MISSION: IMPOSSIBLE - FALLOUT (2018)

29 komentar
Film aksi, agar menghadirkan ketegangan dan decak kagum bagi penonton, harus sama seperti pistol yang ditembakkan jagoannya. Semakin banyak amunisi, semakin besar kemungkinan kena sasaran. Tapi bukan berarti bisa dilakukan asal membabi buta. Aneka sudut maupun strategi mesti dicoba. Fallout, yang masih digawangi Christopher McQuarrie (Jack Reacher, Mission: Impossible – Rogue Nation) sebagai sutradara sekaligus penulis naskah, membawa bekal banyak amunisi berbentuk deretan set piece aksi, yang masing-masing bak dibuat dengan tujuan mengungguli sekuen sebelumnya. And to breathe normally throughout the whole movie, is indeed an impossible mission for the audience.

Formula alur masih serupa. Ethan Hunt (Tom Cruise) harus menghentikan aksi terorisme berskala global (menghancurkan negara, menyebar virus mematikan, menguasai sumber daya, dll.), sementara pemerintah menutup mata dan telinga, bahkan tak jarang berbalik mengejarnya. Pun kali ini, musuh lamanya kembali, yakni Solomon Lane (Sean Harris) yang berhasil Hunt penjarakan di Rogue Nation. Rutinitas ini niscaya segera melelahkan disaksikan, tapi Cruise, menginjak usia 56 tahun, masih belum lelah melakoni rutinitas yang membuat tiap seri Mission: Impossible berkali-kali lipat lebi seru. Apalagi kalau bukan melakukan stunt-nya sendiri.

Cruise terjun bebas dari pesawat yang terbang di ketinggian 9 kilometer, mengendarai sepeda motor dengan kecepatan penuh di tengah keramaian kota, berlari di atap gedung, bergelantungan lalu mengendarai helikopter. Tentu ada bantuan CGI, tapi minimum, sebatas untuk menghapus tali atau alat pengaman lain, kecuali saat Cruise dan Henry Cavill, yang memerankan August Walker si agen CIA brutal, melompat dari pesawat dan mesti menghadapi langit mendung serta petir CGI. Sayang, polesan yang diharapkan menambah intensitas itu justru mengurangi keaslian adegan.

Ya, kekuatan Fallout, dan seri Mission: Impossible setidaknya sejak Ghost Protocol (2011), adalah keaslian. Minim layar hijau pembentuk latar palsu, tidak ada pemakaian quick cut berlebihan, dan dengan sungguh-sungguh melakukan aksinya, Cruise bisa menampilkan ekspresi (takut, cemas, terkejut, lega) nyata. Sementara McQuarrie dan sinematografer Rob Hardy pun terfasilitasi untuk menaruh kamera di mana pun mereka mau tanpa perlu repot memutar otak supaya penonton tak melihat wajah stuntman (because there wasn’t any). Kamera ditempatkan di benda yang terlibat langsung dalam aksi, seperti motor atau jendela helikopter, menghasilkan sensasi gerakan intens, sebab penonton dibuat seolah berada di tengah-tengah peristiwa.

Terkadang wide angle digunakan selaku establishing shot guna menunjukkan bahwa lokasi berlangsungnya aksi adalah nyata, bukan kreasi komputer. Kita tahu di tiap aksi-aksi maut tersebut, Ethan beserta timnya akan berakhir unggul, tetapi McQuarrie mampu memunculkan kesan, walau hanya sepersekian detik, kalau kali ini, mereka takkan keluar hidup-hidup. Tengok konklusi klimaksnya yang ditutup oleh pemandangan dramatis berupa Tom Cruise bersama cahaya matahari senja.

Plotnya memang urung menawarkan gebrakan baru, namun bukan berarti penulisan McQuarrie malas. Beberapa eksposisi terdengar berbelit, tapi masih memungkinkan diikuti. Dan pastinya, sebagai film soal agen rahasia, yang mana bekerja juga mengandalkan otak alih-alih hanya otot, berbagai kejutan yang mayoritas berasal dari trik-trik cerdik protagonis kita pun tersebar, menjadi tikungan demi tikungan yang menjaga film ini bernyawa. Pameran teknologi Fallout tidak sevariatif Ghost Protocol, di mana topeng kembali jadi andalan, tapi McQuarrie, yang paham akan bahaya repetisi, muncul dengan ide pintar sarat kejutan agar strategi itu tetap segar.  

Satu elemen penting yang Hunt miliki, dan kompatriotnya sesama agen rahasia fiktif macam Jason Bourne atau James Bond tidak, adalah karakter pendukung menarik yang aktif terlibat dalam misi. Interaksi Hunt dan timnya menarik, bukan sebatas selipan penyegar, melainkan pondasi penting franchise ini. Kesan jika mereka telah memahami satu sama lain setelah melalui serangkaian misi berbahaya amat terasa. Ilsa (Rebecca Ferguson) masih tangguh, Benji (Simon Pegg) tetap ahlinya memancing tawa, dan Luther (Ving Rhames), secara mengejutkan memberi salah satu momen berperasaan yang juga membawa kita sejenak mendekati ruang personal Ethan Hunt.

Cavill dengan kumis tersohor miliknya sayangnya kurang dimaksimalkan. Penokohan sebagai “tukang bersih-bersih” CIA yang tak kenal ampun seketika lenyap begitu ia terjun ke lapangan. Sejatinya ini bisa dimengerti, sebab seramai apa pun jajaran pemainnya, Mission: Impossible merupakan “Film Tom Cruise”. Wajar bila sang aktor, yang turut merangkap produser, enggan karakternya tersaingi, apalagi setelah melewati serangkaian aksi gila. Lalu apa esensi kumis Cavill? Bisakah kumis itu dibuat memakai CGI layaknya permintaan Warner Bros kepada Paramount? Jelas bisa. Hasilnya akan lebih meyakinkan daripada menghapus kumis. Paramount bagai ingin mempermainkan WB, dan berhasil. Sama seperti keberhasilan menjaga franchise ini terus hidup selama 22 tahun dan 6 film.

29 komentar :

Comment Page:
Zamal Usep mengatakan...

Lelah sbnrnya dengan film MI ini ..tapi tdak bss d pungkiri slalu ada hal2 baru yg mngjutkan d stiap episode filmnya...tetap..penasaran buat nnrn d bioskop sih pstinya..this week

Jackman mengatakan...

Termasuk bagus memang
Action yang seru dan menegangkan
Tapi ya gitu deh
Ethan kaya punya banyak nyawa ya?
Bikin unsur ketegangannya rada berkurang

Ungki Haeri mengatakan...

Scene pertemuan Ethan dengan Julia di Kashmir kok bikin nyesek ya? Hehe

Wiliam Djong mengatakan...

Ke bioskop nntn film ini memang mau lihat aksi tom cruise aja,tapi dpt bonus jlaan ceritanya tidak jelek, dan sempat beberapa kali terkecoh jg.Dan barusan nntn di youtube video behind the scenenya,benar2 sangat sedikit pemakaian CGI.

Aliando Bae mengatakan...

Yg ingin saya tanyakan ini jalinan kisah nya baru lagi ya atau sambungan dari film sebelumnya. Soalnya saya lupa2 dgn kisah film sebelumnya.

agoesinema mengatakan...

Adegan di paris harusnya jadi klimaks film krn super seru, pindah ke kashmir malah tensi ketegangannya menurun

Rasyidharry mengatakan...

@Jackman Ya gitu harusnya action hero. Tapi level "banyak nyawa" Ethan Hunt ini masih bisa diterima, soalnya dia bukan cheating death, tapi jago lolos dari bahaya. Apalagi kebanyakan stunt kan terbukti bisa Tom Cruise lakuin sendiri. Jadi masih "masuk akal" lah :)

@Ungki Oh jelas, soalnya mau penonton apa karakternya nggak ada yang ngira tujuannya itu.

@Wiliam True, kelar film, semua wajib tonton behind the scene-nya. Gila proses syutingnya.

@Aliando Di Fallout, buat pertama kalinya, alur M:I sambungan langsung film sebelumnya (Rogue Nation).

@agoesinema Dari skala, Kashmir emang harus jadi klimaks sih. Sebagus-bagusnya Paris, skalanya kecil, nggak pas buat puncak.

susan mengatakan...

Film yg benar2 menghibur dan tetep cool sih om Cruise nya..wkwk
Mnurut gw ga prcuma sih henry manjangin kumisnya, karakternya jdi trkesan pas aja.. Daripada mberatin WB, scara kualitas film pun jauh beda ama yg ini..wkwk

aryo mengatakan...

Bangunan cerita di awal film malah kurang solid menurut saya. Ketika ethan kehilangan 3 bola. Padahal itu jadi premis penting ke depannya. Selanjutnya juga kurang meyakinkan, sempat khawatir bakal seburuk mission impossible 3. Tapi setelah adegan di seine udah mulai membaik dan kesananya makin oke. Alhamdulillah.. Ga jadi kecewa. Hehe...

agoesinema mengatakan...

Ghost Protocol > Rogue Nation > Fallout > MI > MI2 > MI3 (menurut gw)

Debraldi Resandono mengatakan...

Abis nonton film ini saya mikir kira² Julia di bisikin apa sama Ilsa wkwk

Wahid Kurniawan mengatakan...

Venessa Kirby sukses bikin aku terpesona... white widow memberikan kesan SEKSI

hilman mengatakan...

pas adegan berantem di toilet kok mengingatkan saya pada The Raid ya?

Pemum Bandung mengatakan...

tidak sia-sia Henry mengorbankan JL untuk film ini haha

Rasyidharry mengatakan...

@susan Oh iya, kalau soal pas jelas pas. Tapi itu kan keputusan Paramount ogah pake CGI palsu, yang sebenernya lebih gampang dibikin daripada ngilangin kumis. Ya WB dikerjain 😁

@debraldi "Sekarang giliran aku ya beb", gitu.

@hilman Bisa jadi terinspirasi. Sekarang kan buat hand to hand combat, kebanyakan ya kiblatnya ke sana, even Hollywood.

nasrullah sr mengatakan...

Salah satu franchise yg masih layak ditonton. Seru dgn twist after twistnya. Dan klimaks 1 detiknya tak pernah dilupakan. 😂

Setuju sama salah satu komen diatas, adegan di Paris lbh seru dari Kashmir. Sayang banget timnya Ethan agak kurang maksimal, rindu Hawkeye gue. Hehehehe

Untuk Cavill, setuju sih agak kurang, tapi setidaknya disini dia lbh baik ketimbang di JL.

Dari keseluruhan franchise, Ghost Protocol masih yg terbaik.

Anonim mengatakan...

Barusan habis lihat behind the scenes nya, ANJAY Tom Cruise melakukan semua adegan stuntnya sendiri. Pantas ekspresinya wajahnya terlihat natural dan real, tdk terkesan dibuat atau dipaksa.
Bravo

Muhammad Saiful Imam mengatakan...

Bang Rasyid, nggak ada keinginan nonton Teen Titans Go ? katanya bagus...

Anonim mengatakan...

Tom Cruise = Totalitas tanpa batas

Rahman Yusuf mengatakan...

Baru mau nonton nih, ngeliat komennya sih, kyknya bagus 😂

Muhammad Humaedi mengatakan...

Min ngerasa ga sih pas adegan gelantungan di helikopter warna rambut tom cruise jadi berubah?

Rasyidharry mengatakan...

@MUhammad Masak sih? Paling karena faktor cahaya aja itu.

mharis mengatakan...

Sakit tapi ga berdarah

Unknown mengatakan...

film ini mampu membuat jantung berdegup cepat dengan aksi-aksinya yang memukau. memang pas momen momen spionase twist terlalu muter-muter. tapi kembali lagi tanda tanya penonton yg ketinggalan dengan apa yang sebenarnya terjadi hilang dengan aksi yg membuat penonton enggan untuk meninggalkan bangku atau bahkan untuk berkedip. eheheh

Tri Fajar mengatakan...

Yg aku suka di film ini adalah adanya momen canggung. Kalo dahulu tarung, kejar-kejaran kan selalu serius, tak peduli lingkungan sekitar.
Kalo sekarang pas lari trus diliatin orang satu kantor. Atau pas ketemu Julia di Kashmir. Momen canggung itu yg bikin filmnya berasa alami.

Lucius Fox mengatakan...

Mas rasyid, apa pendapat mas soal M:I-3 yg orang bilang seri terburuknya M:I? Walaupun lebih baik dari M:I-2, soalnya buat saya sebelum Ghost Protocol ada, seri ketiga itu yg paling seru action dan cerita dibanding 2 seri sebelumnya?

Rasyidharry mengatakan...

@Lucius Semu seri M:I bagus. Film kedua yang sering jadi kambing hitam juga keren karena gayanya John Woo. Opening-nya, pilihan lagunya, keren. M:I 3 lacks Woo's style, tapi masih fun ditonton. Cuma karena setelah film ketiga levelnya lompat jauh, jadi berasa kontras.

ahmad mengatakan...

Apa cuma gua yang ngerasa diawal2 film soundtracknya mirip interstellar ��

Tri Fajar mengatakan...

Karena MI:3 itu kurang rasa mission imposible-nya. Adegan pas ngambil kaki kelinci gak diperlihatkan. Tiba2 Ethan keluar gedung udah dapat kaki kelincinya. Padahal kan ciri khas MI itu ada di situ.