GIGI (1958)

1 komentar

Pada penganugerahan Oscar tahun 1959 film ini menorehkan rekor dengan memenangkan 9 penghargaan Oscar termasuk "Best Picture". Jumlah itu adalah yang terbanyak saat itu sebelum dipatahkan oleh Ben-Hur setahun kemudian dengan 11 piala. Film ini adalah adaptasi dari novel berjudul sama karangan Colette yang terbit tahun 1944. Cerita film ini ber-setting di Paris dan menyoroti kehidupan Gaston (Louis Jordan) yang merupakan pemujda kaya dan terpandang. Kehidupan pribadinya selalu mendapat sorotan media. Tapi ketenaran dan kemewahan itu malah membuatnya merasa bosan dan tidak bahagia.

Gaston justru mendapat kenyamanan dan kebahagiaan saat berkumpul bersama Gigi (Leslei Caron) dan neneknya, Madame Alvarez (Hermione Gingold) dimana dirumah yang sederhana mereka bertiga bercengkerama, bermain kartu dan menikmati champagne. Gigi sendiri adalah gadis kecilyang ceria dan bukanlah tipikal gadis elegan dan mengharapkan cinta dan kemewahan seperti yang diinginkan gadis Paris lainnya. Tapi neneknya rutin mengirim Gigi tiap Selasa kerumah bibinya, Alicia (Isabel Jeans) untuk diberi pelajaran tata krama dan bagaimana menjadi wanita elegan. Ternyata dibalik itu tersimpan rencana untuk menjodohkan Gigi dan Gaston.


Saya sangat suka dengan barisan lagu yang mengiringi film ini. Kemenangan soundtrack film ini diajang Grammy memang pantas. Baik dari musik dan khusunya lirik yang enak didengar dan terkadang cukup menggelitik memberikan kenikmatan dalam mengikuti filmnya. Dari segi cerita film ini juga cukup menghibur dengan menghadirkan sindiran terhadap gaya hidup yang diselipi komedi ringan dan menghibur. Hingga lebih dari 90 menit film saya menikmati film ini dengan sangat. Apalagi saya termasuk yang kontra dengan pola pikir bahwa tiap wanita harus menampilkan sosok elegan dan perfeksionis untuk menarik perhatian pria.

Gaston adalah contoh pria yang tidak menyukai elegan yang berlebihan dan lebih menyukai kesederhanaan seperti yang ditampilkan Gigi. Tapi alangkah kecewanya saya saat film berakhir dan ternyata malah memutarbalikkan segala sindirian tersebut. Buat saya ending film ini (walaupun sebenarnya adalah happy ending) terliaht bagaikan keburukan mengalahkan kebaikan. Menurut saya pribadi ini adalah bad ending. Bad ending yang mengecewakan. Bisa jadi memang ini disiapkan untuk sebuah twist tersendiri guna menghindari ending yang standar layaknya film holly lain, tapi saya tetap tidak sreg.

Diluar itu, "Gigi" sebenarnya adalah film yang saya sukai. Selain deretan lagunya yang menyenangkan, akting pemainnya juga bagus. Yang mengejutkan tidak ada satupun yang mendapat nominasi Oscar baik dari pemeran utama atau pemeran pembantu. Cuma Maurice Chevalier yang menang, itupun adalah "Honorary Awards" dan bukannya piala keaktoran untuk aktingnya di film ini. Untung di Golden Globe mereka mendapat nominasi, bahkan Hermione Gingold memenangkan "Best Supporting Actress".

OVERALL: Sebuah film musikal yang nyaris sempurna jika bukan karena konklusi dan kesimpulan film yang sangat tidak saya sukai.

RATING:

1 komentar :

Comment Page:
Muhammad Khairul mengatakan...

Review Ben-Hur dong mas....