THE POSSESSION (2012)

2 komentar
Satu lagi film tentang pengusiran setan  (exorcism) yang tentunya terinspirasi dari film horror legendaris The Exorcist. Selain mengandalkan tema exorcism yang sampai sekarang masih cukup menjual, tambahan based on a true story serta diproduseri oleh Sam Raimi juga diharapkan menarih perhatian penonton. Bagi saya sendiri kalimat based on a true story tidak terlalu menarik, karena percuma saja jika film itu dieksekusi dengan buruk. Apalagi tema exorcism akhir-akhir ini sudah terasa membosankan dengan tidak adanya inovasi dan tingkat kengerian yang biasa saja. Namun harus diakui nama Sam Raimi meski hanya sebagai produser cukup menjanjikan. The Possession sebenarnya bukan tidak berusaha memberikan sentuhan baru pada film bertema pengusiran setan. Dimasukkannya unsur drama yang cukup banyak serta pengusiran setan yang tidak lagi mengedepankan tata cara Katolik Roma melainkan cara Yahudi menjadi beberapa variasi yang coba ditampilkan dalam film ini. Tapi sekali lagi materi dasar yang menjanjikan serta niatan membuat film ini menjadi berbeda dari yang lain akan percuma jika eksekusi akhirnya melempem, dan itulah yang terjadi pada The Possession.

Dibuka dengan cukup menegangkan lewat sebuah adegan dimana ada seorang wanita tua yang tiba-tiba seperti diserang oleh sesuatu yang tidak terlihat, Film ini kemudian akan membawa kita pada Clyde (Jeffrey Dean Morgan) yang telah bercerai dengan istrinya, Stephanie (Kyra Sedgwick). Kini mereka berdua harus membagi waktu untuk bersama dengan kedua puteri mereka, Hannah (Madison DavenportI dan adiknya, Emily (Natasha Calis). Suatu hari saat sedang berada di sebuah yard sale bersama ayah dan kakaknya, Emily tertarik pada sebuah kotak kayu kuno yang diatasnya terdapat sebuah ukiran misterius dan meminta sang ayah untuk membelikan kotak tersebut. Keberadaan kotak itu ternyata malah menjadi awal munculnya kejadian-kejadian misterius yang menyeramkan seperti kemunculan sekumpulan ngengat yang entah dari mana. Tapi yang paling membuat Clyde terkejut adalah disaat secara perlahan Emily mulai menunjukkan gelagat aneh. Emily yang ramah dan baik hati tiba-tiba sering bicara sendiri dan menjadi agresif. Benarkah ada setan dari kotak tersebut yang merasuki tubuh gadis cilik tersebut?
Dibuka dengan cukup menjanjikan, The Possession secara perlahan berubah menjadi film yang membosankan dan tidak menyeramkan. Usaha untuk membuat film ini kuat secara drama sebenarnya cukup pantas diapresiasi, tapi pada akhirnya drama yang ada sama sekali tidak berhasil terasa menarik. Kisah tentang sebuah disfungsi keluarga yang memberikan dampak bagi anak-anaknya terasa kosong, apalagi melihat fakta bahwa sebenarnya Em bukan mengalami gangguan jiwa akibat perceraian orang tuanya, tapi kesurupan oleh setan. Drama yang ada seolah hanya menjadi sebuah konflik tempelan supaya filmnya tidak 100% bernuansa mistis yang tidak ilmiah. Tapi saya sama sekali tidak merasakan ikatan apapun dengan dramanya, juga tidak merasakan simpati pada keluarga yang tengah mengalami permasalahan berat ini. Clyde tidak terasa sebagai sosok pria yang berusaha tetap menjaga hubungan dengan anaknya, Stephanie bukan sebagai istri yang terluka tapi malah terasa sebagai wanita yang menyebalkan, Hannah bukan anak yang menjadi memberontak karena perceraian tapi hanyalah gadis beranjak remaja yang juga menyebalkan.

Bagaimana sutradara Ole Bornedal merangkai adegan demi adegan juga tidak rapih. Adegan demi adegan saling berganti dengan kasar dan tumpang tindih, membuat penonton menjadi tidak nyaman mengikuti rangkaian alurnya. Seringkali suatu adegan tiba-tiba berpindah ke adegan lain dengan tidak rapih bagaikan segmen berbeda yang asal ditempel hingga membentuk suatu film. Untungnya melewati pertengahan hal itu sudah jauh berkurang. Tapi tetap saja kekurangan ini terasa mengganggu dan menciptakan beberapa lubang, semisal bagaimana Emily tiba-tiba membawa kotak itu ke sekolah pada sebelumnya kotak itu tetap berada di rumah Clyde. Scoring yang dimasukkan memang menambah ketegangan di beberapa bagian, tapi makin lama makin terasa terlalu penuh dalam mengisi dan terasa berlebihan. Apalagi adegan yang tiba-tiba berpindah membuat musiknya juga tidak bersahabat dengan telinga.

Tapi seperti yang sering saya tuliskan di blog ini, sebuah film horror tetap bagus sebodoh apapun cerita dan seburuk apapun teknisnya jika sanggup menghadirkan keseraman. Sayangnya lagi-lagi The Possession gagal. Hampir tidak ada momen menyeramkan dan menegangkan di film ini. Baik itu kemunculan ngengat misterius sampai adegan kesurupan tidak terasa menyeramkan. Sudah ratusan kali adegan kesurupan muncul di film horror dan tidak ada variasi baru dalam The Possession, dan itu membuat saya tidak merasakan kengerian saat menontonnya. Memang ada beberapa adegan yang cukup menegangkan namun tidak banyak dan tidak lama. Opening-nya cukup menjanjikan, lalu ada video yang menampilkan berbagai momen pengusiran setan yang cukup menyeramkan, sampai momen klimaks yang meski tidak terlalu seram tapi punya tensi yang lumayan sebelum akhirnya ditutup lewat ending yang predictable dan sudah basi. Untungnya masih ada penampilan Natasha Calis yang memukau sebagai gadis cilik yang kesurupan. Disaat setan dalam dirinya sedang tidak "mengamuk" ia terlihat sebagai bocah yang tengah tersiksa. Sedangkan film ini sendiri secara keseluruhan adalah horror yang buruk bagi saya.


2 komentar :

  1. Hah? seburuk itu kah???? sampe cuma 1.5/5 bintang doang?

    Haha ,menurut saya emang kurang gereget sih dan terlalu biasa, cuma masih bisa dibilang horor menghibur kok :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyanih ngerasa betek banget nontonnya. Serem enggak, jalannya adegan satu ke yang lain juga berasa ngganggu gitu hehe

      Hapus