BLADE RUNNER (1982)

10 komentar
3 tahun setelah karya fenomenalnya "Alien", Ridley Scott kembali membuat sebuah film science fiction yang oleh publik dianggap sebagai salah satu masterpiece dari genre tersebut. Film berjudul "Blade Runner" ini diangkat dari sebuah novel yang terbit tahun 1968 berjudul "Do Androids Dream of Electric Sheep?". Walaupun disaat perilisannya film ini kurang mendapat pengakuan dimana kurang sukses dari segi finansial, tapi seiring berjalannya waktu film ini makin mendapat pengakuan dan memperoleh status cult. Mayoritas kritikus memuji efek visual yang terlihat luar biasa untuk ukuran tahun 80an. Jalinan ceritanya juga mendapat banyak pujian. Film ini juga dibintangi oleh Harrison Ford yang pada saat itu sedang berada di puncak karirnya setelah memerankan Indiana Jones dan Han Solo.

Pada tahun 2019 manusia sudah mampu membuat sebuah teknologi yang sejenis dengan kloning. Kloningan yang disebut Replicant tersebut adalah sebuah tiruan manusia yang mempunya keunggulan-keunggulan dibandingkan manusia baik dari segi fisik ataupun kepintaran. Tapi ternyata kepintaran dan keunggulan tersebut menyebabkan terjadinya pemberontakan oleh para Replicant. Untuk menghentikan pemberontakan tersebut dibentuklah sepasukan pemburu bernama Blade Runner yang bertugas menangkap Replicant untuk kemudian dibuang dan diasingkan keluar Bumi.

Tapi para Replicant tidak menyerah begitu saja untuk melakukan pemberontakan terhadap manusia yang mereka anggap sudah menindas mereka. Sampai akhirnya ada 6 Replicant yang berhasil menyusup ke Bumi dan membantai puluhan orang. Hal itu membuat seorang Blade Runner veteran bernama Rick Deckard (Harisson Ford) yang sudah berniat pensiun terpaksa kembali bertugas untuk memburu para Replicant tersebut dimana salah satu dari mereka adalah Replicant yang sangat kuat dan cerdas bernama Roy Batty (Rutger Hauer)
Spesial efek film ini memang harus diakui termasuk canggih pada jamannya. Penggambaran segala teknologi masa depan yang ditampilkan terlihat begitu realistis. Sangat wajar aspek tersebut mendapat nominasi Oscar walaupun kalah dari E.T.-nya Steven Spielberg. Sayangnya kecanggihan efek tersebut terasa kurang "dieksploitasi" dan terkesan pelit karena mayoritas film ini justru lebih kental suasana noir-nya. Tapi tetap saja film ini memang punya keunggulan jika dipandang dari segi visual. Sinematografi yang ada juga memuaskan.

Lain halnya dari segi cerita yang buat saya sangat sangat kurang. Film ini terasa begitu membosankan padahal temponya tergolong tempo medium. Bahkan bagi saya film science fiction lambat macam "2001: A Space Odyssey" masih jauh lebih menarik dalam artian film ini jauh lebih membuat rasa kantuk saya muncul. Nyaris tidak ada momen yang mampu mengikat saya untuk tidak mengalihkan pandangan dari layar. Tidak ada adegan aksi megah dan mendebarkan walaupun bagian akhirnya cukup menghibur dalam menampilkan aksi kejar-kejaran. Porsi drama yang ada juga jauh dari mengesankan dan tidak menarik. Porsi drama di "Blade Runner" dimaksudkan untuk menunjukkan hilangnya rasa kemanusiaan dari manusia itu sendiri dimana mereka berbuat seenaknya kepada para Replicant. Tapi yang disajikan adalah sebuah drama yang kosong yang tidak memiliki kedalaman untuk mengikat penontonnya.

Singkat kata "Blade Runner" adalah sebuah film yang menurut saya tidak sanggup menghibur karena rasa tanggung yang tercipta. Jika saya mencari science fiction dengan adegan aksi yang megah, film ini hanya mempunyai efek visual yang canggih tapi tidak megah dan minim adegan aksi superior. Jika saya mencari sebuah science fiction yang "nyeni" seperti "Moon" atau "2001: A Space Odyssey" film ini juga jauh dari itu dan gagal menampilkan dramanya dengan baik. "Blade Runner" memang tidak sampai menjadi film yang buruk tapi mengecewakan. Sebuah film yang amat overrated.

RATING:


10 komentar :

  1. wihhh rendah bgt ratingnya hahaha blom nntn sih, tapi denger2 inimau diremake kan ya

    BalasHapus
  2. Iyanih, nggak sreg sama nih film, ngantuk nontonnya. Kabarnya sih begitu, moga aja lebih mendingan

    BalasHapus
  3. Haha eh btw pengen nanya dari dulu, kok blog MovFreak kalo di list blog gw gak muncul terus ya update-annya? di bbrp blog lain jg begitu hehe

    BalasHapus
  4. Naah itu dia, ini bukan kali pertama gw ditanya gitu, dan jujur gw gaktahu kenapa bisa gitu :(
    Ada saran?

    BalasHapus
  5. luar biasa sinematografi stanley kubrick di "2001: A Space Odyssey", pengambilan angle kamera waktu disatelit yg bikin gw takjub. walopun sempat tertidur waktu muncul scene cahaya warna-warninya (macam kena hipnotis :D). "blade runner" terasa hambar, buat gw cuma terhibur dari visualnya sama musik vangelis. "Moon" yg paling greget, slowly tapi endingnya sanggup menggemparkan. setuju 100% sama reviewnya!!!

    BalasHapus
  6. Kirain cuma aku aja yang mikir nih film membosankan!

    BalasHapus
  7. Hehe gitulah rasanya nggak demen sama film yang dapet universal acclaim

    BalasHapus
  8. sekali lagi, semua tergantung selera :v

    BalasHapus
  9. i like this movie.sayangnya 20 menit awal super membosankan & romancnya bener2 maksa

    BalasHapus
  10. Yang komen film ini membosankan karena terbiasa dengan film masa sekarang. Ini film tahun 1982, dimana saat itu teknologi belum sebagus sekarang. Jadi film ini luar biasa dijamannya.

    BalasHapus