THE SAPPHIRES (2012)

1 komentar
Pada awalnya The Sapphires adalah sebuah pertunjukkan drama musikal dari Australia yang diproduksi pada tahun 2004 dan ditulis oleh Tony Briggs. Pementasan ini juga sempat diproduksi lagi pada tahun 2010 lalu sebelum pada akhirnya diangkat menjadi film musikal pada 2012 ini. Kisah dari The Sapphires sendiri terinspirasi dari kisah nyata yang dialami oleh ibu Tony Briggs, Laurel Robinson beserta adik dan dua sepupunya dimana mereka berempat harus tampil sebagai penyanyi untuk menghibur para prajurit yang sedang berperang di Vietnam. Kisah dalam filmnya sendiri punya inti yang sama dengan versi panggungnya, yakni tentang empat wanita Aborigin yang untuk menggapai mimpinya menjadi bintang besar harus rela melakukan perjalanan berbahaya di Vietnam yang tengah dilanda perang untuk bernyanyi menghibur para prajurit disana. Kisahnya dimulai pada tahun 1968 dimana tiga orang kakak beradik wanita, Gail (Deborah Mailman), Cynthia (Miranda Tapsell) dan Julie (Jessica Mauboy) tengah mengikuti ajang pencarian bakat di sebuah kota kecil. Tapi walaupun penampilan mereka adalah yang terbaik mereka harus menerima kenyataan bahwa mereka gagal menang hanya karena mereka adalah kaum kulit hitam asli Aborigin. 

Namun performa mereka saat itu mendapat perhatian dari Dave Lovelace (Chris O'Dowd) yang merupakan MC dari acara tersebut sekaligus seorang pemain piano. Dave pada akhirnya membantu mereka bertiga untuk mendapatkan pekerjaan sebagai penyanyi yang tampil di depan para prajurit yang tengah berperang di Vietnam. Untuk melengkapi formasi grup tersebut mereka juga mengajak sepupu mereka, Kay (Shari Sebbens) yang notabene bukan seorang kulit hitam asli Aborigini. Pada akhirnya mereka berempat memulai perjalanan mereka sebagai penyanyi di tengah perang Vietnam. Tentu saja perjalanan tersebut tidak mudah karena selain harus berlindung dari serangan yang bisa terjadi kapan saja, mereka juga harus menghadapi berbagai macam konflik mulai dari konflik percintaan, persahabatan hingga konflik keluarga yang terjadi di masa lalu. 
The Saphhires akan mengingatkan penontonnya pada Dreamgirls dilihat dari beberapa konten di dalamnya. Bahkan banyak yang menyebut film ini sebagai "Australian Dreamgirls". Sebuah pendapat yang tidak keliru meski saya tetap merasa bahwa The Sapphires bukanlah tipikal film musikal yang punya nuansa glamor seperti Dreamgirls. Ini adalah sebuah musikal tentang perjalanan orang-orang yang bermimpi akan keglamoran tersebut. Tapi seiring dengan perjalanan yang telah dilaui, mereka secara tidak sadar mulai menemukan hal lain yang lebih mereka butuhkan daripada hal tersebut, yakni cinta dan kekeluargaan. Sebuah keputusan tepat untuk menempatkan karakternya di sebuah tempat yang berbahaya dan penuh dengan kegetiran, karena di tempat seperti itulah biasanya seseorang bisa dengan lebih mudah mendapatkan pelajaran dalam kehidupan mereka dengan sendirinya. Diluar tema yang menjadi fokus tersebut, film ini juga turut membahas tema rasisme yang memang begitu kental pada masa itu. Masa dimana para kulit hitam masih tidak dihargai, masa dimana Martin Luther King berjuang demi perdamaian. Bahkan ada adegan dimana salah seorang prajurit yang sekarat menolak diberi bantuan oleh sesama prajurit yang merupakan seorang kulit hitam. Untungnya kisah dalam The Sapphires masih tetap berfokus pada hubungan kelima tokoh utamanya tanpa "tergoda" untuk mengeksplorasi tema rasisme secara lebih mendetail, karena hal itu hanya akan membuat kisahnya terlalu luas dan tidak terfokus.

Tentu saja membicarakan sebuah film musikal tidak akan lengkap jika tidak membicarakan tentang jajaran soundtrack-nya. Pilihan lagu-lagunya bagus, mulai dari soul music sampai country music semuanya dinyanyikan dan ditampilkan dengan begitu menarik. Tapi dari beberapa lagu tersebut, favorit saya justru jatuh pada sebuah lagu tradisional milik suku Aborigin yang berjudul Ngarra Burra Ferra. Sebuah lagu yang begitu sederhana hanya bermodalkan vokal saja tapi terdengar begitu indah dan ditempatkan dengan begitu pas. Saya selalu merasa terharu saat ada adegan yang diiringi oleh lagu ini, dimana adegan-adegan tersebut selalu terasa kuat unsur emosinya. Jika bicara tentang akting para pemainnya, kelima karakter utama dalam film ini semuanya dimainkan dengan baik. Saya sendiri paling terkesan dengan penampilan Chris O'Dowd yang sanggup menggabungkan unsur komedik dan dramatis yang kuat dalam karakternya. Memang tidak ada momen yang membuatnya harus menampilkan emsoi lebih, tapi kesederhanaan dalam pembawaannya itulah yang membuat penampilan O'Dowd begitu mengena. Secara keseluruhan memang The Sapphires punya cerita yang predictable tapi sanggup dikemas dengan formula yang pas juga dibalut dengan nomor-nomor musikal yang enak didengar sehingga membuat film ini menjadi sebuah paket hiburan yang memuaskan.


1 komentar :

  1. Salah satu film favourite saya, 100 jempol buat The Sapphires

    BalasHapus