REVIEW - THE ROUNDUP: PUNISHMENT

25 komentar

Kalau di tiga film pertama (The Outlaws, The Roundup, The Roundup: No Way Out) punggung kekar Ma Seok-do (Ma Dong-seok) yang berjalan membelakangi kamera lebih dulu nampak, di The Roundup: Punishment kita langsung melihat wajahnya. Hanya itu perbedaan signifikan yang franchise ini bersedia tawarkan. Tapi siapa peduli? Seisi studio bertepuk tangan ketika tinju si jagoan menghantam wajah penjahat, sedangkan tawa pecah saat sesosok wajah familiar menampakkan batang hidungnya. 

Seri The Roundup sudah membentuk formulanya sendiri. Setiap repetisi bukan wujud miskinnya kreativitas, namun pengulangan yang telah penonton hafal serta nantikan kehadirannya. Sewaktu posisi sutradara dan penulis naskah kembali berpindah tangan (kali ini masing-masing diisi oleh Heo Myung-haeng dan Oh Sang-ho), pola itu pun tak mengalami modifikasi. 

Sekarang giliran praktik judi daring yang coba diberantas oleh Ma Seok-do bersama timnya. Baek Chang-ki (Kim Mu-yeol) menjalankan bisnis tersebut di Filipina, sementara Jang Dong-cheol (Lee Dong-hwi) si jenius di bidang TI mengontrol segalanya dari Korea. Han Ji-soo (Lee Joo-bin) dari tim siber dikirim untuk membantu Ma Seok-do yang gaptek, tapi tentu saja bogem sang detektif tetap jadi palu keadilan terkuat. 

Alur Punishment bergerak dengan hanya membawa satu tujuan: supaya Ma Seok-do bisa memukuli lebih banyak orang. Kesederhanaan itulah pesona utama serinya. Pengembangan cerita ke arah berbeda, juga ide-ide aksi yang lebih segar tentu diperlukan bila ingin terus menjalankan franchise-nya, namun untuk saat ini, detik ini, formula familiar inilah yang membuat The Roundup digandrungi. 

Apabila No Way Out memantik sedikit kekhawatiran kalau formula itu akan segera usang, Punishment berhasil membuktikan sebaliknya. Selama tiap lini mampu dimaksimalkan, ketiadaan pembaruan bukanlah sesuatu yang berbahaya, setidaknya untuk sementara. 

Di luar kewajiban berupa baku hantam brutal dengan polesan efek suara yang membuat tinju Ma Seok-do terasa bak ledakan bom, Punishment akhirnya mengatasi masalah terkait antagonis. Monster seperti apa yang dapat mengimbangi Ma Seok-do? Rupanya bukan monster, melainkan manusia biasa berperawakan ramping bernama Baek Chang-ki, yang terasa intimidatif berkat akting Kim Mu-yeol ditambah keahlian karakternya memainkan pisau. 

Sayatan demi sayatan dari Chang-ki menambah kebrutalan gelaran aksinya, sementara di sisi berlawanan, Park Ji-hwan sebagai Jang Yi-soo memimpin presentasi komedi filmnya yang efektif memancing tawa. Itulah kunci kesuksesan The Roundup: Punishment sebagai sebuah blockbuster: keseimbangan. 

25 komentar :

Comment Page:
Dikidik mengatakan...

Mau sampe 10 film pun tetep gw tonton☝🏼

Anonim mengatakan...

one punch maut

Anonim mengatakan...

Ma Seok-do (Ma Dong-seok) tinju maut

Anonim mengatakan...

bak bik buk

Anonim mengatakan...

nggak usah mikir, enjoy it aja

Anonim mengatakan...

hiburan segar

Anonim mengatakan...

ini baru film keren

Anonim mengatakan...

film horror banget cuy

Anonim mengatakan...

konak kocak njirttt

Anonim mengatakan...

skor ini film : 9.5/10

Anonim mengatakan...

film kesukaan homophobia

Anonim mengatakan...

wow nambah jam tayang dan semua bioskop tayang

Anonim mengatakan...

gagah teunan iki bocah

Anonim mengatakan...

orang pintar kalah sama preman

Anonim mengatakan...

scene pesawat wuihhh keren : PUAS

Anonim mengatakan...

orgasme berulangkali, film rekomendasi sekali

Anonim mengatakan...

real horror

Anonim mengatakan...

bersambung

Anonim mengatakan...

full non stop aksi

Anonim mengatakan...

OMG SO HOT

Anonim mengatakan...

bikin tegang euy

Anonim mengatakan...

Aksinya ga sekeren 2 film pertama sih

Anonim mengatakan...

top abis

Anonim mengatakan...

crot banget cuy

Anonim mengatakan...

two jempol kaki