JURASSIC WORLD: FALLEN KINGDOM (2018)

30 komentar
Di titik ini saya sudah tak lagi mengharapkan “sense of wonder” dari seri Jurassic Park, apalagi dari installment yang memilih seminimal mungkin memakai variasi lagu tema gubahan John Williams. Rasa itu biarkan eksklusif jadi milik film pertamanya. Jurassic Park berevolusi menjadi film monster secara total lebih cepat ketimbang proses Dr. Henry Wu (B. D. Wong) mengkreasi ulang DNA dinosaurus. Tapi sebagai film monster, apabila mengikuti jalur tradisional, Jurassic World dan sekuel-sekuelnya cuma punya sedikit opsi guna melanjutkan kisah. Itu pun kental repetisi: taman dibangun-dihancurkan dinosaurus-taman ditutup-mengunjungi taman lagi-kembali ke awal. Fallen Kingdom dibuat untuk membuka pintu alternatif, walau akhirnya cuma berakhir sebatas “jembatan pendek” yang dipaksa berjalan selama 2 jam lebih.

Aspek penting hanya terletak di paruh awal, saat alurnya dibuat menyerupai film bencana, kemudian pada konklusi. Babak pertengahan bermain-main di pesan lama yang kita sudah hafal betul, mengenai keserakahan manusia dan bagaimana tindakan “bermain Tuhan” menghasilkan hukuman setimpal, supaya mereka belajar agar tidak mencampuri proses alam. Terlampau familiar, walau salah satu elemen cukup mampu memancing dilema. Dinosaurus terancam punah (lagi) akibat letusan gunung berapi di Isla Nublar tempat ekosistem mereka berkembang secara natural. Haruskah manusia turun tangan menyelamatkan dinosaurus? Haruskah manusia kembali mengganggu seleksi alam? Apalagi menyelamatkan dinosaurus berarti mengancam keberlangsungan hidup umat manusia sendiri.

Dr. Ian Malcolm (Jeff Goldblum dalam peran sebatas cameo) berargumen bahwa itu cara Tuhan mengembalikan stabilitas ekosistem, dan manusia tak perlu ikut campur. Artinya, membiarkan dinosaurus (yang mereka hidupkan lagi) punah. Claire (Bryce Dallas Howard) yang kini seorang aktivis hak dinosaurus berpikiran sebaliknya. Fallen Kingdom mengambil langkah tepat saat enggan memberi jawaban konklusif atas isu tersebut, karena memang tidak ada. Tapi Claire, yang diam-diam merasa bersalah telah berkontribusi menciptakan Indominus Rex, kukuh pada prinsipnya. Harapannya terjawab kala Sir Benjamin Lockwood (James Cromwell), mantan partner John Hammond (Richard Attenborough), memintanya memimpin misi penyelamatan, memindahkan beberapa spesies dinosaurus ke pulau kosong lain.

Bisa ditebak, misi itu membuatnya bereuni dengan Owen (Chris Pratt), yang antara film ini dan Jurassic World (2015) rupanya telah memutuskan hubungan asmaranya dengan Claire. Kenapa Owen mesti ikut? Pertama, karena Blue si Velociraptor terakhir yang dahulu ia latih termasuk salah satu prioritas misi penyelamatan. Kedua, karena Pratt adalah action hero semua kalangan yang bisa diandalkan. Dia mampu melompat di antara gigi-gigi tajam Tyrannousaurus maupun lari dari letusan gunung berapi selincah Indiana Jones. Pun sebagaimana kita tahu, kemampuannya menangani komedi jadi jualan utama, termasuk komedi fisik, seperti ia perlihatkan dalam adegan ketika Owen, yang badannya tengah lumpuh akibat bius, mesti menghindari aliran lava.

Tapi apa guna jagoan tangguh tanpa musuh seimbang? Kini ada Indoraptor, dinosaurus hibrida perpaduan DNA antara, well, INDOminus dan VelociRAPTOR. Sanggup mendeteksi pancaran laser, menipu manusia, merusak pintu lift, membuka jendela, dan lain-lain, Indoraptor adalah dinosaurus cerdas yang didesain sebagai senjata perang dan berpotensi menjadi musuh menarik walau dari perspektif desain, sosoknya mudah dilupakan pula tanpa kekhasan. Tugas menangani teror sang monster kini diemban J. A. Bayona (The Impossible, A Monster Calls), yang kembali membuktikan bahwa ia punya insting visual mumpuni yang membuat para dinosaurus tampak megah layaknya raja yang berkuasa di puncak rantai makanan. Pun beberapa jump scares tampil lumayan efektif. Sayang, Fallen Kingdom tak memiliki cukup momen “Dino Madness”. Letusan gunung sampai pertarungan Blue melawan Indoraptor tampil menghibur, tapi film ini kekurangan satu kegilaan besar sebagaimana Jurassic World berikan lewat threesome Tyrannosaurus-Blue-Indominus Rex.

Ditulis oleh Colin Trevorrorw (Jurassic World) dan Derek Connolly (Jurassic World, Kong: Skull Island), naskahnya mengandung dua pilihan narasi berani, yang baru mengisi menjelang konklusi, meninggalkan mayoritas durasi dalam balutan cerita setipis kertas. Keduanya mengejutkan, secara ekstrim mengubah jalur yang dibangun Jurassic Park, namun sejatinya merupakan progres natural. Fallen Kingdom “menipu” penonton agar berpikir film ini sebatas mengulangi The Lost World (1997) lalu berakhir layaknya kebanyakan film monster. Tidak sepenuhnya keliru. Beberapa plot poin memang serupa dengan sekuel mengecewakan itu. Bedanya, Fallen Kingdom menghasilkan posibilitas menarik bagi masa depan franchise-nya sembari membawa kita mengintip “lingkaran kehidupan”, di mana suatu hari, tatkala manusia kurang berhati-hati, termakan ketamakan lalu terkena dampak aksinya sendiri, peradaban bakal runtuh dan kembali ke zaman pra-sejarah.


Note: Ada post-credits scene, tapi kecuali anda punya waktu luang, melewatkannya takkan jadi masalah.  

30 komentar :

Comment Page:
Ungki Haeri mengatakan...

Sangat disayangkan Dinosaurus Megalodon-nya kurang di eksplorasi, sebatas pelengkao saja. Padahal saya menonton film ini karena ingin melihatnya beraksi dan menyerang manusia.

Anonim mengatakan...

Post credit nya apa bang? Saya udah keburu keluar

syaefullah nur mengatakan...

redem nanya post credit scene nya bang, wkwk

Ilham Ramadhan mengatakan...

T-Rex tidak terlalu kelihatan ya disini. memang hanya fokus dengan Blue si Velociraptor dan lawannya.
jump scarenya boleh lah, sebelah saya aja sampai istigfaar berkali2 hha

apakah ada kemungkinan sequel kembali?
mengingat dinosaurusnya udah masuk ke dunia manusia secara langsung.

@ungki haeri ; setuju. padahal diawal2 udah ditampilkan ketegangan bersama megalodon ini.

Rasyidharry mengatakan...

@Ungki Yes, awal udah beringas, habis itu disimpen. Shot ala Jaws di trailer ternyata cuma muncul sekilas di ending. Meh.

@Syaefullah Remeh banget kok. Nggak sampa 10 detik. Buka halaman Wikipedia filmnya aja daripada dibilang spoiler di sini haha

@Ilham Ada dong. Fallen Kingdom ini kan sebenernya cuma jembatan buat ngubah arah sekuelnya doang. Rilis 2021, Trevorrow balik lagi jadi sutradara.

oktabor mengatakan...

Dari film ini saya jadi tahu bakal ada dino yg muncul di indonesia.. terimakasih -siapapun itu- yg udah beli dino buat di indonesia. yeeaaayy... haha

Arif Hidayat mengatakan...

Lah, padahal pas nonton seru Kali.

Menurut bang rasyyid, lebih yg 1 atau ini ??

Rasyidharry mengatakan...

@Oktabor Mungkin itu Harry Tanoe......

@Arif Jelas yang pertama. Nostalgic & gila-gilaan itu, apalagi klimaksnya. Cuma kalah bagus dari Jurassic Park.

Drama-movie mengatakan...

Jadi klo mas rasyid lebih milih, ttp lebih bagus dan berkesan versi klasik jurassic park? Pas masih digarap sm stephen spielberg

Gantono mengatakan...

sayang emang mosasaurus kurang beraksi, mungkin buat sekuel nanti & temen langsung bilang pas di ending "jadi Dino Crisis nih" katanya, tapi secara untuk hiburan memang seru

Rasyidharry mengatakan...

@Drama-movie Oh pasti. Jurassic Park itu klasik. The Lost World juga digarap Spielberg tapi jelek.

@Gantono Yap, Dino Crisis meets Planet of the Apes :)

Muhammad Faisal Aulia mengatakan...

Dari urusan dapur shooting, Kamera moving on pun sangat cepat berpindah, kelihaian Bayona disini sebenarnya sangat luwes bahkan setting penampatan visual effect dengan perpindahan layer to layer kamera begitu cepat, tetapi Bayona mampu menghandle tingkat kecepatan perpindahan grafis tersebut. Grafis begitu memadai bahkan jauh lebih nyata dibandingkan JW 1, urusan tone paduan warna dibalik kejamnya sang Dinosaurus dengan latar belakang Hujan pun kelihatan smooth, semua terasa alami. Terlebih, hormat saya kepada Bayona adalah memberikan sentuhan gaya kamera Horror saat scene di Jendela, mengingatkan saya pada seni directing James Wan pada film Conjuring, it’s so Amazing, film Action Animals rasa Horror. Apalagi ditambah pada urusan tata suara yang tidak kalah seru yang di arransement kan oleh Michael Giachinno, sebuah komposisi yang tepat dan urusan suara teriakan dinosaurus terlihat mengalami lompatan jauh menggelegar di kuping saya. Hehe IMHO

susan mengatakan...

Ga review ocean's 8 gan??

Gary Lucas mengatakan...

Kalo film yang mengangkat tema tentang manusia ciba menjadi Tuhan, serial Westworld mlakukannya 10 kali lipat lebih bagus dri film lain yang mencoba,soalnya dieksplor sangat dalam maupun itu dari ciptaan ati manusianya, sangat recomended bgi penyuka film tema"besar, jurassic world ini juga gajelek kok mskipun hanya skedar lewat juga

Satria Wibawa mengatakan...

Chris pratt ketutup sama bryce dallas dan daniella pineda disini justice smith? meh.

Zulfikar Knight mengatakan...

@Gary Lucas hmmm kebetulan series Westworld jga adaptasi dari film thn 1973 yg dibuat oleh Michael Crichton, dia jga penulis novel Jurassic Park yg diadptasi ke film thn 1993, dan kemudian jadi franchise besar seperti skrg

Ilham Ramadhan mengatakan...

mas @rasyid : oalah berarti ini masih opening untuk menuju sequel yg lebih luas dan berbeda dibanding seri2 sebelumnya? pantes kesannya kok kayak mau berpisah dari pakem2 terdahulu.

ada kemungkinan gak ya pemain2 di jurasic park lainnya muncul lagi di next sequel?
dr.malcom dan dr henry wu aja muncul.
karena saat lihat mereka berdua, terasa nostalgia dengan masa2 kecil pas nonton jurassic park.




Rasyidharry mengatakan...

@Muhammad True. Bayona bagus banget, makanya jadi kecewa pas dia nggak dikasih kesempatan di lebih banyak adegan. Nggak ada yang salah sama penyutradaraannya, tapi naskahnya. Koreksi: Giacchino komposer musik doang, efek suara macam teriakan dinosaurus dll itu urusan departemen sound editing.

@Ilham Ya, waktunya "main gila". Nggak perlu lagi terlalu serius. Udah ada Blue yang pinter, sekalian jadiin mirip Caesar-nya Planet of the Apes. Dan harus balikin pemain lama: Sam Neill, Laura Dern, kalo perlu Julianne Moore.

Ilham Ramadhan mengatakan...

@mas rasyid : ya setuju. udah gak kejebak lagi dengan pola yang sama. jadi bisa eksplor ide baru.pertaruhannya gede juga. kalau ceritanya bagus dan blue benar2 bisa seperti caesar-nya POTA, bakalan seru tuh.

chance mereka ikutan itu besar sekali karena kan sekarang tempat dinosaurusnya udh gk di 1 pulau aja, tp udah nyebar kemana2. jd bisa aja ketemu lagi pas kejar2an dengan dinosaurus hahaha

oktabor mengatakan...

@Rasyidharry adegan brontosaurus ketinggalan kapal juga menyedihkan..huhu. Adegan dinonya meratap dari kejauhan lalu dilalap lava bikin sedih. Di film ini juga menggambarkan bahwa the legendary old man T-REX akan pensiun. Still badass tapi perannya dikurangi. Nonton ini kaya gabungan nonton Jurassic park (pastinya), planet of the apes, logan, dan infinity war. haha

Rasyidharry mengatakan...

@oktabor Yes, sedih banget itu. Oh tenang, T-Rex pasti balik jadi spotlight lagi di penutup trilogi. Dan harusnya aktor-aktor lawasnya juga dikumpulin.

aryo mengatakan...

Belum bisa move on dengan pure animal terror movie. Kurang suka dengan arahan baru. Jadi ingat dulu excited banget pas rilis trailernya jurasic world. Bagaimana Taman nya kembali dibuka, Dengan segala pernik fitur tempat wisatanya. Pas nonton rada kecewa, dan di film ini makin menegaskan kemana arahan barunya.
Tapi, yah tetep ngikutin sih sbg penggemar.
Kurang suka juga bagaimana di arahan baru ada tokoh jagoan bad ass nya. Hehe.. Padahal suka sama si chris prat.

Rasyidharry mengatakan...

@aryo I love the first one, unsur nostalgic kuat dan klimaksnya dino vs dino. Ini fokusnya ngalor ngidul, disaster movie nggak pol, horor monster nggak pol.
Soal karakter yang makin jadi action hero, sebenernya Alan di JP3 udah ke situ loh 😁

Tri Fajar mengatakan...

Ada indominus rex, indoraptor, trus Indonesia.
Kata indo benar2 disukai.
Menurutku jurassic world ini upgrade dari jurassic park. Jurassic world 1 mirip jurassic park, buka taman trus rusuh dino, cuma yg jw skala lebih gede.
Jw fallen kingdom mirip the lost world: jurassic park, ungsikan dino dari pulau trus dino rusuh.
Prediksiku buat jw3:
Mungkin nanti jw 3 itu tentang orang minta tolong Owen dari dino rusuh. Bedanya kalo yg di jp3 itu cuma seorang anak yg terancam dino, kalau nanti di jw3 mungkin satu kota atau negara yg terancam dino rusuh.

Helmi Hakim mengatakan...

mulai ngerasa alur nya mirip trilogy planet of the apes. iya ga sih mas ??

Rasyidharry mengatakan...

@Tri Ya emang bener, pola yang "gampang" buat diikuti sama reboot. Star Wars juga begitu. JP3 kan dasarnya survival movie, nah, yang bakal "ditiru" JW3 ya unsur itu. Bertahan hidup di kota-kota yang udah jadi "Jurassic World".

@Helmi Yap, udah disinggung tuh di komen-komen sebelumnya. Bagus, biar jalurnya beda. Udah punya Blue yang bisa dimiripin ke Caesar.

Tri Fajar mengatakan...

Semoga saja begitu. Dan fokus ke horror dino. Soalnya dulu pas JP2 itu sempat hype waktu dino mengacau di kota. Eh pas di JP3 kok balik lagi ke pulau.

Rasyidharry mengatakan...

@Tri JP2 soalnya carbon copy King Kong/Godzilla, dan cara bawa dino ke kota ngaco, makanya jelek. Karena dikritik itu makanya JP3 balik ke hutan, eh blunder lagi T-Rex dimatiin.

Syam mengatakan...

Sbnernya si T-REX ini ada hubungan apa sih dgn para tokoh utama ? ko kayanya slalu datang di saat genting buat menyelamatkan. (Di JW&JWFK). tapi kalo gasalah inget,di Trilogi pertama malah selalu berusaha mnyerang karakter utama nya ya.

Rasyidharry mengatakan...

@Syam Soalnya peran dia udah jadi semacam anti-hero, bukan pure antagonis sejak JP 3. Fan favorite soalnya.