MUSTANG (2015)

7 komentar
Kekolotan pola pikir masyarakat konservatif selalu jadi sasaran empuk bagi para sineas (arthouse) untuk dikritik, terlebih jika filmnya sengaja dibuat bagi pangsa pasar western, yang notabene kental menjunjung tinggi prinsip kebebasan. Di antara berbagai bentuk kekangan sosial tersebut, penggambaran wanita sebagai korban termasuk paling sering diusung. Dalam Mustang, kita dipertemukan dengan lima saudari, Lale (Güneş Şensoy), Nur (Doğa Doğuşlu), Ece (Elit İşcan), Selma (Tuğba Sunguroğlu) dan Sonay (İlayda Akdoğan). Mereka tinggal bersama sang nenek (Nihal Koldaş) dan pamannya, Erol (Ayberk Pekcan) di lingkungan masyarakat penganut Islam "taat" di mana kegiatan kelima gadis itu bermain di pantai bersama anak laki-laki dianggap perbuatan mesum nan memalukan.

Sang nenek pun menghukum mereka akibat "duduk di atas pundak laki-laki tidaklah sopan", yang kemudian direspon oleh Lale si bungsu dengan merusak kursi, karena menurutnya, "duduk di atas kursi" tidaklah punya perbedaan. Pertengkaran itu saja telah memberi gambaran tatkala tindakan kolot tanpa alasan kuat bertabrakan dengan kepolosan pikir anak. Tapi sutradara sekaligus co-writer Deniz Gamze Ergüven tak berusaha mengantagonisasi sang nenek. Because in this movie, women are all the same. They're the victim. Walau sempat memukul cucu-cucunya, sang nenek meminta pada Erol untuk tidak memarahi mereka, memakluminya sebagai tindakan anak kecil. Seiring durasi, kita belajar akan "kepolosan" nenek yang berpikir ia menyelamatkan cucu-cucunya dengan menikahkan mereka secepat mungkin. 
Mustang memposisikan setiap momen pernikahan bagai hitung mundur. Narasinya dipaparkan lewat sudut pandang Lale, dan ketika satu per satu kakaknya pergi meninggalkan rumah untuk menikah, bayangan kesendirian dalam penjara semakin nyata. Teknik bercerita itu efektif memunculkan rasa terkungkung pula kecemasan bagi penonton, meski di sisi lain kesan repetitif gagal dihindari saat berulang kali kita dipertontonkan situasi sama (jamuan lamaran, pernikahan). Namun repetisi diminimalisir oleh selingan kejadian-kejadian signifikan yang entah terasa mencengangkan, mengaduk-aduk emosi, sampai memprovokasi pemikiran kita. 
Deniz Gamze Ergüven clearly wanted to make a thought-provoking movie with "Mustang". Luapan-luapan kecemasan begitu pula penghantaran kritik terhadap imprisonment memang klise sekaligus one-sided  laki-laki digambarkan otoriter, abusive, tak berperasaan  tapi menilik tujuannya memantik keresahan bahkan kebencian penononton atas sistem patriarki dan kolotnya pola pikir konservatif, maka Mustang telah sangat berhasil. Mudah bagi kita bersimpati pada kelima bersaudari protagonis filmnya kala mereka dikurung dalam rumah, hanya menghabiskan waktu belajar kemampuan rumah tangga  they called their house as a "wife factory". Akhirnya hidup kelimanya berujung "artificial", terasing dari dunia nyata. Pemandangan seperti "berenang" di atas tempat tidur akibat tidak lagi bisa mendatangi pantai pun memunculkan senyum getir di bibir saya.

"Mustang" is not an extraordinary picture by any means. Caranya berpesan melalui penuturan konflik tampak serupa dengan banyak film lain yang mengambil tema serupa. Aspek storytelling juga mempunyai kekurangan ketika seringkali voice over Lale terdengar mendeskripsikan situasi yang sejatinya telah terpampang jelas melalui visual adegan. Mengganggu, karena di waktu bersamaan, Deniz Gamze Ergüven berusaha bernarasi secara subtil. Tapi seperti telah saya ungkapkan sebelumnya, Mustang punya magnet kuat penarik keresahan dari batin penonton, serupa dengan yang disimpan oleh sang filmmaker. In the end, we can only hope that we'll never live in this kind of society, where virginity alone can make or break one marriage

7 komentar :

Comment Page:
Zulfikar Knight mengatakan...

Awww, they're so cute! :D
.
.
I'm not a pedo. I'm just a 15 year old moviegoer.

Rasyidharry mengatakan...

Don't worry. I'm 24 and found them cute too :D

Rizal Faizin mengatakan...

How to download this film man ?

kesuma wijaya mengatakan...

Selain elde tv mana lagi om bisa download tanpa gangguan iklan2 busuk?

Rasyidharry mengatakan...

Ganool lumayan lancar kok or torrent

kesuma wijaya mengatakan...

Ganool iklannya bejibun om. Dah coba. Ga berani lg

Rasyidharry mengatakan...

Pilih file yang hosting di filerocks, iklannya nggak seberapa. Tapi jarang sih kalau minim iklan, kan pada cari duit hehe.
Mungkin coba torrent