THE BOOK OF ELI (2010)

Tidak ada komentar

Dalam jangka waktu kira-kira seminggu ini film bertema post-apocalyptic kedua yang kutonton setelah The Road. Tapi bedanya di film ini bakal lebih nonjolin sisi action dan ada bumbu religius di dalamnya. Wah, sebuah premis yang menarik sepertinya, bgeliat seorang survivor mengarungi dunia yang dalam kondisi hancur dengan kemampuan action + masih inget agama. Itu premisnya alias basic ceritanya, gimana dengan eksekusinya?

Eli adalah salah satu dari sisa umat manusia di dunia yang berhasil selamat dari dampak perang yang ngebikin dunia hancur lebur. Peradaban jadi gak maju walopun udah 30 tahun sejak perang berakhir. Eli sendiri ngadain perjalanan ke Barat. Ternyata dia ngadain perjalanan ini dengan tujuan nyelametin satu-satunya alkitab yang masih tersisa di dunia supaya bisa diselamatkan & disebarkan. Dia ngelakuin itu setelah mendapat pendengarab dari suara misterius yang menuntunnya nemuin alkitab & menyuruhnya pergi ke Barat. Perjalanannya gak mudah, tapi dengan bekal kemampuan bertahan hidup selama 3 dekade, dia bisa ngelewatin rintangannya. Dia juga yakin kalo Tuhan bakal ngelindungin perjalanan dia. Sampe suatu hari dia sampe di sebuah kota yang dipimpin diktator Carnegie. Carnegie ternyata terobsesi ndapetin alkitab terakhir supaya dia bisa ngegunain itu buat nguasai dunia. Dimulailah pengejaran Carnegie pada Eli & alkitabnya. Eli sendiri punya "tugas sampingan" yaitu ngelindungi seorang cewe muda bernama Solara yang dia temui di kota itu.














Oke, harus mulai dari mana ini. Ide awal yang lumayan bagus dirusak oleh beberapa keabsurdan di dalamnya. Contoh sifat Eli sendiri. Sebagai seorang utusan Tuhan pembawa alkitab terakhir (kalo gaboleh disebut Nabi) dia kesannya cuek & kurang baik terhadap sekitarnya yang dibuktikan beberapa adegan kayak ngebiarin orang dibantai ato gak peduli sama Solara di awal. Carnegie sendiri sebagai tokoh antagonis cukup aneh. Dia orang yang percaya sama alkitab, yakin kata-katanya mampu ngebawa perubahan, tapi dia malah bukan roang baik. Menggunakan alkitab buat ngendaliin cara pikir orang? Mungkin! Tapi gunain alkitab buat nguasain dunia??? ckckck...

Tapi film ini juga punya kelebihan di sisi actionnya yang kadang cukup sadis tapi gak ngeganggu. CUkup seru di actionnya. Kondisi dunia di film ini? Sebenernya cukup bagus, tapi mau gimana lagi. Aku udah terpesona sam settingan The Road yang realisti s& muram. Sedangkan film ini? Ayolah, dimasa ancur begitu masa penjahat masih sempet naik moge begitu? Tokoh2nya juga "terlalu ebrsih" Liat dii The Road dimana para tokohnya keliatan awut-awutan, jadi kesannya realistis. Satu lagi kekurangan film ini ada di endingnya. Rangkaian awal endingnya lumayan..TAPI di bagian paling akhir endingnya yang harusnya bisa bikin film ini lebih baik ternyata malah jadi terlalu dipaksain. Konyol malah menurut saya.

OVERALL: Bagi para penikmat film yang berpikir kritis ini adalah film yang bikin kecewa. Tapi kalo yang cuma buat have fun ya kayanya bisa menikmati.

RATING: 

 

Tidak ada komentar :

Posting Komentar