20/01/24

REVIEW - PETUALANGAN ANAK PENANGKAP HANTU

0 View

Ketika industri perfilman Indonesia tengah dikuasai horor yang menyasar kalangan dewasa, sebuah film anak yang bersikap skeptis pada hal-hal mistis berpeluang menawarkan antitesis menarik. Di situlah letak daya tarik Petualangan Anak Penangkap Hantu dengan pendekatan ala Scooby-Doo miliknya, yang mengadaptasi novel Anak Penangkap Hantu karya Asma Nadia. 

Anak Penangkap Hantu (APH) adalah nama tim yang terdiri dari Raffi (Muzakki Ramdhan), Chacha (Giselle Tambunan), dan Zidan (M. Adhiyat). Dibantu Bang Dul (Andy Boim) selaku sopir, ketiga bocah ini menerima jasa penangkapan hantu. Bukan hantu biasa, sebab layaknya kelompok Mystery Inc., mereka selalu bisa membuktikan bahwa sang penebar teror hanyalah manusia biasa yang menyamar. 

Pertama kita berkenalan dengan trio APH, mereka baru saja meringkus satu lagi hantu palsu. Setelahnya, kita diajak mengunjungi kamar masing-masing anggota. Dinding kamar Zidan dihiasi foto-foto ilmuwan, menandakan bahwa ialah otak tim, sedangkan gambar olahraga ekstrim memenuhi kamar Raffi, menyiratkan kalau dirinya tidak kenal takut. Info karakterisasi yang terkesan "menyuapi" itu bukan masalah, karena diterapkan di film yang menjadikan anak-anak sebagai target pasar. 

Bagaimana dengan Chacha? Karena dia anak perempuan, maka gambar para Disney Princess yang terpajang di kamarnya. Ini baru bisa dipandang selaku masalah, sebab hingga akhir pun, naskah buatan sang sutradara, Jose Purnomo, tak mampu menentukan penokohan bagi Chacha. 

Masalah terkait penokohan juga dialami Raffi. Dia gemar menantang bahaya, hingga membuat Chacha kerap berujar, "Raffi suka kelewat berani". Tapi di sisi lain, bersama Bang Dul, Raffi menciptakan "duo penakut" serupa Scooby-Shaggy. Kurang jelas apa intensi di balik keputusan naskahnya menghadirkan pertentangan nyeleneh (seorang pemberani yang takut hantu) tersebut. 

Suatu ketika, APH diminta oleh Gita (Adinda Thomas) untuk menyelidiki kasus di desanya. Konon, akibat amarah penunggu hutan, sumber air desa dilanda kekeringan. Bukan cuma itu, banyak warga mendadak hilang walaupun berbagai ritual telah dilakukan oleh dukun setempat, Wak Bomoh (Sujiwo Tejo). 

Jika hendak mengikuti (kalau tak mau disebut "meniru") daya hibur serial Scooby-Doo, maka Petualangan Anak Penangkap Hantu melupakan satu elemen penting, di mana dalam penyelidikan para tokoh utama, naskahnya luput menyertakan proses mengumpulkan petunjuk. Alhasil, tidak ada rasa penasaran yang timbul tatkala keping-keping puzzle ditemukan satu demi satu. 

Naskah jadi kelemahan terbesar film ini. Saat konflik dengan Wak Bomoh meruncing, dan sang dukun menuduh kedatangan tim APH malah memperparah kondisi desa. Seketika warga berteriak, beramai-ramai mengusir APH, seolah sedang berurusan dengan orang dewasa. Entah Jose Purnomo lupa tengah menulis naskah film anak, atau ia memang tidak tahu cara menghadirkan permasalahan bagi karakter anak.

Tapi sebaliknya, sempat pula naskahnya tampil terlalu bodoh bahkan untuk ukuran tontonan anak. Hal itu paling kentara tatkala muncul twist sarat kontradiksi yang mengungkap kebenaran di balik hilangnya warga desa. 

Seperti biasa Muzakki bermain apik memainkan segala emosi, sedangkan Sujiwo Tejo memberikan antagonis yang mudah dibenci. Keduanya mampu menjaga laju filmnya. Begitu pun musik megah gubahan Ricky Lionardi. Musik buatan Ricky mengesankan adanya petualangan luar biasa seru, yang sayangnya urung terwujud, apalagi sewaktu pengarahan Jose pun tampil kurang bertenaga. 

30 komentar :

  1. Mariah Carey12:57 PM

    Tumben si ANU blom komeng di mari... 😅

    BalasHapus
  2. Anonim1:08 PM

    saya tidak percaya hantu !!!

    BalasHapus
  3. Anonim1:08 PM

    bagus ini film khusus adult movie

    BalasHapus
  4. Anonim1:09 PM

    film menceritakan ketika orang dewasa sebegitunya tolol terhadap hantu

    BalasHapus
  5. Anonim1:11 PM

    eyang tejo emang keren

    BalasHapus
  6. Anonim1:11 PM

    Bang Dul (Andy Boim) bikin horny

    BalasHapus
  7. Anonim1:12 PM

    adegan cipokan kok di hapus ya

    BalasHapus
  8. Anonim1:14 PM

    Raffi (Muzakki Ramdhan) semakin remaja semakin horror

    Chacha (Giselle Tambunan) biasa aja stealing scenes

    dan Zidan (M. Adhiyat) bocil udah gede nyusunya makin serem

    BalasHapus
  9. Anonim1:14 PM

    mirip film XXX

    BalasHapus
  10. Anonim1:15 PM

    jose purnomo sutradara horror worth it

    BalasHapus
  11. Anonim1:19 PM

    film bocil pubertas

    BalasHapus
  12. Anonim1:19 PM

    film mengecewakan

    BalasHapus
  13. Anonim8:24 PM

    Ngarep apa dari film bikinan Jòse Purnomo

    BalasHapus
  14. Anonim4:51 AM

    film nggak bikin takut hantu

    BalasHapus
  15. Anonim4:51 AM

    hantu nya keren

    BalasHapus
  16. Anonim4:52 AM

    cukup bagus geli

    BalasHapus
  17. Anonim4:52 AM

    konsumsi bocil parobaya

    BalasHapus
  18. Anonim4:52 AM

    tunggu netflix aja

    BalasHapus
  19. Anonim4:53 AM

    lumayan film dewasa

    BalasHapus
  20. Anonim4:53 AM

    keren ini film 8/10 skor nya

    BalasHapus
  21. Anonim6:29 PM

    Karya Jose yg paling bener dan baik menurut lu apa bang

    BalasHapus
  22. Anonim7:07 AM

    Trilogi Pulau Hantu merupakan salah satu film horor terbaik garapan Jose Poernomo

    BalasHapus
  23. Anonim7:07 AM

    Film Jailangkung yang tayang tahun 2017 merupakan saduran dari karya pertama Jose Poernomo yang fenomenal

    BalasHapus
  24. Anonim7:08 AM

    anak penangkap sekte pengabdi setan rupiah recehan

    BalasHapus
  25. Arya Kamandanu7:31 AM

    Gw yakin si anonim ini pasti si Edward Norton yg suka kejang2 di Cine Crib

    BalasHapus
  26. Anonim6:26 AM

    wow thanks kolom komentar positif dan mas rasyid ulasannya

    BalasHapus
  27. Anonim6:27 AM

    sayang banget lele laila cuma jadi figuran cameo

    BalasHapus
  28. Anonim6:27 AM

    film terbatas khusus anak anak

    BalasHapus
  29. Anonim6:28 AM

    Setan nya keren dan serem sampai gue ketawa ngakak

    BalasHapus