SLEUTH (2007)

1 komentar
Aslinya, Sleuth adalah sebuah drama teater yang dipentaskan pada tahun 1970 buatan Anthony Shaffer. Sleuth saat itu berhasil memenangkan Tony Award untuk kategori Best Play. Dua tahun kemudian naskah tersebut diadaptasi menjadi sebuah film yang dibintangi oleh Laurence Olivier dan Michael Caine. 35 tahun kemudian atau pada 2007, Kenneth Branagh menyutradarai adaptasi lain dari drama panggung tersebut. Masih memakai judul aslinya, kali ini Michael Caine juga ikut bermain. Bedanya dia memainkan tokoh yang dulu diperankan oleh Laurence Olivier. Sedangkan Jude Law ditunjuk untuk memerankan tokoh yang dulu dimainkan oleh Caine. Pekerjaan tidak mudah bagi Branagh karena film Sleuth versi tahun 1972 adalah film yang mendapat respon amat baik. Saya yang belum menonton versi lamanya berharap banyak pada film ini karena film-film adaptasi drama panggung biasanya selalu punya keunikan tersendiri khususnya dari caranya memanfaatkan set lokasi.

Andrew Wyke (Michael Caine) seorang penulis novel detektif ternama mendapat kunjungan dari pria bernama Milo Tindle (Jude Law). Kedatangan Milo kesana adalah untuk meminta Andrew menceraikan sang istri, Maggie yang sekarang sudah berpacaran dan tinggal bersama Milo. Awalnya perbincangan dan basa basi hangat terjadi diantara keduanya, sampai saat Andrew mulai mengajak Milo memainkan sebuah permainan. Bukan permainan biasa, karena ini adalah permainan yang bisa membahayakan nyawa. Kurang lebih hanya sebanyak itu yang bisa saya tulis mengenai sinopsis film ini. Karena lebih jauh lagi adalah mengenai permainan-permainan yang dilakukan Andrew dan Milo. Permainan yang berbahaya sekaligus penuh misteri.
Saya rasa untuk membahas film ini akan lebih mudah dengan membaginya menjadi tiga segmen. Segmen pertama adalah saat Milo baru tiba di rumah Andrew hingga berakhirnya "babak pertama" permainan yang mereka lakukan. Bagian awal yang merupakan pengenalan dan diisi dengan dialog keduanya sembari berkeliling di rumah mewah milik Andrew memang sangat menarik. Michael Caine dan Jude Law mampu saling berlempar kata-kata dengan begitu dinamis. Banyak sekali dialog yang amat menarik walaupun konteksnya hanya basa basi. Saat mulai masuk dalam permainan, tensi meningkat dan misteri makin terasa. Penonton akan dibuat penasaran dengan maksud Andrew mengajak Milo melakukan permainan ini. Segmen pertama diakhiri dengan sedikit kejutan dan masih tanda tanya. Satu hal yang mengganggu adalah mengenai CCTV. Beberapa kali sudut pengambilan gambar menggunakan CCTV yang saya rasa tidak perlu jika alasannya hanya untuk inovasi. Malah mengurangi esensi filmnya sendiri.

Segmen kedua adalah saat ada seorang detektif mendatangi rumah Andrew. Saya sempat mengira Andrew sedang menyimpan strategi lain, tapi ternyata ada kejutan disini meskipun sebenarnya konklusi dari segmen kedua tidaklah terlalu mengejutkan dimana saya sudah bisa sedikit mengira-ira meskipun prediksi saya tersebut saya taruh di nomor paling belakang yang mana itu membuktikan bahwa segmen kedua masih punya twist yang cukup efektif. Segmen kedua ini punya misteri yang jauh lebih menarik dibandingkan yang pertama tadi. Akting Jude Law benar-benar diekspose di bagian kedua ini. Tapi kemudian datang segmen ketiga yang merusak film ini. Sampai segmen kedua saya sudah berniat memberikan film ini 3,5 bintang atau bahkan 4 jika akhirnya ditutup dengan memuaskan. Tapi bagian akhir ini terasa begitu membosankan dengan misteri tidak menarik dan ending yang biasa malah cenderung mengecewakan. Segmen ketiga benar-benar terselamatkan oleh akting yang bagus dari Caine dan Law, tapi selain itu mengecewakan. Apalagi selipan tema homoseksual yang terasa konyol dan tidak tepat penempatannya.

Sleuth memang punya keunikan untuk urusan set lokasi yang benar-benar digarap dengan maksimal. Tapi cukup disayangkan set tersebut seolah terlalu mengeksploitas kemewahan rumah Andrew. Yang menarik lagi adalah pemakaian lighting biru hingga hijau di beberapa bagian yang membuat film ini seperti drama panggung. Secara keseluruhan Sleuth sangat berpotensi jadi sebuah film misteri yang bagus. Bermodalkan dua aktor yang bermain begitu baik ditambah dengan dasar cerita yang kuat dan menarik harusnya film ini jauh lebih baik. Sayang karena terlalu banyak twist yang diumbar dan dibongkar dari awal, saat mendekati akhir seolah penonton sudah lebih "pintar" menebak kejutan-kejutan lainnya sehingga tidak lagi mengejutkan dan tidak menarik lagi.

RATING:

1 komentar :

Comment Page:
Rutherford mengatakan...

Biar kutebak, nanti filmnya bakal dibuat lagi dengan jude law sebagai andrew wyke. Wkwkwk