MALEFICENT (2014)

Tidak ada komentar
Dongeng Sleeping Beauty sudah menjadi salah satu kisah fairy tale paling dikenal bahkan hingga sekarang. Sampai sekarang total sudah ada 10 film yang mengangkat kisah Aurora sang puteri tidur sebagai dasar ceritanya termasuk yang paling terkenal yakni animasi milik Disney yang rilis pada tahun 1959. Dari keseluruh adaptasi tersebut memng banyak yang melakukan perubahan termasuk versi Mike Leigh yang rilis tahun 2011 lalu, tapi baru Maleficent ini yang mengambil sudut pandang cerita dari sang penjahatnya. Tentu saja hal ini merupakan twist yang menarik bagi ceritanya, tapi daya tarik paling besar dari film garapan sutradara debutan Robert Stromberg ini tentu saja kehadiran Angelina Jolie yang bermain sebagai Maleficent. Jolie memang masih merupakan seorang aktris dengan magnet yang begitu besar meskipun sudah sekitar tiga tahun dia tidak berakting dengan film terakhirnya adalah The Tourist yang jeblok baik dari segi kualitas maupun komersial. Selain Jolie ada juga nama-nama besar lain seperti Sharlto Copley dan Elle Fanning. Dengan bujet raksasa senilai $180 juta, Maleficent memang menjanjikan cukup banyak hal mulai dari cerita yang berbeda, akting para pemainnya, sampai tentunya efek CGI yang memikat. 

Alkisah terdapat dua negeri yang selalu bermusuhan. Negeri pertama adalah kerajaan yang dihuni oleh para manusia biasa sedangkan yang kedua adalah tempat bernama Moors yang diisi oleh banyak makhluk-makhluk aneh yang hidup bahagia bersama. Di Moors tinggal juga seorang peri muda bernama Maleficent (Isobelle Molloy). Maleficent dikenal sebagai seorang peri yang sangat kuat dan merupakan penjaga dari Moors. Karena ketidak akuran kedua negeri tersebut, mereka yang tinggal di Moors pun selalu merasa terancam dengan kehadiran manusia. Namun semuanya mulai berubah bagi Maleficent saat ia bertemu dengan Stefan (Michael Higgins) yang bersikap begitu baik pada Maleficent tidak seperti manusia lainnya. Mereka berdua pun mulai menjalin pertemanan yang perlahan berkembang menjadi cinta saat mereka remaja. Namun ambisi besar dari Stefan untuk menjadi raja menjauhkannya dari Maleficent. Bahkan demi mendapatkan tahta raja, Stefan yang telah dewasa (Sharlto Copley) tega untuk menipu Maleficent (Angelina Jolie) yang kini telah menjadi penjaga terkuat Moors dan mengambil sayap sang peri. Rasa sakit hati yang mendalam menjadikan Maleficent menjadi sosok peri jahat seperti yang kita kenal dan menjatuhkan kutukan pada Aurora, putri Stefan yang juga puteri kerajaan. 
Sampai disini mungkin belum ada perbedaan signifikan dalam kisahnya kecuali bahwa Maleficent memulai kisahnya jauh sebelum kelahiran Aurora. Namun semuanya mulai berubah setelah kelahiran Aurora dimana kita akan melihat eksplorasi karakter yang berbeda dalam sosok Maleficent. Naskah yang ditulis oleh Linda Woolverton menjadikan Maleficent tidak hanya sebagai sosok wanita jahat yang kejam tapi memberikannya lebih banyak hati dan konflik dilematis dalam dirinya. Maleficent dibuat sebagai sosok yang tidaklah "hitam" sepenuhnya tapi kita dibawa untuk melihat bahwa segala kejahatan itu berasal dari segala sakit hati yang ia alami. Tapi dibalik semua itu masih ada kebaikan dan kasih sayang terpendam jauh di dalam hatinya. Perubahan itu memang membuat kisah dan sosoknya terasa lebih mellow dan banyak yang mengkritisi bahwa hal ini terlalu out of character. Tapi saya sendiri berpikiran berbeda. Memang karakter Maleficent yang kejam itu sudah sangat ikonik, tapi apa yang dilakukan film ini sah-sah saja bagi saya, toh seikonis apapun Maleficent, mayoritas penonton zaman sekarang sudah tidak lagi merasakan keterikatan pada sosok sang villain termasuk saya, jadi perubahan tersebut bukanlah sesuatu yang buruk. Mungkin dua kali transformasi yang dialami karakter Maleficent tidaklah disajikan dengan kedalaman yang benar-benar bagus, tapi sudah cukup untuk memberikan sedikit hati pada film ini.
Saya juga suka bagaimana film ini mendefinisikan makna "cinta sejati". Jika mayoritas fairy tale lainnya akan terasa naif jika bicara soal cinta jika dilihat saat ini, Maleficent mencoba hal yang berbeda. Hal ini juga menjadikan satu lagi twist yang cukup banyak dikritisi, tapi saya sendiri lebih mengkritisi eksekusinya daripada pemilihan twist-nya itu. Kejutan yang muncul tidak dieksekusi dengan baik sehingga saat momen itu terjadi semuanya terasa datar dan begitu terburu-buru. Tiba-tiba semua sudah terjadi, sudah berakhir, dan sudah bergerak ke momen berikutnya menjadikan "kejutan" itu tidak terasa gregetnya meski memang harus diakui pada dasarnya kejutan tersebut juga bukanlah twist yang benar-benar mengejutkan. Usaha memberikan hati pada film ini yang sebenarnya cukup menarik juga tidak dieksekusi dengan maksima yang berakibat pada terasa datarnya beberapa momen yang seharusnya bisa terasa emosional. Transformasi Maleficent seperti yang saya sebutkan tadi juga terasa sedikit dipaksakan, namun berkat akting Angelina Jolie saya tidak terlalu mempermasalahkan hal itu. Jolie itu sama seperti Brad Pitt. Pasangan ini sama-sama bisa memberikan kharisma yang begitu kuat meski hanya menatap kearah kamera. Meski sempat terlihat terlalu tua saat memerankan Maleficent "baik", Jolie begitu sempurna saat sosoknya telah bertransformassi menjadi sosok yang jahat. Bahkan Jolie juga berhasil menyuguhkan beberapa momen komedik yang efektif.

Tentu saja dengan bujet raksasanya saya berharap akan sajian efek CGI yang memukai di film ini. Beberapa desain karakternya memang cukup menarik, dan diluar efek CGI saya suka desain karakter Maleficent. Tentu saja mayoritas bujetnya digelontorkan untuk mengemas dunia Moors yang memang full CGI. Sebenarnya desain Moors disajikan dengan baik, tapi saya sudah sering melihat desain macam ini sebelumnya seperti dalam Oz: The Great and Powerful  dan Alice in Wonderland dan hal itulah yang menyebabkan apa yang tersaji disini tidak lagi terasa spesial. Ditambah lagi desain dunianya tidaklah sekreatif dan se-colorful dua film yang saya sebutkan diatas sehingga pada akhirnya membuat efek-efek dalam film ini terasa biasa saja, datar sama seperti alurnya.  Overall, Maleficent jauh dari kategori film yang buruk. Total 97 menit durasinya terasa menghibur dengan berbagai twist serta akting bagus Angelina Jolie, tapi memang hanya itu. Dengan berbagai momen emosionalnya yang gagal dimaksimalkan dan terasa datar membuat Maleficent hanya menjadi sebuah hiburan sekilas saja yang akan secepatnya dilupakan meski sosok Jolie sendiri tidak akan mudah dilupakan.\

Tidak ada komentar :

Posting Komentar