DAFTAR PEMENANG FESTIVAL FILM INDONESIA 2017

20 komentar
Malam penghargaan Festival Film Indonesia 2017 akhirnya digelar malam tadi, Sabtu (11/11/2017) di Grand Kawanua, Manado. Berlangsung sekitar pukul 20:00 hingga 23:00 WIB, acaranya cukup menyiksa untuk diikuti. Bagaimana tidak? Setengah jam pertama diisi sambutan-sambutan membosankan. Duet host, Denny Chandra dan Kezia Warouw pun nihil chemistry, saling melempar lelucon hambar yang tak sanggup direspon oleh pasangannya. Untung di jajaran pemenang, hasilnya memuaskan. Night Bus menjadi film terbaik, dan total membawa pulang enam Piala Citra. Pengabdi Setan pun berpesta setelah memenangkan tujuh piala, terbanyak di malam itu. Muhammad Adhiyat alias Ian jadi MVP ketika naik panggung bersama dua "kakaknya" guna menerima penghargaan "Pemeran Anak Terbaik", lalu memberi speech paling adorable sepanjang sejarah FFI. 

Sementara Posesif beserta segala kontroversinya meraih tiga penghargaan, yang jika bicara kualitas saja, layak didapat. Putri Marino sukses memenangkan "Pemeran Utama Wanita Terbaik" lewat debutnya, mengalahkan nama-nama senior, khususnya Dian Sastrowardoyo yang jadi unggulan. Pencapaian ini serupa Christine Hakim, yang pada 1974 menjadi aktris terbaik melalui debutnya di Cinta Pertama buatan Teguh Karya. Menarik pula melihat berjayanya Night Bus dan Pengabdi Setan, menegaskan bahwa thriller dan horor punya tempat di ajang penghargaan negeri ini. Semoga bukan fenomena sesaat. Mari berharap juga penyelenggaraan FFI semakin baik, dari soal aturan, penjurian, transparansi, dan jalannya acara. Karena dibanding tahun 2016 yang mulai tampak asyik, FFI 2017, khususnya di awal, bagai acara Kecamatan yang membosankan. Berikut daftar lengkap pemenang FFI 2017

Film Terbaik: Night Bus
Sutradara Terbaik: Edwin (Posesif)
Pemeran Utama Pria Terbaik: Teuku Rifnu Wikana (Night Bus)
Pemeran Utama Wanita Terbaik: Putri Marino (Posesif)
Pemeran Pendukung Wanita Terbaik: Christine Hakim (Kartini)
Pemeran Pendukung Pria Terbaik: Yayu Unru (Posesif)
Penulis Skenario Adaptasi Terbaik: Rahabi Mandra & Teuku Rifnu Wikana (Night Bus)
Penulis Skenario Asli Terbaik: Ernest Prakasa (Cek Toko Sebelah)
Film Dokumenter Panjang Terbaik: Bulu Mata
Penata Efek Visual Terbaik: Finalize Studios - Heri Kuntoro & Abby Eldipie (Pengabdi Setan)
Penyunting Gambar Terbaik: Kelvin Nugroho & Sentot Sahit (Night Bus)
Pemeran Anak Terbaik: Muhammad Adhiyat (Pengabdi Setan)
Pencipta Lagu Tema Terbaik: The Spouse - Kelam Malam (Pengabdi Setan)
Pengarah Artistik Terbaik: Allan Sebastian (Pengabdi Setan)
Pengarah Sinematografi Terbaik: Ical Tanjung (Pengabdi Setan)
Penata Musik Terbaik: Aghi Narottama, Tomy Merle, Bemby Gusti (Pengabdi Setan)
Penata Suara Terbaik: Khikmawan Santosa & Anhar Moha (Pengabdi Setan)
Penata Rias Terbaik: Cherry Wirawan (Night Bus)
Penata Busana Terbaik: Gemailla Gea Geriantiana (Night Bus) 
Film Animasi Pendek Terbaik: Lukisan Nafas
Film Pendek Terbaik: Ruah 
Film Dokumenter Pendek Terbaik: The Unseen Words
Lifetime Achievement Award: Budiyati Abiyoga

20 komentar :

Comment Page:
Zamal Usep mengatakan...

Msh ga nyangka putri merino menang ...dian sastro kyaknya berpluang besar ...bner bnget acara dri awalnya ufah bkin ngantuk fan kurang wah

rifky nugraha mengatakan...

Ga review message from the king bang rasyid?

Rasyidharry mengatakan...

@Zamal Cringe banget, bikin malu sendiri nontonnya

@rifky Duh nggak tertarik hehe

yazuli al amin mengatakan...

Nikita willy menang,rada kurang setuju, kartini cuma satu sebenarnya dari sinematograpi harusnya ada yg menang dibanding night bus ,

Rasyidharry mengatakan...

Dian lebih kuat, tapi bisa dipahami. Selain Dian udah pernah menang, dan sebagai aktris baru, dapat gelar "aktris terbaik" bakal bikin Putri lebih hati-hati pilih peran buat karir yang oke. Kadang hal gini juga masuk pertimbangan

Taufik Adnan Harahap (Opik) mengatakan...

dugaan gua buat putri marino kejadian, tp gak nyangka kalau film terbaik night bus yang dapat. Mau ngasi opini tp night bus gak nonton kemarin. Haha

Anonim mengatakan...

Putri Marino punya peran dg karakter cukup unik. Karena olah vokal Dian yg 'begitu2 aja' artikulasinya, bisa jadi di masa depan Putri bakal ngebalap kualitas akting Dian.

Rasyidharry mengatakan...

@Taufik Semoga bakal tayang ulang. Walau masih kurang sana-sini, jarang thriller lokal dengan konsep begitu dan intens pula. Sayang kalau penontonnya sedikit :)

@Anonim True, ada bakat alam. Tinggal gimana pilih peran aja ke depannya

Zulfikar Knight mengatakan...

Posesif kenapa kontroversi?

hilpans mengatakan...

Woww..cristine hakim lagi....piala citra identik dgn cristine hakim ..aktris legendaris indonesia..smga ad film lg dmana christine hakim jdi pemeran utamanya

Anonim mengatakan...

Agak ndongkol sih joko anwar gadapet best director / best motion picture .emang horror dimana mana susah menang kayanya. Jadi penasaran night bus layak menang kah ? Blum nonton soalnya. Para pengabdi agak ndongkol

Anonim mengatakan...

Kalo kata Riri Riza, juri2 thn ini sangat mengapresiasi film dg ide yg fresh spt Night Bus. Mungkin di luar prnh ada film bersetting serupa, tp film Indonesia yg seperti itu (dan berkualitas baik) baru Night Bus. Jadi dia menonjol di antara film lain.

Rasyidharry mengatakan...

@Zulfikar Ya soal eligibilitas karena masalah hukum kemarin. Kalau kualitas nggak perlu diragukan lagi

@hilpans Bu Christine itu ibarat Streep-nya Indonesia. Semoga, terakhir Ibu Maafkan Aku.

@Anonim Night Bus layak kok, dan itu thriller, masih termasuk "film genre", jadi nggak jauh-jauh amat lah dari horor. Buat sutradara, mungkin mau kasih ke nama baru, soalnya Joko udah menang di 2015.

Billy Simamora mengatakan...

Itu pemilihan host emg pilihan FFI ato dari stasiun tv sih ?? (ditayangin tv gak sih wkwk gw gatau)

Kayaknya gak ada yg kontroversi yaa.. gak nonton Night Bus jadi gabisa kasih komen.. Agak kaget Adipati gak dapet Aktor Terbaik (sekali lagi gw gak nonton Night Bus) malah Putri Marino yg dapet, melewati senior-seniornya hahaha

Semoga tahun depan makin bagus deh, makin berkualitas...

Rasyidharry mengatakan...

@Billy Mestinya ada campur tangan keduanya soal host, tapi panitia tetep penentu. Kontroversi paling cuma soal Posesif, itu pun bukan terkait kualitas tapi legalitas. Yasudah, buat bahan pelajaran.

Dimas Catur mengatakan...

Di Inews Tv

Anonim mengatakan...

Maksudnya apa aspek legalitas yg jadi kontroversi itu, mas Rasyid?
Cerita dong. Kan ga semua di sini gaulnya sama org2 film

Kasamago mengatakan...

Wow.. Night Bus biar dapat 1 gelar tp yg menjadi terbaik

Rasyidharry mengatakan...

@Anonim Udah banyak masuk berita loh. Intinya keabsahan Posesif dipertanyakan karena saat masuk nominasi, mereka belum lulus sensor. Padahal sempat screening terbatas, yang berarti itu melanggar aturan. Tapi sepertinya sudah terselesaikan :)

@Kaasamago Kok 1? Banyak loh, terbanyak kedua setelah Pengabdi Setan

Frank mengatakan...

Soal si Reza, kalo saya sih emang agak topsy-turvy, baik pada orangnya langsung atau pada kasih sayang berlebihan FFI ke dia. No doubt he's the most talented Indonesian actor below 35, tapi (terutama dalam film2 biopik) ga jarang juga saya merasa lagi nonton Reza meranin karikatur, kayak Cokroaminoto atau Habibie. Strength terkuat Reza, IMO, ada di film dimana ia lebih ke rakyat natural yang tidak nyentrik (ga seperti Boss Man, yang kelewat karikatur for me to be taken seriously). Critical Eleven, Alangkah Lucunya dan 3 Hati 2 Dunia adalah some of my favourite performances from him so far.

Trus soal FFI, tahun kemaren pengeeeeen banget bilang "yes! gak ada Reza Rahadian!" tapi I can't, his take on Critical Eleven was mindblowing. Daripada Kapan Kawin, saya sangat lebih prefer Reza-Adinia di CE. Ketika tahun 2015 saya sampe berharap banget om Deddy bisa ngembat Aktor Terbaik daripada akting ho-hum Reza di Kapan Kawin dan Cokroaminoto, tahun kemarin saya malah sangat menyayangkan ga adanya Reza di nominasi. He's not my winner (Adipati ftw!), but he's much better daripada Ernest (what the fuck was he even doing there) atau peran supporting-nya om Deddy.

Setelah nominasi2 bejibun beserta kemenangan yang tidak terlalu deserving untuk saya (untuk peran2 karikatur lagi), saya kira FFI ga bisa ngerem lagi untuk shower cinta ke Reza, kayak tahun 2011, dimana Reza yang hampir invincible di The Mirror Never Lies karena duo maut Gita Novalista-Atiqah Hasiholan deservedly nggak dinominasiin. Tahun kemaren was half fresh breath of air, half missed opportunity. Reza oh Reza.