==> ~*Alangkah bijaknya*~ kita selaku penonton turut tenggelam dalam kesenangan serupa tanpa menagih keseriusan maupun kekelaman yang tidak wajib ada ppffffffff

kalau udah jadi fanboy ya udah ga bisa netral, udah bias, ga beda sama dc fanboy yg muja2 film sampah DCEU dgn berbagai dalil yg mengada2 dan terlalu berusaha merasionalisasi

dan kenapa juga gue harus "turut tenggelam dalam kesenangan" ketika gue disodorkan sederet jokes garing dan cerita ngaco

Raditya Cahya mengatakan...

@Reza Aditya Putra:

"dan kenapa juga gue harus *turut tenggelam dalam kesenangan* ketika gue disodorkan sederet jokes garing dan cerita ngaco"

shit, you nailed it LOL :D

yazuli al amin mengatakan...

Terlanjur cinta sama film superhero , dcu,mcu,xmf,menurut saya punya kelebihan masing, memang penonton sekarang agak aneh, dikasih yg kelam ngak suka,dikasih yg setengah2 ngak suka,dikasih yg full komedi ngak suka, kayaknya anda harus buat film sendiri, atau tonton anak langit aja berbagai gendre bercampur disana, sekarang film cari uang penghargaan cuma dianggap bonus, karena piala ngak bisa dimakan hahaha bangganya paling 2 hari

Lou Parasite mengatakan...

Kalau dibilang DCEU berani ambil resiko karena masih labil sementara MCU sudah melewati masa2 tersebut sih kurang cocok juga.

Contoh X-Men Universe, mereka tetap berani bereksperimen setelah bertahun2 jalan, setelah sukses bereksperimen dengan komedi di Deadpool, mereka berani juga bereksperimen dengan bikin film dark (Logan) meski beberapa waktu sebelumnya DCEU sudah gagal total bikin film dark, tapi X-Men Universe berani mengambil langkah untuk itu, dan unexpectedly it's work. And now, they are making a fuckin horor movie!!

Jadi bereksperimen itu bukan masalah sudah paten atau belum, tapi masalah idealisme dan keberanian saja. But, I know, dont talk about idealism when we talk about Disney, it's just money, money, and money :D

Lou Parasite mengatakan...

"ALANGKAH BIJAKNYA" wkwkwkwk What The Fuck!! XD

Jepi Perdiyan mengatakan...

ketika Marvel Fanboy berusaha merangkul downline layaknya MLM haha peace bangg :)

Anonim mengatakan...

ga heran, kalau baca2 berita tentang hollywood, fox dan wb emang sering disebut2 lebih memberi ruang untuk sutradara berekspresi, jadi wajar xmen dan dceu bakal lebih "acak-acakan" daripada mcu karena mereka mendengarkan lebih banyak kepala

kalau xmen udah jelas campuraduk, dceu tampaknya akan mengikuti jejak yg sama melihat dari rencana mereka ke depan yang terdengar ngaco (joker origin, deathstroke solo movie dengan gareth evans sebagai director, gotham city sirens, flashpoint, dll...)

fox dan wb jelas lebih mementingkan artistik dan idealisme mereka sendiri. Sementara marvel studio memang kapitalis franchise macam McDonald yang punya standar tersendiri supaya universe mereka benar-benar padu dan rapi, ga sembarangan orang bikin film seenak jidat mereka sendiri

pada akhirnya, kita disodotkan pilihan yang beragam, yang suka xmen silahkan, yang suka dceu silahkan, yang suka mcu silahkan, ga perlu ribut

Anonim mengatakan...

wkwkwk pillow war itu sindiran, maksudnya itu adegan perang sesama super hero di airport, lebih cocok disebut pillow war daripada civil war karena adegannya yang fun dan konyol.. kalau perang lawan musuh dibawa fun sih masih mending lah (senang toh membantai musuh, wajar utk dinikmati), lah kalau ini perang lawan temen sendiri pasti kan pemicunya adalah sesuatu yg bikin marah dan gelap mata, harusnya perangnya pun menyeramkan karena sama2 dalam gejolak emosi, masa kita senang dan happy2 bantai temen sendiri kan konyol, masih ingat adegan cap yg nyaris membunuh spidey dengan tronton, dan setelah itu mereka mengeluarkan jokes khas mcu, wtf, psikopat atau apa itu XD

Rasyidharry mengatakan...

Wahaha makin seru ini. Monggo teruskan, diskusi, perang, bebas, selama beropini & respect opini yang lain. Oh, dan ini bukan blog Marvel fanboy ya, jangan keliru. Bahkan kalau di komik lebih prefer DC, jauh :)

Anonim mengatakan...

Sudah terasa aura absurd nya si waititi waktu thor kejar kejaran sama naga..simply campy but fun

Unknown mengatakan...

Asli dahh mulai jenuh sama MCU

Secara alam bawah sadar, polanya udah tertebak

dan jokenya udah ga mempan bagi saya

hambar 6/10

Rafli Nur Haditia mengatakan...

@Fahri: bener banget coy, absurd abis, FREAK

Anonim mengatakan...

Cuma di film ini Palu Thor (Mjolnir) berguna dan berfungsi secara optimal.
Menghabisi pasukan surtur, nahan Naga, ancam kepala Odin palsu (loki).
Dibandingkan film sebelumnya Mjolnir yang cuma buat pukul-pukulan dan tembak-tembakan petir. Hehe.
Cuma sayang 10 menit doang, habis itu di hancurkan ama Tante Hela.

Eko Pramudya mengatakan...

Setuju deh sama mayoritas komen -> "film ini terasa aneh karena lelucon yang garing + salah tempat"

Leliana Widi mengatakan...

Menanti review yang rada beda (dalam artian gak keliatan suka dan belain bgt), but setelah gue baca:
"Kelompok oposisi MCU akan senang hati mencaci bersenjatakan pernyataan "tiada kesan mengancam di filmnya".

ha? lol

Bibir Toni mengatakan...

Menghibur , fun , pulang blast nggak berbekas. Seperti film disney lainnya. Ngarepin tragedi kehancuran asgard, or epic battle, malah pilem kayak film warkop

Iriawan Santosa mengatakan...

Obat herbal pembesar penis

Obat pembesar penis terbaik

jual obat vimax pembesar penis herbal alami

agen obat hammer of thor pembesar penis herbal permanen

cara memperbesar penis dengan obat klg herbal pil

cream herbal titan gel pembesar penis

agen obat vigrx plus pembesar kontol herbal alami

agen obat testo ultra pembesar alat kelamin pria herbal permanen

Lucass mengatakan...

Jujur saya adalah penggemar film"DC, tetapi tidak menampik bahwa film"DCEU yang "diakui" bagus hanyalah WW, jadi saya mengakui bahwa Marvel masih jauh lebih unggul,saat menonton Ragnarok pun saya terhibur. Tapi yaa itu tadi, tidak menghadirkan ketegangan yg bakal saya kira sedikit kelam karena peristiwa Ragnarok adalah seperti itu, dijadikan bahan candaan yang menghibur. Disitulah saya kurang menyukainya, terlihat menjadi seperti kekanak anakan film nya. Beda dengan film DC yang merambah ranah dewasa, dan disitulah saya menyukainya

Eko Pramudya mengatakan...

Seandainya ini film DCEU, Mas Rasyid akan mendadak kritis dengan menuliskan sebaris kritik khas Movfreak yang menusuk :

"terlalu banyak lelucon sehingga tiada kesan mengancam di filmnya, bagaimana mungkin tema kiamat dibalut dengan humor berlebihan yang menghilangkan esensi utama dari ceritanya, usaha untuk menciptakan sajian yang menghibur justru berakhir kebodohan"

but, this is MCU, so he said this instead :

"Kelompok oposisi MCU akan senang hati mencaci bersenjatakan pernyataan: tiada kesan mengancam di filmnya"

and this :

"Alangkah bijaknya kita selaku penonton turut tenggelam dalam kesenangan serupa tanpa menagih keseriusan maupun kekelaman yang tidak wajib ada"

(Yaa keliatan banget sih tendensius-nya hehe)

Rezaldi mengatakan...

"Tiada kesan mengancam di filmnya" well it's TRUE, so WHAT? Itu adalah kekurangan yang nyata dalam film ini, tiada kesan mengancam membuat film ini less-exciting, kurang seru, plain, datar. Hiburan hanya bertopang pada sejumlah lelucon yang hit-and-miss semata, tanpa ada permainan emosi. Tapi Mas Rasyid tidak mengakui itu sebagai flaw malah membuat framing menggelikan seolah-olah orang yang mengeluhkan flaw itu adalah "oposisi MCU". What the fuck!

Eko Pramudya mengatakan...

@Rezaldi:

"Tiada kesan mengancam di filmnya" well it's TRUE, so WHAT? Itu adalah kekurangan yang nyata dalam film ini, tiada kesan mengancam membuat film ini less-exciting, kurang seru, plain, datar. Hiburan hanya bertopang pada sejumlah lelucon yang hit-and-miss semata, tanpa ada permainan emosi. Tapi Mas Rasyid tidak mengakui itu sebagai flaw malah membuat framing menggelikan seolah-olah orang yang mengeluhkan flaw itu adalah "oposisi MCU". What the fuck!

Setuju

oktabor mengatakan...

film superhero sumbernya dari komik. Nah di komik, tiap superhero itu sudah ada tipikal karakter dan wibawanya masing2.. spidey di komik ya emang aslinya kaya yg di homecoming gitu..kikuk, cerewet, suka ngejokes,dan ceroboh. wolverine ya selayaknya wolverine..berangasan, kaku, tempramen. Deadpool ya cerewet, sarkas, dan belagu. Capt america saklek,serius. Ant man ya kayak om om yang slengean.. Thor ya brrangasan, belagu, suka lupa diri. Nah tone film biasanya akan menyesuaikan karakter si super hero. Ngarepin spin off wolverine jd film penuh tawa ya jelas ga mungkin. Di Xmen universe ,sejauh ini tokoh yang paling fun cuma quicksilver atau deadpool.. jd dari X1-apocalypse ya tonenya ga mungkin ngebanyol. Krn di komik juga nuansanya gitu. So, balik lagi soal visi dan pondasi.. lepas dari gimana penilaian orang, tapi pondasi MCU ini kuat banget dan visi kevin feige bisa keliatan maunya apa dengan universe ini. Motivasi bisnis jelas ada.. namanya juga industri film. Tapi kematangan rencanalah yang jadi juara di mCU. Saya fanboy xmen.. tapi sejauh ini film yang luar biasa cuma X2,first class, DoTFP, dan logan. Sisanya lemah dan keluar jalur. Di DCEU, seandainya aja superman brandon routh digarap bener mungkin cinematic universe superhero bisa dirintis DC malah.. tapi krn jelek, ya kudu bongkar pasang lagi.

Dendi Aremania mengatakan...

momen yg harusnya sedih jadi lucu

momen yg harusnya haru jadi lucu

momen yg harusnya tegang jadi lucu

momen yg harusnya uplifting jadi lucu juga

ga dinamis aja filmnya, ga ada naik turun emosi gitu

Ghifary Fauzan RB mengatakan...

Yup. Seperti naik roller coaster dengan kecepatan tinggi tapi track-nya lurus dan datar, gak ada tanjakan, turunan, tikungan, atau putaran 360 derajat, gak ada, cuma lurus dan datar. Kita berasa aman, gak ada ancaman, tapi kan gak seru kalo gitu...

just my opinion... V

Ghifary Fauzan RB mengatakan...

Thor, Loki, and Valkrie just tryin' too hard to be funny, but they aren't funny

Ghifary Fauzan RB mengatakan...

Yes, it's okay to love the movie, but as critic you must admit the flaws, not defend it

Erik mengatakan...

What did you expect??? This is the almighty MCU, house of best-selling-but-not-great-movies XD

Anonim mengatakan...

yoi, cuma Hulk yg lucunya natural & bikin ngakak :D

Muhammad Faisal Aulia mengatakan...

Heran kenapa bang rasyid jadi fansboy MCU yang film nya ini kekanak-kanakan. Hebat sih ngomongnya ttg naskah inilah naskah itulah, tp naskah Thor Ragnarok yang jelas jelas memalukan ini diem seribu bahasa, apalagi artikel ini ditutup dgn kata really shit mother berasa bocah ngereview ini artikel. Sorry ya om bos rasyid, salah satu artikel yang paling aneh dan annoying di review

Ega Setiawan mengatakan...

"Alangkah Bijaknya" jika bro Faisal tidak perlu banyak mengeluh, abaikan semua kekurangan film ini, maklumi semua kesalahan film ini, berusaha saja untuk menikmati filmnya dan larut dalam kesenangan, karena ini film MCU patut untuk diberi review positif WKWKWKWK

VXVX mengatakan...

anjir sumvah ngakak bangsatt baca komen si ega setyawan ini XD

Rafli Nur Haditia mengatakan...

alangkah bijaknya, kita selaku penonton berusaha utk tertawa walau pilemnya ngawur dan ndak lucu

Idham mengatakan...

baca review & komen2 disini tadi pagi, baru selesai nonton filmnya barusan, langsung mampir kesini, menurutku filmnya cukup menghibur di awal, tapi makin lama serbuan jokes makin ga ampuh, kematian odin cuma angin lalu, adegan "ragnarok" nya ketika asgard hancur pun sama sekali ga ada impact karena sejak awal filmnya dibikin becandaan. just not one of the best marvel films.

Niken Aridinanti mengatakan...

Ya ampun rasyid.. banyak banget yg complain ya. Kayaknya fans mcu kamu doank hahaha...

Bibir Toni mengatakan...

Apa nanti infinity war kayak gini ya, duh .thanos ngancurin bumi sambil cekikikan with all marvell heroes.

Ghifary Fauzan RB mengatakan...

Mungkin bagi Marvel Studio, kematian Odin dan kehancuran Asgard adalah hal menyenangkan yang harus dirayakan dengan sejuta kembang api berwarna-warni :D

alien mengatakan...

Komennya udah banyak yg masuk kategori ad hominem,wes eroh film iku cm masalah selera kok yow nyocot wae, nek ga usah yow diem ga usah maksa pengen diikuti.
Salam kates.

Hanif Uke mengatakan...

wewuiiii rame koment nya....kembali ke selera kita..kalo ga suka ya tinggal ga usah di tonton...kwkwkwk

h3nQ mengatakan...

ya diambil esensinya aja..menyelamatkan asgard..sebuah bangsa :) terlepas dr adegan" yg dianggap konyol dan banyolan yg tidak pada tempatnya, film hanya suatu hiburan..kl tidak terhibur ya tidur saja..anggap beli tiket buat pindah tidur di ruangan ber ac..hehe..enjoy aja..salam kompak guys!!

Eka P mengatakan...

Sangat kecewa

padahal Ragnarok ini salah satu kisah paling epic dan brilliant di komik Marvel, tapi kenapa dibikin candaan gini??? seolah Marvel bikin parodi untuk dirinya sendiri.

kalau aja filmnya dikemas secara PAS, ga terlalu depresif dan ga terlalu bercanda, pasti bakal jadi salah satu film Marvel terbaik sepanjang masa.

h3nQ mengatakan...

@bang rasyid jgn sakit lg ya bang baca komen" nya..wkwkwk..salam movfreak!!

Erwin Nusa mengatakan...

lahh atas gue pada bilang kalo ga suka pelemnya ya diem aja / tidur aja, what? ini situs review pelem tapi ga boleh komentar soal pelem? gile lu ndro!

kita komen disini utk mengimbangi review mas rasyid yg terlalu membela, supaya para pembaca juga bisa dapet sudut pandang yg fair & seimbang soal pelemnya

dari gue sih = kematian odin ga bikin sedih, kedatangan hela ga bikin tegang, kehancuran asgard kaya ledakan petasan, bahkan dibikin candaan sama si korg (wtf), akhirnya penyelamatan bangsa asgard pun ga terkesan heroik sama sekali

itu pendapat gue, pendapat kalian gimana? silahkan berpendapat, ga usah ngelarang orang lain berpendapatlah, grow up

Anonim mengatakan...

Edan bener, kalau emang MCU pengen bikin film yg 100% candaan, cobalah pilih Spider-Man, Iron Man, atau Ant-Man aja. Kenapa harus Thor??? Momen Ragnarok pulaa???? apakah kematian odin dan kehancuran asgard itu hal lucu yang bisa dibecandain????

Erwin Nusa mengatakan...

Harusnya Thor Ragnarok ini bisa jadi Logan-nya MCU, di komik aja Ragnarok ini salah satu momen paling tragis di dunia Marvel, tulisan di cover komiknya aja pake font MERAH DARAH, ini jelas kisah tragedi, kenapa filmnya jadi warna-warni kaya di istana boneka?

ketika bang rasyid bilang "jangan menuntut keseriusan maupun kekelaman yg tidak wajib ada", really??? Coba bikin film tragedi 1998 dengan penuh canda lalu bilang "jangan menuntut keseriusan maupun kekelaman yg tidak wajib ada" it's stupid

GILANG mengatakan...

come on, ini cerita tentang thor kehilangan palunya, kehilangan matanya, kehilangan ayahnya, dan kehilangan rumahnya, and you said "ga perlu serius, ga harus kelam, just enjoy and have fun!!!!" astagfiruloh!!! eling oy eling, ane fanboy marvel dari lahir tp ga segitunya juga kali... to be honest, this movie is just stupid as hell...

Adam Damara mengatakan...

yaelah namanya MCU cuma bisa main aman, mana berani mereka ambil risiko bikin film macam Logan, mereka terlalu pengecut dan takut sama tomat busuk, akhirnya komedi dijadikan Tuhan penyelamat, trash

Anonim mengatakan...

bagi orang yg suka baca komik marvel wajar kecewa sama ini film

ini bukan ADAPTASI dari komik Thor: Ragnarok
ini namanya PARODI dari komik Thor: Ragnarok

ibarat Logan dibikin komedi

Reza Aditya Putra mengatakan...

Masih ga paham, di awal Thor bisa membunuh Surtur dan pasukannya sendirian dengan mudah, tapi kemudian dia ga mampu melawan Hela sehingga dia membangkitkan Surtur, akhirnya Surtur membunuh Hela dalam sekali tebas dan menghancurkan Asgard. Jadi siapa yg paling kuat, Thor, Hela, atau Surtur?????

uououo mengatakan...

Mending pada serbu IMdB biar ratingnya anjlok soalnya gak pantes bgt dpt rating 8,3. Btw adegan pas credit scene itu pesawatnya siapa ya?

oktabor mengatakan...

@Rasyidharry sabar ya bang.. masih ada beberapa orang yang lupa bahwa blog review film ini adalah blog yg berisi opini pribadi. Beberapa orang cuma pingin membaca yang sesuai pendapat atau selera mereka.. hehe. Dan masih banyak yang belum rela menerim pesan indah di film ini, yaitu : sesuram apapun hidupmu, seapes apapun harimu, seberat apapun masalahmu, kamu akan selalu butuh komedi untuk menyeimbangkan hidupmu. Kamu perlu berpikir menertawakan dirimu sendiri supaya punya sudut pandang yang lebih luas terhadap dirimu. Dan tentunya, kamu akan selalu butuh teman atau saudara untuk menyumbang senyum dan harapan di hidupmu. Akhir kata , tertawalah sebelum tertawa itu dilarang.

yazmin al ameera mengatakan...

@oktabor setuju banget, bnyk yg lupa klo blog ini adalah review mnurut sudut pandang bang rasyid sendiri. bnyak yg bilang terlalu membela, marvel fanboy etc. menurut saya review bang rasyid cukup obyektif. trilogi dark knight review sangat bagus, WW jg di review bagus. sedangkan ultron sama homecoming juga cm dapet review lumayan aja. diatas ada yg komen review ga pake logika krn fanboy marvel, bahkan ga sedikit juga yg mencaci. kalo bang rasyid menikmati filmnya sedang kalian engga apa iya harus komen segitunya? yg komen banyak yg DC fanboy sebenernya, klo bukan fanboy seperti saya, walaupun kurang suka pasti tidak akan menyudutkan review ini. respect each other please,,

Leliana Widi mengatakan...

@yasmin
kan kan, yg kritik marvel dibilang "ah, pasti fanboy dc nih", begitupun sebaliknya -_-

Ambil contoh kasus BvS deh, fanboy kebagi juga jadi dua kubu, yang despise bgt, sama yg masih toleransi, karena biasanya merekalah yang paling tau kalo soal komiknya dengan sudut pandang mereka sendiri, dan style pembelaan serta argumen mereka emang kek gitu. apa ya fanboy marvel ga boleh dan ga bakal beda pendapat? cuman ngapain gitu, masnya nuduh DC fanboy lagi, ga mutu tau.

Lou Parasite mengatakan...

Menurutku komen2 di atas pada masuk akal ko, bahkan kebanyakan yg komen justru Marvel fanboy yg bener2 tau gimana komik Ragnarok ini sangat epic dan tragis tapi justru dibikin lelucon sama MCU pasti mereka kecewa berat. Dan sebenrnya yg mulai perdebatan justru Mas Rasyid sendiri yg bilang "orang yg mengeluhkan tidak adanya ancaman di film ini adalah oposisi mcu" wtf padahal tidak adanya ancaman itu adalah fakta, kenapa org yg mengakui fakta itu justru dicap oposisi mcu oleh mas rasyid? Ditambah lagi kalimat penutup yg sangat tendensius bahwa kisah tragedi kehancuran asgard ini harus dibawa senang, ga perlu serius dan kelam. Wtf. Okelah kalo Mas Rasyid terhibur dan suka terhadap filmnya, tapi dalam membuat analisis ya tetap bilang kelebihan sebagai kelebihan, kekurangan sebagai kekurangan. Jangan malah membela kekurangan dan mencap orang yg mengkritik kekurangan itu sebagai anti-MCU. Itu sih jelas keliatan fanboy-nya.

Erik mengatakan...

Ga pas aja sih kisah tragedi ragnarok dicombine sama komedi. Kalo kisah deadpool atau spidey atau antman masih cocoklah dikemas komedi. Kalo kisah tragedi macam ragnarok dibikin komedi justru jatuhnya malah kaya parodi, ga dapet feel ceritanya. Plis deh ini kisah ttg thor kehilangan palunya, ayahnya, matanya, dan planetnya, mestinya ada naik turun gejolak emosi yg bisa bikin penonton terombang-ambing, boleh lah ada selipan komedi di beberapa bagian, misalnya ketika di sakaar, tapi kalau semua dijadikan komedi dari awal sampe akhir justru malah membosankan, ga dinamis, palu thor hancur lucu, ayah thor mati lucu, mata thor hilang lucu, asgard hancur lucu, harusnya kita belajar dari film inside out bahwa yg membuat hidup manusia menarik adalah ragam emosi yg saling melengkapi, kalo cuma senang2 doang justru hidup terasa datar

oktabor mengatakan...

fanboy DC atau fanboy Marvel pada suka gitu deh.. tuding2an. hehe. Mari kita semua terima dengan lapang dada, bahwa film ini selayaknya stand up comedy special show. Dimana tujuannya adalah menertawakan diri sendiri, menertawakan keklisean kehidupan superhero, menertawakan sisi manusiawi penggunaan superpower dari seorang superhero, dan pastinya, menertawakan isi kehidupan itu sendiri. Dengan segala carut marut di kehidupan yang kita diami saat ini, sudah selayaknya kita duduk bersama kawan2 atau keluarga, membuka beberapa botol soft drink, mengeluarkan camilan, serta saling bersenda gurau dan bertingkah bodoh. Kalo kata orang jawa tengah : "ngguyu sek ben rak edan"

Leliana Widi mengatakan...

ini yang agak lucu. okelah reviewers tomat busuk bilang ragnarok dan film mcu sebelum-sebelumnya yang mengedepankan unsur komedi didalamnya bagus, karena masyarakat western terutama amerika sana membutuhkan vitamin keceriaan ditengah kemuraman (meskipun penuh dengan slapstick ga jelas dan maksa). Tapi apakah mas rasyid juga serta merta ngikut aja? berlindung dibalik bandwagon? ngga berani review dengan sudut pandang berbeda? cuman pengen nanya sih misalkan masnya masih ngelak suka belain mcu karena ga mengakui diri mas fanboy

yazmin al ameera mengatakan...

@Leliana ya itu dia, kenapa kita ga bisa ngeluarin review kita sendiri tanpa nyerang bang rasyid? kalau bang rasyid bilang bukan fanboy, ya sudah jangan dikejar kejar biar ngaku fanboy kalau kenyataannya hanya penikmat film. hargailah perspektif bang rasyid, karena dari komen di atas dia juga menghargai opini yg berbeda. saya memang kurang menikmati ragnarok, tapi bukan berarti saya tidak bisa menerima review pemilik blog ini. karena sekali lagi, tidak ada rumus baku untuk menilai bagus tidaknya sebuah film. itu hanya masalah selera.
sebelumnya maaf ya kalau ada kata yg kurang berkenan, hehe

Leliana Widi mengatakan...

@yazmin

andaikata bang rasyid ga bilang kalo yang ga suka itu oposisi mcu dan ga sok menghimbau kita dengan kalimat alangkah bijaknya-nya dia, keknya yang salty juga ga bakal sbanyak ini deh.
idem sama komen @lou parasite
hehe, ada triggernya soalnya kenapa kami yg "oposisi" ini selalu ngira dia fanboy

Rafli Habibie mengatakan...

Marvel mah skrng semakin gak bermutu, dari captain amerika : civil war aja w udah ngerasa nih film gak ada serius2nya, lebih kerasa nonton film parody, apelagi pas para superhero saling berantem, sungguh menggelikan ngeliatnya, udah kayak lagi pada traning latihan kekuatan, mending ngeliat superman vs batman ketahuan mereka berdua emang saling menghancurkan, emosinya ada, kita jga yang nonton ngerasa greget... sungguh marvel sekarang adalah film komedi bukan superhero!!!

oktabor mengatakan...

woy.. ini blog review. Klo penulis emang suka film kaya gini ya udah biarin aja. Kalo ga suka marvel bikin film superhero dengan pendekatan ringan dan fun ya udah ga usah ditonton. Pada ribet yee.. klo penulis beropini bahwa yg ga suka film ini adalah oposisi MCU ya berarti opini itu memang ditujukan untuk siapapun yg ga suka dengan pendekatan film ini, lepas itu dr marvel fanboy atau dc fanboy. Kan diksinya oposisi MCU, bukan marvel. Selow selow agan agan..

oktabor mengatakan...

MCU = marvel.cinematic.universe = film filmnya marvel dari jaman hulk sampe ragnarok. Marvel = ya komik marvel. Marvel fanboy belum tentu suka pendekatan MCU. Oposisi MCU ya berarti mereka2 yg ga suka pendekatan MCU.. mau dr marvel fanboy kek, dc fanboy kek, DCEU fanboy kek, atau orang awam di komik kek. Gemes saya lihatnya pada ngotot2 gini... haha.

uououo mengatakan...

@oktabor justru bang rasyid malah seneng diginiin. Seneng kolom komentar reviewnya ampe ratusan. Pasti lg cekikikan sendiri si rasyid sambil baca komen2 ini. Dasar lo bang, paragraf terakhirlu memang sensasional.

uououo mengatakan...

Kalo ini stand upnya si raditya atau anak2 stand up lain, gua kasih kompor gas karena pecah bgt, deliverinya mantap bgt. Masalahnya ini film men. Film hollywood. Film thor. Gua tau ini MCU jd komedi wajar dimana2. Tp GoTG pahlawan kelas B marvel aja bisa ada dinamikanya kok. Gua abis nnton GoTG berasa bener2 kyk abis dpt siraman rohani. poin plusnya GoTG itu pas opening scene mamanya meninggal yg depresif namus scene selanjutnya diisi sama fun tp penonton udh ditanam dr awal sama scene depresif jd ketika nyampe konklusi semua emosi bener2 main. Yg harus saya salahin sebenernya sih taika. Thor men pahlawan kelas A nya marvel bener2 di dwngrade sama dia. Kecewa jelas. Ketika gua keluar dr bioskop gua tanya ama diri gua sendiri, jd td ragnaroknya dibagian mana ya. Apalagi pesonanya hela bener2 absurd abis. Coba kalo dia bisa seganas ronan di GoTG, pasti gua bisa maafin sedikit cela di film ini. Btw ini kolom komentar review. Jd kalo emg gk mau diserang sama org2 mending kolomnya di nonaktifkan aja. Peace..

uououo mengatakan...

Kalo ini stand upnya si raditya atau anak2 stand up lain, gua kasih kompor gas karena pecah bgt, deliverinya mantap bgt. Masalahnya ini film men. Film hollywood. Film thor. Gua tau ini MCU jd komedi wajar dimana2. Tp GoTG pahlawan kelas B marvel aja bisa ada dinamikanya kok. Gua abis nnton GoTG berasa bener2 kyk abis dpt siraman rohani. poin plusnya GoTG itu pas opening scene mamanya meninggal yg depresif namus scene selanjutnya diisi sama fun tp penonton udh ditanam dr awal sama scene depresif jd ketika nyampe konklusi semua emosi bener2 main. Yg harus saya salahin sebenernya sih taika. Thor men pahlawan kelas A nya marvel bener2 di dwngrade sama dia. Kecewa jelas. Ketika gua keluar dr bioskop gua tanya ama diri gua sendiri, jd td ragnaroknya dibagian mana ya. Apalagi pesonanya hela bener2 absurd abis. Coba kalo dia bisa seganas ronan di GoTG, pasti gua bisa maafin sedikit cela di film ini. Btw ini kolom komentar review. Jd kalo emg gk mau diserang sama org2 mending kolomnya di nonaktifkan aja. Peace..

Hady Anur mengatakan...

Beda bnget ama guardian of galaxy, jokes sedih senang ditempatkan ditempat yg tepat, aplgi scene diakhir, dmn yg lain pd serius eh dia mlh joget...!! Wht are you doing!!??
Wkwkwk best timing!!

Kasamago mengatakan...

Sama seperti tweeps para pengamat film beberapa hari sblumnya Thor di rilis.. Fun n Funny. Enjoy.. !!

Pamela lee mengatakan...

Agen SBOBET Agen IBCBET Agen MAXBET Judi Mix Parlay Judi Bola Online