06/09/23

REVIEW - THE NUN II

0 View

"The greatest evil in The Conjuring universe", demikian tulisan yang tercantum di poster The Nun II. Mendeskripsikan entitas mistis selaku antagonis sebagai "terjahat", "terkejam", atau sebutan hiperbolis lain merupakan kewajaran. Tapi tidak sedikit yang gagal merealisasikan slogan tersebut di filmnya. Di luar dugaan, The Nun II berhasil melakukannya, untuk menebus dosa film pertama lima tahun lalu.

Berlatar tahun 1956, alias empat tahun pasca teror di Rumania, Suster Irene (Taissa Farmiga) mendapati bahwa Valak (Bonnie Aarons) belum benar-benar musnah, dan justru menebar kematian di seantero Eropa, yang bermuara di sebuah sekolah asrama di Prancis. Dibantu suster baru bernama Debra (Storm Reid), Irene berusaha menghentikan aksi sang iblis keji untuk selamanya.

Tentu kita tahu teror Valak belum usai. Dia masih berkeliaran hingga lebih dari 20 tahun kemudian, kala berhadapan dengan pasutri Warren dalam The Conjuring 2 (2016). Bukan masalah. Tidak ada antagonis horor yang selamanya mati, terutama jika sosoknya berkaitan erat dengan dunia gaib.

Pecinta horor pun sudah hafal betul formula yang diterapkan oleh naskah buatan Ian Goldberg, Richard Naing, dan Akela Cooper di film ini, dari awal hingga resolusi antiklimaks khas horor bernuansa religi, saat "kekuatan Tuhan" selalu datang sebagai deus ex machina yang dapat sedemikian gampang menyelesaikan permasalahan. 

Walau keputusan trio penulis untuk membagi alur menjadi dua cabang (investigasi Suster Irene dan cerita di sekolah asrama) mampu mengurangi kesan monoton, secara keseluruhan jalinan ceritanya masih generik. Bahkan cenderung membosankan, akibat ketiadaan kandungan misteri yang mampu menjaga atensi maupun dampak emosi yang mengikat hati. 

Di jajaran pemain, selain Taissa Farmiga yang tetap tampil solid, Storm Reid adalah wajah baru yang punya cukup kapasitas untuk mengatrol kualitas film melalui aktingnya, namun sayang, karakter Debra luput dieksplorasi. Selepas perkenalan menarik sebagai suster pembangkang, praktis Debra hanya menjadi teman perjalanan Irene dengan eksistensi yang tak seberapa penting, menyia-nyiakan performa Reid yang lebih berwarna dibanding mayoritas karakter di semesta The Conjuring. 

Ya, The Nun II menyisakan setumpuk keluhan. Tapi barisan kelemahan di atas (nyaris) tidak berarti, ketika Michael Chaves (The Curse of La Llorona, The Conjuring: The Devil Made Me Do It) selaku sutradara berhasil menyelesaikan tugas paling mendasar, yakni menebar teror dengan menjadikan Valak sebagai pondasi.

Valak bukan sebatas hantu yang doyan setor muka, yang hanya iseng menakut-nakuti tanpa menyisakan luka. Valak di sini layaknya monster pembawa maut. Iblis yang di tiap perjalanannya selalu meninggalkan tumpukan mayat korban-korban yang ia habisi secara brutal. Pria, wanita, tua, muda, hingga bocah, tak satu pun lolos darinya. 

Berangkat dari momen ikonik kala Valak muncul dari lukisan di The Conjuring 2, Chaves dan tim hadir dengan berbagai metode penampakan kreatif lain. Jump scare-nya efektif menaikkan kembali intensitas yang selalu turun tiap fokus berpindah ke cerita, pun Chaves jeli menciptakan deretan imageries membangun rasa tidak nyaman (adegan "pembakaran pada klimaks pertarungan Valak-Irene jadi salah satu contoh). The Nun II memastikan franchise-nya masih memiliki daya untuk terus berjalan, meski tak membawanya ke tingkat lebih tinggi.    

30 komentar :

  1. Boleh lah sambil nunggu A Haunting In Venice nonton valak dulu

    BalasHapus
  2. Anonim8:33 AM

    Ian Goldberg, Richard Naing, dan Akela Cooper gagal dalam alur cerita, plot hole & biasa saja

    BalasHapus
  3. Anonim8:35 AM

    Taissa Farmiga lebih cocok menjadi aktris komedian

    BalasHapus
  4. Anonim8:43 AM

    Storm Reid, serem banget

    BalasHapus
  5. Pamela9:20 AM

    Gercep ya nyampah para anonim caper

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anonim10:55 AM

      Sepemikiran wkwk, ternyata bukan gue aja yg keganggu sm anonim labil

      Hapus
    2. anonim kumat kalo komen film barat🤣🤣

      Hapus
  6. Anonim10:37 AM

    gue udah nonton, biasa aja, plus nya aroma eropa membumi bikin serem

    BalasHapus
  7. Anonim10:39 AM

    timeline the conjuring cinematic universe yang membingungkan, ada yang bisa beri penjelasan ?

    BalasHapus
  8. Anonim10:45 AM

    thanks mas rasyid, review nya sangat bermafaat

    BalasHapus
  9. Anonim1:57 PM

    jangan tinggalkan bioskop, ada CONJURING

    BalasHapus
  10. Anonim1:59 PM

    ketika kecoa dan kambing melambangkan sensualitas berhasil di tampilkan di film NUN 2 benar~benar pagan yang mengerikan

    BalasHapus
  11. Ganti dulu bang tampilan template webnya

    BalasHapus
  12. Anonim6:05 PM

    open scene 5 menit yang WTF full

    BalasHapus
  13. Anonim1:48 AM

    valak sebagai entitas mortal belum menceritakan asal usul nya secara utuh, lanjut babak trilogi the nun 3

    BalasHapus
  14. Anonim4:31 AM

    ini bukan cerita valak, ini cerita drama mengenai asrama beserta para tokohnya & 2 suster

    BalasHapus
  15. Anonim7:47 AM

    aura lokasi dan karakteristiknya laksana film italia pada umumnya, brutal gelap melodrama

    BalasHapus
  16. Anonim11:56 AM

    sumpah, jelek banget ini film, hamburkan uang aja

    BalasHapus
  17. Anonim11:56 AM

    kambing so macho jantan abis

    BalasHapus
  18. Anonim12:40 PM

    film laris manis sampai bioskop full dengan para bocil beserta orang tua nya, luar biasa

    BalasHapus
  19. Anonim3:27 PM

    jelek, bagus film srimulat

    BalasHapus
  20. Anonim5:53 AM

    Horor sampah, kualitasnya dibawah film-film danur

    BalasHapus
  21. Anonim1:18 PM

    Karya Chaves horror ala generik makanya kalo nonton film liat jejak rekam sutradaranya, rating, ulasan di forum kritikus. Biar tidack buang buang duit ke bioskop 😝

    BalasHapus
  22. Fujianti3:08 PM

    Yang komen anonim di sini anak haram

    BalasHapus
  23. Anonim5:13 AM

    semesta conjuring lebih jelek banget, bagus joko anwar

    BalasHapus
  24. Anonim5:14 AM

    The Nun 2, junk food film

    BalasHapus
  25. Anonim5:15 AM

    alur drama dan plot twist yang memaksakan biar megah, bonus scene yang sampah

    BalasHapus
  26. Anonim5:16 AM

    time line yang ngaco

    BalasHapus
  27. Anonim5:16 AM

    saya nonton ketawa, film yang lucu di tahun 2023

    BalasHapus
  28. Anonim5:17 AM

    bagus film dono kasino indro ini mah, penonton kecewa di bioskop

    BalasHapus