REVIEW - MUNKAR

45 komentar

Saya tidak menganggap "aji mumpung" di film sebagai dosa besar. Sebuah industri yang eksis dengan tujuan cari uang, memilih mengikuti tren untuk mendatangkan keuntungan tidaklah bisa dipersalahkan. Karena itulah saya menolak mengkritik Munkar dengan alasan filmnya ingin memanfaatkan popularitas horor religi yang tengah naik daun, ditambah embel-embel "terinspirasi dari urban legend Jawa Timur".  

Saya mengkritik Munkar karena para pembuatnya tidak menambahkan value apa pun dalam upaya aji mumpung mereka. Horor keempat Anggy Umbara (tanpa menghitung Jin & Jun yang lebih dekat ke komedi fantasi) dalam tiga tahun terakhir ini sebatas produk asal jadi yang bak dibuat secara autopilot.

Bahkan naskah buatan Evelyn Afnilia (Teman Tidur, Pamali: Dusun Pocong) tidak berusaha menyertakan adegan pembuka, yang perannya sangat esensial untuk menggaet atensi penonton. Kita langsung diajak melihat keseharian di Ar-Rahim, sebuah pondok pesantren khusus putri, yang baru saja kedatangan santri baru bernama Herlina (Safira Ratu Sofya). 

Herlina yang dipaksa mondok oleh sang ayah kesulitan beradaptasi, dan itu menjadikannya korban perundungan oleh beberapa santri. Hanya Ranum (Adhisty Zara) yang mau berteman dengannya. Hingga film usai, saya gagal memahami kenapa karakter Ranum harus ada, selain agar Munkar bisa memasukkan Zara di jajaran cast untuk menambah star power. Ranum hanyalah "middleman" antara pelaku dan korban perundungan. Tanpanya, cerita tetap dapat bergulir dengan normal. 

Singkat cerita, perundungan terhadap Herlina makin parah hingga membuatnya mengalami kecelakaan fatal. Selang beberapa waktu, pasca ia kembali ke pondok dalam kondisi aneh, satu per satu santri pelaku perundungan mulai tewas secara mengenaskan. 

Kesan bahwa Munkar dibuat asal-asalan nampak betul ketika filmnya mulai menebar teror. Buildup-nya selalu sama. Seorang santri hilang, temannya mencari di tengah kegelapan pondok yang itu-itu saja dengan tempo yang seolah dipanjang-panjangkan, lalu hadir jump scare generik di mana sang hantu sekadar setor muka, yang senantiasa diawali dengan kalimat "Assalamualaikum + nama santri yang hendak dibunuh". Sungguh hantu yang santun nan sopan.

Pengarahan Anggy dan penulisan Evelyn sungguh malas, sampai ekspresi creepy Safira Ratu Sofya (poin terbaik film ini) gagal dimaksimalkan. Sekalinya kreativitas coba diperas, yang muncul justru salah satu adegan paling konyol di horor lokal dalam beberapa waktu terakhir. Saya menyebutnya "adegan salat fast-forward". Jika oleh pembuatnya momen itu dianggap unik, saya tidak heran kualitas horor kita cenderung stagnan.

Di ranah penceritaan, Munkar sejatinya menyimpan potensi melempar kritik pada pondok pesantren, yang alih-alih berhasil mendidik moral santri, justru menutup mata soal kasus perundungan demi menjaga nama baik institusi. 

Sayang, eksplorasi naskahnya masih dangkal. Bahkan di satu titik, sewaktu korban makin banyak berjatuhan, filmnya menaruh simpati terlalu besar kepada pelaku perundungan dengan menyoroti bagaimana mereka, sebagai sahabat dekat, enggan meninggalkan satu sama lain. Munkar seolah membela para pelaku. Saya yakin itu ketidaksengajaan, yang mana membuktikan betapa lemah naskahnya. 

Memotret perundungan sebagai isu kompleks yang tidak hitam putih sah saja dilakukan. Tapi ketimbang berusaha mengeksplorasi hal-hal pemicu fenomena itu secara mendalam (kegagalan institusi pendidikan, pola asuh buruk dari orang tua, dll.), naskahnya lebih memilih memutar otak untuk melahirkan berbagai twist bodoh yang menumpuk di penghujung durasi. 

45 komentar :

Comment Page:
Anonim mengatakan...

Setuju...

Eldwin Muhammad mengatakan...

Sayang banget filmnya memble, padahal suka banget sama cerita aslinya.

Anonim mengatakan...

Anggy Umbara emang keren

Anonim mengatakan...

naskah buatan Evelyn Afnilia harus belajar bersama dengan lele laila

Anonim mengatakan...

film cerdas nan tobat

Anonim mengatakan...

film tradisional era 70 an

Anonim mengatakan...

Lele Laila tetap terbaik

Anonim mengatakan...

pemandangannya indah

Anonim mengatakan...

islami dan pendidikan case

Anonim mengatakan...

lesbian dan pendidikan

Anonim mengatakan...

tiap kali hantu muncul, semua penonton ngakak tertawa

Anonim mengatakan...

horror absurd plot twist lapis legit

Anonim mengatakan...

sampah

Anonim mengatakan...

junk food era bioskop

Anonim mengatakan...

Wow Wow Wow tembus 200 ribu penonton di bioskop

Anonim mengatakan...

kebelet boker lihat penampakan

Anonim mengatakan...

ih takut banget serem...

Anonim mengatakan...

hantu senyumnya senyum pasta gigi

Anonim mengatakan...

munkar nakir

Anonim mengatakan...

miskin atribut naskah

Anonim mengatakan...

sinetron naik kelas bioskop

Anonim mengatakan...

Mending ini ketimbang film horor yg diproduseri sama produser gay piaraan om-om yg filmnya rilis barengan sama film ini

Pemberantasan Anonim Caper mengatakan...

Kenapa kamu gak ikutan juga belajar bersama dengan mereka supaya kamu gak caper lagi di kolom komen

Anonim mengatakan...

Siapa tuh wak

Anonim mengatakan...

film luarbiasa top markotop

Milea mengatakan...

Mamakmu lesbian ya??

Anonim mengatakan...

film horror pelangi

Anonim mengatakan...

mantap sekali ini film drama

Anonim mengatakan...

gajebo movie

Anonim mengatakan...

animal instinct

Anonim mengatakan...

lu juga caper ya anjing

Anonim mengatakan...

hantunya sopan banget njir

Anonim mengatakan...

kolom komentar positif dan ulasan mas rasyid terimakasih

Anonim mengatakan...

thnaks mas rasyid

Pemberantas Anonim Caper mengatakan...

Wkwk gua caper karena lu caper terus anjeng

Anonim mengatakan...

prank bakar duit aja nih film

Anonim mengatakan...

film berajulan banget

Anonim mengatakan...

ih takutttt ada setan...

Anonim mengatakan...

anjeng banget ini film, bagusssss 100% wajib nonton

Anonim mengatakan...

wow tiada duanya film njis ini emang horror ketan nggak ada lawannya

Anonim mengatakan...

Wajib bgt nonton... Film terbaik 2024.. Nangisnya ada, lucu ada, tegang ada... Paket komplit.. Minimal dptlah nominasi film terbaik FFI 2024 mah

Anonim mengatakan...

Jelek

Anonim mengatakan...

sampah

Anonim mengatakan...

Film amburadul

Anonim mengatakan...

Prank Movie